Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats


V ' 



Asy-Syeikh Yusuf Bin Shalih AI-'Uyairy Rahimahullah 



HAKEKAT 






PERANG SALIB MODERN 



ggMMWIMl]^^ 





e *# 



DIAECTOR IMS 



\* 



MA/CMC 



iM . J lj J 1 1 1 tl' - J 10 ^ • 2 } K 




Hakekat Perang Salib Modern 

Serangan WTC dalam Tinjauan Syar'i 




/*\* jF\ ^ ~7*7^ 

Asy-Syeikh Yusuf bin Shalih Al-'Uyairi rahimahullah 



" SOjJ^tSl Allpajl '- , j£Jl ^s^ " 



[2] 



Sll <Li?-j ^jjjjOl r~)*0 Lli ^i "'Jj 7*4*"' 



4)1 



Daftar Isi 



Mukaddimah. 



Makalah Dr. Muhammad 'Abbas Tentang Kejahatan-Kejahatan Yang Pernah 
Dilakukan Amerika 7 

Amerika, Negara Harbi ataukahMw 'Ahadl 17 

Pengantar Pembahasan dan Penjelasan Mengenai Terlindunginya Darah 
('Ishmatud Dima') 21 

Kondisi-Kondisi yang disana Diperbolehkan Membunuh Orang Kafir yang 
Terlindungi Darahnya 25 

Kondisi Pertama 27 

Kondisi Kedua 40 

Kondisi Ketiga 43 

Kondisi Keempat 47 

Kondisi Kelima 50 

Kondisi Keenam 51 

Kondisi Ketujuh 54 

Hukum Membunuh Orang-orang Islam yang Saat itu Berada di Dalam Gedung 
WTC 56 

Pembahasan Tentang Sisi Maslahat dan Kerusakan (Majsadah) Dari Operasi- 
Operasi 11 September 62 

Mafsadah Pertama 70 

Mafsadah Kedua 73 

Mafsadah Ketiga 75 

Mafsadah Keempat 80 

Mafsadah Kelima 82 

Beberapa Maslahat Materiil dari Serangan 11 September 88 

Waspadailah Kemurtadan dari Islam Wahai Para Fuqoha' 94 

Fatwa Syaikh Ahmad Syakir tentang Hukum Orang yang Membantu Inggris 
95 

Fatwa Syaikh Nizhamuddin Seputar Kejadian 1 1 September 102 

Fatwa Syaikh Sulaiman Bin Nashir Al-'Ulwan Mengenai Kejadian 11 
September 104 

Makna Al-Wala wal Baro yang dilumurkan ke dalam Tanah oleh para Fadhilatus 
Syaikh 107 

Makna Mudhaharah kepada Orang-Orang Kafir yang tidak dimengerti para 
Fadhilatus Syaikh 123 

Himbauan Kepada Kaum Muslimin 138 



" Sojj^Jl ~tLX^\ o>*tf «4<£- " [ 3 ] 



Sll <Li?-j ^jjjjOl r~)*0 Lli ^i "'Jj 7*4*"' 



4)1 



yang Masih Tinggal di Negeri Kafir 138 

Hai Kuda Alloh, Melajulah! Perang Salib Telah Dimulai 146 

Hukum Berjihad Bagi Kaum Musliman Hari Ini 160 

Seruan Mengevaluasi Manhaj 166 

Jalan Jihadbagi Seluruh Ummat Islam 170 

Pesan Memohon Bantuan Dari 172 

Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar 172 

Pesan Lain Dari Amirul Mukminin ~Hafidzahulloh~ Kepada Ummat Islam Dan 
Bangsa Afghan 179 

Surat Dari Syaikh Usamah Bin Ladin Kepada Rakyat Pakistan 183 

Syair tentang Amerika 186 

Penutup 188 



\ 







" SOjJ^Jl &Xd\ oj*Jl *&#" " [ 4 3 



diii <ii?-j ^jjjjoi r*^*»*' S>. ci ">\t 7*4*"' 



Mukaddimah 



s 



egala puji bagi Alloh yang berfirman : 



aji wLilj + q-,a J&\ Ijjl5'-_gli ^y. -jjJLSl 2Jsl_p jlS' ouS' lj_Jiii Jpji^ ij \jjy~i «JLii Jt 

4 jjr-iy IjJLS^U j^-lp ^l Ui ^jtyl <j I;IjTj 

"Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu 
memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum merekaAdalah orang- 
orang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas 
mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong 
mereka. " (Ghafir : 82) 

\ 
Dan yang berfirman : 

4 lAli«l /jjjilSJJj ■> ^Ip Jol yo (*-^ii j^ jjj*^' aJLp OlS^ouS^lj jiui ^j^l (j Ijj^s *-**' I 

"Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka 
dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka; Allah 
telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima 
(akibat-akibat) seperti itu. " (QS. 47:10) 

Semoga sholawat dan salam tercurah selalu kepada makhluk Alloh terbaik yang 
diutus sebagai rahmat seluruh alam di mana beliau bersabda: 

( «u^j VI LJjJl y s.^ £&jt V 01 aJ)I ^Js- Jp- ) 

"Menjadi hak Alloh bahwa tidak ada sesuatupun yang meninggi dari urusan dunia 
melainkan Ia jatuhkan. " 

Maka semoga shalawat dan salam tercurah selalu kepada beliau, shalawat 
terbaik serta salam tersempurna, juga kepada keluarga serta shahabat beliau seluruhnya. 

Telah datang kepada kami banyak pertanyaan lebih dari seratus pertanyaan 
yang mana penanya mempersoalkan tentang hukum syar'i dari apa yang telah terjadi di 
Amerika (kejadian WTC, 11 September 2001, penerj.)? 

Dan kami melihat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas mesti dirincikan 
agar hukum syar'i yang kami pegang jelas. Semoga Alloh memberikan manfaat setiap 
muslim dengan jawaban tersebut. 

Sesungguhnya kehancuran yang terjadi di Amerika Serikat, bagi orang yang 
mengikuti kejadian-kejadian itu, tidak mungkin berkomentar selain bahwa itu adalah 
hukuman dari Alloh atas kedzaliman yang dilakukan Amerika kepada bangsa-bangsa di 
dunia dan kepada bangsa muslim khususnya. Kini ia telah rasakan balasan 
perbuatannya, kalau ia merasakan kepedihan dari aksi-aksi tersebut di mana 
diperkirakan korbannya mencapai 20.000, baik korban meninggal maupun luka-luka, 
maka sesungguhnya penduduk Iraq telah kehilangan rakyatnya sebanyak lebih dari dua 
juta orang akibat diberlakukannya embargo. Sedangkan Palestina kehilangan separonya, 

" 1&#S\ A44psJl oj^Jl iju&- " [ 5 ] 



dari korban meninggal hingga yang luka akibat berlangsungnya kezaliman zionis di 
bumi mereka sejak setengah abad lebih. Kemudian bangsa Afghan, juga akibat 
embargo, meninggal 70.000 muslim. Tak jauh berbeda dengan kaum muslimin di 
Filiphina, Indonesia, Kosovo, Somalia, Libya, Sudan dan bangsa muslim lain yang 
tangan Amerika berlumuran dengan darah mereka. 

Belum lagi berjuta-juta orang non muslim di benua hitam AMka dan di Jepang, 
di Serbia, Amerika selatan serta negara di dunia lainnya yang mana sudah lama 
merasakan permusuhan Amerika serta kezalimannya yang mengerikan. 

Mereka semua, berjumlah sekitar puluhan juta. Ini tidak termasuk orang-orang 
yang diusir dan pengungsi serta diasingkan di luar negeri mereka sendiri melalui tangan 
Amerika. Fihak Iraq telah mengajukan surat peringatan kepada PBB tanggal 16/7/1422 
H, di dalam surat peringatan tersebut disebutkan bahwa Amerika sejak tahun 1879 M 
kira-kira, telah menyulut 72 api peperangan di dunia, baik secara langsung maupun 
melalui perantara orang lain. Ini dikatagorikan yang paling mengerikan dalam sejarah 
kehidupan manusia. 



\ 







" SOjJ^Jl S^CaJl oj*Jl *&#" " I 6 3 



^ t ^ s s & ■* 1 1 \l ■" J 10 ♦J'sJ'S-9* t 



Makalah Dr. Muhammad 'Abbas Tentang 
Kejahatan-Kejahatan yang Pernah 

Dilakukan Amerika 




\ 



http^/Iahizu(iaxem 



" SOjJ^tSl Allpajl "-I^Jl ^s^ " 



[7] 



diii <ii?-j ^jjjjoi r~}-^ S>. ci ">\t 7*4*"' 



Sementara DR. Muhammad Abbas, wartawan koran Asy-Syi'b Al-Mishriyyah, 
seminggu setelah ledakan WTC, di dalam makalahnya menyebutkan besarnya kejahatan 
Amerika yang sudah lama dirasakan negara-negara di seluruh dunia. Beliau mengatakan 
: "Seorang wartawan Inggris yang lain memberi catatan dengan nada sinis: 'Perang ini 
-yakni perang Teluk melawan Irak- adalah perang nuklir dengan semua maknanya. 

Tentara-tentara marinir dan armada laut Amerika telah diberi perlengkapan 
berupa senjata-senjata nuklir taktis dan senjata-senjata canggih yang mampu 
menimbulkan kerusakan seperti kerusakan yang ditimbulkan senjata nuklir. Amerika 
juga menggunakan eksplosive berbahan bakar gas bernama Blu-82, ini adalah senjata 
yang beratnya mencapai 15.000 pound dan mampu membuat ledakan seperti reaksi 
nuklir yang membakar apa saja yang berada dalam radius beratus-ratus yard. 1 



Heavy Message 

Tw> 15,000-poand BLU-82 
bamtts were meti tigaitist 
mttiterp targets in AJghatiistan 

iit tkepast meek, tke rentagon 
said. Thebombsatpiedea/ew 
feetabonegroundandobSiiertde 
onptkmg wiikm kundreds oj 

ytards, 



Six-ftwt-tall rnsn 




C-130 eanjo plana 



Csgo 

ertractiwi 
(Hrachuta 
pUbbcmb 
and cr-adlc- 
avrayfrom 
pians. 



L Cr3dte/5lec 



Stabiliiw pardiute depiays, 
slowirko bom1>.ovar targM. 



Cradle 

f«m 
bomb 



12 tot 




U»ur3[)secwidsaft«i 
relaaia h™ plaite. triojer 
hiKgrourn), Exj*hwii 
spreiids ImridrBtts o( yards. 




StPUKEl: Ptdgritign of AmtuKin lc*nHili, Ddgnsc [Hwrlnnnt 



BIY DDUE STUTEHS AND BILl WEBsMH-THE WUHIIUTDN PDST 

Gb 1 Bom Blu-82 




Gb 2 Efek ledakan Blu-82 



Yang lebih kejam dari itu adalah bom Uranium pemusnah yang digunakan 
pertama kali, dan itu adalah cara termurah dan paling biadab untuk membersihkan 
limbah dan stasiun-stasiun reaktor nuklir. 



1 Selain digunakan di Vietnam untuk operasi "pembersihan hutan", bom ini juga dipakai 
untuk membasmi kaum muslimin di lraq dan Atghanistan -edt. 



" SOjJ^til A.j.U-tsJl <— Ij^Jl ~*JU6- " 



[8] 



dill <Li?-j t£*"jOl r~}-^ Lji >-i ">\t 7*4*"' 



Tank-tank Amerika telah melepaskan sebanyak 6.000 misile uranium ini, 
sedangkan pesawatnya menembakkan sepuluh ribu butir. Statemen rahasia Badan 
Energi Atom Inggris mentaksir bekas yang ditinggalkan dari kekuatan sekutu di medan- 
medan pertempuran tak kurang dari 40 ton uranium mematikan. 

Tambahkan lagi dengan penghancuran pembangkit nuklir di Iraq serta terminal- 
terminal pembangkit tenaga dan pabrik-pabrik kimia. Demikianlah bencana-bencana 
paling kejam dalam sejarah terjadi secara beruntun. 

Sedangkan beberapa sumber barat mentaksir terdapat 800 ton debu dan atom 
uranium mematikan yang itu akan berdampak kepada polusi yang berhembus ke seluruh 
wilayah Semenanjung Arab selama jangka waktu cukup lama. 



Udara, tanah dan sungai benar-benar terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia 
yang mengerikan dari radiasi yang berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Bencana 
ini akan terus berlangsung selama ribu tahun ke depan, anak-anak kecil bermain tanpa 
mengerti apa-apa dengan sebuah boneka yang terbuat dari misil-misile uranium ini, 
akibatnya adalah kematian 
yang lambat namun pasti. 

Kantor Pendudukan 
Amerika mengatakan, harapan 
hidup orang-orang Irak yang 
lelaki berkurang 20 tahun, 
sementara wanita berkurang 1 1 
tahun dan setengan juta orang 
terancam mati karena terbunuh 
akibat radiasi kimia, cepat atau 
lambat. Dulu pernah terjadi 
perang pemusnahan yang 
membakar apa saja, dan 

Amerika menyambung serta Gb 3 Debu Uranium 

meneruskannya hingga hari ini 

dalam bentuk embargo, yang mana tindakan barbarisme seperti ini terjadi sebelum dan 

sesudahnya. 




Meneruskan tulisannya, ia berkata lagi: Sesungguhnya pemerintah Amerika 
adalah arsitek yang memelihara aksi pemusnahan masal yang masih saja berlanjut sejak 
beberapa tahun. Sedangkan jajaran eksekutif Amerika dengan sengaja dan dengan 
resolusi keras dan ketat telah melarang penyaluran bantuan kepada bangsa yang 
menghadapi kelaparan dan penyakit. Washingthon sendiripun tidak bisa mengelak dari 
fakta-fakta mengerikan ini." 

Kemudian, seorang warga negara Amerika yang juga yahudi, yaitu Noam 
Chomsky menambahkan: "Sebenarnya di sana sudah ada cukup bukti untuk menuduh 
semua pimpinan Amerika sejak berakhirnya perang dunia II, bahwa mereka adalah para 
penjahat perang." 



SOjJ^tSl A.j.°ltaJl «— ij^Jl «4f?- " 



[9] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j p»*" I 



Ramsey Clark, menteri peradilan Amerika sebelumnya, mengatakan, 
"Sesungguhnya aturan perundangan dan peradilan menundukan kekuatan hukuman- 
hukuman ini dan mengkatagorikannya sebagai tindak kejahatan." 

Hooke Stafter mengatakan, "Penulis (buku Agresi ke Irak, penerj.) sukses 
dalam merekam banyak dokumen serta mempresentasikannya dengan ungkapan 
emosional dan pedas, menyorotkan sinar kuat yang mempertontonkan pembantaian 
massal sebagai keganasan abad duapuluh -yakni perang Irak~." 



Sementara penulis buku itu dengan lantang mengatakan, "Sesungguhnya saya 
merasa malu dan seolah tak berdaya di hadapan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan 
pemerintahanku serta orang-orang yang menyetujui pemusnahan massal bersamanya, 
mereka adalah orang-orang yang perasaannya lumpuh (tak berrungsi), dan orang-orang 

yang sudah tidak memiliki perasaan berdosa..." 



"Sesungguhnya saya 
merasa malu dan 
seolah tak berdaya di 
hadapan kebijakan- 
kebijakan yang 
dikeluarkan 
pemerintahanku serta 
orang-orang yang 
menyetujui 
pemusnahan massal 
bersamanya, mereka 
adalah orang-orang 
yang perasaannya 
lumpuh (tak berrungsi), 
dan orang-orang yang 
sudah tidak memiliki 
perasaan berdosa..." ~ 
Hooke Stafter ~ 



Kemudian di Liberia, selama sembilan 
dasawarsa pertama, 150.000 orang terbunuh. 

Sedangkan di Zaire, ribuan orang juga 
terbunuh. Setengah juta orang dipaksa 
meninggalkan tempat tinggal-tempat tinggal 
mereka dengan alasan pembersihan etnis (etnis 
cleansing). 

Satu juta orang terusir di Sierra Laone, 
serta sekitar 60.000 orang mati sia-sia dalam 
peperangan dan kelaparan tahun 1990. 

Di Angola, meninggal 20.000 orang ketika 
pemerintaham YUNITA di kota Quito selama 
delapan bulan. Dan ini adalah kejadian yang sering 
terulang untuk kepentingan politik Amerika di 
Afrika yang tidak pernah terungkap. 

Para petinggi militer di Indonesia 
membunuh satu juta orang penduduknya melalui 
anjuran, sambutan, fasilitas persenjataan dan 
program serta para pakar Amerika. 



Di Afrika Selatan, lebih dari satu juta orang. Sejak dari Angola, Namibia, 
Angola dan Mozambik. 

Negara Amerika yang lahir melalui pembersihan etnis (Indian, penerj.) dan 
pembataian massal, telah mengembangkan tekhnik pembersihan etnis dan pembantaian 
masal yang belum pernah ada cara seperti itu sebelumnya. Kebanyakan, kelihaian 
Washingthon dalam melakukan aksi pemusnahan massal berkembang ketika 
berlangsung perang dunia kedua dan setelahnya. 

Sebelum berlalunya waktu yang lama, Washington telah menjalankan perang 
total, sehingga akhirnya Armada angkatan darat Inggris dan Armada angkatan Udara 



" «.Ajj^Ji SllUaJi <->°jd\ &&~ " 



[10] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j py** I 



pasukan Amerika menjadi dua kelompok penjaga pemboman strategis. Keduanya 
berhasil menjalankan percobaan tekhnik peluluhlantakan yang luas terhadap kota-kota 
menggunakan bom-bom pembakar (incendiary bomb). 

Dan Jendral George Marshall, komandan staf, memerintahkan kepada para 
krunya di lapangan untuk menjalankan program serangan-serangan api yang membakar 
kuil-kuil kayu dan daun dari kota-kota di Jepang yang padat pemukiman. Di suatu 
malam, Armada udara Amerika menerbangkan sejumlah 334 pesawat meluluhlantakan 
area sepanjang 16 mil persegi sejak dari Tokyo dengan menjatuhkan bom-bom 
pembakar. Tercatat 100.000 orang tewas terbunuh dan satu juta orang harus terusir. 





Gb 5 Korban terbakar, seluruhnya warga sipil 



Gb 4 Serangan Amerika atas Tokyo 1945 

v y 

Jendral Crish Lomay mengamati dengan santai, bahwa kaum pria, wanita dan 
anak-anak Jepang hangus terbakar dan mereka benar-benar direbus dan dioven hinga 
mati. Suhu panas saat itu memang sangat tinggi, sampai-sampai air di selokan-selokan 
turut mendidih, pagoda-pagoda dari tembaga meleleh, manusia hancur lebur terkena 
jilatan api. 



Ada sekitar 64 kota di Jepang yang mengalami kejadian seperti ini. Belum lagi 
berbicara mengenai Hiroshima dan Nagasaki yang juga mengalami serangan seperti ini. 
Salah satu prediksi mentaksir angka sekitar 400.000 menjadi korban dengan cara seperti 
ini. Ini hanya pemanasan dari operasi pemusnahan yang dilakukan Amerika melawan 
negara-negara lain yang belum sempat mengancam Washingthon. 

Antara tahun 1952 hingga 1973, Amerika menyembelih sekitar sepuluh juta 
orang China, Korea, Vietnam, Laos dan Kamboja. 

Salah satu prediksi melansir terbunuhnya dua juta orang Korea Utara ketika 
meletus perang Korea. Mayoritas terbunuh dalam pembakaran melalui serangan bom di 
Pyong Yang serta kota-kota utama lainnya. Ini mengingatkan kita kepada serangan yang 
membakar Tokyo (prediksi maksimal ada 3 juta etnis China terbunuh). 

Jendral Emit Odd Niels, panglima staf persenjataan rudal pasukan udara di 
Timur Jauh dalam jumpa pers menyatakan bahwa semenanjung Korea hampir 
seluruhnya dalam kondisi sangat mengenaskan. Sebab, semuanya hancur dan tidak ada 
satu bendapun yang layak disebut berdiri. Dan bahwa masuknya altileri China ke Korea 



" «.Ajj^Ji SllUaJi <->°jd\ &&~ " 



[11] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



secara tiba-tiba untuk menghalangi Mach Arthur menyeberangi Sungai Kuning menuju 
China telah memberikan kesempatan baru bagi bom-bom Amerika untuk melakukan 
pembunuhan masal." Katanya lebih lanjut, "Kami tidak punya tugas apa-apa hingga 
pasukan China datang, sebab sudah tidak ada lagi target di Korea." (Dikutip dari 
rekaman jumpa pers). Sebentar kemudian, tak lebih dari sepuluh tahun, Vietnam, Laos 
dan Kamboja takluk dengan perlakuan yang sama. 

Seorang pendeta Budha Chets Tsin Ho menyebutkan, setelah setengan tahun 
berlalu tahun 1963, perang Vietnam mengakibatkan terbunuhnya 160.000 ribu orang, 
700.000 orang menerima penyiksaan dan menjadi cacat, 31.000 wanita diperkosa, dan 
3000 orang ususnya dikeluarkan dalam keadaan hidup-hidup, 4.000 lainnya dibakar 
hingga mati, 1 .000 tempat ibadah dihancurkan. Dan perang itu telah menyerang 46 desa 
dengan bahan-bahan kimia beracun...dst. 

Serangan Amerika ke Hanoi dan Hairung ketika berlangsung perayaan-perayaan 
natal dan di tahun 1972, menyebabkan lebih dari 30.000 anak kecil terkena penyakit tuli 
seumur hidup. Pasca meletusnya perang, Amerika berduka dikarenakan hilangnya 2497 
tentaranya (menurut salah satu prediksi), keluarga-keluarga rakyat Vietnam harus 
beradaptasi atas hilangnya 300.000 orang. Barangkali, jumlah korban meninggal di 
Vietnam mencapai 4 juta orang, belum lagi jutaan orang lainnya yang menganggur dan 
menderita kebutaan, benturan dan cacat. Vietnampun menjadi negeri yang penuh 
dengan kuburan, orang-orang yang kehilangan anggota badannya, tanah-tanah beracun, 
anak-anak yatim dan cacat. 




Gb 6 Korban bom Amerika di Yietnam 



" ati^S\ SllUaJl <->°jd\ &&~ " 



[12] 



*5ji <u^-j ^j;;,*)! z~S^ 'cy. ca»»'Ij 




Gb 7 Anak-anak tak berdosa ini lahir pasca 30 tahun operasi Agent Orange 



Barangkali, jumlah orang-orang yang mati dan cacat sebagai korban ideologi 
barat mencapai 22 juta orang. Hanya saja bencana Amerika disebabkan "Penyakit 
Vietnam" tidak ada hubungannya dengan hal itu. 2 

Sesungguhnya darah rakyat Korea, Vietnam, Laos dan Kamboja bukan satu- 
satunya yang melumuri tangan-tangan Amerika yang tidak mungkin dihapus begitu 
saja. Amerika serikat turut bermain, baik langsung maupun tidak, dalam aksi 
penyiksaan, pencacatan dan pembunuhan di banyak negara lainnya di seluruh dunia. Di 
sana jelas sekali persekongkolan Amerika Serikat dalam pembantaian-pembantaian di 
Indonesia dan perang melawan para pemberontak Amerika tengah (Nikaragua, 
AlSavador, Guetemala dan Honduras: ratusan ribu lainnya terbunuh melalui 
persenjataan, pelatihan dan saran dari orang-orang Amerika serta perwakilan Amerika) 
dalam kerusuhan antar warga sipil di Amerika (konflik berdarah di Angola, 
Mozambique, Namibia dan yang lainnya) pada aksi tekanan yang dilakukan para 
thaghut yang disupport oleh Amerika selama puluhan tahun (Somoza, Pinochet, 
Marcos, Mobutu, Batista, Diem, Key, Riy, Debayle, Soeharto, Savimbi dan diktator- 
diktator kelas dunia lainnya). 

Di sana ada satu contoh dari banyak contoh: pembantaian yang dilakukan 
pasukan hasil pelatihan Amerika serikat di Eluzuti tahun 1982, terhadap sekitar 1.000 



Operasi Agent Orange: Agen Oranye dan "Super Oranye" adalah julukan yang 
diberikan untuk herbisida dan detolian yang digunakan oleh Militer Amerika 

Serikat dalam peperangan herbisida (herbicidal wariare) selama Perang Vietnam. Dalam 
peperangan herbisida tersebut, sejumlah herbisida termasuk Agen Oranye digunakan dengan 
maksud untuk menghancurkan produksi bahan pangan dan pepohonan yang dijadikan sebagai 
tempat bersembunyinya musuh. Agen Oranye digunakan dari 1961 hingga 1971, dan di antara 
semua yang disebut "herbisida pelangi" yang yang paling berbahaya, yang digunakan dalam 
program ini. Degradasi Agen Oranye (maupun Agen Ungu, Merah Jambu, dan Hijau) 
melepaskan dioxin, yang dituduh telah membahayakan kesehatan mereka yang terpaparkan 
pada masa Perang Vietnam. Agen Biru dan Putih adalah bagian dari program yang sama tetapi 
tidak mengandung dioxin. Studi tentang penduduk yang terpapar dioxin, meskipun tidak harus 
Agen Oranye, menunjukkan meningkatnya risiko berbagai tipe kanker dan cacat genetis. 

[13] 



" «OjJl^Jl ^llUaJl <->°jd\ "&-&■ " 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



petani pedalaman, 139 di antaranya masih kanak-kanak serta pembunuhan pasukan 
Amerika yang dilatih di Guetemala terhadap lebih dari 150 ribu petani antara tahun 
1966 hingga 1986." Selesai sampai di sini laporan DR. Muhammad Abbas. 



Semua hasil yang dicapai Amerika dan diwujudkan dari operasi-operasi 
penghancuran itu, hanyalah sebagian dari buah yang ditanam Amerika pada setiap 
ketegangan dan kerusakan yang ia sebarkan di seluruh dunia. Maka jika ia merasa sakit 
sekali, negara-negara tadi telah merasakan kepedihan sejak puluhan tahun lamanya 
akibat perlakuannya, dan terus berlangsung hingga sekarang. Maka, rasakanlah, sebagai 
balasan setimpal perbuatan dia kepada negara-negara. Amerika juga mesti ingat, apa 
yang ia alami itulah yang dialami jutaan orang yang mereka telah dan sedang berada 
dalam kungkungan kezalimannya. Kejadian di Amerika itu menjadikan para anteknya 
marah dan semua musuhnya dari sekte apapun merasa gembira. 

Hanya saja, yang masih menorahkan luka dalam hati kami adalah ketika banyak 
sekali orang yang menisbatkan diri kepada ilmu (baca: Ulama) terburu-buru mengambil 
sikap dan mengeluarkan fatwa berisi kecaman dan celaan terhadap peristiwa ini serta 
orang-orang yang berperan di belakangnya. Lantas mereka menyatakan duka cita serta 
simpatinya kepada Amerika terhadap musibah yang menimpanya dan menghimbau 
kaum muslimin untuk turut memberikan sumbangan darah kepada musuh-musuh Alloh, 
padahal merekalah yang menumpahkan darah kaum muslimin di setiap tempat dan terus 
seperti itu. Kami meyakini, fatwa-fatwa itu tidak lain adalah fatwa untuk kepentingan 
politik, sebab tidak memiliki karakter besifat syar'i mendasar. Falloohul Musta 'aan, 
hanya Allohlah tempat meminta pertolongan. 

Kami mengalaminya sampai kami lihat ayat ditinggalkan dan hadist disepelekan 
begitu saja nash dan maknanya. Orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam 
menyimpang darinya hanya lantaran tujuan dunia yang fana, di mana itupun 
kemanisannya akan dirampas oleh Amerika meskipun mereka berada dalam satu 
barisan dan membela mereka. 

Jika Anda merasa heran terhadap sesuatu, silahkan heran dengan kontradiksi 
terputus-putus dan selalu terulang yang muncul dari para pemberi fatwa yang 
mengecam dan mengingkari serangan itu. 

Di antara sikap kontradiktif itu adalah ketika mereka diam dari kejahatan Amerika 
dan yahudi serta yang lain. Namun ketika Amerika ganti terkena musibah, semuanya 
berkomentar dan mengingkari serta menyatakan belasungkawa terhadap serangan yang 
mengenainya. Padahal, kami belum pernah melihat pernyataan mereka yang mengecam 
Amerika terhadap kelakuannya kepada saudara-saudara kita di Palestina. Belum pernah 
kami lihat pernyataan mereka mengecam perbuatan Amerika di Somalia, Irak, 
Indonesia, atau embargo dan serangan terhadap Libiya, Afghanistan dan Sudan. 
Bahkan, tidak mengecam dukungan terang-terangan Amerika dalam serangan melawan 
kaum muslimin di Bosnia. 

Atau dukungan Rusia melawan kaum muslimin di Cechnya sejak meletusnya dua 
peperangan yang hingga hari korbannya mencapai 250 ribu muslim dan lebih dari 600 
ribu lainnya harus terusir, ini tidak termasuk korban luka dan para cacat. Kenapa ketika 
Amerika membakar negeri Irak dan membunuh hampir dua juta muslim lantaran 
embargo dan perang sebelumnya, mereka tidak berkomentar sedikitpun? Mengapa 

" iti^S\ *LXtA\ oj*Jl la^- " [ 14 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



ketika Dewan Keamanan menyatakan sepakat sebanak dua kali untuk mengembargo 
Afghanistan yang korbannya berjumlah ribuan dari kaum muslimin, mereka tidak 
mengingkari embargo itu, meskipun makna dari perang dan embargo adalah satu, yaitu 
untuk merusak tanaman dan keturunan? 

Bentuk kontradiktif lainnya adalah ketika kita dengar sebagian dari mereka, 
kemarin menyerukan untuk memboikot produk-produk Amerika guna menyerang sektor 
perekonomiannya. Nah, ketika Amerika terserang ekonominya, tiba-tiba saja mereka 
balik membelanya serta merasa berduka dengan apa yang terjadi di Amerika. Di saat 
mereka melarang membeli barang-barang produk Amerika supaya perekonomiannya 
tidak berkembang, mereka malah mengharamkan serangan ke jantung ekonomi 
Amerika secara langsung. Bahkan, mereka menghimbau kaum muslimin untuk 
memberikan sumbangan darah dan bantuan kepada orang-orang Amerika. 

Bentuk kontradiktif lain, bahwa orang-orang yang mengizinkan serangan ke 
Baghdad serta kota-kota di Irak lainnya, padahal tahu jatuhnya korban ribuan rakyat 
sipil ketika meletus perang Teluk, mereka sendiri jugalah yang mengharamkan serangan 
ke Amerika dikarenakan jatuhnya korban rakyat tak berdosa menurut mereka. Lantas, 
mengapa membunuh rakyat tak berdosa Irak halal hukumnya, sedangkan membunuh 
rakyat tak berdosa di Amerika haram?! 

\ 

Kontradiktif lain, mereka yang mengecam serangan-serangan kepada Amerika, 
merekalah yang selalu bersuara lantang di atas puncak mimbar-mimbar mereka, di 
dalam koran-koran dan media-media informasi: "Ya Alloh, hancurkanlah yahudi dan 
yang menolongnya..." (maksudnya adalah Amerika), bahkan di antara mereka 
mendoakan dengan suara lantang agar Alloh mencabik-cabik, menghinakan dan 
menghancurkannya. Tapi ketika Alloh mengabulkan doa mereka, mereka riuh ramai 
mengecam dan menganggap sebagai tindakan jahat orang yang menghancurkan 
Amerika. 

Ya Subhanalloh! Maha Suci Alloh; kok bisa mereka menginginkan kehancuran 
Amerika, namun ketika ia hancur, kata mereka itu haram? Kalau hancurnya Amerika 
adalah haram, berarti mendoakan keburukan menimpa mereka juga haram dan itu 
berarti perbuatan kejam dan zalim berdasarkan pemahaman kalian ini! Berarti juga, 
pemboikotan ekonomi terhadapnya adalah haram dan tindakan kejam, berdasarkan 
pemahaman ini! 

Bentuk kontradiktif lainnya, mereka yang menfatwakan untuk membunuh yahudi 
serta menyerang setiap target mereka, meskipun harus mengorbankan wanita, anak-anak 
dan orang tua dalam operasi tersebut, mereka sendirilah yang justeru menfatwakan 
kejahatan pelaku serangan yang menghancurkan Amerika. Bahkan, mereka yang 
mengatakan operasi mati syahid di Palestina adalah tingkatan jihad tertinggi, 
mengatakan, pelaku operasi serangan di Amerika adalah pelaku bunuh diri, pelaku 
kejahatan besar serta termasuk salah satu dosa besar. Bahkan di antara mereka 
mengatakan bahwa ia sama sekali bukan termasuk bagian Islam! ! 

Bentuk kontradiktif yang mengindikasikan sikap jujur mereka adalah, bahwa 
mereka yang selalu berdoa di setiap majelis: "Ya Alloh, tegakkanlah panji jihad dan 
tekanlah orang-orang sesat dan pelaku kerusakan." Tapi ketika panji jihad hampir saja 
tegak, semuanya ketakutan dan mengatakan: 



" «ojj^Ji «illUaJi ^j*fi '&jr " [ 15 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jjj*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



^ ? ^y J^! J( by.f Y^J JbiJ! bip o~S"i b, ) 

Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami 
beberapa waktu lagi. " (An-Nisa' :77) 

Dan mereka menyangka bahwa Alloh Swt. akan menegakkan panji jihad tanpa 
sebelumnya Amerika dibuat marah. Ketika Amerika marah, barulah diketahui, siapa 
yang benar-benar mencita-citakan jihad dari orang yang sekedar menginginkannya 
dengan lisan saja. 

Semua bentuk kontradiksi tadi yang mengerumuni manhaj orang-orang yang tidak 
memiliki orientasi selain larut bersama arus politik dan informasi, menunjukan dengan 
jelas bahwa mereka sebenarnya tidak berjalan di atas pijakan prinsip-prinsip syar'i, 
namun prinsip itu adalah prinsip-prinsip politik, kebangsaan, perasaan, informasi dan 
nilai duniawi. Jika mereka memang jujur, mengapa tidak mereka mengeluarkan prinsip- 
prinsip mereka pada fatwa-fatwa mereka yang lain serta mendudukkannya dengan 
kejadian akhir-akhir ini berdasarkan perkataan yang muncul dari mereka. 



\ 







" «OjJ^J! ^llUaj! o>Jl 'U^f~ " [ 16 ] 



*5ji <u^-j ^g-jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-ji 



Amerika, Negara Hanb/ 3 ataukah Mu c Ahad 4 ? 




http^/Jahi»itaXom 



3 Yakni negara yang memerangi kaum muslimin, penerj. 

4 Terikat negara yang terikat perjanjian untuk tidak saling memerangi, penerj. 

" a&A*S\ jj-U&^ ^j^' **e^ " 



[17] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Sesungguhnya masalah terpenting yang mesti diterangkan sebelum membahas 
disyari'atkannya permasalahan di atas serta boleh tidaknya adalah penetapan apakah 
Amerika itu negara harbi ataukah mu'ahad ? sekaligus menjawab dahulu pertanyaan ini 
di mana permasalahan berpangkal dari sana. 

Saya katakan : Sesungguhnya negara-negara di dunia ini di hadapan kaum 
muslimin ada kemungkinan dia negara harbi atau negara terikat perjanjian. Sedangkan 
asal dari setiap negara kafir adalah negara harbi yang boleh diperangi dengan cara 
apapun memeranginya sebagaimana yang dilakukan Rasululloh #| beliau pernah 
mencegat kafilah-kafilah negeri-negeri yang memerangi sebagaimana beliau juga 
mencegat kafilah kaum Quraiys. 

Beliau juga pernah mengambil gembalaan negara-negara kafir sebagai gadai jika 
hal itu diperlukan, sebagaimana beliau juga mengambil seorang lelaki dari Bani Uqoil 
sebagai tawanan sebagai ganti dari para tawanan dari para shahabat beliau yang ditawan 
oleh Tsaqif. Sesekali beliau melakukan igthiyal (penculikan) kepada sebagian penduduk 
negara harbi sebagaimana beliau memerintahkan untuk menculik Kholid Al-Hudzali, 
Ka'ab bin Al-Asyraf dan Salamah bin Abil Haqiq serta dua orang lainnya yang semula 
terikat perjanjian (mu'ahad) lantas mereka berdua membatalkan perjanjian maka beliau 
memperbolehkan untuk membunuh keduanya. 

Beliau juga memberikan fatwa untuk membunuh wanita, orang tua dan anak- 
anak dari negeri harbi jika mereka tidak memisahkan diri serta tidak memungkinkan 
kepada pasukan perang (musuh) kecuali dengan membunuh mereka, sebagaimana yang 
beliau lakukan juga di Thaif serta melepaskan tembakan kepada mereka dengan 
manjanik. 

Jadi, negara-negara harbiy di sana tidak terdapat batasan-batasan syar'i yang 
menghalangi untuk melakukan aksi yang membahayakan mereka selain jika yang 
menjadi sasaran adalah wanita, anak-anak dan orang tua jika mereka memisahkan diri 
serta tidak turut membantu peperangan dan memusuhi. Dan kita tidak akan berhujjah 
dengan alasan membalas orang-orang kafir dengan yang setimpal sebagaimana yang 
akan kita bahas. 

Dengan demikian, negara-negara terbagi menjadi dua: negara harbi dan inilah 
hukun asalnya, kemudian negara mu'ahad. Ibnul Qayyim berkata dalam laadul Ma 'aad 
(III7 159) mensifati kondisi Rasululloh Saw. setelah berhijrah, beliau berkata : 
"Kemudian orang-orang kafir yang hidup bersama beliau setelah perintah jihad ada tiga 
kelompok; kelompok yang mengadakan perjanjian damai dan genjatan senjata, 
kelompok harbi dan ahlu dzimmah.'" 

Sedangkan negara tidak mungkin menjadi negara dzimmah, tetapi kalau tidak 
harbi berarti mu'ahad. Dan dzimmah hanya ada dalam hak personal-personal yang 
berada di negara Islam. Dan jika seorang yang kafir itu tidak mu'ahad ataupun dzimmi, 
berarti dia kafir harbi yang halal darah, harta dan kehormatannya. Syaikhul Islam 
berkata dalam Al-Fatawa (XXXII/ 343) : "Jika dia seorang kafir harbi, maka dengan 
sikap memerangi dia membolehkan untuk membunuhnya, mengambil hartanya serta 
menjadikan isterinya sebagai budak." Disebutkan dalam hadist Bukhori dari Ibnu 
'Abbas radhiyallohu anhuma tentang pengelompokkan kaum musyrikin di zaman Nabi 

" SjGj^Ji &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 18 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Saw. ia berkata: Orang-orang musyrik kedudukannya dari Nabi Saw. dan orang-orang 
beriman ada dua tingkatan: Kaum musyrikin yang memerangi, beliau memerangi 
mereka dan mereka memerangi beliau. Dan kaum musyrik yang terikat perjanjian, 
beliau tidak memerangi mereka dan merekapun tidak memerangi beliau." 

Mengenai Amerika, merupakan satu kesepakatan di antara kaum muslimin hari 
ini, bahwa ia bukanlah negara Islam sebelumnya. Dan ia juga bukanlah negara yang 
terikat perjanjian (damai) dengan kaum muslimin selamanya. Kalaulah kita terima 
bahwa mereka adalah negara yang terikat janji dan telah merumuskan point-point 
kesepakatan berdua maupun secara jama 7 bersama kaum muslimin, maka 
sesungguhnya kita -berdasarkan Ijmak- menetapkan bahwa ia telah melanggar janji- 
janji itu jika memang itu dibenarkan, dan hukumnya berarti kembali seperti hukum 
asalnya yaitu ia negara harbi. 

Dan di antara pelanggarannya yang terbesar terhadap janji adalah bantuan yang 
ia berikan kepada yahudi di Palestina dengan berbagai bentuk bantuan. Ini saja sudah 
cukup untuk menetapkan bahwa Amerika adalah negara harbiy yang diperbolehkan 
menggunakan semua peralatan perang dalam rangka memeranginya, yang bisa 
menjatuhkannya, melemahkannya atau menterornya selama tidak menjadikan sasaran 
wanita, anak-anak dan orang tua dengan sengaja jika mereka tidak turut andil dengan 
bentuk keikut sertaan apapun, dan sekali lagi kita belum berhujjah dengan alasan 
membalas orang kafir dengan balasan setimpal sebagaimana yang akan kami jelaskan. 

Nabi Saw. membunuh Ka'ab bin Al-Asyraf setelah dia melantunkan syair jorok 
tentang wanita kaum muslimin. Maka Nabi % mengganggap ini sebagai pembatalan 
janji, akhirnya beliau menyuruh untuk menyuliknya. Demikian juga Nabi Saw. 
menyerang Mekkah serta memerangi kaum Quraisy setelah mereka menolong sekutu- 
sekutunya dari Bani Bakr bin Wa'il dalam perang melawan sekutu Nabi Saw. dari suku 
Khoza'ah, Nabi Saw. menganggap ini sebagai bentuk pembatalan dan sebab batalnya 
janji, lalu beliaupun memerangi mereka. 

Di dalam Al-Fatawa (XXVIII/ 668) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya 
tentang seorang lelaki yahudi dari Ahli Dzimmah yang mengatakan: 'Kaum muslimin 
adalah anjing yang tidak memiliki toleransi kepada kami.' Dan saat itu memang 
sebagian kaum muslimin bermusuhan dengan dia, apa hukumnya? Beliau menjawab, 
"Jika yahudi tadi memaksudkan ejekannya kepada sekelompok tertentu dari kaum 
muslimin, maka ia dihukum dengan hukuman yang membuat dia dan orang yang 
melakukan hal yang sama jera. Tetapi kalau nampak bahwa yang ia maksud adalah 
kaum muslimin secara umum, maka ia telah membatalkan janjinya dengan kata-kata itu 
dan dia harus dibunuh." 

Maka apakah mungkin orang yang (masih) membela Amerika menetapkan bagi 
kita bahwa Amerika belum membatalkan janjinya jika memang benar ada perjanjian 
sebelumnya? Tidak mungkin sampai kapanpun ia menafikan perang Amerika terhadap 
Islam di setiap tempat, tidak mungkin selamanya ia menafikan bahwa Amerika adalah 
fasilitator tunggal untuk yahudi di Palestina dan untuk kristen di Fhiliphina, di 
Indonesia, Hindustan dan Kashmir. Dan Amerika tidak akan mungkin lepas dari ini 
sampai kapanpun, bahkan ia mengumumkan di setiap mimbar bahwa dirinya 
memerangi ekstrimis Islam serta mndamentalis Islam. 



" SjGJ^JI &X*}\ oj*Jl uuo- " [ 19 ] 



4JJI 



<ci?-j ^jj;*)! r— ^ tiH *-^"'3M r 1 ^**"' 



Jika sudah tertetapkan bahwa Amerika adalah negara harbi di mana kaum muslimin 
tidak memiliki ikatan janji maupun perdamaian dengan mereka, atau kondisi minimal 
adalah mereka membatalkan janji dan kesepakatannya dengan membunuh kaum 
muslimin atau membantu dalam rangka membunuh mereka, baru -setelah kita sepakati 
hal itu~kita bisa masuk ke dalam pembahasan untuk kita lihat dalil-dalil syar'i dan 
apakah syari'at Islam memperbolehkan seperti apa yang terjadi di Amerika jika pelaku 
di belakangnya adalah kaum muslimin? 




\ 



http^/Jahi»rtaXom 



" «.Ajj^Ji SllUaJi <->°jd\ &&~ " 



[20] 



*5ji <u^-j ^j;;,*)! z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



Pengantar Pembahasan dan Penjelasan 
Mengenai Terlindunginya Darah ('Ishmatud 

Dima) 




http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl ^j^!' ^A^ " 



[21] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Pertama dan sebelum yang lain-lain, harus kita pastikan sebuah perkara penting 
yaitu bahwa serangan-serangan yang dilancarkanAmerika belum dapat dipastikan 
tertuduhnya kaum muslimin di dalamnya. 

Kedua : Di tengah diumumkannya hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan 
bahwa pelakunya adalah muslim, maka kami jelaskan di sini bahwa penelitian itu 
tidaklah adil, bagaimana mungkin musuh yang menjadi pemutus perkara? Oleh karena 
itu hasil itu tidak bisa dipercaya dan tidak mungkin membangun hukum syar'i apapun 
dengan berlandaskan kepada hasil tersebut, sebab itu hasil yang bathil dari sisi syar'i 
sebab tidak pernah disandarkan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, sedangkan sesuatu 
yang dibangun di atas kebatilan adalah batil. 

Oleh karena itu, kami meminta kepada orang yang tergesa-gesa mengecam dan 
menjelekkan untuk tidak bersikap hati-hati, karena tidak terbukti benarnya tuduhan itu 
dialamatkan kepada kaum muslimin. Kalau toh diberitakan mengenai keterlibatan kaum 
muslimin di dalamnya, kita tidak boleh mengambil keputusan berdasarkan berita-berita 
mereka. Sebab mereka adalah musuh dan tidak menutup kemungkinan mereka sudah 
tahu para pelaku sebenarnya. Dan ketika mereka mendapati bahwa pelaku sebenarnya 
bukan orang-orang Islam, maka mereka akan dengan mudah menangkap dan mengadili 
secara sembunyi-sembunyi sembari mengalamatkan tuduhan kepada kaum muslimin 
untuk melancarkan perang terhadap mereka. 

Adapun membahas dari sisi hukum syar'i atas operasi serangan ketika yang 
melakukan adalah kaum muslimin, maka kami bahas hukum berdasarkan anggapan ini, 
dan sekali lagi kita tidak bisa memastikan bahwa pelakunya adalah orang Islam, namun 
kalaulah kita anggap pelakunya adalah muslim, lantas apa hukum syar'i dalam hal itu? 

Kami katakan: Sesungguhnya syari'at telah mengharamkan darah kaum 
muslimin dan merampas kehormatan serta menghalalkan harta mereka, atau 
membahayakan mereka dengan pembahayaan dalam bentuk apapun, langsung maupun 
tak langsung, kecuali ada tuntutan syar'i yang mengharuskannya, berdasarkan sabda 
Rasululloh H : 

"Tidak halal darah seorang muslim melainkan dengan tiga perkara, nyawa 
dibalas nyawa, orang menikah yang beriina dan orang yang meninggalkan agamanya 
serta memisahkan diri darijama 'ah. " 

Inilah kondisi-kondisi yang darah seorang muslim halal dan masih 
diperselisihkan di kalangan fuqoha' apakah hadist ini untuk membatasi ataukan sebagai 
permisalan saja? 

Hanyasaja, untuk non muslim, hukum asalnya tidaklah haram, tetapi hukum 
asalnya adalah halal, maka orang kafir itu halal darahnya, hartanya dan kehormatannya 
-yakni dengan menjadikan dia sebagai tawanan-. Darah, harta serta kehormatan dan 
melancarkan serangan membahayakan kepadanya tidaklah haram kecuali ada hukum 
yang muncul terhadap hukum ash, seperti adanya perjanjian, jaminan (dzimmah) dan 
jaminan keamanan. Adapun wanita dan anak-anak serta orang tua dan mereka yang 
tidak berperang, tidak juga menjadi pembantu dalam perang, maka hukum asalnya 

" .J-Jijl aU&dl o>Jl 4_L___s- " [ 22 ] 



adalah dilindungi, mengingat pengkhususan nash syar'i bagi mereka. 

Di antara dalil-dalil yang menunjukkan haramnya membunuh wanita, anak- 
anak dan orang tua adalah sebuah hadist yang diriwayatkan di dalam Ash-Shahihain 
dari Ibnu Umar radhiyallohu anhuma ia berkata, "Ditemukan seorang wanita yang 
terbunuh dalam sebagian peperangan yang dilakukan Rasululloh H maka Rasululloh M 
melarang membunuh wanita dan anak-anak." 

Dalam riwayat Muslim terdapat dalam hadist Buraidah 4« yang panjang sabda 

Nabilt: 

IjJj IjIxaJ *y_j \jhs ^j IjjJJJ ^j IjliJ ^_j IjjpI aJjU j£ \y IjJjLS rtSll L^ j AJll j^-L Iji^pI ) 

( 11j jj~l . . 

"Berperanglah di jalan Alloh dengan nama Alloh, perangilah orang yang kafir 
kepada Alloh, berperanglah dan janganlah berbuat ghulul, jangan mengingkari janji, 
jangan mencincang danjangan kalian bunuh anakkecil... " Al-Hadist. 

Sedangkan dalam riwayat Ahmad dan Abu Dawud dari Ribah bin Rabi' 4*> ia 
berkata, Kami menyertai Rasululloh #g dalam sebuah peperangan, maka beliau melihat 
manusia berkumpulkan pada sesuatu, lalu behau mengutus seseorang dan bersabda, 
"Lihatlah, pada apa mereka berkumpul? " lelaki itupun datang dan mengatakan, "Pada 
seorang wanita yang terbunuh." Maka beliau bersabda, "Tidaklah seharusnya wanita 
itu untuk berperang. " Ia melanjutkan, Saat itu di barisan depan ada Kholid bin Walid, 
maka beliau mengutus seorang lelaki dan bersabda, "Katakan kepada Kholid agar 
jangan sampai ia membunuh wanita atau para pekerja (buruh). " An-Nawawi berkata, 
"Para ulama berijmak untuk mengamalkan hadist ini serta haramnya membunuh wanita 
dan anak-anak selama mereka tidak ikut berperang. Jika mereka ikut berperang, jumhur 
ulama mengatakan mereka dibunuh." 

Beliau berkata lagi: "Demikian halnya dengan siapa saja yang tidak termasuk 
pasukan perang, tidak halal dibunuh kecuali jika ia benar-benar ikut berperang, atau 
dengan memberikan dukungan berupa ide, ketaatan dan provokasi serta yang semisal." 

Ibnu Hajar berkata : Majhum hadist tadi -yaitu yang telah disebutkan di 
atas-bahwa jika wanita itu berperang, ia pasti akan dibunuh." 

Dalil-dalil ini maupun yang lain yang mengecualikan wanita, anak-anak dan orang tua 
yang tak ada harapan hidup dan lemah untuk tidak dibunuh walaupun ia termasuk kaum 
harbiy adalah dengan syarat ia memisahkan diri dan tidak membantu peperangan, baik 
dengan perbuatan maupun perkataan. Dengan hal itu, ia diharamkan untuk dibunuh 
dengan sengaja kecuali membalas dengan balasan setimpal sebagaimana akan 
diterangkan nanti. Adapun membunuhnya karena terikut (dengan kaum harbi), maka 
Rasululloh H memperbolehkannya sebagaimana akan diterangkan nanti. 

Setelah keterangan tentang dua jenis negara ditinjau dari kaum muslimin, 
penjelasan tentang terlindunginya darah seorang muslim serta haramnya darah orang 
kafir harbiy, terlindunginya darah wanita, anak-anak dan orang tua serta yang semisal 
dengan mereka dengan syarat tidak ikut serta dalam perang dan mereka terpisah dari 
pasukan perang maupun dari tempat terjadinya peperangan dan tidak ada kepentingan 
untuk membalas dengan balasan setimpal, setelah keterangan ini, kita sekarang masuk 

" 3JjJj»Ji SllUaJI oj^' **e**- " t 23 ] 



Sii <u^-j ^g^jOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



ke pembahasan masalahnya secara langsung: 




http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl ^j^!' ^A^ " 



[24] 



\ . ' - - 2 



4JJ! 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ Lti CJ|"'J^ 7 vl - t J 



Kondisi-Kondisi yang disana Diperbolehkan 
Membunuh Orang Kafir yang Terlindungi Darahnya 




" «OjJl^Jl «illUaJl ^j^' ^A^ " 



[25] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Apakah aksi-aksi yang dilancarkan kepada Amerika dan penghancuran gedung 
WTC, serangan terhadap markas Departemen Pertahanan (Penthagon), serangan 
terhadap gedung putih dan konggres serta pembajakan pesawat-pesawat sekaligus 
penumpang di dalamnya, apakah aksi ini -kalau kita anggap saja itu dilakukan kaum 
muslimin- diperbolehkan ataukan itu sebagai tindak kejahatan yang diharamkan 
sebagaimana yang didengungkan oleh sebagian mereka yang mengaku ulama? 

Sesungguhnya jawaban dari pertanyaan ini serta keterangan akan kebolehannya 
ditetapkan berdasarkan beberapa kondisi. Dan mereka yang tidak setuju dengan 
kebolehan melakukannya cukup menyetujui satu kondisi saja untuk memaksa dia 
berpendapat bolehnya operasi-operasi itu dilakukan. Pendapat bahwa itu boleh, tidak 
mensyaratkan seluruh kondisi yang akan kamu sebutkan itu ada seluruhnya dalam 
permasalahan ini, tetapi satu saja sudah cukup agar kebolehannya menjadi hal yang 
pasti bagi siapa saja yang setuju dengan salah satu kondisi atau lebih, di mana itu telah 
terjadi dalam realita kita. 

Di antara dalil terpenting yang digunakan mereka yang mengingkari operasi 
serangan ini adalah bahwa gedung WTC dan Departemen Pertahanan serta Gedung 
Putih di Amerika, operasi-operasi serangan ini telah menjatuhkan korban rakyat tak 
berdosa dalam jumlah besar, sejak dari wanita, anak-anak dan mereka yang bukan 
pasukan militer di mana syari'at mengharamkan untuk membunuh mereka sebagaimana 
yang telah kita bahas. 

Bantahan dari sanggahan mereka ini adalah dengan menyebutkan kondisi- 
kondisi khusus yang akan mematahkan keumuman yang mereka jadikan argumentasi 
ini: 

Kami telah sebutkan beberapa dalil mengenai haramnya membunuh wanita, 
anak kecil dan orang tua serta orang yang hukumnya sama dengan mereka yang bukan 
pasukan perang dari kalangan orang-orang kafir. Hanyasaja, orang-orang kafir yang 
dilindungi tersebut, perlindungan terhadap mereka tidaklah mutlak, tetapi di sana ada 
beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk membunuh mereka, sama saja apakah 
sengaja, atau karena terikut dalam barisan pasukan perang. Dan kami akan sebutkan 
kondisi-kondisi tersebut secara rinci. 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&$?- " [ 26 ] 



3ii <u^-j ^*__jOI z~S^ 'cy. ca»»'Ij tJ~*Ji 



4JJI 



Kondisi Pertama 



Di antara kondisi yang memperbolehkan membunuh orang-orang yang 
dilindungi darahnya secara sengaja adalah ketika kaum muslimin hendak membalas 
kaum kafir dengan cara mereka mempelakukan kaum muslimin dalam memberi 
hukuman. Sesungguhnya kaum kafir juga menjadikan wanita dan anak-anak serta 
orang-orang tua kaum muslimin sebagai sasaran pembunuhan. Maka dalam keadaan 
seperti ini hendaknya melakukan tindakan yang sama, berdasarkan firman Alloh ta'ala : 



4, f»-^J-P (_^wUpI U li£ <As- IjJUpLs p^^At- l£~^I _>«■* ^ 

"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang 
dengan serangannya terhadapmu. " (Al-Baqarah : 194) 

Juga firman-Nya : 

Ap eprli TtLy^U Lip -y>3 LijJLt» <Liw»> "LL^> s.lv5ra i Q»j;<?T,i ,»_& L5 *Jl (t-^Lyal IS| -jjjj\» f 

^JJl ^JLp J~-Jl \s\ i. L^ jj» *-frip U dl^_jli <ulia Jjl; __-¥___! ^lj <. uJ»L__Jl >_-_4 *_" -_] _il 
^jp ^J» dJJi _)} yip_j jv^ _J*j ' j%-JJ <-jUp A> dU_jl jJ-l j>*j ^j^l <j 0_y^!_j (j-LJl jj^Jiij 

"Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka 
membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka 
barang siapa mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) 
Allah.Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan sesungguhnya 
orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosapun atas 
mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia 
dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.Mereka itu mendapat azab yang pedih. 
Tetapi orang yang bersabar dan mema'afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian 
itu termasuk hal-hal yang diutamakan. " (Asy-Syura : 39-43) 

Dan firman-Nya : 

aJIL; "VI Jj>v L*j j>s_>lj i /jjl y-?Li jy>- &A fjy^ /rJ? *j p-^3^ ^* lT^ __h*L** (t-^Lp jU p 

i dj±*~£- *_* _jjJ% \j%\ jjJJi ** 4»l 01 . jjj^. Lj; j^ _) di? *_j j^Jp jj^ ^ 

"Dan _/7&a tem« memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai 
Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan 
janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekajiran) mereka dan janganlah kamu 
bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta 
orang-orang yang bertaawa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. An-Nahl 
:126-128) 

Ayat-ayat ini umum dalam segala hal, dan Asbabun Nuzul dari ayat ini tidak 
mengkhususkannya, sebab kaidah syar'i mengatakan: 

" SJJj^Ji Sj^CaJl oj^Jl is^- " [ 27 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j _" t ~""j' 



(t_»~-Jl *py&£% "jj ailil (*j-o-*j sj>*jI) 

Yang dipakai adalah keumuman lafadz, bukan kekhususan sebab. 

Ayat yang berbunyi: 

^ . . «b p-xi>_}P U J_» l_^Jls«i (*-~SIp j|_j | 

Dan jzfa2 kmu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu... " Turun mengenai tindakan mencincang 
mayat. 

Tirmizi meriwayatkan dalam Sunan-nya dengan sanad shohih dari Ubay bin 
Ka'ab 4«: Ketika perang Uhud, yang terbunuh dari kaum Anshar berjumlah 64 orang, 
sedangkan dari Muhajirin 6 orang di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Muththolib 
#>, orang-orang kafir mencincang-cincang beliau, maka kaum Anshor mengatakan, 
'Kalau kami berhasil membunuh mereka suatu hari nanti seperti ini, kami pasti memberi 
pelajaran mereka dalam mencincang. ' Di saat Fathu Makkah, Alloh menurunkan ayat: 

^ -^U—J jc>- jvS> fjy£> j^j (■ 4j (t-^*j^ ^» J^ __J»l>i (»-lilp jjj ^ 

Dan /z&a kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. " Ada seseorang 
yang mengatakan, "Tidak tersisa lagi kaum Quraisy setelah hari ini." Maka Nabi M 
bersabda, 

^»- 2jl)jI V| c^l (ji- \y& 
"Jangan membunuh selain empat orang... " 

Ibnu Hisyam dalam Siroh-nya meriwayatkan: bahwa Rasululloh H bersabda 
ketika melihat apa yang beliau lihat -yakni dicincangnya paman beliau, Hamzah 4«~ : 
"Kalau bukan karena Shojlyah bersedih hati dan akan menjadi sunnah sepeninggalku, 
tentu akan kubiarkan Hamzah walau ia berada dalam perut binatang buas dan mangsa 
burung, dan jika Alloh menangkan aku atas kaum Quraisy di satu kesempatan, pasti 
akan kucincang tiga puluh orang dari mereka. " 

Ketika kaum muslimin melihat kesedihan dan kemarahan Rasululloh H atas apa 
yang dilakukan orang yang mencincang paman beliau, mereka mengatakan: "Demi 
Alloh, jika Alloh menangkan kami atas mereka suatu hari nanti, akan kami cincang 
mereka dengan cincangan yang belum pernah dilakukan seorangpun dari bangsa Arab." 
Ibnu Ishaq berkata, 'Telah menceritakan kepadaku seseorang yang tidak kucurigai 
(ketsiqahannya, penerj.) dari Ibnu Abbas: Bahwasanya dikarenakan kata-kata 
Rasululloh M dan para shahabatnya itu, Alloh Azza wa Jalla menurunkan ayat: 

i 3 ^S. \£ J^ J dJb"Vj p+Ae dy£ V_j . 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai 
Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan 
janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekajiran) mereka dan janganlah kamu 

" «OjJ^Ji ^lUaJI oj^Jl '&&■ " [ 28 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. " Akhirnya Rasululloh M 
memaafkan dan melarang mencincang." 

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan (VII/ 366) ia berkata, "Ketika perang Uhud dan 
kaum musyrikin sudah pulang, kaum muslimin melihat pada tubuh saudara-saudara 
mereka cincanganf yang sangat parah; kaum musyrikin memotong telinga dan hidung 
serta membelah perut mereka. Maka para shahabat Rasululloh M berkata, "Kalau Alloh 
memberikan kepada kami dari mereka, pasti akan kami lakukan (hal yang sama)." 
Akhirnya Alloh menurunkan ayat: 

^ l V r ;U^i! jj>- ji> fyy^> /^_J 4j r>-~2j£- L* J^ IjJUi jylJSlp ilMj )> 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. " Maka Rasululloh 
H bersabda, "Kita memilih bersabar. " 

Jadi mencincang adalah dilarang dan haram berdasarkan sabda Rasululloh M 
sebagaimana tercantum dalam Shohih Bukhori dari Abdullah bin Yazid ■# bahwa 
Rasululloh M melarang untuk menjarah dan mencincang (Al-Mutslah).'" Ibnu Hajar 
berkata dalam Al-Fath (V/ 120): u Al-Mutslah artinya : Merusak jasad orang yang 
terbunuh seperti memotong anggota badannya, membuang kemaluannya dan 
sebagainya." 

Dan di dalam Shohih Muslim dari hadist Buroidah bahwasanya Nabi H 
memberikan wasiat kepada para komandan pasukan dan sariyah-sariyah beliau dengan 
sabdanya: 

IjJj IjkL" ^j <. Ijiic ^j <, IjjJJJ ^j IjJjj ^j c IjjpI i. A«b js j* ljL"li l <uil j^Li IjjpI ) 



"Berperanglah di jalan Alloh dengan nama Alloh, perangilah orang yang kafir kepada 
Alloh, berperanglah dan janganlah berbuat ghulul, jangan mengingkari janji, jangan 
mencincang danjangan kalian bunuh anakkecil... 

Hanya saja, apabila musuh mencincang mayat kaum muslimin, maka kaum 
muslimin boleh mencincang mayat musuh dan keharamannya hilang dalam kondisi 
seperti ini. Namun, bersabar serta tidak melakukan pencincangan adalah lebih baik bagi 
kaum mushmin. Adapun Rasululloh #g, kesabaran dan tidak mencincang adalah wajib 
bagi beliau, karena Alloh Swt. memerintahkan beliau agar bersabar dan berfirman 
kepada beliau: 

i ilb VI ii>v3 Uj j^lj } 

"Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan 
dengan pertolongan Allah. " Dan berfirman kepada kaum muslimin: 

"Danjika kalian bersabar... " 

Ini adalah anjuran untuk bersabar, dalil yang bisa diambil dalam ayat di atas 
adalah bahwa mencincang hukumnya haram dan keharamannya hilang ketika dilakukan 
dalam rangka membalas dengan hukuman serupa. Ayat ini umum sifatnya, maka kaum 
muslimin boleh memperlakukan musuh mereka dengan perlakuan yang sama dalam apa 



" i&^S\ ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 29 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



saja yang dilakukan musuh kepada kaum muslimin. Kalau musuh menjadikan wanita 
dan anak-anak sebagai sasaran untuk dibunuh, maka kaum muslimin boleh memberikan 
balasan hukuman dengan cara yang sama serta menjadikan wanita dan anak-anak 
mereka sebagai sasaran untuk dibunuh, sebab ayat di atas bersifat umum. 

Ibnu Muflih berkata dalam Al-Furu ' (VI/ 218) menukil dari Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah : "Sesungguhnya mencincang adalah dibenarkan bagi kaum muslimin, 
mereka boleh melakukannya sebagai pemberian pelajaran setimpal dan pembalasan. 
Merekapun boleh tidak melakukannya dan bersabar adalah lebih utama, dan ini ketika 
mencincang tidak memberikan tambahan apapun dalam jihad serta tidak menjadi 
pelajaran bagi mereka dari melakukan yang serupa. Adapun jika dalam mencincang 
yang dilakukan secara menyeluruh terdapat ajakan kepada mereka kepada keimanan 
atau menjadikan mereka jera dari sikap permusuhan, maka di sini termasuk 
menegakkan hudud serta jihad yang disyari'atkan." (Lihat pula Al-Ikhtiydrot tuhsan 
SyaikhulIslamV/521) 

Ibnul Qayyim berkata dalam Hasyiyah-nya (XII/ 180) : "Alloh ta'ala 

memperbolehkan kaum muslimin untuk mencincang orang-orang kafir jika mereka 

mencincang mereka, meskipun mencincang (sebenarnya) dilarang. Alloh ta'ala 

berfirman: 

/A \ 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. " 

Ini dahl bahwa memotong hidung dan telinga serta membelah perut dan yang 
semisal adalah hukuman yang setimpal, bukan semata-mata sikap permusuhan. 
Sementara balasan setimpal itu adil. Sedangkan mencincang itu dilarang berdasarkan 
riwayat Ahmad dalam Musnad-nya dari hadist Samuroh bin Jundub dan Tmron bin 
Hushoin ia berkata, "Tidaklah Rasululloh M berkhutbah kepada kami melainkan 
memerintahkan kami untuk bersedekah dan melarang untuk mencincang. " 

Jika dikatakan : kalau dia tidak sampai mati ketika ia dibalas dengan perbuatan 
serupa kemudain ia sampai mati terbunuh, berarti engkau telah melakukan kelebihan 
dari apa yang dia lakukan, lantas di mana letak kesetimpalan? Ada yang berpendapat, 
ini terbatalkan dengan balasan membunuh menggunakan pedang. Sebab jika ia 
memenggalnya di leher dan belum sampai menjadikannya meninggal, kita boleh 
memukulkannya untuk kali kedua atau ketiga hingga ia meninggal berdasarkan 
kesepakatan ulama. Meskipun pukulan pertama ketika ia memancungnya, adalah satu 
kejadian. 

Dan mencincang dibenarkan memiliki dua cara: 

Pertama, tinjauan sesuatu yang disejajarkan dengan yang semisal dan serupa, 
inilah qiyas dari 'illah yang mana sesuatu disejajarkan dengan yang semisal. 

Kedua, mengqiyaskan dildlah di mana di sana digabungkan antara yang dalil 
pokok dan furu ' (cabang), menggunakan dalil 'illah dan makna yang pasti ada di 
dalamnya. Jika keumuman lafadz disandarkan kepada salah satu dari kedua hal ini, ia 
menjadi dalil yang paling kuat, karena mengumpulkan dua keumuman; keumuman 
lafadz dan keumuman makna serta kombinasi dua dalil yang bersifat sam 7 dan i 'tibari, 

" SjGj^Ji &Xd\ oj*Jl la^- " [ 30 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



sehingga yang mengharuskan Kitab, mizan dan qishosh pada permasalahan kita adalah 
termasuk bab ini, sebagaimana telah disebutkan penjelasanya. Dan ini cukup jelas tidak 
ada yang tersembunyi, hanya milik Allohlah pujian dan anugerah." 

Perkataan Ibnul Qayyim di atas merupakan jawaban dari mereka yangmengatakan: 
"Bagaimana kalian membunuh wanita dan anak-anak dari orang kafir yang berperang 
ketika mereka juga melakukan hal ini kepada wanita dan anak-anak kaum muslimin? 
Dan bagaimana kalian melakukan pembalasan kepada selain pelakunya ? sedangkan 
Alloh berfirman: 

"Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain..T (QS. Al-Isra':15) 

Sanggahan ini jelas batil dan tidak sah meskipun kita katakan hal itu mengenai 
orang kafir yang turut berperang, lantas bagaimana Nabi H memerangi pasukan perang 
Quraisy padahal yang membatalkan perjanjiannya adalah Bani Bakr bin Wail atau para 
pemimpin Quraisy? 

Dan bagaimana Nabi H membunuh kaum pria dan orang-orang tua serta para buruh 
Bani Quraidzoh, padahal mereka tidak membatalkan perjanjian, tetapi yang 
melanggarnya adalah para pembesar serta para pemikir mereka? Akhirnya beliau 
membunuh sebanyak 700 nyawa dan menjadikan sisanya sebagai tawanan atas 
kesalahan yang mereka lakukan. 

Lagipula, bagaimana para ulama memperbolebkan mencincang personil musuh dan 
tidak mensyaratkan cincangan itu pada pelakunya saja? Seandainya ada seorang lelaki 
yang membunuh orang lain, mengapa para pengggung diyatnya turut menanggung serta 
membayar diyat padahal yang melakukan pidana pembunuhan hanya salah satu dari 
mereka dan mereka tidak ikut serta bersamanya, meskipun begitu mereka semua 
menanggung kesalahan yang ia lakukan? 

Juga dalam masalah aisamah 5 , bagaimana syari'at memperbolehkan lima puluh 
orang dari wali orang yang terbunuh yang tidak menyaksikan pembunuhan tersebut, 
untuk bersumpah terhadap orang yang dicurigai membunuh wali mereka, kemudian 
orang tersebut diserahkan kepada para wali tersebut untuk dibalas bunuh ? 

Di dalam Ash-Shohihain juga, dari hadist Rofi' bin Khudaij 4* ia berkata, "Kami 
pernah menyertai Nabi H di daerah Dzul Hulaifah dari Tihamah, kami mendapatkan 
harta rampasan berupa kambing dan unta, maka orang-orang terburu-buru mendidihkan 
tungku (untuk memasaknya) maka Nabi H datang dan memerintahkan mereka untuk 
dikembalikan. 

Lantas bagaimana Rasululloh it menghukum semua mereka untuk mengganti 
daging yang itu merupakan harta ghanimah yang belum dibagi dan seluruh pasukan 



; ' Qisamah adalah ditemukannya orang yang terbunuh, kemudian para walinya 
menuduh seseorang atau kelompok tertentu bahwa mereka telah membunuhnya, disebabkan 
nampaknya permusuhan anatara kedua belah fihak yang nyata dan diketahui orang, sehingga 
dugaan kuat, ia terbunuh sebagai korban permusuhan itu. Penerj. (selengkapnya, periksa 
Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, hal. 515) 

" IX>J^S\ allUdl W?S\ f X£s6~ " [ 31 ] 



memiliki hak di dalamnya, padahal yang melakukan kezaliman hanya mereka yang 
menyalakan tungku saja. Mengapa hukuman berlaku untuk semua? 

Ibnu Hajar dalam Al-Fath : "Al-Bukhori membawa makna mengganti kepada 
makna hukuman berupa harta meskipun harta itu tidak hanya khusus bagi mereka yang 
menyembelihnya, tetapi ketika rasa ingin mereka terkait dengannya, maka balasan ini 
terjadi bagi mereka juga." 

Bisa juga sanggahan tadi di bantah dengan iirman Alloh ta'ala : 

4, <i)j\ . . <^>V>- ,»JXJL* lyJJi -yjJJl <ite*£ ^ &3 Ijljlj |t 

" Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang- 
orang yang ihalim saja diantara kamu... " (QS. Al-Anfal :25) 

Juga firman Alloh: 

4, \jy^> L&Ly>Ji JjJLSl L^-Ip J^i Lg-i lyL^is Lg-Jj^ \jy>\ Sjjj ^JJU jl LjjI ISU, f> 

" Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan 
kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (suatu mentaati Allah) tetapi 
mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku 
terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu 
sehancur-hancurnya. (QS. Al-Isra':16) 

W£ 

Dan syari'at datang dengan hukuman seperti ini dalam kondisi seperti di atas 
berupa kejahatan-kejahatan. Sebab kejahatan-kejahatan yang syari'at menjadikan selain 
pelakunya terbawa-bawa terkena hukuman adalah maksiat yang dianggap sebagai 
tindakan bersama di saat orang banyak tadi ketika mereka tahu bahwa mereka akan 
disiksa lantaran maksiat tadi bisa untuk memaksa pelakunya menghentikan kemaksiatan 
itu. Oleh karena itu syari'at datang dengan siksaan bagi semuanya hanya lantaran satu 
orang, untuk menghasung dan memotivasi sekelompok orang tadi supaya mencegah 
kelakuan si pelaku kejahatan sebelum ia sempat melakukannya. Wallahu A 'lam. 

Ulangilah kembali perkataan Ibnul Qayyim tadi supaya maknanya jelas bagi Anda. 

Ayat-ayat yang telah kami sebutkan tidak terbatas pada pembalasan semisal dalam 
hal qishos saja, tetapi ia berlaku umum terhadap seorang muslim, orang kafir diimmi 
maupun mu 'ahad juga kafir harbiy yang tercakup dalam kaidah-kaidah yang diambil 
dari dalil-dalil lain yang tidak memungkinkan untuk kita sebutkan semuanya. Al- 
Qurthubi berkata (11/ 357), "Firman Alloh ta'ala: 

4, a-^Ip (_£JipI U Li£ <u!p IjJUpli *i\JL© <_£Jupl j^i |S 

Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang 
dengan serangannya terhadapmu. " (Al-Baqarah: 194) 

Dan firman Alloh ta'ala: 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. " 

Mereka (para ulama) mengatakan: ini umum berlaku pada setiap hal, yang 



" SjGj^Ji SllUaJl oj^' l &jr " [ 32 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T"}^ l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



menguatkan hal ini adalah bahwasanya Nabi H menahan nampan yang pecah di rumah 
di mana benda itu dipecahkan dan menggantinya dengan yang masih baik, sembari 
bersabda: "Wadah diganti wadah, dan makanan diganti makanan. " Dikeluarkan oleh 
Abu Dawud. 

Kemudian Al-Qurthubi mengatakan, "Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan 
para ulama bahwa ayat ini adalah dasar dalam memberikan hal yang setimpal pada 
masalah qishas. Maka siapa yang membunuh dengan sebuah benda, ia dibunuh dengan 
benda yang sama dan inilah pendapat jumhur selama ia tidak membunuh lantaran 
kefasikan seperti karena perbuatan homo seks dan memberi minum orang dengan 
khomer, maka ia boleh dibunuh dengan pedang. Sedangkan pengikut mazhab syafi'i 
mempunyai pendapat bahwa ia (pelaku homo) dibunuh lantaran perbuatanya itu dengan 
mengambil sebilah kayu seperti bentuk 'itu' dan ditusukkan pada bagian duburnya 
hingga mati, sedangkan orang yang meminumi khomer diminumi air sampai ia mati. 
Sedangkan Ibnul Majisyun mengatakan, "Sesungguhnya orang yang membunuh dengan 
api atau racun tidak dibunuh dengan benda yang sama." Berdasarkan sabda Nabi M '■ 

"Tidak berhak menyiksa dengan api selain Alloh. " Sedangkan racun sebenarnya juga 
berisi api. Namun jumhur berpendapat ia dibunuh dengan benda itu dikarenakan 
keumuman ayat tadi. 

Syaikhul Islam memberikan fatwa dengan kandungan keumuman ayat ketika 
menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, beliau berkata dalam Al-Fatawa 
(XXX/ 362) : tentang seorang lelaki yang diambil hartanya secara dzalim tanpa alasan 
yang benar dan dirampas kehormatannya atau dilukai fisiknya namun ia belum sempat 
mengqishosh di dunia dan ia tahu bahwa apa yang di sisi Alloh lebih baik dan lebih 
kekal, apakah pemberian maaf dia atas tindakan orang yang mendzaliminya bisa 
menggugurkan pahala dia di sisi Alloh atau menguranginya ataukah tidak 
menggugurkan? Ataukah pahalanya tetap utuh dan dipenuhi? Dan mana yang lebih 
baik; menuntut orang dzalim ini serta membalasnya di hari kiamat dan adzab dari Alloh 
kepadanya, ataukah memberikan maaf kepadanya dan menerima gantinya dari Alloh 
ta'ala? 

Beliau menjawab: Pemberian maaf terhadap orang dzalim maupun yang sedikit 
darinya menggugurkan pahala orang yang dizhalimi di sisi Alloh, tidak juga 
menguranginya. Tetapi pemberian maaf kepada orang dzalim menjadikan pahala bagi 
dia di sisi Alloh ta'ala, sebab sesungguhnya kalau dia tidak memaafkan, hak dia berada 
pada orang dzalim tadi, dan dia bisa mengqishosnya sesuai kezhalimannya. Dan kalau 
ia mau memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya berada di sisi Alloh, sedangkan 
pahala dia di sisi Alloh adalah lebih baik dan lebih kekal. Alloh ta'ala berfirman: 

^ jjlUiJl i^_^ "V 4Jl a&l ^ip a^li rtL^lj lip -^oi l^li» te^ a^ ^j^-j }> 

"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa 
mema'afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya 
Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. " (QS. Asy-Syura: 40) 

Alloh mengkhabarkan bahwa balasan dari kejahatan adalah kejahatan yang sama 
tanpa menyertakan rasa permusuhan dan inilah yang disebut qishos dalam masalah 
darah, harta dan kehormatan serta yang lainnya. Kemudian Alloh berfirman : 

" «OjJ^Ji S^UCaJl >-r>j*fi '&&■ " [ 33 ] 



<uii <u^-j ^g-jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-ji 

<( ill JlP tyrti TtLslj liP j-«i | 

"...maka barang siapa memaaJTcan dan berbuat baik maka pahalanya atas 

(tanggungan) Allah. " 

Kemudian beliau berkata : Alloh ta'ala telah beriirman : 

"Dan y/^a fcamw memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu, Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. " 

Alloh Swt. Memperbolehkan mereka jika mereka disiksa orang dzalim untuk 
melakukan pembalasan hukuman yang sama seperti mereka lakukan kepadanya, 
kemudian Alloh berfirman: 

"Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang- 
orang yang sabar. " 

Dari sini diketahui bahwa sabar untuk tidak memberikan balasan hukuman yang 
sama adalah lebih baik daripada membalasnya, maka bagaimana hal itu bisa 
menggugurkan pahala atau menguranginya?" Selesai (perkataan beliau) secara ringkas. 

Jika melakukan balasan yang sama terhadap orang muslim yang menganiaya 
saja boleh ketika qishosh, maka bagaiamana kalau itu dilakukan kepada orang kafir 
yang harbi? 

An-Nawawi berkata di dalam Al-Muhadzdzab (11/ 186): "Pasal : jika seseorang 
dibunuh dengan pedang, maka ia tidak diqishosh kecuali dengan pedang juga, 
berdasarkan tirman Alloh ta'ala : 

4, (»->-ip (_£JUpI L» li£ <u!p IjJUpU »£-1p ijJ£&\ /j-si ^ 

"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, 
seimbang dengan serangannya terhadapmu. " (Al-Baqarah : 194) 

Juga karena pedang adalah alat yang paling besar harapannya bisa langsung 
membunuh; jika ia membunuh dengannya lantas diqishos dengan selainnya, ia telah 
dihukum melebihi hak yang menjadi miliknya, sebab hak dia adalah dibunuh, namun 
dalam hal ini dia dibunuh sekaligus disiksa kalau membakar atau menenggelamkannya 
dalam air atau melemparinya dengan batu atau dilemparkan dari jurang atau 
memukulnya dengan kayu atau menghalanginya dari makanan dan minuman kemudian 
ia baru mati. Maka bagi wali korban hendaknya mengqhishos dengan hal yang sama, 
berdasarkan tirman Alloh ta'ala: 

4 <u f»-xi^P L» M&, IjJUi (V«SLp d[j ^ 

"Danjika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. " 

Juga berdasarkan apa yang diriwayatkan Al-Barro' <&> bahwasanya Nabi M 
bersabda: 

( tlSj* J,P yj «Li^- Jy» y ) 



" «JjJ^JI «j^lUaJl oj*Ji la^- " [ 34 ] 



"Siapa yang membakar, kita bakar. Siapa yang menenggelamkan, kita tenggelamkan. " 

Juga mengingat qishos adalah tempat dilakukan pembalasan serupa dan 
pembalasan serupa mungkin dilakukan dengan sebab-sebab seperti ini, sehingga 
diperbolehkan melaksanakan qishosh dengan cara ini serta bisa mengqishosh dengan 
pedang saja, sebab (dengan sebab-sebab yang terdapat dalam hadis di atas, penerj.)ia 
sudah wajib dibunuh dan siksaan, sehingga kalau ia hanya memilih dengan pedang, ia 
tidak mengambil sebagian yang menjadi haknya, dan ini boleh-boleh saja." 

Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Author (VI/ 39) : 'Tirman Alloh ta'ala; 

\ l_^JLx» 4£>^ 4J^» $.\'pr*i P 

"... Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa... " 
dan firman-Nya : 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. 

dan firman-Nya : 

^ +&-1& l£~*^pI L* Ji£ aJLp Ijwlipli +£l& (_£~UpI j-ai p 

"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang 
dengan serangannya terhadapmu. " (Al-Baqarah : 194) 

Alhasil, bahwa dalil-dalil yang memutuskan akan keharaman harta manusia, 
darah serta kehormatannya, keumumannya terkhususkan dengan tiga ayat ini." Selesai 
perkataan beliau secara ringkas. 

Ibnul Qayyim berkata dalam 1'ldmul Muwaqqi 'in (1/328) : 

"Firman Alloh : 

dan firman-Nya: 

^ l_ii« Sjtw- ajl**i i-\y>r* p 

dan firman-Nya: 

4 aj *~ij& \-* A^. UiLni ^-tilp &\j p 

Mengandung makna kebolehan hal itu -yakni kebolehan memberi hukuman 
dengan yang sama dalam masalah nyawa dan kehormatan serta harta-. Para Fuqoha 
menegaskan kebolehan membakar lahan pertanian orang kafir serta membabat 
pepohonan mereka jika mereka melakukan hal itu kepada kita. Dan inilah inti 
permasalahan, Alloh Swt.pun telah membenarkan tindakan para shahabat yang 
menebangi kurma kaum yahudi, sebab di sana terdapat penghinaan terhadap mereka. 
Dan ini menunjukkan bahwa Alloh Swt. Menyukai serta mensyari'afkan adanya 
kehinaan orang jahat yang dzalim. Jika membakar barang-barang orang yang kelewatan 
(yakni kaum Yahudi, penerj.) karena ia melakukan tindak melampaui batas terhadap 
kaum muslimin dengan pengkhianatan mereka yang barang itu merupakan bagian dari 
ghanimah, maka membakar hartanya jika ia membakar harta seorang muslim yang 

" «OjJ^Ji SllUaJl Oj^Ji l &36- " [ 35 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



terlindungi adalah lebih layak dan pantas. Jika masalah harta benda pada hak Alloh 
yang kelonggarannya lebih banyak daripada pemenuhannya secara tepat, maka ketika 
itu disyari'atkan bagi hamba yang bakhil ini lebih pantas dan layak. 

Juga mengingat, bahwa Alloh mensyari'atkan qishosh sebagai ancaman bagi 
jiwa supaya tidak melakukan tindakan kejam. Dan mungkin saja Ia mewajibkan diyat 
untuk mengganti kezaliman terhadap pihak yang dianiaya itu dengan berupa harta. 
Tetapi, apa yang Alloh syari'atkan adalah lebih sempurna dan lebih layak untuk para 
hamba serta lebih bisa mengobati kemarahan orang yang diperlakukan jahat sekaligus 
lebih menjaga kelangsungan nyawa dan anggota badan. Kalau tidak demikian, orang 
yang dalam hatinya ingin membunuh atau melukai tubuh orang lain, ia akan 
melakukannya dan kemudian cukup membayar diyat. Padahal, hikmah, rahmat dan 
maslahat tidak bisa menerima hal itu. Dan ini sendiripun terdapat dalam tindak aniaya 
terhadap harta. 

Setelah menyimak nash-nash yang dinukil dari para ulama tadi serta penjelasan 
bahwa memberikan hukuman dengan cara yang sama yang terdapat dalam ayat-ayat di 
atas tidaklah khusus pada tindakan mencincang yang itu menjadi sebab diturunkannya 
salah satu ayat di atas, tetapi ia berlaku umum dalam qishosh, hudud, muamalah kepada 
orang-orang kafir serta kepada orang-orang fasik kaum muslimin yang dzalim. Jika 
qishosh terhadap muslim diperbolehkan dengan balasan sesuai kejahatan yang ia 
lakukan, maka diperbolehkannya memperlakukan orang kafir harbi dengan cara yang 
seperti mereka lakukan kepada kaum muslimin adalah lebih layak. 



Di antara faktanya adalah bahwa kaum kafir hari ini, terlebih Amerika, mereka 
membunuh anak-anak kaum muslimin, wanita dan anak-anak mereka tanpa adanya dosa 
yang mereka lakukan. Lihatlah, mereka memboikot Iraq sejak beberapa waktu dan ia 
tidak membunuh selain bangsa muslim. Serangan mereka ke Irak tidak terlalu 
mempengaruhi pemerintahan Irak, namun yang kena getahnya adalah kaum muslimin, 
dari mereka terbunuh ratusan ribu orang. 

Kalaulah kaum muslimin memberlakukan Amerika dengan hal yang sama, tentu 
hal itu diperbolekan bagi mereka untuk membunuh sekian puluh juta penduduk sipil 
mereka. Dengan satu missile saja, Amerika telah membunuh lebih dari lima ribu 
muslim di kamp pengungsi Al-'Amiriyyah Baghdad tatkala pecah perang Teluk. Kalau 
saja yang melakukan serangan di Amerika adalah orang muslim, tentu serangan- 
serangan itu hanya sebagai pembayaran hutang dari kejadian di kamp pengungsi di Al- 
'Amiriyyah yang telah menimpakan derita kepada kaum muslimin. Belum berbicara 
tentang pemboikotan yang membinasakan lebih dari satu juta dua ratus ribu muslim. 
Ditambah lagi, permusuhan Amerika terus berlanjut kepada rakyat tak berdosa di Irak. 

Sesungguhnya sisa-sisa yang ditinggalkan oleh senjata-senjata mematikan yang 
menimpakan kerusakan di bumi kaum muslimin serta menimpakan kepada ratusan ribu 
penduduk tak berdosa dengan sebuah penyakit aneh -yang paling mashur adalah 
kanker pembuluh darah- masih saja terlihat dengan jelas akibat uranium kering. Angka 
kematian anak-anak saja, sejak beberapa tahun terakhir disebabkan serangan Amerika 
dan pemboikotan, lebih dari 750.000 jiwa (3/4 juta!) 

Sesungguhnya kerusakan yang dilakukan Amerika berlipat-lipat dari serangan 
yang menimpanya di hari Selasa penuh berkah itu (1 1 September). 



" «OjJ^Ji S^UCaJl >-r>j*fi '&&■ " [ 36 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Jika Anda saksikan embargo Amerika terhadapAfghanistan, Anda akan melihat 
sesuatu yang sangat mencengangkan. Korban dari embargo itu mencapai 70.000 
muslim. Adapun wabah penyakit, penyakit-penyakit lain dan kemiskinan, telah 
mencapai angka 95 % dari bangsa muslim Afghan. Semua ini Amerikalah biang keladi 
tingkat pertama. Bumi kaum muslimin telah dihujani dengan tujuh puluh rudal, tapi 
kami tidak temukan orang yang mengingkari teror dan pembunuhan terhadap rakyat tak 
berdosa seperti ini. 

Putarlah pandangan mata Anda ke Palestina supaya Anda saksikan sejak 
setengah abad peperangan Amerika kepada kaum muslimin melalui tangan yahudi. 
Hasilnya, lima juta orang terusir, 262. 000 syahid dengan izin Alloh, 186.000 luka-luka 
dan 161.000 cacat. Pemberlakuan embargo secara ketat juga dilakukan Amerika kepada 
saudara-saudara kita di Palestina selama sepuluh bulan lebih. Selama itu pula, terbunuh 
lebih dari seribu dua ratus muslim disebabkan peperangan zionis Amerika melawan 
kaum muslimin, sedangkan yang terluka mencapai lebih dari 21.000 muslim. 



Di Somalia, Amerika masuk dengan alasan bantuan kemanusiaan dalam rangka 
membuat kerusakan di muka bumi. Lalu mereka membunuh 13.000 muslim serta 
membakar anak-anak kaum muslimin. Tentara-tentara Amerika juga berlaku tak 
senonoh kepada anak-anak dan wanita kaum mushmin. Mereka juga menguburkan 
korban dari bom nuklir di tanah Somalia yang muslim, dan bumi kaum muslimin di 
sana terus menghadapi permusuhan dari Amerika. 

Adapun Sudan, Amerika mengembargonya selama beberapa tahun, dan 
serangan rudalnya masih terus berlangsung yang bermaksud membunuh semua 
penduduk Khourtum. Sebab rudal-rudal itu dilesakkan bukan untuk tujuan 
melumpuhkan senjata-senjata kimia. Kalau itu memang itu benar, tentunya gas-gas 
kimia itu akan masuk karena serangan-serangan udara dan penduduk Khurtum pasti 
akan mati semua. Dan Amerika terus berdiri dengan cara terang-terangan di belakang 
kaum salibis di selatan Sudan, ialah yang menyalakan api peperangan yang memakan 
korban anak-anak kecil kaum muslimin dan perekonomian mereka. 

Inilah sebagian permasalahan kaum mushmin yang Amerika melakukan intervensi 
di dalamnya dengan cara terang-terangan dan langsung untuk membunuh rakyat tak 
berdosa sekaligus membuat kerusakan di bumi kaum muslimin. Ini belum permasalahan 
lain yang Amerika menjadi aktor di belakangnya sebagaimana yang terjadi Fhiliphina 
dan Indonesia, Kashmir, Makedonia dan Bosnia serta yang lain. Bisa saja seorang 
muslim mengatakan bahwa setiap musibah yang menimpa kaum muslimin maka 
Amerika pasti turut campur tangan di dalamnya, baik secara langsung maupun tidak. 

Itulah Amerika, ia tidak menginginkan dari satu negara atau banyak negara, baik 
yang muslim maupun non muslim, bahkan ia tidak memiliki ambisi selain mengeruk 
hasil kekayaannya meskipun harus membunuh semua orang. Korbannya berjumlah 
puluhan juta orang sejak ia menguasai dunia selama setengah abad. Maka bagaimana 
Amerika akan berhenti begitu saja dan bagaimana mungkin ia akan menahan tangannya 
melawan kaum muslimin? Sesungguhnya syari'at Islam tidaklah kurang sampai 
kapanpun. Di dalam syari'at, siapa saja yang melampaui batas dan pendosa dihukum 
qishosh. 



" «ojj^Ji «illUaJi >-r>j*fi l &jr " [ 37 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Dalam hal ini, Amerika sedang membunuh kaum muslimin dengan cara pelan- 
pelan, sementara kaum lemah dari kaum muslimin tidak mungkin melancarkan 
pembalasan kepadanya sebab ia Amerika tidak memiliki lawan bahkan ia cukup 
menyerang dari jauh atau memberlakukan embargo. Maka solusi paling tepat untuk para 
thoghut seperti mereka adalah membalas dengan siksaan dan permusuhan seperti yang 
mereka lakukan kepada kaum muslimin. 

Lantas bagaimana tangan Amerika kau biarkan begitu saja membunuh wanita 
kita, anak-anak kita serta mengusir kaum muslimin dan menyerang mereka kapan saja, 
bagaimana dan di mana saja mereka mau, lantas kaum muslimin diharamkan 
memberlakukan tindakan yang sama kepadanya? Orang yang mengatakan pendapat 
seperti ini, mungkin karena ia bodoh, atau seorang yang jahat lagi dzalim dari kaum 
muslimin yang berusaha untuk menjaga Amerika supaya ia bisa menambah lagi 
pembunuhan dan pengusiran dalam tubuh kaum muslimin. 

Di antara jenis pemberlakuan dengan yang serupa, kita akan menerapkan aturan 
main Amerika dalam hal itu: 

Disebabkab Saddam dan partai Ba'atsnya seluruh bangsanya terkena adzab, 
Amerika dengan bom-bom dan embargo yang ia lancarkan membunuh jutaan kaum 
muslimin Irak. 

Dan disebabkan Usamah bin Ladin, ia mengembargo Afghanistan dan 
menembakkan rudal-rudalnya sehingga puluhan ribu kaum muslimin meninggal. 

Karena adanya Pabrik (senjata) yang masih belum terbukti, Sudan diserang, 
maka ia malah meluluhlantakkan Pabrik obat-obatan dan membunuh kaum muslimin 
yang berada di dalamnya. 

Demikianlah seterusnya... 

Dan kami mengatakan, harus dilakukan cara yang sama... 

Disebabkan dosa Pemerintahan Amerika dan cara dia dalam menghukum semua 
bangsa hanya lantaran satu orang, maka kita harus terapkan 'aturan main' ini; kita balas 
bangsa Amerika lantaran Pemerintahnya! 

Kemudian, apa yang selanjutnya menjadikan Amerika dan antek-anteknya 
marah ketika kami membalas dengan cara yang sama? Inilah aturan main dia. Bukankah 
dia sendiri yang mengeluarkan hukum sesuai kehendak dia kemudian menyerang 
dengan alasan bahwa si dia adalah teroris atau fasilitator tindakana terorisme? lantas dia 
membunuh selain pelakunya serta membinasakan rakyat tak berdosa sementara ia tidak 
melihat perbuatannya ini sebagai kesalahan sekecil apapun. 

Benar, kita akan kerjakan aturan main dia, dan kita jadikan dasar dia sebagai 
tameng, yahudi adalah teroris dan Amerika memfasilitasi terorisme Zionis di Palestina. 
Bukankah menjadi hak kita mengeluarkan keputusan untuk menyerangnya, berpijak 
dari dasar dia sendiri? Tanpa sedikitpun ragu, benar.itu adalah hak kita. 

Lantas, apakah yang menjadikan dia dan dunia marah?! Kalau kita ingin 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 38 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



memberlakukan Amerika dengan balasan yang sama, berarti serangan-serangan itu 
boleh secara syar'i, dan kalau kita ingin memberlakukan kepada dia berpijak kepada 
aturan dia sendiri, operasi serangan ini adalah boleh dalam perundangan tatanan dunia 
baru dia!!! 

Sesungguhnya di antara yang tidak diragukan lagi dalam hal ini adalah bahwa 
membunuh wanita dan anak-anak serta orang tua maupun orang yang satu hukum 
dengan mereka selain yang turut berperang adalah boleh dan halal, bahkan itu termasuk 
target-target serangan jihad yang diperintahkan Alloh dan rasul-Nya M , berdasarkan 
firman Alloh ta'ala : 

4, *^*Lp (_£JUpI U li£ <u!p IjJUpU f»->^p ^wUpI -y»i $ 

"Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, 
seimbang dengan serangannya terhadapmu. " (Al-Baqarah : 194) 

Serta firman-Nya: 

"Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama 
dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu... " 

Hanya saja, kaum muslimin tidak boleh membunuh orang-orang kafir Amerika 
yang terlindungi darahnya melebihi empat juta nyawa selain yang ikut berperang, serta 
tidak boleh mengusir lebih dari sepuluh juta orang AmerikaHSehingga kita tidak 
melakukan tindakan di luar batas dan balasannya menjadi bertambah dari yang semisal. 
Wallohu A 'lam. 




" SjGj^Ji &Xai\ oJ^Ji uu6- " [ 39 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Kondisi Kedua 

Telah kami sebutkan sebelumnya bahwa orang-orang yang terlindungi darahnya 
dari kalangan wanita, anak-anak dan orang tua dari kaum kuffar tidak boleh dijadikan 
sasaran dan membunuh mereka dengan sengaja kecuali dalam rangka memberikan 
balasan yang sama. Adapun membunuh mereka karena terikut sertakan tanpa sengaja, 
maka diperbolehkan, dengan syarat pembunuhan itu ketika menjadikan orang-orang 
yang ikut perang atau benteng-benteng sebagai sasaran, membunuh mereka disebabkan 
mereka tidak terpisah dari pasukan perang atau dari benteng, maka ketika itu boleh 
membunuh mereka. 

Dalilnya adalah hadist yang terdapat dalam Ash-Shohihain dari Ash-Sho'b bin 
Jitsamah 4&> ia berkata: Nabi M pernah ditanya mengenai anak cucu kaum musyrikin 
para shahabat menyerang mereka di malam hari, maka wanita dan anak-anak mereka 
turut terkena, maka beliau menjawab: 



"Anak-anak itu termasuk mereka. " 



\ 



Hadist ini menunjukkan bolehnya membunuh wanita dan anak-anak karena 
keikut sertaan dengan ayah mereka ketika mereka tidak memisahkan diri. Dalam 
riwayat Muslim beliau bersabda: 

( p4*$ d* (►* ) 
"Mereka adalah bagian dari bapak-bapak mereka. ", 

'." ; ■ y :■:'■■: 

Sedangkan pendapat jumhur mengatakan bahwa wanita dan anak keturunan 
kaum kafir tidak bisa dibunuh secara sengaja, tetapi ketika tidak kesampaian untuk 
membunuh bapak-bapak tadi kecuali dengan menyerang mereka, maka hal itu boleh. 

Ibnu Hajar berkata di dalam Al-Fath (VI/ 146) : "Sabda beliau: 

( j^ J* f ^ ) 
Maksudnya adalah rumah, sedangkan sabda beliau : 

(f4^f-*) 
"Anak-anak itu termasuk mereka... " 

Maksudnya: hukum dalam kondisi seperti itu, bukan maksudnya membolehkan 
membunuh mereka dengan sengaja, tetapi maksudnya adalah jika tidak memungkinkan 
untuk sampai kepada para bapak kecuali harus melibatkan anak-anak, kalaulah mereka 
terkena karena mereka bercampur, maka mereka boleh dibunuh." 

An-Nawawi berkata dalam Syarah Shohih Muslim-nya (VII/ 325): "Hadist yang 
telah kami sebutkan termasuk dalil kebolehan menyerang kaum musyrikin di malam 
hari, dan membunuh wanita serta anak-anak di waktu malam. Ini adalah madzhab kami 
dan madzhab Malik, Abu Hanifah serta jumhur. Makna dari Al-Bayaat dan Yabiituun 
:adalah menyerang mereka di waktu malam di mana tidak lagi dikenali mana wanita dan 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 40 ] 



mana anak-anak...dan hadist ini adalah dalil kebolehan menyerang malam hari serta 
menyerang siapa saja yang sudah sampai dakwah kepadanya tanpa harus memberitahu 
sebelumnya kalau mereka akan diserang." 

Ibnul Atsir berkata dalam Jami'ul Ushul (11/ 733): Yabiituuna adalah at-tabyiit , 
yaitu mendobrak musuh di malam hari ketika dalam keadaan lengah akan disergap dan 

diserang. Dan sabda beliau: ( *^> *-* ) artinya hukum mereka dan keluarganya adalah 
sama, demikian juga mengenai sabda beliau dalam satu riwayat: ( *-&5\~>\ y> *-* ) 

Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni dan Asy-Syarh (X/ 503) : "Dan 
diperbolehkan membunuh wanita dan anak-anak ketika waktu malam (menyerang 
ketika malam hari) dan dalam persembunyian jika tidak sengaja membunuh mereka 
secara terpisah. Diperbolehkan juga membunuh binatang mereka untuk bisa sampai 
kepada membunuh dan mengalahkan mereka. Dan dalam hal ini tidak ada perbedaan 
pendapat." 

Beliau juga berkata dalam Al-Mughni (IX/ 231): "Pasal : dan diperbolehkan 
menyerang mereka di malam hari serta membunuh mereka dalam keadaan perang." 
Ahmad berkata: "Tidak mengapa menyerang di malam hari, bukankah Rowawi diserang 
di malam hari?" ia berkata: Kami tidak mengetahui seorangpun yang memakruhkan 
menyerang musuh di malam hari. 

Sutyan membacakan kepadanya hadist dari Az-Zuhri, dari Abdullah dari Ibnu 
Abbas dari Sho'b bin Jitsamah ia berkata: Aku mendengar Rasululloh i§ ditanya 
mengenai tempat tinggal-tempat tinggal kaum musyrikin yang kami serang di malam 
hari kemudian kami mengenai wanita dan anak-anak mereka, maka beliau bersabda: 
"Itu termasuk mereka juga. " Maka Ahmad berkata: Isnadnya jayyid. Kalau dikatakan 
bahwa Nabi i§ telah melarang membunuh wanita dan anak-anak, maka kami katakan: 
Ini dibawa kepada makna karena sengaja untuk membunuh mereka. 

Ahmad berkata: "Adapun menyengaja membunuh mereka maka tidak boleh." 
Beliau juga mengatakan: Hadist Sho'b ini setelah larangan Nabi H membunuh wanita 
sebab larangan untuk membunuh wanita adalah ketika beliau mengirim pasukan kepada 
Ibnu Abil Haqiq. Juga bahwa mengkompromikan kedua hadist adalah mungkin; yaitu 
larangan dibawa kepada makna sengaja sedangkan kebolehan adalah ketika tidak." 

Di sini sudah maklum bahwa Nabi H ketika ditanya mengenai membunuh anak- 
anak kecil dalam kondisi menyerang dan menyerbu di malam hari, beliau tidak 
merincikan sejauh mana keperluan yang harus dipegang oleh pasukan perang dengan 
serangan ini sehingga membolehkan mereka untuk membunuh orang-orang kafir yang 
dilindungi darahnya yang mereka adalah wanita dan anak-anak. Padahal kaidah syar'i 
mengatakan: 

( Jliil ,j ^jJl ilyjt Jjjj JLj^I ?\1» j JUaii^l iiy ) 

"Meninggalkan perincian di dalam posisi ihtimal (masih mengandung banyak 
kemungkinan makna), memposisikan dalam kedudukan umum dalam sebuah 
perkataan." 

Maka keumuman sabda Nabi M "Itu termasuk mereka..." disebutkan tanpa 
" SjGJ^JI &X*j\ oj*Jl iUuto- " [ 41 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



batasan tertentu, yang memperbolehkan bagi pasukan Islam ketika melihat ada 
keperluan menyerang, maka ia boleh melakukannya meskipun korbannya adalah wanita 
dan anak-anak serta orang tua maupun yang lain, meskipun tidak dalam keadaan 
terpaksa sekali untuk melakukan penyerangan. 

Jadi Hllah (sebab) yang karenanya membunuh wanita dan anak-anak 
diperbolehkan ketika serangan malam hari adalah keperluan untuk melemahkan 
kekuatan musuh sekaligus untuk memukul kemampuan mereka dalam membela diri, 
dengan cara membunuh kaum laki-lakinya serta merobohkan bentengnya, meskipun 
selain yang ikut perang juga ikut di dalamnya. 

Kalau illah diperbolehkannya membunuh wanita dan anak-anak adalah untuk 
melemahkan musuh dari membela diri -sebagaimana sudah jelas bagi Anda dari semua 
nash yang membolehkan untuk membunuh kaum wanita dan anak-anak sebagaimana 
yang akan kita terangkan-, maka membunuh wanita dan anak-anak orang dikarenakan 
menyerang Markas Kekuatan musuh yang strategis adalah kedudukannya sama dengan 
menyerang di malam hari sebab illah yang menjadikan bolehnya membunuh wanita dan 
anak-anak orang kafir dalam serangan di malam hari juga terdapat dalam bentuk yang 
lebih besar pada tempat-tempat strategis musuh yang itu menambah kemaslahatan lebih 
dari sekedar membunuh orang yang terlibat perang saja. 

Tempat-tempat strategis yang diserang di hari Selasa penuh berkah itu, adalah 
lebih dahsyat bagi Amerika daripada terbunuhnya sepuluh ribu tentaranya. Maka orang 
yang memperbolehkan membunuh orang-orang kafir yang dilindungi darahnya karena 
mereka tidak memisahkan diri dari pasukan perang, ia akan memperbolehkan 
membunuh mereka sebab mereka tidak terpisah dari posisi strategis yang itu lebih 
penting dari sekedar pasukan perang, itu lebih layak untuk dianggap boleh berpijak dari 
kaidah ushul tadi. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 42 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Kondisi Ketiga 

Diperbolehkan juga membunuh orang yang haram dibunuh dari kalangan 
wanita, anak-anak dan orang tua serta lainnya yang mereka terhndungi darahnya. Hal 
ketika dalam kondisi mereka membawa senjata ke arah kaum mushmin atau melakukan 
pekerjaan yang membantu kegiatan peperangan, sama saja apakah dalam bentuk 
memata-matai (tajassus), memberi fasilitas atau ide maupun yang lain. 

Dan hukum ini jelas berdasarkan alasan yang diberikan Rasululloh #g dalam 
sebuah hadist yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud dari Ribah bin Rabi' 4& ia 
berkata: Kami menyertai Rasululloh #t dalam sebuah peperangan, kemudian beliau 
melihat sekelompok orang berkumpul pada sesuatu, lalu beliau mengutus seseorang 
(untuk melihatnya), beliau bersabda: "Lihatlah, pada apakah mereka berkumpul?" 
lelaki itu kemudian datang dan mengatakan, "Pada (mayat) seorang wanita." Maka 
beliau bersabda, "Tidak seharusnya wanita ini untuk berperang. " Di barisan depan saat 
itu ada Kholid bin Walid, maka Rasululloh H mengutus seseorang dan bersabda, 
"Katakan kepada Kholid agarjangan sampai membunuh wanita dan pekerja. " 

Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (VI/148) : "Mamumnya adalah kalau wanita 
itu berperang, pasti dia dibunuh." An-Nawawi berkata dalam Syarah Shohih Muslim 
(VII/ 324) : "Para ulama berijmak untuk mengamalkan hadist ini serta pengharaman 
membunuh wanita dan anak-anak kalau mereka tidak ikut berperang. Jika mereka 
berperang, jumhur ulama mengatakan mereka dibunuh." 

Beliau juga berkata: "Demikian juga orang yang bukan termasuk pasukan 
perang, ia tidak halal dibunuh kecuali jika ia ikut berperang secara nyata atau dengan 
dukungan berupa ide, ketaatan dan provokasi atau yang semisal." 

Coba Anda renungkan perkataan beliau : "berperang secara nyata atau dengan 
dukungan berupa ide, ketaatan dan provokasi atau yang semisal." 



Syaikhul Islam berkata dalam As-Siyasah Asy-SyarHyah hal. 132-133: "Adapun 
orang yang tidak termasuk pasukan yang melakukan perlawanan dan perang, seperti 
wanita, anak-anak dan pendeta, orang tua dan orang buta yang cacat, maka ia tidak 
dibunuh menurut jumhur ulama, kecuali kalau ia ikut berperang dengan menggunakan 
kata-kata atau perbuatannya. Meskipun sebagian ulama berpendapat bolehnya 
membunuh semuanya karena semata-mata kekuturan. Namun pendapat pertamalah 
yang benar." 

Silahkan renungkan kembali perkataan beliau : "kecuali kalau ia ikut berperang 
dengan menggunakan kata-kata atau perbuatannya." 

Perkataan ini adalah perkataan An-Nawawi terdahulu yang menunjukkan bahwa 
orang yang haram dibunuh secara sengaja apabila dia ikut membantu dengan kata-kata 
dan perbuatannya untuk memerangi kaum muslimin, maka boleh menjadikan mereka 
sebagai sasaran untuk dibunuh. 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 43 ] 



Penulis kitab A/- '^4wn dalam penjelasannya terhadap sabda Nabi #g '■ 

^j sl^l *y_j Ijyw *j*j *>iiis "Vj Uli l-^^-i l^kiJ ^j <Jil iSy^j ^L» iJ^J <&^J ^' r*-~^ |^ikjl ) 

( Ljli L>t-~i laJjLAJ V ) 4jaS c ( (j^^l ^^ dill j| Ll^J>-l« L^tLy^U »-S\-aJLp lo^wSJ IjJjJ 

"Berangkatlah dengan nama Alloh, dengan Alloh dan di atas millah Rasululloh, 
dan janganlah kalian membunuh orang tua yang mendekati ajal, anak kecil, kanak- 
kanak dan wanita serta janganlah kalian berbuat melampaui batas, kumpulkanlah 
ghanimah, lakukanlah perbaikan dan berbuat baiklah, sesungguhnya Alloh mencintai 
orang-orang yang berbuat baik. " 

Maksudnya, kecuali kalau mereka juga menjadi anggota perang atau pemberi 
ide. Terdapat sebuah riwayat shahih bahwa beliau SSSl memerintahkan untuk membunuh 
Duraid bin Ash-Shommah, saat itu usia dia sudah mencapai 120 tahun atau bahkan 
lebih. Dia didatangkan dalam pasukan Hawazin sebagai pemberi ide. Sedangkan sabda 

beliau : ( \y^ X? ^^ ^i ) , "Jangan pula (membunuh) anak kecil dan kanak-kanak... " 

dari sana dikecualikan jika ia menjadi pemimpin atau peserta langsung peperangan, "^j ) 

( o\y>\; "Tidak juga perempuan..." maksudnya adalah jika wanita itu tidak menjadi 
pasukan perang atau pemimpin." 

Para fuqoha mengatakan akan kebolehan membunuh wanita jika ia membantu 
pasukan perang melawan kaum muslimin dengan bantuan berupa apapun, materi 
maupun moral untuk berperang. Mereka berdalil dengan hadist yang diriwayatkan Ibnu 
Majah bahwasanya Rasululloh H ketika mengepung Thaif, seorang wanita naik ke atas 
benteng serta membuka kemaluannya di hadapan kaum muslimin, maka Nabi M 
bersabda, "Wanita ini berusaha mengalahkan kalian, panahlah dia. " Kaum 
musliminpun memanahnya dan berhasil membunuh wanita tersebut. Meskipun hadist 
ini dha'if, hanyasaja para fuqoha menjadikannya sebagai dalil akan bolehnya 
membunuh wanita meskipun ia tidak ikut berperang jika ia turut membantu pasukan 
perang dengan perbuatan maupun perkataan apapun bentuknya, ia halal dibunuh dengan 
sengaja. 

Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni (IX/ 232): "Pasal : Jika wanita berdiri 
di barisan kaum kafir atau pada benteng mereka, lalu ia mencaci mereka atau telanjang 
di hadapan mereka, boleh memanahnya dengan sengaja, berdasarkan riwayat Sa'id, 
telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Ikrimah ia berkata, 
"Ketika Rasululloh H mengepung penduduk Thaif, seorang wanita yang mendekat dan 
membuka kemaluannya, maka beliau bersabda: "Wanita ini hendak mengalahkan 
kalian, maka panahlah dia. " Maka salah seorang dari kaum muslimin memanahnya dan 
bidikannya tidak meleset darinya. Dan diperbolehkan pula melihat kemaluan wanita 
karena keperluan untuk memanahnya, karena hal itu memang mengharuskan untuk 
dipanah. Demikian juga boleh memanahnya jika ia turut memungut anak panah untuk 
pasukan kafir, atau membakar semangat mereka berperang, sebab ia dihukumi seperti 
pasukan perang. Seperti inilah hukum yang berlaku bagi wanita maupun orang kafir 
yang dilarang untuk dibunuh." 

Ibnu Abdil Barr berkata dalam Al-Istidzkar (XIV/ 74): "Para ulama tidak 
berbeda pendapat pada wanita maupun orang tua yang ikut berperang, bahwa ia boleh 



" 5jGOj»Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 44 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



dibunuh. Dan siapa di antara anak kecil yang mampu berperang dan dia ikut berperang, 
maka ia dibunuh." 

Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (XVI/ 142): "Para ulama juga 
berijmak bahwa Rasululloh H telah membunuh Duraid bin Ash-Shommah ketika perang 
Hunain karena dia adalah pemikir dan pembuat rencana taktik perang. Maka orang tua 
yang keadaannya seperti ini, hukumnya adalah dibunuh menurut semua ulama." 

Ibnu Qudamah Rhm. juga menukil ijmak akan kebolehan membunuh wanita, 
anak-anak serta orang yang sudah lanjut usia jika mereka membantu kaumnya 
berperang dengan bantuan berupa apapun. 

An-Nawawi di dalam Syarah Shohih Muslim dalam Kitabul Jihad juga menukil 
adanya ijmak: "Bahwasanya orang tua kaum kuffar jika pada mereka terdapat ide, 

mereka harus dibunuh." 

\ 

Ibnu Qasim dalam Al-Hasyiyah menukil juga, beliau berkata: "Para ulama 
berijmak bahwa hukum pembawa sarana adalah seperti yang melakukan langsung 
dalam permasalah jihad." Beliau menukil ijmak ini dari Ibnu Taimiyah Rhm. Beliau 
juga menukil dari Ibnu Taimiyah bahwa kelompok yang membangkang serta penolong- 
penolongnya, maka yang berlaku bagi kelompok itu juga berlaku bagi mereka." 

[ m rJy'U\anSmmM ■ \ 

Ini adalah hukum orang yang membantu peperangan dari kalangan mereka yang 
terlindungi darahnya; dari wanita, anak-anak, orang tua serta yang sehukum dengan 
mereka, di mana hari ini sering disebut: "Rakyat sipil." 

Sedangkan bangsa Amerika hari ini adalah bangsa yang membantu jalannya 
peperangan dengan idenya, di mana peraturan-peraturan di Amerika tidak bersumber 
dari presidennya saja, tetapi keluar dari Majelis Senator yang mana anggotanya 
mewakili penduduk bangsa Amerika. Jadi setiap anggota di dalamnya yang mewakili 
kelompok besar dari manusia itulah mencalonkan serta memilih pemimpin itu kepada 
jabatan ini. Padahal rakyat Amerika bisa menghalangi pelaksanaan sebuah keputusan 
apapun yang dikeluarkan oleh presidennya. Sebagaimana mereka juga bisa menekan 
pengeluaran keputusan apapun yang ia anggap perlu. Persis ketika rakyat Amerika 
menekan dan memaksa pemerintah untuk menarik pasukannya dari Somalia. Dan rakyat 
Amerikalah yang memilih presiden berdasarkan suara mayoritas, dan itu didasari 
pengetahuan setelah diberi pengarahan dan rencana si calon presiden ketika ia 
mengumumkan rencana ke depannya di tengah-tengah pemilu. 

Jadi pemilihan rakyat Amerika terhadap presidennya yang berangkat dari 
pengetahuan sebelumnya akan rencana-rencananya termasuk andil mereka bagi sang 
presiden pada berbagai kebijakan tadi. Kemudian di antara planning ke depan Bush 
ketika pemilu yang ia maklumatkan, ia mengatakan kepada massa pendukungnya, 
"Akan saya biarkan daerah kekuasaan Balkan untuk rakyat Balkan, dan saya akan 
mengkonsentrasikan diri di Timur Tengah serta Asia Tengah dengan mengerahkan 
perlawanan militer." Yang ia maksud Timur Tengah adalah Irak dan Iran. 

Lantas rakyat Amerika memilih partai Republik (pimpinan Bush, penerj.) 
padahal tahu bahwa Partai Republik adalah icon militer Amerika dan partai itulah yang 
terjun langsung dalam peperangan-peperangan yang dilancarkan fihak Amerika dan 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 45 ] 



pabrik-pabrik senjata, pesawat-pesawat serta peralatan tempur, semua itu kebanyakan 
berada di bawah kepemilikan anggota Partai Republik, sebab itu memang partai 
berbasis militer dan kebijakan politiknya adalah menyulut api peperangan demi meraup 
keuntungan dan menjadi penguasa. 

Maka, memihhnya rakyat Amerika terhadap partai ini padahal mereka tahu 
agenda dan sejarah partai tersebut adalah tanpa ikatan maupun syarat yang terilhami 
dari kerelaan rakyat pada agenda dan sejarah hitam tersebut. Maka rakyat Amerika 
termasuk mereka yang memberikan persetujuan dan pandangan, sama saja apakah itu 
ide dalam persoalan militer maupun politik. Dan ternyata, opini-opini yang 
pernyataannya dipelajari oleh Lembaga Pemerintahan Amerika sebagai landasan 
berpijak menunjukkan bahwa rakyat Amerika adalah yang menentukan dengan 
suaranya langsung dan dengan suara perwakilannya di Dewan senat secara tak 
langsung. Lantas opini-opini ini menunjuk si Bush sebagai pemegang jabatan tertinggi 
ini dalam menentukan kebijakan politik Amerika yang memusuhi Islam di setiap waktu 
dan tempat. 

Kesimpulannya, menyerang rakyat Amerika di manapun mereka berada, sama 
saja, apakah dari orang yang berperang dengan tangannya langsung atau membantu 
peperangan dengan ide, adalah perkara yang diperbolehkan syari'at, dan inilah yang 
mayoritas terdapat dalam bangsa Amerika, sementara hukum itu sesuai yang berlaku 



umum dan mayoritas. 



V 



m 





" «JjJ^JI ^lUaJl oj*Jl uu6- " [ 46 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Kondisi Keempat 

Di antara kondisi yang memperbolehkan membunuh wanita, anak-anak dan 
orang tua adalah ketika kaum muslimin merasa perlu untuk membakar benteng-benteng, 
menenggelamkannya, meracunnya, mengasapinya, atau mengirim ular dan kalajengking 
serta binatang-binatang berbisa ke arah benteng itu, dalam rangkan membukanya, 
meskipun orang yang terlindungi darahnya harus jatuh sebagai korban akibat tindakan 
itu. 

Al-Bukhori berkata: Bab membakar perkampungan dan kebun kurma. : dari Ibnu 
Umar <&> Ia berkata, "Nabi H pernah membakar kebun kurma Bani Nadhir." 

Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Fath (VI/ 154) berkata: Perkataan Bukhori : Bab 
membakar perkampungan dan kebun kurma. Maksudnya, yang dimiliki kaum 
musyrikin. Jumhur berpendapat akan kebolehan membakar dan merobohkan bangunan 
di negeri musuh. Sedangkan Al-'Auza'i, Al-Laits dan Abu Tsaur memakruhkannya, 
mereka berhujjah dengan wasiat Abu Bakar kepada pasukannya untuk tidak melakukan 
satupun dari semua perbuatan tadi. 

At-Thabari menanggapi pendapat mereka itu, bahwa larangan tadi dibawa 
kepada perbuatan yang disengaja, lain kalau mereka tidak ingin melakukan itu ketika 
peperangan, sebagaimana yang terjadi dalam penggunaan manjanik dalam perang ke 
Thaif. Dan itu sama dengan apa yang beliau jawab dalam hal larangan membunuh 
wanita dan anak-anak. Inilah pendapat yang paling banyak dipegang jumhur. Dan yang 
semisal dengan hal itu adalah membunuh dengan cara menenggelamkan. Selain beliau 
mengatakan, Abu Bakar melarang hal itu dari pasukannya tak lain adalah beliau tahu 
bahwa negeri itu akan ditaklukkan, sehingga beliau ingin utuh apa adanya untuk kaum 
muslimin. Wallohu A 'lam. 

Asy-Syaukani berkata dalam Nailul Author (VII/ 266) setelah perkataan Ibnu 
Hajar ini: Dan bukanlah hal yang tersembunyi bahwa apa yang terjadi pada Abu Bakar 
tidak selayaknya diadu dengan hadis shahih dari Rasululloh #g , disebabkan ketidak 
adaan hujjah dari perkataan shahabat. Kehujjahan perkataan shahabat ketika ia 
bertentangan dengan nash, inilah mazhab Syaukani di awal-awal umurnya. 

Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunan-nya, ia berkata: Bab membakar negeri 
musuh, dari Urwah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Usamah 4& bahwa 
Rasululloh H memberikan wasiat kepadanya dengan bersabda : "Seranglah Ubna pagi- 
pagi dan bakarlah. " 

Ibnul Atsir berkata dalam Jami'ul Ushul (11/ 617) : Kata: Ubna dan Yubna : 
adalah nama tempat di antara Asqalan dan Ramalah dari daerah Palestina." 

Maka membakar negeri kaum kafir termasuk cara Nabi H di dalam perang, dan 
sudah merupakan perkara yang maklum bahwa tindakan membakar akan menimpakan 
kematian kepada sejumlah orang yang dilindungi darahnya, demikian juga hewan dan 
tumbuhan akan mati terbunuh. Dan semua ini adalah kemaslahatan membiarkannya 



" SjGj^Ji 5^lUflJ> oj^Jl uu6- " [ 47 ] 



lebih sedikit daripada meninggalkannya, sebab maslahat dari membunuh musuh yang 
melawan dengan kekuatan lebih besar daripada maslahat meninggalkan selainnya. 

Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni (IX/ 230): "Dan apabila musuh 
diperangi, maka mereka tidak dibakar dengan api. Adapun jika musuh dalam kekuasaan 
(tidak melawan dengan kekuatan, penerj.), maka tidak boleh membakar dengan api 
tanpa ada perbedaan pendapat yang kami ketahui. Dahulu memang Abu Bakar 4« 
memerintahkan untuk membakar orang-orang murtad dan Kholid bin Walid 
melaksanakan hal itu atas perintah beliau. Adapun hari ini, maka kami tidak melihat 
adanya perbedaan pendapat di kalangan manusia. 

Hamzah Al-Aslami telah meriwayatkan bahwa Rasululloh H mengangkatnya 
sebagai pemimpin dalam sebuah Sariyyah, ia berkata, "Maka aku keluar dalam sariyyah 
itu." Beliau bersabda: "Jika engkau berhasil menangkap Fulan, bakarlah dengan api. " 
Maka akupun berbalik arah (untuk berangkat), lalu beliau memanggilku dan akupun 
kembali kemudian beliau bersabda: "Jika engkau berhasil menangkap fulan, maka 
bunuh saja dia dan jangan bakar dia, sebab tidak ada yang menyiksa dengan api selain 
robbnya api. " Diriwayatkan Abu Dawud dan Sa'id, ia juga meriwayatkan hadis-hadis 
selain itu yang semakna dengannya. Bukhori dan yang lain meriwayatkan dari Abu 
Huroiroh 4& dari Nabi H seperti hadis Hamzah. 

jif . \ 

Adapun memanah mereka dengan api sebelum menangkap mereka, kalau 

memang memungkinkan mengenainya tanpa harus dengan api maka tidak boleh 

memanahnya dengan api, sebab mereka berada dalam katagori orang yang dalam 

kekuasaan. Lain ketika tidak bisa mengenai mereka tanpa menggunakan api, maka itu 

diperbolehkan menurut pendapat kebanyakan ulama, dan inilah pendapat Ats-Tsauri, 

Al-Auza'i dan Asy-Syafi'i. 

httpy/ian&n laum 

Said meriwayatkan dengan sanadnya dari Shofwan bin Amru dan Jirrin bin 
Utsman bahwasanya Junadah bin Umayyah Al-Azdi dan Abdullah bin Qais Al-Fazaziy 
serta yang lain dari para pemimpin Bahrain dan orang-orang sepeninggal mereka 
memanah musuh dari Romawi maupaun yang lain dengan api yang membakar mereka, 
para pemimpin ini membakar kaum yang ini, dan pemimpin lainnya membakar kaum 
yang lain." Abdullah bin Qais berkata: Keadaan kaum muslimin terus seperti itu." 

Ibnu Qudamah berkata: Demikian halnya hukum ketika hendak mengusai 
sumber air untuk menenggelamkan mereka, jika bisa menguasai mereka dengan selain 
cara itu, maka itu tidak boleh dilakukan jika mengandung kemungkinan akan 
membunuh wanita dan anak-anak yang mana membunuh mereka dengan sengaja adalah 
haram. Tapi kalau tidak bisa menguasai mereka selain dengan cara itu, maka 
diperbolehkan sebagaimana diperbolehkannya menyerang di malam hari yang juga 
mengandung kemungkinan yang sama." 

An-Nawawi berkata dalam Al-Minhaj dan Syarah Mughni Al-Muhtaj (IX/ 72) : 
Diperbolehkan mengepung orang kafir di dalam sebuah negeri atau benteng serta 
mengirim air bah dan memanah mereka dengan api dan dengan manjanik maupun 
menyerang mereka ketika mereka lalai." 

Penulis Mughni Al-Muhtaj berkata memberikan catatan dari perkataan Imam 
Nawawi pada referen yang sama: "Juga dengan hal yang semakna dengan itu; 



" «JjJ^JI ^lUaJl oj*Jl uu6- " [ 48 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



merobohkan rumah mereka, memutus saluran air dan mengirim ular dan kalajengking 
kepada mereka, meskipun di antara mereka ada wanita dan anak-anak, berdasarkan 
firman Alloh ta'ala : 

"...dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka... " (At-Taubah :5) 

Dan di dalam Ash-Shahihain, bahwasanya Nabi #g dulu juga mengepung Thaif, 
dalam riwayat Baihaqi disebutkan beliau memasang Manjanik. Sehingga hal yang 
semakna dengan itu yang bisa menyebarkan kehancuran (mereka) dkuaskan dengan 
ini... 

Kemudian beliau mengatakan: Makna dhahir dari perkataan mereka, 
bahwasanya boleh membunuh mereka dengan apa yang telah disebutkan, meskipun kita 
bisa menguasai mereka dengan cara yang lebih ringan." 

Para shahabat dahulu juga menggunakan cara-cara ini ketika menghadapi 
musuh-musuh mereka. Di dalam Sunan Sa Hd bin Manshur (11/ 244) disebutkan: 
bahwasanya Junadah bin Abi Amirah Al-Azdi dan Abdullah bin Qais Al-Fazaziy serta 
yang lain dari para pemimpin daerah Bahr dan orang-orang sepeninggal mereka 
memanah musuh dari Romawi maupaun yang lain dengan api yang membakar mereka, 
para pemimpin ini membakar kaum yang ini, dan pemimpin lainnya membakar kaum 
yang lain." 



! 



Dan dari Abdullah bin Qais Al-Fazazi, bahwasanya beliau berperang melawan 
sekelompok orang di daerah laut di masa Muawiyah, beliau melempar musuh dengan 
api dan mereka juga melempar beliau (dengan api), beliau melakukan pembakaran 
kepada mereka dan mereka juga melakukan pembakaran kepada beliau, dan beliau 
berkata: "Kaum muslimin terus melakukan cara itu." 

Jumhur berpendapat bahwa membakar dan menenggelamkan, merobohkan 
bangunan, meracun dan mengirim asap serta berbagai cara lainnya di mana tidak bisa 
terpilahkan antara yang ikut berperang dan orang yang terlindungi, bahwasanya boleh 
menggunakannya kapan ada keperluan serta tidak mungkin menang atas musuh dan 
mengalahkannya kecuali dengannya. Kalau memungkinkan dengan cara lain, tidak 
boleh menggunakannya. Sedangkan mazhab Syafi'i memperbolebkan hal itu secara 
mutlak, sama saja apakah mampu menaklukkan mereka dengan cara ini atau dengan 
cara lain. Wallohu A 'lam. 

Berdasarkan semua yang kami sebutkan, mereka yang memfatwakan dan 
mengatakan tidak boleh membunuh rakyat tak berdosa dalam kondisi apapun hatta 
orang Amerika yang berada di New York dan Washingthon, maka ini adalah keberanian 
mengambil resiko yang diambil orang yang mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui. 
Padahal membakar, menenggelamkan dan meruntuhkan bangunan dalam rangka 
membuka benteng atau merobohkannya atau dalam rangka menakut-nakuti musuh, 
merupakan perkara yang disepakati jumhur dan para shahabat melaksanakan hal itu. 
Maka Mahasuci Alloh, bagaimana orang itu membabi buta dalam membela orang-orang 
Amerika dari khabar-khabar Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shohih? 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 49 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Kondisi Kelima 

Di antara kondisi yang diperbolehkan di sana membunuh orang-orang yang terlindungi 
darahnya dari orang kafir harbi adalah ketika kaum muslimin merasa perlu memanah 
mereka dengan senjata-senjata berat di mana di sana tidak terpilah antara yang 
terlindungi dengan yang lain. Seperti senjata pelontar, tank-tank, rudal-rudal pesawat 
dan yang semisal. 

Dalilnya adalah bahwasanya Nabi H memasang manjanik ke arah penduduk 
Thoif dan menembak mereka dengannya. Penulis Al-Mubdi' berkata (III/ 319) : 
"Melempar mereka menggunakan manjanik ditetapkan oleh Ahmad, sebab Nabi H 
memasang manjanik kepada penduduk Thaif. Diriwayatkan Tirmizi secara mursal. 
Amru bin Ash juga memasangnya di Iskandariyah. 

Juga karena memanah mereka dengan manjanik adalah perkara biasa 
sebagaimana memanah dengan anak panah. Dan yang dzahir adalah ada keperluan 
untuk maupun tidak. Di dalam Al-Mughni, itulah yang dzahir dari perkataan Imam 
Ahmad. 

I \ 

Juga dengan memutus jalur perairan dari mereka, demikian juga memutus jalan yang 
biasa mereka lewati dan merobohkan benteng mereka. Di dalam Al-Muharror, Al-Wajiz 
dan Al-Furu ' disebutkan merobohkan penghuninya dan ini lebih umum, sebab 
maksudnya adalah melemahkan dan menteror mereka supaya mau menyambut 
panggilan kepada Alloh." 




Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni (IX/ 231) : "Dipebolebkan memasang 
manjanik kepada musuh, dan dhahir dari perkataan Imam Ahmad mengatakan itu boleh 
jika disertai keperluan maupun tidak, sebab Nabi H memasang Manjanik kepada 
penduduk Thoif. Di antara yang berpendapat seperti itu adalah Ats-Tsauri, Al-Auza'i 
dan Asy-Syafi'i serta Ashabur Ro'yi. Ibnul Mundzir berkata, ada sebuah hadist dari 
Nabi H bahwa beliau memasang manjanik kepada penduduk Thoif. Dan dari Amru bin 
Ash bahwa beliau memasang manjanik kepada penduduk Iskandariyah, sebab berperang 
dengan itu sudah menjadi kebiasaan, sehingga beliau menyerupakannya dengan 
melempar dengan anak panah." 

An-Nawawi berkata dalam Al-Muhadzab (11/ 219) : Dan tidak boleh membunuh 
mereka dengan api dan melempar mereka dengan manjanik kecuali dalam keadaan 
terpaksa. Sebab tidak boleh membunuh selain yang menjadi pasukan perang, sementara 
membunuh dengan api dan manjanik mengenai seluruhnya, baik yang berperang 
maupun tidak. Jika keterpaksaan menuntut hal itu, boleh dilakukan sebagaimana 
bolehnya membunuh orang yang tidak ikut perang ketika membunuhnya dimaksudkan 
untuk melindungi diri." 

Di dalam kondisi ini, para ulama memperbolehkan membunuh orang yang 
terlindungi darahnya dari kalangan wanita dan anak-anak jika dirasa perlu melempar 
mereka dengan manjanik. Manjanik adalah satu alat yang dipakai zaman dulu untuk 
melempar batu-batu besar yang disulut dengan api, sehingga kemungkinan akan 
terbakar, atau rumah-rumah roboh serta terbunuh penghuninya. Pembolehan para ulama 



" SjGJ^JI a^UaJl oj*Jl ^ijuo- " [ 50 ] 



terhadap cara-cara seperti ini ditinjau dari sisi maslahat yang diharapkan ada dari 
ditaklukkannya benteng meskipun akibatnya harus terbunuh wanita dan anak-anak. Jadi, 
kemaslahatannya yang terpenuhi adalah dalam penaklukan satu benteng penuh, dan 
caranya adalah dengan membombardir penghuninya dengan manjanik. 

Lantas, apakah maslahat seperti ini tidak terdapat dalam penghancuran tempat 
kekuatan ekonomi, militer dan politik Amerika agar ia menghentikan embargo dan 
pembunuhannya kepada kaum muslimin meskipun untuk itu harus menjadikan wanita 
dan anak-anak sebagai korban? Benar, ini adalah maslahat terbesar, dan jika maslahat 
terbesar seperti ini tidak bisa dicapai selain dengan cara itu, maka itu semakin kuat 
(kebolehannya). 



Kondisi Keenam 

Diperbolehkan membunuh orang kafir yang terlindungi darahnya ketika orang- 
orang kafir menggunakannya sebagai tatarrus. Artinya, ketika kaum kafir menjadikan 
wanita dan anak-anak mereka sebagai perisai, maka boleh membidik dan sengaja 
menuju ke pasukan perang meski wanita dan anak-anak tadi harus tewas. Itu boleh- 
boleh saja, asalkan di sana ada dua syarat: pertama, ada kebutuhan untuk itu. Kedua, 
maksud utama kaum muslimin tertuju kepada pasukan perang, bukan kepada orang- 
orang kafir yang terlindungi darahnya tadi. 

Ibnu Qudamah berkata dalam Al-Mughni (IX/ 233): "Pasal, jika orang-orang 
kafir menjadikan wanita dan anak-anak mereka sebagai tameng dalam perang, 
diperbolehkan membidik dan memaksudkan ke arah pasukan perang. Sebab Nabi #g 
pernah membidik kaum kafir dengan menggunakan manjanik padahal bersama mereka 
ada wanita dan anak-anak. Juga karena menahan kaum muslimin dari (menyerang) 
mereka berakibat pemberhentian aktifitas jihad, sebab di saat orang kafir mengerti hal 
itu, mereka akan selalu menggunakan wanita dan anak-anak tadi sebagai tameng ketika 
mereka takut, sehingga jihad menjadi terputus. Hukumnya sama saja, apakah perang 
sedang berkecamuk atau tidak, sebab Nabi H tidak memilih moment untuk membidik 
ketika perang tengah berkecamuk. 

Al-Anshari berkata dalam Fathul Wahhab (11/ 301): "Tidak diperbolehkan 
membunuh hewan yang dirawat baik-baik karena nilai kebagusannya dan karena 
larangan menyembelih hewan bukan pada tempat makannya, kecuali ketika dirasa 
perlu, seperti kuda yang digunakan berperang, maka boleh membunuhnya dalam rangka 
melakukan perlawan dan menang dari mereka. Sebagaimana diperbolehkan membunuh 
anak-anak ketika mereka dijadikan tameng, bahkan ini lebih boleh lagi." 

Asy-Syarbini berkata dalam Mughniyul Muhtaj (IV/ 227) setelah menyebutkan 
kebolehan membunuh hewan yang membantu orang kafir, di antara yang beliau 
sebutkan adalah : Apa yang mereka kendarai untuk memerangi kita, atau kita khawatir 
ia akan mengendarainya besok, seperti kuda, maka diperbolehkan membunuhnya dalam 
rangka mengadakan perlawanan dan bisa menang dari mereka. Sebab hewan-hewan itu 
seperti alat berperang; jika membunuh wanita dan anak-anak ketika mereka dijadikan 
tameng saja diperbolehkan, maka membunuh kuda lebih boleh lagi. Kejadian seperti itu 
terdapat dalam sejarah-sejarah dari perbuatan para shahabat radhiyallahu ta 'ala anhum. 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 51 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



Penulis buku Qawa'idul Ahkam fi Mashalihil Anam (1/ 82): "...sebab kita 
diperbolehkan membunuh anak-anak orang kafir ketika mereka dijadikan tameng, yang 
mana seperti itu tidak diperbolehkan pada anak-anak kaum muslimin." 

Ibnu Taimiyah berkata dalam Al-Fatawa (28/ 546-20/52): "Para ulama sepakat 
bahwa pasukan kafir ketika mereka menggunakan tawanan kaum muslimin yang berada 
di tangan mereka sebagai tameng sedangkan dikhawatirkan bahaya akan menimpa 
kaum muslimin jika mereka tidak diperangi, maka mereka boleh diperangi meskipun itu 
berdampak kepada terbunuhnya kaum muslimin yang mereka jadikan sebagai tameng. 

Ibnu Qasim berkata dalam Hasyiyah Ar-Roudh (IV/ 271): "Ia berkata dalam Al- 
Inshaj : Jika pasukan kafir menjadikan seorang muslim sebagai tameng, maka tidak 
boleh membidik pasukan kafir tadi kecuali bila kita mengkhawatirkan kaum mushmin, 
maka boleh membidik mereka dan mengarah ke orang-orang kafir. Dan pendapat ini 
tidak ada perselisihan." 

Harus diperhatikan di sini akan sebuah perkara penting, yaitu bahwa di sana ada 
perbedaan hukum ketika yang dijadikan tameng kaum muslimin dan kaum kafir yang 
dilindungi seperti wanita dan anak-anak. Jika tamengnya adalah dari kaum muslimin, 
maka musuh tidak dibidik kecuali dalam keadaan darurat untuk melakukannya, di mana 
di sana ada kerusakan ketika tidak membidiknya yang kerusakan itu lebih besar 
daripada kerusakan membunuh tameng kaum mushmin. Seperti ketika dikhawatirkan 
musuh akan menginvasi negeri kaum muslimin serta membunuh lebih banyak daripada 
jumlah orang yang dijadikan tameng, atau dikhawatirkan pasukan kaum muslimin 
terbunuh, persenjataannya porak poranda dan urusan kaum muslimin lenyap. Dan 
darurat diukur sesuai kadarnya. 



iltEKr/M 

Adapun ketika yang dijadikan tameng adalah wanita dan anak-anak orang kafir, 
maka perkaranya lebih ringan daripada yang pertama. Maka boleh membidik musuh 
bersamaan dengan binasanya tameng dari orang-orang yang dilindungi darahnya jika 
memang itu diperlukan meskipun tidak dalam keadaan darurat sekali. Sebab 
terlindunginya darah wanita dan anak-anak kaum kafir itu lebih ringan daripada 
terlindunginya darah kaum muslimin; yang pertama (yakni yang dari orang kafir, 
penerj.) dihalalkan karena perlu, sedangkan yang kedua (yakni dari kaum muslimin, 
penerj.) dihalalkan karena darurat. Sebab Nabi H ketika di dalam hadist Sho'b bin 
Jitsamah memperbolehkan membunuh anak-anak kaum musyrikin dan bersabda: 
"Anak-anak itu termasuk mereka. " 

Beliau tidak merincikan keadaan dharurat untuk melakukan hal itu serta tidak 
meletakan rambu-rambu di dalam memperbolehkannya, dengan perlu diketahui bahwa 
kebutuhan melakukan serangan di malam hari di zaman Nabi H tidak terlalu mendesak 
untuk selalu dilaksanakan kaum muslimin dan Nabi H sendiri, sebagaimana di dalam 
Ash-Shahihain dari Anas 4« berkata, Adalah Rasululloh H kalau memerangi suatu 
kaum tidak menyerbu sampai datang waktu pagi; jika beliau mendengar suara adzan, 
beliau menahan diri, dan jika tidak mendengar suara adzan, beliau menyerang setelah 
pagi tiba." Di dalam riwayat Bukhori dari Anas 4& berkata, "Adalah Nabi M apabila 
beliau berperang bersama kami..." , sehingga ini menunjukkan bahwa Nabi it tidak 
merasa perlu menyerang di malam hari dan menyergap terus menerus, tetapi beliau 
tidaklah berperang sampai datang waktu subuh. Dan perkataan Anas : "Adalah Nabi M 
apabila beliau berperang bersama kami..." menunjukkan bahwa inilah yang sering 



" «OjJ^Jl «illUaJl >-r>j*fi l &36- " [ 52 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



dilakukan Nabi H , maka tidak merincikannya Nabi H adalah dalam kedudukan kontek 
sabda yang umum, beliau tidak mengikat membunuh orang kafir yang terlindungi yang 
dijadikan tameng selain ikatan keperluan saja. Dan membunuh tameng dari kaum 
muslimin tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi terpaksa sekali. 

Inilah yang kami ingin ingatkan, sehingga tidak ada yang mengatakan bahwa 
kalian berdalil dengan permasalahan tatarrus dan kalian membolehkan membunuh 
rakyat sipil Amerika karena mengqiaskan dengan masalah ini, padahal masalah tatarrus 
tidak diperbolehkan kecuai dalam kondisi darurat, lantas darurat yang bagaimana yang 
kalian jadikan sandaran kepada orang yang melakukan serangan itu jika dia seorang 
muslim? Kami katakan: membunuh tameng dari orang kafir tidak mengharuskan adanya 
kondisi darurat, tetapi cukup ketika dirasa ada perlu dan tidak mungkin kaum muslimin 
merealisasikan tujuan mereka selain dengan cara itu, maka perbuatan ini boleh-boleh 
saja sebagaimana dalam masalah membakar dan yang lain seperti telah dikemukakan 
sebelumnya. 

\ 



\ 







" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 53 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Kondisi Ketuiuh 

Di antara kondisi yang memperbolehkan membunuh wanita dan anak-anak serta 
orang tua yang dilindungi darahnya adalah ketika pemegang janji membatalkan janji 
mereka dan pemimpin kaum muslimin berpendapat untuk membunuh mereka semua 
serta menyisakan siapa yang ia mau. Sebagaimana Nabi H melakukan hal itu kepada 
Bani Quraidzah. Beliau membunuh kaum lelaki, orang tua dan setiap orang yang 
menjadi buruh mereka. Beliau tidak menyisakan selain wanita dan anak-anak kecil 
sebagai budak. Dan beliau membunuh selain mereka, seperti orang tua dan para pekerja. 
Beliau juga membunuh setiap anak Bani Quraidzah yang sudah tumbuh bulu 
kemaluannya, dan tidak membedakan antara yang membatalkannya (langsung) dan 
yang tidak terlibat. 

Ibnu Hazm berkata dalam Al-Muhalla (VII/ 299) memberi catatan dari hadist 
ini: "Setiap orang dihadapkan kepada Rasululloh f§ ketika hari Quraidzah, maka setiap 
yang sudah tumbuh (bulu kemaluannya) dibunuh." Ibnu Hazm berkata : Ini adalah 
keumuman dari Nabi M dan beliau tidak menyisakan seorang buruh, pedagang, petani 
maupun orang tua dari mereka. Dan ini adalah ijmak yang benar berdasarkan hadist 
itu." 

Ibnul Qayyim Rhm. berkata dalam Zadul Ma 'ad, "Petunjuk beliau #g ketika 
mengadakan perdamaian atau membuat perjanjian dengan suatu kaum, kemudian 
mereka membatalkannya, atau sebagian dari mereka membatalkannya sementara yang 
lain setuju dan ridho, beliau memerangi semuanya. Dan beliau menganggap semuanya 
sebagai pembatal janji sebagaimana beliau lakukan kepada Bani Quraidzah dan Bani 
Nadhir serta BaniQainuqa'. Dan sebagaimana beliau lakukan kepada penduduk 
Mekkah. Inilah sunnah beliau dalam orang yang membatalkan dan melanggar janjinya." 

Beliau berkata lagi: "Ibnu Taimiyah menfatwakan untuk memerangi orang- 
orang nashrani di Masyriq ketika mereka membantu musuh kaum muslimin untuk 
memerangi mereka, mereka membantu dengan bentuk harta dan senjata. Meskipun 
mereka tidak memerangi dan melawan kita, namun dengan perbuatan itu beliau 
berpendapat mereka telah melanggar janji, sebagaimana kaum Quraisy perjanjian Nabi 
M dengan bantuan yang mereka berikan kepada Bani Bakr bin Wail untuk memerangi 
sekutu beliau." 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 54 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Inilah beberapa kondisi yang diperbolehkan para fuqoha untuk membunuh orang 
kafir yang dilindungi darahnya, baik wanita, anak-anak dan orang tua serta orang yang 
hukumnya sama dengan mereka, yang sering disebut hari ini dengan : Rakyat sipil. Dan 
orang-orang yang terbunuh di Amerika pada serangan hari Selasa penuh berkah itu, 
dalam kondisi apapun tidak keluar dari ketujuh kondisi yang telah saya sebutkan tadi 
sampai kapanpun. Dan sebagaimana saya sebutkan di muka, sesungguhnya cukup bagi 
orang-orang yang mengatakan kepada Alloh tanpa dasar ilmu serta yang menfatwakan 
bahwa syari'at tidak memperbolehkan membunuh rakyat tak berdosa dalam kondisi 
apapun, bagi mereka dan orang yang sejalan dengan mereka, cukup menyepakati satu 
kondisi saja dari ketujuh kondisi yang telah disebutkan tadi, secara otomatis itu akan 
terdapat pada orang yang mereka namakan: "rakyat tak berdosa" di Amerika itu!! Jika 
mereka sepakat bahwa salah satu kondisi telah ada pada rakyat Amerika yang tak 
berdosa, hal itu mengharuskan mereka mengatakan bolehnya membunuh mereka, baik 
dengan sengaja sebagai tindakan balasan dengan hal yang sama, atau karena keikut 
sertaan, berpijak dari kondisi-kondisi tadi. 

Jika mereka tidak setuju atas hal itu, maka mau tidak mau mereka harus 
membuang semua kondisi yang telah kami kemukakan mengenai orang-orang Amerika 
tak berdosa sebagaimana kata mereka, supaya pendapat mereka tetap lurus. Dan itu 
mustahil. 

Adapun berdalil dengan keumuman-keumuman dan agitasi-agitasi yang tidak 
bisa dijadikan hujjah pada kejadian-kejadian tertentu serta tidak sesuai kaidah ketika 
diterapkan pada kenyataan, maka ini adalah batil. Seperti perkataan mereka bahwa 
syari'at tidak membolehkan membunuh wanita dan anak-anak, dan syariah tidaklah 
mengandung perbuatan terorisme di dalamnya, akidah seorang muslim melarang untuk 
melakukan pembalasan hukuman kepada orang yang tidak berhak menerimanya dan 
bahwa Islam mengharamkan teror dan kekerasan. 

Semua keumuman ini barangkali memang bisa diterapkan, atau itu menjadi 
hukum asal pada sebagian bab. Tetapi di sana ada dalil-dalil khusus yang mematahkan 
keumuman-keumuman ini. Dan itu ketika menerapkannya dalam beberapa kasus 
tertentu. Misalnya saja jihad dan qishosh dari pelaku kejahatan, itu tidak dinamakan 
permusuhan, kedzaliman maupun sikap kelewat batas, demikian juga membunuh wanita 
dan anak-anak ketika berdasar kepada ketujuh kondisi di atas serta cabangnya, maka itu 
tidak disebut sebagai tindak kezaliman ataupun permusuhan, tetapi itu justru termasuk 
perkara yang diperintahkan secara syar'i, dan minimal hal itu boleh. Mengenai aksi 
teror (menakut-nakuti musuh) sendiri, Alloh ta'ala memerintahkannya kepada kita : 

(| jiSjJtj M j^C <J jjjA jj }jl 

"... (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan 
musuhmu..."(Al-Anfal : 60) 

Jadi menakut-nakuti musuh serta orang yang membantu mereka adalah perkara 
yang wajib bagi kaum muslimin. Dan sungguh mengherankan sekali orang yang 
meninggalkan kewajiban-kewajiban lantas menjadikannya dalam katagori hal yang 
haram. Semua itu tujuannya agar pengikut kekufuran dan kecelakaan ridho kepadanya! ! 



" SOjJl^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 55 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Hukum Membunuh Orang-orang Islam yang Saat itu 
Berada di Dalam Gedung WTC 

Di sana ada penuturan cukup bagus: Barangkali akan ada yang mengatakan, 
sesungguhnya apa yang kalian paparkan mengenai kebolehan membunuh orang-orang 
kafir yang terlindungi darahnya pada sebagian kondisi memang pemaparan yang cukup 
baik. Tapi ingat, di sana ada satu permasalahan penting yaitu bahwa di sana ada 
sejumlah kaum muslimin yang turut menjadi korban hancurnya gedung World Trade 
Center (WTC). Maka bagaimana bisa diperbolehkan membunuh orang Islam yang 
berada dalam gedung WTC tersebut, meskipun kalian tidak menganggap boleh 
membunuh kaum muslimin dalam kondisi menjadi tameng kecuali ketika keadaan 
darurat, padahal di sana tidak ada kondisi darurat tersebut? 

Kami akan jawab pertanyaan ini dari tujuh sisi pandang: 

Pertama : Sesungguhnya jumlah kaum muslimin di Gedung WTC tidak 
terdeteksi hingga hari ini. Bahkan belum bisa dipastikan antara ada dan tidaknya mereka 
di sana. Jika hari ini saja masih ada lebih dari tigaratus mayat yang belum diselamatkan, 
maka bagaimana mereka menetapkan adanya kematian sejumlah orang Islam. Namun 
kalau toh ternyata dapat dipastikan bahwa di sana memang ada beberapa kaum 
muslimin (yang menjadi korban), kami katakan: 

Kedua : Sesungguhnya kita tidak mengetahui siapa aktor pelaku di balik 
serangan-serangan tersebut. Jika memang seorang muslim, kita harus mengetahui apa 
alasann-alasan yang mendorong dia melakukan aksi seperti itu, apakah karena darurat 
atau karena kebutuhan? Kalau karena darurat dan sudah dia ukur sesuai kadarnya, aksi 
itu boleh ia lakukan meski kemungkinan ada kaum muslimin yang binasa. Tetapi kalau 
karena keperluan, maka ia tunduk kepada perkara yang lain, yaitu sisi pandang ketiga: 

Ketiga : Di antara yang bisa dipastikan oleh semua orang, bahwa tidak ada di 
gedung WTC itu selain perusahaan kafir. Dengan demikian, prediksi terkuatnya bahwa 
perusahaan-perusahaan itu tidak mempekerjakan selain orang-orang kafir. Sebagaimana 
bahwa menara kembar ini berada di daerah yang termasuk paling besar yang di 
dalamnya berkumpul lobi-lobi zionis serta kader-kader yahudi. Maka mengambil 
hukum berdasarkan prediksi terkuat (gholabatudz Dzonn) dalam hal ini diperbolehkan. 

Keempat : Kalaulah sampai di sana memang dipastikan adanya orang-orang 
Islam, sesungguhnya Imam Syafi'i berpendapat bahwa menghentikan orang kafir di 
negara harbiy lantaran khawatir kaum muslimin yang bergaul dengan mereka akan 
dibunuh, beliau bahwa hal itu disunnahkan, tidak sampai diwajibkan. Sedangkan 
menanggapi tentang firman Alloh ta'ala : 

"Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mu'min dan perempuan-perempuan 
yang mu'min yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang 
menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak 
akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). " 

" SOjJl^Jl «illUaJl >-r>j*fi '&#■ " [ 56 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Beliau menjawab dalam Al-Umm (IV/ 244) dengan perkataan beliau: "Dan jika 
di sebuah negara (negara harbiy) terdapat tawanan dari kaum muslimin atau para 
pedagang yang diberi jaminan keamanan maka dimakruhkan memasang sesuatu yang 
mengenai mereka semua, baik membakar, menenggelamkan serta yang lainnya, itu 
tidak diharamkan secara nyata. Hal itu mengingat, suatu negeri jika ia diperbolehkan 
(diserang) maka tidak jelas ia diharamkan kalau di sana ternyata ada yang muslim yang 
haram darahnya. Itu dimakruhkan tak lain untuk berhati-hati, sebab kalau di sana tidak 
ada muslimnya, itu diperbolehkan bagi kita untuk kita serang sehingga kita tidak 
membunuh mereka meskipun kita memerangi mereka dengan cara yang akan mengenai 
semuanya, berupa membakar atau menenggelamkan. 

Imam Al-Jashshosh mengatakan dari Al-Ahnaf di dalam Ahkamul Qur'an (V/ 
275) menguatkan pendapat ini: "Adapun argumen yang dipakai oleh mereka yang 
berhujjah dengan firman Alloh : 



Dalam melarang membidik orang-orang kafir lantaran di antara mereka ada 
orang-orang Islam. Sesungguhnya ayat ini tidak terdapat dalil yang menunjukkan 
kebalikannya. Sebab, paling banter bahwa Alloh menahan kaum muslimin untuk 
menyerang mereka, sebab di antara mereka ada orang-orang Islam, para shahabat Nabi 
it ketika memasuki Makkah akan kesulitan untuk tidak mengenai mereka. Itulah, ayat 
ini menunjukkan bolehnya tidak membidik dan masuk menyerang mereka. Dalam ayat 
ini tidak ada dalil larangan untuk nekad masuk meskipun tahu di sana ada orang-orang 
Islam. Karena menahan diri tidak menyerang mereka adalah boleh, boleh juga terus 
maju. Terserah memilih yang mana. Jadi, dalam ayat itu tidak terdapat dalil yang 
menunjukkan haramnya terus maju menyerang. 

Kelima : Selanjutnya, orang yang memberlakukan keumuman ayat ini serta 
melarang melakukan serangan membahayakan kepada negara harbiy lantaran adanya 
kaum muslimin di sana, maka perkataan dia ini mengandung konsekwensi larangan 
berperang dengan negara harbi manapun di zaman kita sekarang ini. Sebab hari ini tidak 
ada satu negara kafirpun melainkan di sana ada sejumlah kaum muslimin yang tidak 
sedikit jumlahnya. Padahal peperangan hari ini akan menimpa setiap perumahan, 
langsung maupun tidak langsung. Jika kita melarang memberikan serangan yang 
membahayakan mereka dengan cara apapun, hal itu berakibat kepada ditiadakannya 
jihad melawan negara-negara kafir harbi dengan alasan adanya kaum muslimin di sana. 
Hanya memang, tidak boleh melalaikan permasalahan membahayakan kaum muslimin, 
dan itu berlaku dalam negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, di saat 
seperti ini memberi bahaya kepada mereka tanpa adanya darurat sebagaimana 
daruratnya kondisi tatarrus tidak diperbolehkan. Adapun membunuh satu atau sepuluh 
orang musli di negara harbi yang semua penduduknya kafit harbi, maka perkataan Asy- 
Syafi'i serta Al-Jashshosh di muka telah menjawab ha itu. Wallahu A'lam. 

Keenam : Kalaulah dianggap bahwa pelaku serangan-serangan hari Selasa 
penuh berkah itu adalah orang Islam, dan di sana tidak ada kondisi darurat untuk 
melaksanakan aksi serangan ini, maka hukum maksimal yang mesti ia tanggung kalau 
memang di sana dipastikan ada yang muslim dari sekian korban beserta ketatnya hukum 
atas pelaku pembunuhan itu, adalah membayar setengah diyat orang-orang yang 
terbunuh, berpijak dari fatwa Nabi M kepada seseorang yang membunuh orang-orang 

" «OjJ^Jl «illUaJl >-r>j*fi '&#■ " [57] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Islam di Khots'am ketika mereka bercampur dengan kaum katir, beliua tidak kemudian 
mengkafirkan orang yang membunuh mereka ini, tidak berlaku kasar serta tidak 
menuntut qishosh darinya, tidak mendoakan keburukan untuknya dan tidak berlepas diri 
dari perbuatannya seperti ketika beliau berlepas diri dari perbuatan Kholid ketika ia 
membunuh orang-orang Bani Judzaimah yang masuk Islam, di saat itu Nabi M 
membayar diyat mereka secara penuh dan bersabda: "Ya Alloh, sesungguhnya aku 
berlepas diri dari apa yang dilakukan Kholid." 

Lantas, kenapa orang yang hendak mengerjakan perintah untuk membunuh dan 
menakut-nakuti orang kafir harbi serta menjajah negara mereka dicaci maki? 
Sementara orang yang menyelisihi perintah Nabi H dan tinggal di tengah-tengah orang 
musyrik justru tidak dicela? akhirnya, orang yang melaksanakan perintah Alloh 
menjelma menjadi penjahat, sementara orang mukmin yang Rasululloh M berlepas diri 
darinya (karena tinggal di tengah kaum musyrik, penerj.) malah wajib dijaga harta dan 
keamanannya. Ini bukan berarti kami mengkafirkan orang yang tinggal di tengah kaum 
musyrikin meskipun yang dzahir dari sabda Nabi #t mengandung kemungkinan hal itu, 
namun kami tetap katakan mereka adalah muslim dan maksimal yang harus dibayar 
oleh orang yang membunuh mereka adalah separo diyat. Ini lebih jelas dengan 
keterangan berikut . 

Tirmizi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Jarir bin Abdullah 4* bahwasanya 
Rasululloh M mengutus sepasukan Sariyyah ke Khots'am, maka orang-orang itu 
berlindung diri dengan cara bersujud, lalu pasukan segera membunuh mereka. Hal itu 
sampai kepada Nabi H , maka beliaupun memerintahkan mereka membayar separo ' Aql 
dan beliau bersabda, 

"Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah kaum musyrikin." 

Para shahabat bertanya: "Wahai Rasululloh, mengapa demikian?" 

Beliau menjawab, "Agar kedua belah fihak tidak saling melihat api masing- 
masing." 

Tirmizi juga meriwayatkan dari Samuroh bin Jundub dari Nabi M beliau 
bersabda, 

( -^ Usi J£$ a^Jt-al^ jl a^ jSl I U (j-ft3 .aA^A-aL^j 2j ^J-jS Uil.nl I l^jSLujj % \ 

"Janganlah kalian tinggal dan berkumpul dengan orang-orang musyrik, 
barangsiapa yang tinggal atau berkumpul dengan mereka, ia sama dengan mereka." 

Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (V/ 189) mengatakan, "Perkataan 
Jarir: "...maka orang-orang itu berlindung diri dengan cara bersujud.." maksudnya 
orang-orang muslim yang tinggal di tengah orang-orang kafir, mereka sujud dengan 
dasar kaum muslimin tidak akan membunuh kami karena mereka melihat kami 
bersujud, sebab sholat adalah pertanda keimanan. "...maka beliaupun memerintahkan 
mereka membayar separo 'Aql..." maskudnya separo diyat. Di dalam Fathul Wadud, 
penulis berkata: "Karena mereka membantu mencelakakan diri mereka sendiri dengan 
tinggalnya mereka di tengah kaum kafir, maka mereka seperti orang yang mati karena 
perbuatan sendiri dan perbuatan orang lain, sehingga gugurlah hak pidananya (satu 
diyat penuh, penerj.). "...( u£j^l jtM ua ) ..." maksudnya (tinggal) di tengah mereka. 



" SjGj^Ji &Xai\ UfS\ uu6- " [ 58 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Kata azd-hur adalah kalimat sisipan. "...( L-aIjIj <_s*lji V ) ..." dari kata At-Taro'i yaitu 
wazan tafa'ul dari ru'yah. Dikatakan: "Taro'al qoumu, ketika mereka saling melihat 
satu sama lain. Sedangkan taro'as syai' adalah nampak hingga kamu bisa melihatnya. 
Asal kata taro'a adalah tataro'a kemudian salah satu huruf ta'-nya dihilangkan untuk 
mempermudah (pengucapan, penerj.) , penyandaran saling mehhat kepada api adalah 
majaz dari perkataan mereka: Rumahku terlihat dari rumah rumah fulan, artinya saling 
berhadapan. Di dalam An-Nihayah penulis berkata, "Maksudnya, seorang muslim, 
rumahnya wajib dan harus berjauhan dari rumah orang musyrik, dan ia tidak boleh 
tinggal di tempat yang apabila ia menyalakan api di sana akan nampak dan nampak di 
hadapan orang musyrik jika ia menyalakan api di rumah yang ia tinggali tersebut. Tapi 
ia harus tinggal bersama kaum muslimin. Hadist ini adalah dorongan untuk berhijrah." 

Al-Khitobiy berkata, mengenai maknanya ada tiga sisi: Ada yang berpendapat 
maknanya adalah tidak sama hukum keduanya (yakni hukum orang Islam dan orang 
musyrik, penerj.). Ada juga yang berpendapat, maknanya adalah Alloh membedakan 
antara negeri Islam dan negeri kafir; maka seorang muslim tidak boleh tinggal bersama 
orang-orang kafir di negeri mereka sehingga ketika mereka menyalakan api, maka di 
antara mereka ada yang melihatnya. Ada juga yang mengatakan: maknanya adalah 
seorang muslim tidak boleh mengenakan ciri khas orang musyrik serta tidak 
menyerupai dalam cara dan penampilan dia. 

Perkataan beliau : "Dalam bab yang sama dari Samuroh..." dikeluarkan Abu 
Dawud darinya secara marfu' : "Barangsiapa yang berkumpul dan tinggal bersama 
orang musyrik maka ia sama dengannya." Disebutkan oleh Tirmizi dengan yang semisal 
dan ia tidak menyebutkan sanadnya. Adapun hadist Jarir yang telah disebutkan dalam 
bab ini, dikeluarkan juga oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, rijal isnadnya tsiqot. Tetapi 
Bukhori, Abu Hatim, Abu Dawud, Tirmizi dan Daruquthni menshohihkan bahwa hadist 
ini mursal kepada Qais bin Abi Hazim. Thabarani juga meriwayatkannya secara 
maushul, demikian disebutkan dalam An-Nail." Saya katakan: "Al-Albani juga 
menshahihkannya dalam Al-Adabul Mufrad. 

Al-Hafidz Syamsud-Din Ibnul Qayyim Rhm. Berkata dalam catatan kaki 
terhadap kitab 'Aunul Ma'bud (VII/ 218) : "Sebagian ulama mengatakan, 
Sesungguhnya mereka diperintahkan membayar separo diyat setelah mereka 
mengetahui kelslaman mereka, tidak lain karena mereka mempermudah untuk 
membinasakan diri mereka sendiri dengan tinggal di tengah orang-orang kafir. Maka 
mereka seperti orang mati lantaran tindak kejahatan dirinya sendiri dan kejahatan orang 
lain. Dan ini pendapat yang cukup bagus sekali. 

Dan yang nampak dzahir dari makna hadist ini adalah : Bahwasanya api 
merupakan simbol suatu dan pertanda dari kaum ketika tinggal menetap, simbol itu 
menarik mereka dan pejalan kaki akan terhibur dengan (melihat)nya, jika ia kesakitan di 
dekatnya, ia akan mendekati pemiliknya dan berbuat damai kepadanya. Jadi api orang 
musyrik memanggil syetan dan mengajak kepada api neraka di akhirat. Sebab api itu 
dinyalakan dalam rangka bermaksiat kepada Alloh. Sedangkan api orang-orang mukmin 
mengajak kepada Alloh, kepada ketaatan kepada-Nya serta memuliakan agama-Nya, 
maka bagaimana kedua api akan saling bertemu, sementara begitulah keadaannya? Ini 
termasuk kata yang paling fasih dan jelas yang mencakup makna yang besar dan banyak 
dengan ungkapan paling singkat. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 59 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i pa»~ I 



An-Nasa'i meriwayatkan dari hadist Bahz bin Hakim dari ayahnya dari 
kakeknya ia berkata: "Kukatakan, Wahai Rasululloh, tidaklah aku datang kepada Anda 
sampai aku bersumpah dengan jumlah yang lebih banyak daripada ini -yakni jumlah 
jemari kedua tangannya-, untuk tidak mendatangi Anda dan tidak pula mendatangi 
agama Anda. Dan sesungguhnya aku adalah seorang yang tidak mengerti sesuatu 
melainkan Alloh dan rasul-Nya mengajarkannya kepadaku. Dan kini saya bertanya 
kepada Anda dengan wajah Alloh : Dengan apa robb kita mengutus Anda ? beliau 
menjawab, "Dengan Islam." Kukatakan: "Lalu, apakah pertanda kelslaman itu?" beliau 
bersabda, "Engkau pasrahkan wajahmu kepada Alloh dan engkau murnikan itu, 
menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Setiap muslim atas muslim lain adalah 
haram, mereka adalah suadara yang saling membantu, Alloh tidak menerima amalan 
dari seorang musyrik setelah ia berlslam, atau dia harus berpisah dari kaum muyrikin 
dan bergabung dengan kaum muslimin." 

Abu Dawud menyebutkan dari hadist Samuroh dari Nabi #t : "Barangsiapa 
berkumpul dengan orang musyrik dan tinggal bersama mereka, maka ia sama seperti 
mereka." 

Dan di dalam Al-Marasil Abu Dawud dari Makhul dari Nabi i§ : "Janganlah 
kalian tinggalkan anak keturunan di hadapan musuh." 

(k 

Al-Adzim Al-Abadi di dalam 'Aunul Ma'bud (VII/ 218) berkata: (Perkataan 
beliau): "...ke Khots'am..." adalah nama kabilah. "...maka beliaupun memerintahkan 
mereka membayar separo 'Aql..." maksudnya separo diyat. Di dalam Fathul Wadud, 
penulis berkata: "Karena mereka membantu mencelakakan diri mereka sendiri dengan 
tinggalnya mereka di tengah kaum kafir, maka mereka seperti orang yang mati karena 
perbuatan sendiri dan perbuatan orang lain, sehingga gugurlah hak pidananya (satu 
diyat penuh, penerj.). "...( u£j^l j^ u±> ) ..." maksudnya (tinggal) di tengah mereka. 
Kata azd-hur adalah kata sisipan. "...( L*aIjIj is^y ^ ) ..."demikianlah tertulis dalam 
sebagian teks, dalam teks lain tertulis: u^y ^. Di dalam An-Nihayah penulis berkata, 
"Maksudnya, seorang muslim, rumahnya wajib dan harus berjauhan dari rumah orang 
musyrik, dan ia tidak boleh tinggal di tempat yang apabila ia menyalakan api di sana 
akan kelihatan dan nampak di hadapan orang musyrik jika ia menyalakan api di rumah 
yang ia tinggali tersebut. Tapi ia harus tinggal bersama kaum muslimin. Hadist ini 
adalah dorongan untuk berhijrah." Al-Mundziri berkata: Dikeluarkan juga oleh Tirmizi 
dan Nasa'i. Abu Dawud menyebutkan bahwa sekelompok orang meriwayatkan secara 
mursal. Dikeluarkan juga oleh Tirmizi secara mursal dan ia mengatakan, "dan ini lebih 
shohih." Kebanyakan pengikut Isma'il -yakni Ibnu Abi Kholid- tidak menyebutkan 
Jarir di dalamnya, atau menyebutkan dari Bukhori bahwa beliau mengatakan, "Yang 
benar adalah hadist itu mursal, dan An-Nasa'i tidak mengeluarkannya kecuali dengan 
cara mursal. Wallohu A'lam. 

Ketujuh : Sesungguhnya orang yang bekerja di gedung WTC tentu -secara 
passti- ia bekerja pada sebuah pusat perekonomian terpenting dari negara harbi. 
Sehingga bisa saja kaum muslimin jika hendak melancarkan serangan melawan 
kekuatan kufur sementara mereka tidak bisa memilahnya, untuk memberlakukannya 
sebagai orang yang ikut serta bersama orang-orang kafir, selanjutnya ia mengambil 
hukum yang sama di dunia, bukan hukum akhiratnya. Dalilnya adalah sebuah hadis 
yang terdapat dalam Ash-Shahihain dan yang lain bahwasanya Aisyah ra. berkata: 
"Rasululloh H bergurau dalam tidurnya, maka kami bertanya: "Wahai Rasululloh, Anda 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 60 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



melakukan sesuatu dalam tidur Anda dengan tindakan yang belum pernah Anda 
lakukan." Beliau bersabda, "Mengherankan, sesungguhnya sekelompok orang dari 
ummatku bermakmud dengan seseorang dari Quraisy di Ka'bah, ia berlindung di 
Ka'bah, hingga ketika mereka tiba di Baida, mereka ditenggelamkan." Kami 
mengatakan, "Wahai Rasululloh, sesungguhnya jalan itu menghimpun manusia." Beliau 
bersabda, "Benar, di antara mereka ada yang bisa melihat, dipaksa dan Ibnu Sabil, 
mereka dibinasakan dengan sekali pembinasaan, dan dikeluarkan dari berbagai 
sumbernya, Alloh membangkitkan mereka sesuai niat masing-masing." Dalam riwayat 
Bukhori, Aisyah berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasululloh, bagaimana mereka 
ditenggelamkan sejak yang pertama hingga yang terakhir, padahal di antara mereka ada 
yang hanya berpindah dan yang bukan termasuk kelompok mereka?" beliau bersabda: 
"Mereka ditenggelamkan dari yang awal hingga yang akhir dan dibangkitkan sesuai niat 
mereka masing-masing." Di dalam hadist Shaiiyyah, Tirmizi menambahkan: "..dan 
tidak selamat orang yang berada di bagian tengah mereka." Di dalam lafadz Muslim 
dari hadist Hafshah, "Maka tidak tersisa selain orang yang terusir yang dipaksa." 

Ibnu Hajar dalam Al-Fath berkata memberikan komentar dari hadist ini: "Semua 
ditenggelamkan karena kejahatan makhluk-makhluk terburuk, kemudian masing-masing 
ketika hisab diperlakukan sesuai niatnya." Al-Mihlab berkata: "Di dalam hadist ini, 
bahwa siapa yang memperbanyak jumlah kaum yang mayoritas berada dalam 
kemaksiatan dengan sengaja, hukuman pasti mengenai dirinya juga." Dari hadist ini, 
Malik menarik kesimpulan adanya hukuman bagi orang yang duduk bersama para 
peminum khamr meskipun ia tidak minum." 

Ibnu Taimiyah mengambil dalil dalam Al-Fatawa Al-Kubra , demikian juga 
muridnya, Ibnul Qayyim, dari hadist ini akan kebolehan memerangi kelompok yang 
melawan dengan senjata, meskipun dalam barisan mereka terdapat kaum muslimin." 
Beliau berkata, "Mereka dibinasakan dengan satu pembinasaan dan dibangkitkan dari 
sumber yang berbeda-beda." 

Maka orang-orang Islam yang bekerja di WTC, bisa dikatagorikan dalam hukum 
orang yang membantu perang di dalam hukum duniawi. Dan bisa saja menganggap 
adanya hukuman bagi mereka lantaran mereka memperbanyak jumlah kaum kaffr serta 
memberi manfaat kepada mereka. Wallahu ATam. 

Inilah ketujuh sisi pandang, semuanya sebagai jawaban bagi mereka yang 
mengatakan, telah tetap bagi kita kebolehan wanita dan anak-anak orang kafir jika 
mereka tidak memisahkan diri tetapi apa hukum membunuh orang Islam yang berada di 
WTC? Barangsiapa yang menyimak dengan teliti tujuh sisi pandang yang telah kami 
sebutkan, ia akan mengerti bahwa syari'at tidak meniadakan hukum-hukum yang 
bersifat umum lantaran ada kondisi-kondisi tertentu yang itu tidak terjadi kecuali jarang. 
Dan untuk menganggap boleh membunuh mereka, cukup terterapkannya satu sisi 
pandang saja dari kondisi mereka. 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&$*- " [ 61 ] 



Pembahasan Tentang Sisi Maslahat dan Kerusakan 
(Mafsadah) Dari Operasi-Operasi 11 September 



Sebelum memasuki bab ini, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu, apa 
kaidah dalam permasalahan maslahat dan mafsadah. Apakah mengatakan bahwa ini 
maslahat dan ini mafsadah adalah perkara yang diberikan bagi setiap orang tanpa 
adanya aturan syar'i, lantas seseorang berdiri dan mengatakan bahwa sesungguhnya 
serangan Selasa penuh berkah itu tidak terdapat maslahat, tetapi justru mafsadahnya 
lebih besar daripada maslahatnya. Yang lain datang dan mengatakan, sesungguhnya 
menegakkan jihad di Cechnya membahayakan kaum muslimin dan kaum muslimin 
tidak menuai sesuatu dari sana selain kerusakan-kerusakan dan di dalamnya tidak ada 
maslahat sama sekali. Yang datang serta membuat-buat maslahat dan mafsadah untuk 
kami, lalu ia meletakan maslahat pada perkara yang ia kehendaki serta meletakkan 
mafsadah pada perkara yang tidak ia kehendaki. Oleh sebab itu, sebelum masuk lebih 
dalam ke dalam pembahasan maslahat dan mafsadat yang ditimbulkan dari serangan- 
serangan 1 1 September ketika pelaku dari serangan ini adalah orang-orang Islam, kita 
harus tetapkan makna dari maslahat dan mafsadat serta kita batasi rambu-rambu yang 
diberlakukan di sana dalam bab ini. 

Orang-orang yang datang belakangan dan yang paling awal adalah Al-Ghozali, 
membuat istilah yang disebut Maslahat Mursalah pada satu macam dari macam-macam 
qiyas, akan kita terangkan dengan terperinci. Sementara yang lain membuat istilah 
penamaannya dengan sebutan Istidlal dan Al-Jawab, dan itu dipakai di kalangan ulama 
terdahulu meskipun mereka belum menggunakan istilah itu dengan nama ini, namun itu 
sudah ada pada mereka, tetapi di atas dasar jarak yang lebih sempit daripada ulama 
belakangan. 

Perkataan saya bahwa itu termasuk satu macam dari macam-macam qiyas, 
diterangkan bahwa di antara rukun qiyas adalah adanya 'illah, sedangkan illah sendiri 
harus ada kesesuaian (munasabah). Munasabah ini kemudian terbagi menjadi empat 
bagian: 

Yang pertama : Al-Munasib Al-Mu'atsir, yaitu 'Illah yang diberlakukan oleh nash atau 
ijmak bahwa pokok dari illah itu adalah yang memberi pengaruh dalam hukum dari 
pokok suatu hukum. Seperti sabda Nabi H : 

( j^Jl\ Jj=rl J^ jlJUl^l JjOr Ul ) 

"Permohonan izin disyari 'atkan karena tujuan melihat. " 

Yang kedua : Al-Munasib Al-Mula'im, yaitu 'illah yang juga dinyatakan nash dan 
Ijmak akan adanya pengaruh pada jenis sifat pada pokok hukum, seperti para shahabat 
yang memasukkan peminum khomer bersama orang yang menuduh wanita baik-baik 
berzina dalam satu hukum yang sama yaitu didera delapan puluh kali. Demikian juga 
ketika nash dan ijmak memberlakukan pengaruh pokok suatu sifat dan itu terdapat pada 
jenis hukum. Demikian pula ketika adanya dalil yang menunjukkan pengaruh jenis 
suatu hukum pada jenis sifat , seperti orang yang memahami dari digugurkannya sholat 
oleh Sang pembuat syari'at pada wanita haidh bahwa itu karena adannya masyaqqoh. 



" «OjJ^Ji SllUaJl oj^' '&&■ " [ 62 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Fang ketiga : Al-Munasib Al-Ghorib, artinya adalah maslahat yang tidak dianggap 
Pembuat syari'at dan tidak ada menolak untuk menggunakannya. Dilihat karena adanya 
pertentangan dengan mashlahat yang lebih besar darinya, atau berdampak kepada 
kerusakan yang lebih besar dari itu...., maslahat seperti ini yang tidak dianggap oleh 
Pembuat Syari'at, tidak boleh menggunakan alasan dengannya maupun membangun 
berbagai hukum di atasnya. Jenis inilah yang hari ini paling banyak diperselisihkan 
manusia untuk menjelaskan hukum-hukum yang bersifat umum kepada ummat di atas 
maslahat pribadi maupun maslahat-maslahat yang menghilangkan prinsip-prinsip yang 
lebih besar dari itu, dan akan ada perinciannya nanti. 

Yang keempat : Al-Munasib Al-Gharib. Artinya, maslahat yang dibuang (tidak 
dianggap) oleh syar'i serta tidak terdapat dalil memerintahkan untuk mengambilnya. 
Melihat karena ia bertentangan dengan maslahat yang lebih besar, atau berdampak 
kepada kerusakan yang juga lebih besar...Mashlahat-mashlahat yang dibuang syar'i ini 
tidak boleh dijadikan sebagai alasan maupun sebagai landasan hukum. Bagian yang 
ketiga inilah yang hari ini dipakai manusia untuk mengambil hukum-hukum yang 
bersifat umum bagi ummat, atas landasan kemaslahatan pribadi, atau maslahat yang 
menihilkan mashlahat-mashlahat yang lebih besar. Akan kita rincikan nanti Insya Alloh. 

Yang kelima : Al-Munasib Al-Mursal, yaitu 'illah yang mengadung hikmah dan 
manfaat syar'i baik agama maupun duniawi, karena mengatahui bahwa syari'at tidak 
membuangnya, tidak pula memerintahkannya. Inilah yang disebut mashalih mursalah. 

Perbedaan antara maslahat mursalah dan qiyas adalah bahwa maslahat mursalah 
tidak terdapat di sana pokok tertentu yang dijadikan sebagai pembanding dengannya. 
Tidak ada juga kasus yang menyamainya dari berbagai sisi sehingga akan 
dikompromikan antara keduanya dengan 'illah yang mencakup (keduanya). Tetapi di 
sana hanya terdapat maslahat yang ingin dicapai, dan maslahat ini -sama saja, apakah 
untuk menjaga agama manusia atau urusan dunia mereka- , nash syar'i tidak 
menyebutkan adanya larangan dan tidak ada pula perintah mengambilnya secara 
khusus, maka saat itulah kita menyimpulkan sebuah hukum dan menggunakannya, 
sebab kita mengerti serta yakin, secara global, syari'at datang demi kemaslahatan 
hamba. Perbedaan antara kedua hal ini akan semakin jelas ketika kita memasuki kaidah- 
kaidah dalam mashlahat mursalah. 

Di dalam Al-I'tishom (11/ 364), Asy-Syathibi berkata, "Sesungguhnya maslahat 
mursalah dikembalikan maknanya kepada tinjauan kesesuaian yang didukung dengan 
adanya pokok tertentu, tetapi tidak terdapat bukti pendukung syar'i yang khusus pada 
kesesuaian ini, ia juga bukan merupakan qiyas, yang mana kalau dihadapkan kepada 
logika, akal itu bisa menerimanya." 



Beliau juga mengatakan (11/ 365), "Sesungguhnya berpendapat mengenai 
keabsahan maslahat mursalah bukan perkara yang disepakati. Tetapi pakar ilmu ushul 
masih memperselisihkannya kepada empat pendapat. Adapun Al-Qadhi serta beberapa 
ulama ushul fikih berpendapat tidak memakainya, dan bahwa sebuah makna tidak bisa 
diakui selama tidak bersandar kepada satu pokok (yang ada dalil syar'inya, penerj.). 
Sedangkan Malik berpendapat memakainya, serta membangun hukum-hukum di 
atasnya secara mutlak. Asy-Syafi'i dan mayoritas pengikut Hanafi berpendapat untuk 
berpegang kepada makna yang tidak disandarkan kepada pokok yang benar tetapi ada 
syaratnya, sebab ia termasuk makna-makna ushul (perkara pokok) yang kokoh, inilah 



" «OjJ^Ji S^CsJl o>Jl uu6- " [ 63 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



yang dituturkan Imam Al-Juwaini. Al-Ghozzali berpendapat bahwa jika Al-Munashib 
(kesesuaian) itu memang terjadi pada derajat dianggap baik dan supaya terlihat indah, 
tetap tidak diakui sampai ada bukti berupa (dalil) pokok tertentu, namun jika pada 
tingkatan terpaksa, beliau cenderung untuk menerimanya tetapi dengan syarat, beliau 
mengatakan, "Dan tidak menutup kemungkinan munculnya ijtihad dari seorang 
mujtahid." Beliau juga mengatakan, "Demikian juga pendapat dalam masalah Istihsan, 
ia sesuai dengan pendapat yang dipegangi para ulama terdahulu, ia kembali kepada satu 
hukum tanpa adanya dalil. Adapun yang tidak memakainya, tidak menganggap istihsan 
sebagai sebab, sehingga tidak diakui sama sekali dalam hukum-hukum, sehingga ia 
seperti maslahat mursalah jika berpendapat menolaknya." Kemudian beliau 
menyebutkan sepuluh contoh dari para shahabat dan tabi'in sebagai pemantaban dari 
pendapat ini. 

Asy-Syaukani berkata di dalam Irsyadul Fuhul (1/403) : "Tentang maslahat 
mursalah, telah dibicarakan sebelumnya di dalam pembahasan qiyas. Di sini sengaja 
kami sebutkan sebagian yang terkait dengannya supaya semakin semprna faidah yang 
bisa diambil. Mengingat uga bahwa maslahat mursalah ini telah disebutkan sekelompok 
pakar ushul dalam pembahasan istidlal, oleh sebab itu sebagian mereka menyebutnya 
dengan Al-Istidlal wal jawab, sedangkan Imam Haramain dan Ibnus Sam'ani 
memutlakkan penamaan Istidlal terhadapnya. Al-Khowarozmi berkata, "Maksud dari 
mashlahat adalah menjaga tujuan syar'i dengan menolak berbagai kerusakan dari 
makhluk." Al-Ghozali berkata, "Maksudnya adalah ditemukannya sebuah makna yang 
hukumnya terkesan ada secara logika, namun tidak ditemukan dalil pokok yang 
disepakati. Ibnu Burhan berkata, "Pengertiannya adalah sesuatu yang tidak disandarkan 
kepada pokok yang universal maupun perbagian." 

Q4/f\7~T t Tii, 
Para ulama kemudian berbeda pendapat di dalam hal ini kepada beberapa 
madzhab. 

Pertama, melarang berpegang kepadanya secara mutlak, dan inilah pendapat 
jumhur. 

Kedua, boleh secara mutlak. Ini adalah pendapat yang dibawakan dari Malik. 
Al-Juwaini berkata di dalam Al-Burhan, "Beliau berlebihan dalam hal ini hingga 
menyeret beliau kepada penghalalan membunuh dan mengambil harta orang demi 
kemaslahatan-kemaslahatan yang ada berdasarkan dugaan kuat (gholabatudz-Dzonn), 
meskipun itu tidak memiliki pijakan (syar'i). Ada yang mengatakan ini juga merupakan 
pendapat yang dinyatakan Asy-Syafi'i dalam Qoulul qodim. Sebagian pengikut 
madzhab Maliki mengingkari penisbatan kepada Imam Malik bahwa beliau berpendapat 
seperti itu, di antaranya Al-Qurthubi, ia berkata: Asy-Syafi'i dan sebagian besar 
pengikut Abu Hanifah berpendapat tidak menjadikannya sebagai pijakan dan inilah 
mazhab Malik." Ia berkata, "Imam Haramain Al-Juwaini berani dan terlalu gegabah 
dalam penisbatan sikap berlebihan dalam masalah pokok ini kepada Imam Malik 
padahal ini tidak ditemukan dalam buku-buku karya Imam Malik maupun dalam buku 
pengikutnya sedikitpun." Ibnu Daqiq Al-Td berkata, "Yang tidak diragukan dalam hal 
ini, Imam Malik memiliki tarjih yang tidak dimihki para fuqoha selain beliau dalam 
jenis ini. Diikuti Imam Ahmad bin Hanbal, dan hampir-hampir tidak ada ulama selain 
keduanya yang tidak memakai maslahat ini secara umum, namun kedua ulama ini 
memiliki tarjih dalam aplikasinya yang para fuqoha lain tidak memilikinya. Selesai." 



" SjGj^Ji &Xal\ oj*Jl uu6- " [ 64 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Al-Qurofi berkata, "Maslahat itu nantinya adalah realisasi dalam semua 
pembolehannya, sebab mereka berdiri dan duduk berdasarkan Al-Munasabah 
(kesesuaian) serta tidak menuntuk adanya dalil penguat untuk memakainya. Dan yang 
kami maksud maslahat mursalah tidak lain adalah seperti ini." 

Ketiga, jika maslahat itu sesuai dengan pokok yang bersitat kulliy (menyeluruh) 
dari prinsip-prinsip syar'i atau kepada sebuah pokok yang bersitat juz'iy (perbagian), 
maka diperbolehkan membangun hukum-hukum di atasnya, jika tidak, Ibnu Burhan 
tidak akan menceritakannya di dalam Al-Wajiz dari Asy-Syafi'i serta mengatakan 
bahwa itulah pendapat yang benar dan terpilih. Iman Haramain berkata, "Imam Syafi'i 
dan sebagian besar pengikut Abu Hanitah berpendapat untuk membiarkan hukum- 
hukum menggunakan mashlahat mursalah dengan syarat sesuai dengan mashlahat yang 
mu 'tabar (yang diakui syar'i) dikuatkan dengan penguat dari dalil pokok. 

Keempat, jika maslahat itu bersifat dhoruriyah (mendesak) yang qath 'i (pasti) 
dan kulliyah (menyeluruh), maka maslahat ini dipakai. Jika salah satu dari ketiga 
perkara ini tidak ada, ia tidak dipakai. Sedangkan maksud dari dhoruriyah adalah 
hendaknya termasuk satu dari lima perkara yang mendesak (Adh-Dhoruriyat Al- 
Khomsah), dan bersifat menyeluruh maksudnya terkait dengan seluruh kaum muslimin, 
bukan hanya menjadi maslahat seandainya mengenai sebagian orang dan yang lain 
tidak, atau dalam kondisi khusus tidak pada kondisi yang lain. Al-Ghazzali dan Al- 
Baidhowi memilih pendapat ini. 

Kemudian Al-Ghozzali memberikan permisalan dari maslahat yang bersifat 
menyeluruh dengan kasus tatarrus, yaitu ketika orang kafir menjadikan beberapa dari 
kaum muslimin sebagai tameng; jika kita bidik mereka berarti kita membunuh orang 
Islam tanpa dosa yang dia lakukan. Tetapi kalau tidak kita bidik, orang kafir akan 
menguasai kaum muslimin lalu membunuh mereka. Lantas kaum muslimin membunuh 
tawanan yang mereka jadikan sebagai tameng tadi, sehingga kaum muslimin tetap 
terjaga dengan cara membunuh orang-orang Islam yang dijadikan tameng. Ini lebih 
dekat kepada tujuan syar'i, sebab syari'at bertujuan meminimalisir pembunuhan, 
syari'at juga bermaksud untuk menghilangkannya sama sekali jika memungkinkan. 
Maka ketika kita tidak mampu menghapusnya sama sekali, paling tidak kita bisa 
meminimalisir. Dan ini merupakan pemalingan dari sebuah maslahat yang diketahui 
secara dharurat karena ia menjadi tujuan syar'i, bukan karena satu dalil, namun dengan 
dalil lain di luar pembatasan. Meskipun begitu, pencapaian tujuan dengan cara ini 
-yaitu membunuh orang tak berdosa- memang tidak didukung adanya dalil pokok, lalu 
maslahat ini menjadi semakin tidak diakui dengan disyaratkannya tiga kriteria tadi, 
yaitu harus bersifat dhoruriyah, kulliyah dan qath 'i. 

Yang keluar dari katagori kulliyah (bersifat menyeluruh) apabila suatu ketika 
sekelompok orang yang mengendarai sebuah kapal yang akan tenggelam. Jika sebagian 
dari mereka tenggelam, semua penghuni kapal akan selamat. Dalam hal ini tidak boleh 
menenggelamkan sebagian orang tadi. Sedangkan dari katagori qath 'iyyah adalah ketika 
kita merasa ragu apakah orang-orang kafir benar-benar akan menguasai kita, akhirnya 
orang-orang yang dijadikan tatarrus tadi tidak jadi dibidik, sebab kita tidak dalam 
kondisi mendesak untuk merampas benteng (orang kafir). Al-Qurthubi berkata: 
Maslahat ini, dengan ikatan-ikatan seperti itu, tidak selayaknya diperselisihkan dipakai 
tidaknya ia. 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 65 ] 



Adapun Ibnul Munir, beliau mengatakan: Itu tergantung pengambilan keputusan 
dari orang yang mengatakan. Selanjutnya, itu merupakan sebuah gambaran yang tidak 
mungkin terjadi secara kebiasaan maupun syar'i. Adapun kebiasaan, kepastian 
(qath 'iyyah) hukum kejadian-kejadian yang berdiri sendiri itu tidak akan terjadi, sebab 
itu hanya sikap bermain-main dan pembangkangan. Adapun secara syar'i, sebab Nabi 
yang jujur dan ma 'shum telah mengkhabarkan kepada kita bahwa ummat ini tidak akan 
dikuasai musuhnya untuk dibasmi habis hingga akarnya." Lebih lanjut beliau 
mengatakan, "Maka sebaiknya perkataan Al-Ghozzali tidak usah dijadikan dalil sebab 
ia memperketat syarat diterimanya dengan sesuatu yang tidak ada bentuknya." Az- 
Zarkasyi berkata, "Ini adalah kekeliruan Ibnul Munir, sebab seorang fakih akan 
memutuskan masalah-masalah yang jarang terjadi karena ada kemungkinan itu akan 
terjadi, ini dalam rangka melatih pemahaman. Hadist yang ia sebutkan tidak bisa 
dijadikan argumentasi, sebab yang dimaksudkan di sana adalah semua makhluk, 
sementara yang dipaparkan Al-Ghozzali adalah khusus penduduk setempat yang 
dikuasai orang-orang kafir, bukan seluruh dunia, dan ini jelas. 

Ibnu Daqiq Al-'Id mengatakan, "Saya tidak mengingkari orang yang 
menggunakan pokok dari mashlahat-mashlahat. Tetapi istirsal (menganggap itu 
didiamkan syar'i, penerj.) dalam hal itu serta penggunaannya memerlukan tinjauan yang 
lurus, dan bisa jadi itu nanti keluar dari batas. Dinukil sebuah riwayat dari Umar 4& 
bahwa beliau memotong lidah Al-Huthai'ah karena suka mencemooh. Jika riwayat ini 
benar, maka itu termasuk pengambilan keputusan berdasarkan mashlahat mursalah. 
Dan membawanya kepada ancaman yang membuatnya jera untuk sebuah maslahat itu 
lebih baik daripada membawanya kepada makna memotongnya karena sebuah 
maslahat. Dan ini menyeret kepada tinjauan dalam apa yang disebut maslahat mursalah. 
Beliau berkata: Sebagian qadhi mengajakku bermusyawarah dalam urusan memotong 
ujung jari seorang saksi, tujuannya untuk menghalanginya dari aktifitas menulis dengan 
memotongnya. Dan semua ini adalah kemungkaran-kemungkaran besar yang menimpa 
agama serta menganggap tidak dilarangnya berbuat buruk untuk menyakiti kaum 
muslimin." Selesai perkataan Asy-Syaukani Rhm, dikutip dari As-Sailul Jaror. 



Indah sekali kata-kata Ibnu Daqiq Al-Td tadi, yaitu melarang untuk terlalu 
gampang menganggap tidak dilarangnya sebuah maslahat dan tidak campur tangan 
terlalu dalam di dalamnya pada semua perkara. Tetapi berpendapat denganya 
memerlukan tinjauan yang lurus. Asy-Syatibi menukil dalamAl-rtishom (11/ 365-383) 
dan di dalam Al-Muwafaqot (IV/ 148), demikian juga dengan Asy-Syaukani dalam 
perkataannya terdahulu, adanya beberapa kaidah yang mengatur pendapat kaitannya 
dengan mashlahat mursalah. Kami ringkaskan dalam point-point berikut: 

Pertama : Hendaknya maslahat itu bersifat dharuriyyah (mendesak), artinya 
berdasarkan kepada enam perkara mendesak. Lebih jelasnya, maslahat itu benar-benar 
termasuk kaidah-kaidah syar'i yang sempurna, serta benar-benar merealisasikan 
disyariatkannya melindungi agama, jiwa, akal, kehormatan, nasab mapuan harta. 
Pengurutan mashlahat yang harus diperhatikan pertama kali adalah mashlahat agama, 
kedua jiwa dan seterusnya. Jadi maslahat pertama yang harus diperhatikan adalah 
mashlahat agama, barulah kemudian jiwa. Maka sebuah perkara yang bisa 
merealisasikan maslahat agama serta bisa melindungi agama manusia, itulah yang 
dikerjakan meskipun membahayakan nyawa. Menjaga agama tetap lebih didahulukan. 
Keterangan lebih rinci, silahkan melihat Al-Muwafaqat (11/ 29) 

" «OjJ^JI «illUaJl >-r>j*fi '&#■ " I 66 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Kedua : Maslahat itu bersifat kulliyah (menyeluruh). Artinya, maslahat itu 
berlaku bagi seluruh kaum muslimin atau mayoritas mereka dalam satu kejadian 
tertentu minimal. 

Ketiga : Maslahat itu bersifat qath'iyyah (pasti). Artinya, maslahat ini tidak 
bertabrakan dengan nash syar'i, atau ijmak atau qiyas. Sebab tidak ada kemaslahat sama 
sekali dalam perkara yang menyelisihi perintah dan larangan Alloh. 

Keempat : Mengambil maslahat ini tidak berdampak kepada terjadinya madharat 
yang sebanding, apalagi lebih besar. Karena ini justeru menjadi main-main dan 
berbahaya. Sehingga mashlahat yang mengakibatkan kepada bahaya yang sebanding 
atau bahkan lebih, tidak diragukan lagi itu adalah maslahat yang tak terpakai. 

Kelima : Maslahat itu tidak menghilangkan kemaslahatan yang lebih besar. 
Sebab kebijakan mengandung konsekwensi tercapainya manfaat terbesar dari dua 
manfaat. Jika kita dihadapkan kepada dua manfaat, sementara tidak ada cara kecuali 
harus mengambil salah satunya, kita wajib mengambil manfaat dan mashlahat yang 
lebih besar. 



Dengan kaidah-kaidah di atas, landasan ini menjadi terbatasi. Dan denganya 
maslahat mursalah menjadi cara yang benar dari sekian jalan kebenaran dan keadilan. 
Dengan demikian, pintu tertutup pada hal-hal yang mengalahkan syar'i bagi orang yang 
hendak membenturkan syari'at Alloh dengan maslahat yang masih samar dan dugaan 
yang tidak menghasilkan selain kerusakan di muka bumi. 

Jika hal ini jelas, dan kaidah-kaidah yang di atasnya dibangun pendapat 
mengenai maslahat mursalahpun gamblang, maka orang yang menyatakan hal itu masih 
harus mengambil satu rukun penting yang merupakan salahsatu rukun dari menyatakan 
kebolehan maslahat mursalah. Rukun penting ini adalah memahami ilmu mengenai 
realitas (waqi'), bagaimana pergulatan dan sejarahnya. Hal ini untuk memantabkan; 
mana yang lebih baik, meninggalkan perbuatan ini atau melaksanakannya? Apakah 
dengan meninggalkannya akan terpenuhi maslahat yang lebih besar, atau justeru dengan 
melaksanakannya? Dan apakah dengan meninggalkanya akan menghalangi sekian 
kerusakan ataukan kerusakan itu akan tetap terjadi secara pasti, sehingga meninggalkan 
perbuatan tidak akan bermakna sama sekali. Yang penting dan pasti, sebaiknya orang 
yang hendak mengatakan tentang maslahat mursalah harus mengerti realitas (waqi') 
sebenar-benarnya, untuk memantabkan di dalam pengambilan hukum. 

Mengenai serangan Selasa 1 1 September yang penuh berkah itu melawan negara 
Amerika, tidak diragukan lagi bahwa kaum salibis langsung menuduh fihak Afghan 
sebelum sempat debu reruntuhannya hilang berhamburan. Sementara kita mengatakan, 
belum tentu fihak Afghan yang melakukan serangan itu. Namun, kita sebaiknya 
menganggap bahwa kaum musliminlah aktor di belakang serangan-serangan itu, sebab 
anggapan inilah yang dijadikan dasar oleh sebagian mereka yang menisbatkan dirinya 
kepada ilmu (baca: ulama) dalam fatwa mereka yang mengingkari aksi tersebut. Dan 
kita dihadapkan kepada pembahasan sejauh mana disyari'atkannya aksi-aksi serangan 
seperti ini jika yang melakukannya adalah kaum muslimin. 

Setelah keterangan bolehnya aksi-aksi serangan seperti ini ditinjau dari dalil- 
dalil syar'i jika yang melakukannya memang orang-orang Islam, sekarang kita 

" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi l &-*r " [ 67 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



memasuki pembahasan tentang aksi-aksi tadi ditinjau dari sisi nilai kemaslahatan dan 
kerusakannya. Dan hingga hari ini, tidak ada tersangka di balik serangan itu selain 
Afghanistan. Maka siapa yang ingin mengukur kemaslahatan dan kerugian dari 
serangan tersebut harus mengetahui kondisi kaum muslimin di Afghanistan, serta 
kondisi mereka yang sekian lama menghadapi permusuhan Amerika yang tirani itu 
selama bertahun-tahun. Sebab kami akan katakan, orang yang berada di dalam negeri 
Afghanistan mampu mengukur kemaslahatan dan kerusakannya sebanyak 80 % lebih, 
sementara mereka yang berada di luarnya tidak bisa mengukurnya melebihi 30 %. 
Sebab Afghanistan itu, jika pelakunya memang mereka, maka dorongan yang 
menghasung mereka melakukan serangan itu pasti dorongan yang kuat sehingga mereka 
harus melakukan serangan ini. 

Dorongan-dorongan itu telah melangkahi di atas setiap kerusakan yang terjadi 
pasca serangan ini. Setiap orang berakal tahu, Amerika bakal membalas dengan semua 
kekuatan atas serangan ini. Tidak bisa dibayangkan begitu saja bahwa si pelaku -jika ia 
masih berfikir~ akan melupakan betapa besar dan kuatnya reaksi Amerika. Oleh sebab 
itu, sebelum seseorang menghukumi maslahat atau kerusakan dari serangan ini, 
sebaiknya ia memahami dengan baik pengetahuan mengenai kondisi mereka yang 
melakukan serangan-serangan ini serta mengetahui kondisi yang menimpa mereka. 
Sebab pelaku langsung tidaklah sama dengan orang yang hanya mengikuti dari 
kejauhan. Maka merupakan satu sikap gegabah ketika ada orang yang menghukumi 
sementara ia bertelekan di atas sofanya, tinggal dalam keadaan aman dalam kamarnya, 
sehat badannya, memiliki kekuatan, sementara ia jauh dalam jarak ribuan mil serta tidak 
mengerti keadaan saudara-saudaranya selain yang diberitakan oleh media-media 
informasi yang juga memusuhi mereka. 

Saya katakan termasuk sikap sembrono ketika ia nekad dengan keadaannya yang 
seperti itu untuk menyimpulkan mafsadat pekerjaan yang ia lakukan sebagaimana 
persepsi orang-orang yang anak-anaknya diusir serta tidak merasakan kesejahteraan, 
keamanan dan ketenangan, tergerogoti berbagai penyakit, mati karena kelaparan dan 
paceklik akibat embargo, tidak menemukan sesuatu untuk menutupi auratnya atau 
mengganjal rasa laparnya, sementara anak-anaknya meraung-raung di sampingnya 
karena tertimpa kelaparan dan penyakit yang akan mematikan mereka. Sesungguhnya, 
orang yang keadaanya seperti itu, kesyahidan bagi dia adalah kemaslahatan terbesar 
yang ia capai, jika Alloh memberinya taufik ke arah sana dalam keadaan beriman, sabar 
serta mengharap pahala di sisi-Nya. 

Oleh karena itu, dikatakan -sebagai misal- seorang muti harus melihat realita 
dengan baik, barulah ia menerapkan hukum syar'i yang benar dalam realita tersebut. 
Sehingga orang yang melihatnya memiliki dua sisi pandang: 

Pertama : memandang pada realita (waqi') serta mendudukkannya pada 
kedudukan yang benar menurut syar'i, seperti tahqiqul manath di Amerika; negara 
apakah ia dalam fikih Islam? 

Kedua : Melihat kepada hukum syar'i yang menjadi konsekwensi dari realita ini. 
Negara harbi memiliki hukum-hukum sendiri yang berbeda dengan negara mu'ahad. 

Jika kedua sisi pandang ini tidak sempurna, akan nampak ketimpangan. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 68 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Terkadang seseorang melihat kepada maslahat-maslahat tertentu karena ia 
mengetahui realita -misalnya-, tetapi ia tidak mengetahui bagaimana menerapkan 
hukum syar'i yang benar di dalamnya, karena ia tidak tahu tahqiqul manathnya. 

Bisa juga terkadang, seseorang mengetahui hukum syar'i tetapi tidak mengerti 
realita, sehingga terjadi ketimpangan dari sisi ini. 

Adapun jika keduanya sudah benar, barulah hukumnya benar, dan setelah itu 
tidak perlu lagi memandang kepada maslahat maupun mafsadah. 

Agar semakin jelas maksud dari kata-kata di atas, saya akan bawakan apa yang 
oleh sebagian mereka yang menisbatkan dirinya kepada ilmu sebagai mafsadah yang 
menjadikan aksi serangan ini haram jika memanga pelakunya adalah muslim. Saya juga 
akan jelaskan sisi pandang dari para penuduh itu sesuai yang saya ketahui dari realita 
mereka. Perlu diketahui, bahwa hukum asal dari serangan-serangan 11 September 
adalah boleh, sebab itu termasuk jihad dan penyerangan yang diperintahkan secara 
syar'i. Sehingga orang yang menyatakan kebolehannya tidak perlu mendatangkan dalil 
tentang adanya maslahat yang jelas selamanya. Ia cukup mengatakan, Ini adalah jihad 
yang Alloh perintahkan di dalam Kitab-Nya serta diperintahkan rasul-Nya di dalam 
sunnahnya. Nah, jika ada seseorang yang melarang perbuatan-perbuatan ini, ialah yang 
harus mendatangkan dalil yang kuat atau adanya mafsadah yang jelas sejalan dengan 
prinsip-prinsip yang telah kami kemukan agar pendapatnya itu sesuai dengan tujuan 
syari'at. Jadi, hukum asalnya adalah boleh melakukan serangan-serangan ini, sedangkan 
larangan itu datang kemudian dan tidak bisa diterima kecuali sesuai kaidah. 




" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 69 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jj;*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j _" t ~""j' 



Matsadah Pertama 

Mereka mengatakan bahwa aksi-aksi serangan ini bisa menyebabkan munculnya 
upaya serius untuk membabat habis pusat-pusat jihad di seluruh dunia, karena khawatir 
akan muncul serangan yang sama. Ini bisa jadi akan berbalik arah ke Palestina, 
Cechnya, Kashmir serta negeri Islam lainnya...dst. 

Mashlahat seperti ini termasuk mashlahat terbuang yang tidak dianggap. Jika 
kita terapkan kaidah-kaidah sebelumnya tadi, kita akan lihat bahwa itu tidak sesuai 
disebut mafsadah yang menghalangi pelaksanaan aksi ini. Hal itu terjawab dengan 
pemaparan berikut: 

1 . Kita katakan, ini mafsadah yang tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. 
Sebab Rasululloh i§ bersabda sebagaimana di dalam Ash-Shahihain dan yang lain: 

( dUi Js- ^j ill y>\ jl J». jJ-l Js- 0_jL"L«j Jj*l _y. U5\±9 Jljj" V ) 

"Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang berperang di atas 
kebenaran hingga tiba urusan Alloh dan mereka tetap di atasnya. " 

Beliau H juga bersabda sebagaimana dalam riwayat Abu Dawud : 

( oLaJl j»jj Jl Jp\j> ^L_Jrl ) 

"Jihad akan terus berlangsung hingga hari kiamat. " 

Maka tidak mungkin sampai kapanpun orang-orang kafir membabat habis panji- 
panji jihad meskipun seluruh manusia dan jin berkumpul. Sebab agama ini dan juga 
jihad akan terus eksist hingga hari kiamat. Lantas, sesuatu yang oleh syar'i diterangkan 
tidak akan pernah terjadi, bagaimana kita menjadikannya sebagai sebuah mafsadah yang 
itu berdampak kepada ditiadakannya dalil dan meniadakan serangan kepada orang- 
orang kafir?! 

2. Sesungguhnya relita yang ada menunjukkan bahwa orang-orang kafir dan 
antek-anteknya sudah berupaya keras dalam rangka membersihkan panji-panji jihad. 
Setiap kali tegak panji jihad, mereka berkumpul seluruhnya untuk menggulingkannya 
dengan seluruh yang mereka miliki. Maka orang yang mengerti kondisi para mujahidin 
akan mengetahui secara yakin bahwa negara-negara kafir -yang dikepalai Amerika- 
dan antek-antek mereka telah mencurahkan kekuatan maksimalnya untuk menyerang 
panji-panji jihad, membunuh dan mencabut syi'arnya. Sehingga aksi serangan ini tidak 
memberi tambahan kepada mereka kecuali semakin lantangnya mereka meneriakkan 
permusuhan setelah sebelumnya mereka melakukannya diam-diam. Bahkan, sikap 
lantang mereka meneriakkan permusuhan itupun termasuk mashlahat yang dicapai dari 
aksi serangan ini. Orang-orang kafir itu telah menguras semua kekuatan yang mereka 
miliki dalam rangka memberangus jihad dengan berbagai cara, namun tidak pernah 
terlihat mereka memiliki peningkatakan signifikan dari apa yang telah mereka kerahkan. 

3. Kalaulah sampai dikatakan bahwa setelah aksi serangan ini, dunia akan 
menghalangi ruang gerak harta dan personal menuju medan-medan jihad, kami katakan: 
Semua ini adalah apa yang menjadi planning mereka sebelum serangan hari Selasa 
terjadi. Di dalam pertemuan negara-negara Uni Eropa, delapan bulan sebelumnya, 

" «OjIj^JI ^UaJl oj*Jl '&&■ " [ 70 ] 



Prancis dan Rusia menawarkan proyek diberlakukannya memboikot gerakan-gerakan 
jihad dalam skala lebih besar. Proyek ini, pada bagian awalnya terdapat peringatan- 
peringatan setebal empat puluh halaman, ini ditulis oleh seorang pakar penanganan 
terorisme di Timur Tengah asal Prancis. Selesailah kesepakatan untuk memulai 
langkah-langkah nyata dan bersifat nasional per negara untuk memboikot ruang gerak 
harakah-harakah jihad, baik dari sisi harta maupun personal. Kemudian disusul negara- 
negara Komunis dan mengajukan proyek yang sama. Dan pertama kali mereka 
memutuskan untuk memboikot Afghanistan dan Cechnya secara intensif. 

Nah, jika kita sudah mengetahui statemen mereka cukup dari program-program 
mereka, kita bisa simpulkan bahwa aksi serangan-serangan ini tidak meningkatkan 
kejahatan dalam kondisi sebab kejahatan mereka telah terjadi sebelumnya. Demikian 
juga, kita bisa katakan, sesungguhnya kritikan sempit yang dialamatkan kepada 
harakah-harakah jihad sebelum terjadinya serangan 1 1 September tidak akan bertahan 
lebih dari dua bulan pada kondisi terbaik. Siapa yang memperhatikan realita, ia akan 
mengerti kekeliruan mengatakan pendapat mengenai mafsadah yang dituduhkan ini. 

4. Mafsadah ini juga terbantahkan dengan sejarah. Dahulu, Nabi ff dengan 
peperangan yang beliau lancarkan kepada kaum kuffar di Badar dan Uhud serta 
mencegat kafilah unta berikut barang dagangan mereka, kaum kafir mengumpulkan 
pasukan sekutu dari berbagai arah untuk menghadapi beliau kemudian mereka 
mengepung mereka, sampai-sampai Alloh menggambarkan tentang mereka dengan 
firman-Nya : 

.'u:U»7. ^rLJ-l l_-u1JL!I C-AJj} jU^j^I C~£-lj iU »Su» JjL*iI /y>» (^Soa* -y *S*s.\s>r s\ f 

i uyiiJi iib 

"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan 
ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai 
ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam 
purbasangka. " (QS.A1-Ahzab :10) 

Kaum kuffar quraisy datang pada bagian atas Madinah, sementara Yahudi 
mengkhianati perjanjian dari bagian bawah Madinah, sementara dari dalam sendiri, 
kemunafikan terang-terangan menampakkan diri, sampai-sampai salah seorang shahabat 
mengatakan: "Salah seorang dari kami tidak merasa aman hanya untuk pergi buang 
hajat.!!!" Kalau kita ukur dengan maslahat versi mereka ini, nanti akan dikatakan: Nabi 
M keliru, beliau lebih memilih beralih menghadapi pasukan Ahzab dan pasukan yang 
lebih kuat jumlah dan persenjatannya daripada beliau dari segi ~dan itu tidak mungkin-. 
Hal itu dengan sikap beliau yang berani menantang orang-orang kafir serta memancing 
mereka untuk memerangi beliau di Madinah. Memang, tabiat jihad itu pasti lebih 
memilih mengalihkan pilihan menghadapi musuh. Bagaimana dengan Nabi M setelah 
beliau berhasil menaklukkan Jazirah Arab padahal beliau masih lemah kekuatannya 
dibandingkan Persi dan Romawi, meskipun demikian beliau tetap memilih mengalihkan 
kepadanya dengan berdakwah dan mengutus pasukan kepada mereka, seperti pasukan 
Mu'tah, dan ghazwah yang beliau lakukan sendiri ke Tabuk? 

5. Lagi pula, mafsadah tadi yang dianggap oleh berpendapat dengannya bahwa 
itu adalah mafsadah, jika kita dudukkan dengan kelima kaidah yang telah kami 
sebutkan, kita dapati bahwa itu tidak sesuai dengan kaidah terpenting dari kelima kaidah 
itu; mafsadah itu tidak dibangun di atas salah satu dari lima perkara (atau enam, penerj.) 



" 8%?Jl ^lUdl Oj>Jl '&£?■ " [ 71 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



dharurat secara meyakinkan. Mafsadah itu juga tidak bersifat kulliyah (menyeluruh), 
tidak juga qath'iyyah. Tetapi justeru bertabrakan dengan nash syar'i. Dan kami telah 
paparkan sebelumnya beberapa nash syar'i yang menunjukkan bahwa jihad akan terus 
berlangsung hingga hari kiamat. Dus, mafsadah itu tidak menghilangkan maslahat yang 
lebih besar sekaligus tidak akan menimbulkan mafsadah yang lebih besar. Sebab apa 
yang dikhawatirkan oleh pemegang pendapat mafsadah ini memang telah terjadi 
sebelum aksi serangan ini. Dan sebagai penghapus prinsip yang mereka pegang, kita 
mesti menghentikan jihad di Palestina dan Cechnya sehingga dunia tidak bersatu-padu 
untuk memberangus kaum mujahidin. Hebat betul maslahat mursalah mereka ini! ! 




\ 






" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 72 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Matsadah Kedua 

Mereka yang berfatwa melarang aksi serangan ini mengatakan bahwa mafsadah 
berupa dihapusnya basis-basis jihad akan merembet kepada pemberangusan banyak 
sekali agenda aktifitas keislaman, dakwah, ilmiyah, sosial dan pendidikan yang 
barangkali mereka akan mengkatagorikannya sebagai suasana yang membunuh karakter 
dan membuat kesan-kesan tak sehat...dst. 

Kami katakan kepada mereka bahwa mafsadah seperti ini sudah ada sejak lama 
sebelum para mufti tersebut terhenyak melihat aksi serangan ini. Kalau kita lihat dunia 
terutama dunia Islam, mana ada kegiatan-kegitan dakwah yang bebas di sana? Ke 
manakah para ulama dan da'i? Tidak ada aktiiitas dakwah yang bebas, sementara para 
ulama di penjara. Kondisi terbaik mereka adalah tinggal dengan keadaan terpaksa atau 
berhenti dari berdakwah kecuali bila mendapat izin dari para penguasa. Kaset dan buku 
yang biasanya dibagikan tidak dibagikan kecuali dalam ruang gerak yang sangat sempit, 
itupun harus diperiksa materinya oleh para tentara thoghut supaya disetujui untuk 
dibagikan dan dicetak. Jadi aktifitas dakwah yang kalian lihat bahwa menyerangnya 
adalah mafsadah itu telah terserang selama puluhan tahun lamanya, lantas di mana 
kalian dari kenyataan ini? 



Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan sosial, telah dikucilkan dengan 
sedemikian dahsyat, bahkan Rusia dan Amerika telah meminta berkali-kali agar 
menutup beberapa yayasan Islam dengan alasan turut serta dalam membantu jihad. Pada 
musim panas yang lalu, harian Asy-Syarqul Ausath mengangkat berita mengenai 
penegasan-penegasan Menteri luar negeri Amerika Albraight yang meminta menutup 
beberapa Lembaga Islam, di antaranya adalah Yayasan Al-Haramain di Saudi serta 
beberapa lembaga lain dengan tuduhan menyokong dana untuk aksi-aksi terorisme. 

Bahkan Muktamar menteri-menteri luar negara negara-negara Arab yang 
dilangsungkan di Aljazair tahun 1414 H, materi yang dibahas dalam pertemuan yang 
menjadi tujuan kedatang mereka adalah masalah mengeringkan sumber-sumber dana 
untuk terorisme -baca : jihad- serta pelarangan menyalurkan harta zakat dan shodaqoh 
kepada para teroris. Masing-masing negara arab tadi membuat semacam Departemen 
Negara yang mengayomi semua lembaga bantuan dengan tujuan bisa menguasai 
kegiatan-kegiatan serta mengawasi administrasinya baik pemasukan maupun 
pengeluaran. Setelah itu, pemimpin negara-negara Arab berkumpul di Tunis untuk 
memecahkan masalah terorisme serta mengeluarkan pernyataan-pernyataan untuk 
memerangi Islam, sampai-sampai harian Al-Quds Al-Arabiyyah Al-Qaumiyyah menulis 
headline besar pada halaman pertama : NEGARA-NEGARA ISLAM BERKUMPUL 
UNTUK MEMERANGI ISLAM. Kemudian negara-negara arab menandatangani 
pernyataan untuk saling membantu di bawah payung Al-Jami'ah Al-Arabiyyah dalam 
rangka melawan terorisme (jihad), tidak ada yang menolak membubuhkan tanda tangan 
selain Kuwait dan Qatar. Karena kepentingan politik, pernyataan itu dimaklumatkan. 

Maka praduga kalian bahwa serangan 11 September di Amerika akan 
menimbulkan mafsadat berupa diserangnya yayasan-yayasan sosial, adalah mafsadah 
yang sudah lama terjadi, wahai para fuqoha. Agar lebih jelas, silahkan Anda lihat pasal : 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi <&£>" " [ 73 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



HAI KUDA ALLOH, NAIKLAH...dalam buku ini. Di sana disebutkan beberapa 
program dan pengarahan mereka untuk memukul gerak kebangkitan Islam sejak 
berpuluh-puluh tahun yang silam. 

Mengenai aktifitas-aktifitas pendidikan yang kalian tangisi serangan 
terhadapnya, kami katakan: berikan kepada kami satu bukti saja bahwasanya ada 
aktifitas-aktifitas pendidikan yang independent dan tumbuh berkembang milik jamaah 
islam manapun, kami akan ikuti kalian. Ataukah kalian menangisi khayalan dan hal-hal 
yang masih rancu? 

Mafsadah yang mereka sangka ini ketika kita praktekkan pada lima kaidah yang 
telah disebutkan, akan jelas bagi kita bahwa itu hanya maslahat yang samar serta tidak 
dianggap oleh syar'i. 



\ 







" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 74 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Matsadah Ketiga 

Orang-orang yang mengingkari aksi serangan 1 1 September mengira bahwa 
mungkin saja akan timbul mafsadah, yaitu ditindasnya bangsa-bangsa muslim atau 
sebagiannya oleh orang-orang dzalim. Mereka juga mengkhawatirkan bangsa Afghan 
kalau-kalau diserang Amerika. 

Kami katakan kepada mereka : Tetapkan untuk kami bahwasanya ada satu 
bangsa Islam yang tidak ditindas hari ini oleh orang-orang dzalim. Bahkan, pastikan 
kepada kami bahwa ada satu negara Islam yang bisa menyuarakan apa yang menjadi 
keyakinan mereka dan bisa beribadah kepada Alloh dengan segala kebebasan? Bahkan, 
tetapkan kepada kami ada satu bangsa Islam yang memberlakukan syari'at secara 
sempurna di setiap lini kehidupan. 

Selamanya tidak akan mungkin mereka menjawab dengan pasti dari semua 
pertanyaan tadi selain apa yang terjadi di Afghanistan. Jika kalian memang tidak 
menemukan satu bangsa yang dihukumi dengan syari'at maupun bangsa yang tidak 
tertindas, bagaimana diperbolehkan bagi kalian menghukumi sebuah amalan yang 
disyariatkan sebagai mafsadah dengan alasan menyebabkan ditindasnya orang-orang 
muslim? Subhanalloh, hebat betul!! Mafsadah sudah terjadi, bagaimana kalian baru 
merasa sekarang? 

Adapun bangsa Afghan berikut tangisan kalian terhadapnya, kami katakan 
kepada kalian, hari ini pemerintahan Islam (Thaliban) memasuki pertengahan tahun 
keenamnya, ia melaksanakan perintah Alloh membela jihad dan mujahidin. Sementara 
belum pernah kami saksikan sumbangan berarti yang bisa disebut dari mereka yang 
pura-pura menangisi tadi, baik berupa memperkuat, memberi nasehat maupun 
mengajarinya. Justru mafsadah tertindasnya Afghan oleh orang-orang dzalim itu 
disebabkan sikap 'menggembosi' kalian terhadap mereka, serta disebabkan tidak 
berdirinya kalian bersama Pemerintahan Islam (Thaliban). Tak ada seorang alim dan 
penuntut ilmu satupun yang mendaftarkan dirinya walaupun sekedar mengunjungi 
pemerintahan Islam Thaliban serta membela mereka. 

Pemerintahan itu diboikot dari seluruh negara demi jihad dan mujahidin, 
sementara tidak kami dengar satupun suara yang mengingkari seperti ketika mereka 
mengingkari terbunuhnya 'orang-orang bule tak berdosa' itu. Afghanistan diserang 
dengan rudal-rudal sementara tidak kami dengar ada orang yang membantu atau 
mengecam atau sekedar berbela sungkawa. Kalian telah lemahkan semangat dan 
meninggalkan bangsa Afghan menghadapi embargo, serangan dan ketamakan, 
kemudian ketika mereka balas menyerang -jika memang tuduhan mereka benar- atas 
semua yang terjadi pada diri mereka, kalian malah mengatakan sesungguhnya mafsadah 
dari pembalasan mereka lebih besar daripada kalau mereka diam! Mahasuci Alloh, Dzat 
Yang memberi anugerah pemahaman kepada para fuqoha itu! 

Sebagaimana tidak pantas bagi seseorang yang pura-pura menangisi Afghanistan 
padahal dialah yang pertama kali menghinakanya, maka tidak pantas juga bagi 
seseorang untuk menghukumi Afghan bahwa mereka telah melakukan satu mafsadah 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 75 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



dengan serangan ini -jika pelakunya memang mereka- kecuali kalau ia memang benar- 
benar mengerti kondisi realita yang mereka hadapi. 

Pemerintah Islam Thaliban menghadapi agresi militer yang turut andil musuh 
mereka di dalamnya mulai dari Amerika, Rusia, Iran, India, China, Tajikistan, 
Uzbekistan, Turki dan yang terakhir negara-negara Uni Eropa setelah si celaka, Ahmad 
Syah Mas'ud, mengadakan kunjungan kepada mereka. Thaliban juga menghadapi 
embargo yang dihasilkan dari keputusan negara-negara seluruh dunia dengan sepakat, 
dan tidak ada yang menolak memberikan suara kecuali tiga negara komunis dan 
penyembah berhala. 

Sementara pilihan di hadapan pemerintahan Islam Thaliban adalah terbatas, 
supaya ia bisa keluar dari embargo dan peperangan ini: 

Pertama : Ia harus tunduk kepada aturan dunia baru dan aturan kenegaraan serta 
melaksanakan ketentuan-ketentuan dari PBB sekaligus peraturan Dewan Keamanan 
nomor 1333 dan membentuk pemerintahan koalisi yang kufur dan memberlakukan 
hukum Thaghut. 

Kedua : Ia boleh terus di tempat dan memegang teguh agamanya namun 
embargo akan terus berlangsung, demikian juga dengan agresi militer gabungan 
melawannya. Kalau kematian belum juga mewafatkannya dan jatuh tahun ini, ia akan 
tetap jatuh tahun berikutnya serta mati pelan-pelan. 

Ketiga : Ia kerahkan segala kekuatannya untuk membela diri serta mencoba 
menarik kaki biang keladi pemberlakuan embargo yang melilitnya ke negeri dia untuk 
ia hancurkan kepentingannya, dan Alloh akan menolong pasukan-Nya, sebagaimana Ia 
telah tolong mereka dua kali, ketika melawan Inggris dan Uni Soviet. 

Ketiga pilihan yang tidak memiliki alternatif keempat ini benar-benar pilihan 
dilematis dan sama-sama pahit. Namun cukuplah seseorang mati di atas agamanya 
untuk ia maklumkan kepada seluruh manusia serta meneriakkannya dengan lantang 
sembari berucap: "Aku menang, demi robb Ka 'bah. " 

Maka maslahat apa yang bisa melindungi pemerintah Thaliban sementara dialah 
yang merasa bahwa seluruh dunia mengelilingi mereka serta memasang sikap 
permusuhan dan membidik dari satu busur panah sekaligus membinasakan kaum 
muslimin di dalamnya. Semua itu teriringi 'penggembosan' dari kaum muslimin 
terhadap mereka dan yang paling pertama adalah para ulama. Bahkan teriringi 
pengkafiran sebagian ulama terhadap mereka. Pilihan mereka ini tidak lain adalah 
pilihan karena rasa yakin mereka akan pertolongan Alloh di hari ketika musuh 
memasuki bumi mereka. 

Kemudian pemerintah Islam Thaliban mengetahui dengan yakin bahwa Amerika 
telah menyiapkan program militer untuk pemusnahan terhadap negerinya serta 
menyerang dengan serangan militer dari udara yang fatal serta bertujuan mencabut 
pemerintahan Thaliban serta mengangkat pemerintah Dzahir Syah yang kini diasingkan 
di Roma meskipun serangan hari Selasa itu tidak terjadi, yakni dua bulan sebelum 
terjadinya serangan 11 September. Koran Islam Pakistan Dhorbu Mukmin menukil dari 
menteri luar negeri Pakistan sebelumnya, Niyaz Zeink, bahwa para pembesar 



" «OjJ^Ji S^UCaJl >-r>j*fi '&&■ " [ 76 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



pemerintah Amerika menyampaikan kepadanya pada pertengahan Juli tahun 2001 M, 
bahwa Amerika akan mengambil kebijakan militer melawan Afghanistan sehabis 
pertengahan Oktober tahun 2001M. Seorang menteri Pakistan dulu mengatakan bahwa 
para eksekutif Amerika menyampaikan kepadanya akan program itu di tengah 
diberlangsungkannya Muktamar semua negara yang memiliki hubungan khusus dengan 
Afghanistan yang muktamar itu terselenggara atas bimbingan PBB di Berlin. 



Nawaz Sharif mengatakan, para pembesar Amerika menyampaikan kepadanya 
bahwa jika Bin Ladin tidak segera diserahkan, maka pemerintah Amerika akan 
melancarkan agresi militer untuk menangkap atau membunuh dia dan Mulla 
Muhammad Umar, pemimpin gerakan Thaliban. Pemerintah Pakistan mengisyaratkan 
bahwa tatget lebih luas dari agresi tersebut adalah jatuhnya pemerintah Thaliban serta 
pengangkatan pemerintahan transisi dari orang-orang Afghan moderat. Mungkin saja 
negara itu akan dipimpin kembali oleh raja Afghan sebelumnya; Dhahir Syah. 

Petinggi Pakistan dahulu juga menjelaskan bahwa Washingthon akan 
melancarkan serangan-serangannya dari kamp-kamp konsentrasi di Tajikistan di mana 
di sana tinggal beberapa orang Amerika yang menjadi penasehat aksi. 

Ia juga mengatakan bahwa Uzbekistan akan turut serta dalam serangan itu dan 
tujuh belas ribu tentara Rusia sedang bersiap-siap. Ini mengisyaratkan bahwa serangan 
militer itu akan terjadi sebelum melelehnya salju di Afghanistan sehabis pertengahan 
Oktober menurut perkiraan maksimal. 

Pihak pemerintah Pakistan sebelumnya masih meragukan kemungkinan 
Amerika akan membatalkan rencana-rencananya, meskipun Bin Ladin segera 
diserahkan oleh Pemerintah Thaliban. 

Stasiun BBC menyiarkan pernyataan ini bersumber dari statemen Diplomasi 
Pakistan periode lalu yang menyatakan bahwa Amerika sedang menyusun rencana 
untuk melakukan pendekatan militer melawan Usamah bin Ladin dan gerakan Thaliban 
hingga sebelum terjadinya serangan sepekan yang lalu. 

Jika berita ini telah sampai ke telinga Pemerintahan Thaliban, maka kesigapan 
untuk segera melakukan serangan terlebih dahulu -jika memang ia pelakunya- 
termasuk keunggulan taktik militer yang cantik. Oleh karena itu, berangkat dari berita- 
berita yang sampai kepadanya ini, pemerintahan Thaliban melakukan serangan cantik 
yang mengobrak-abrik lembar-lembar catatan yaitu dengan melakukan pembunuhan 
terhadap si celaka Ahmad Syah Mas'ud. Maka kacaulah lembar-lembar pemberontakan 
dan terberailah pemikiran-pemikirannya. 

Jika memang Thaliban juga yang melakukan serangan 11 September di 
Amerika, maka ini termasuk kematangan strategi militer yang dibutuhkan. Merupakan 
tindakan bodoh kalau Thaliban menunggu sampai orang-orang Amerika dan para 
pembantunya siap untuk menyerangnya. Bahkan, serangan yang terjadi di Amerika itu, 
kami lihat telah memecah sekutu-sekutu Amerika melawan pemerintah Thaliban. Di 
hari pertama, persukutuan itu telah mencapai klimaks dan puncaknya. Setelah itu, kami 
lihat ada statemen-statemen terkesan pesimis dan takut serta agak berhati-hati muncul di 
awal satu pekan kemudian. Lantas bagaimana keadaannya jika waktu berjalan satu 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 77 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



bulan? Bahkan bagaimana kondisinya setelah perang yang tidak direstui Alloh itu 
berjalan satu bulan? 

Inti dari perkataan tadi, kami ingin jelaskan bahwa pemerintah Islam Thaliban 
berada di antara beberapa pilihan, yang terbaik adalah memasuki peperangan frontal 
meskipun ia harus menanggung kerugian dan harus terbunuh seluruhnya, cukuplah 
mereka mati di atas Islam dan mereka telah melaksanakan perintah Alloh serta tidak 
berbelit-belit dalam satu kepentinganpun selain Alloh. Sebagaimana yang dikatakan 
Syaikh Umar Abdurrohman -semoga Alloh membebaskan tahanan beliau- di dalam 
kitabnya Ashnaful Hukmi wal Hukkam: "Sungguh, semua orang berdiri dan menuntut 
diberlakukannya syari'at kemudian mereka semua dibunuh, itu lebih baik daripada 
mereka semua hidup sejahtera di bawah kekuasaan hukum thoghut. Sebab semua orang 
yang mati demi membela agama, merekalah orang-orang yang oleh Alloh perbuatan 
mereka disebut : 

"Itulah kemenangan yang besar. " 

Sebagaimana yang dilakukan oleh Ashahabul Ukhdud." 

Sebenarnya, bangsa Afghan tidak rugi, meskipun mereka rugi dunia dan 
terbunuh, tetapi kaum mushmin di belahan bumi manapun, merekalah yang merugi 
ketika mereka menyerah dan lebih memilih kesejahteraan serta ridho dihukumi dengan 
undang-undang buatan manusia. Mereka mengira bahwa inilah yang disebut maslahat. 
Mereka menyangka, maslahat adalah ketika seseorang hidup, sedangkan mafsadah 
adalah ketika ia dibunuh, tanpa memandang; apakah ia hidup dalam keadaan kafir, atau 
mati dalam keadaan mukmin. Maka, maslahat mutlak adalah ketika seorang hamba 
hidup dalam keadaan mukmin dan mati dalam keadaan yang sama. 

Selanjutnya, mereka mengatakan bahwa seluruh penduduk bumi akan 
menyerang dan membunuh bangsa Afghan setelah serangan 1 1 September terjadi. Kami 
katakan, mereka semua membangun kesimpulan di atas praduga-praduga dan terkaan- 
terkaan serta kemungkinan-kemungkinan saja. Tetapi ketika bangsa Afghan melakukan 
serangan itu, mereka memiliki keyakinan bahwa kondisi mereka akan semakin 
membaik ketika Alloh menolong mereka atas musuhnya, jadi mereka berbaik sangka 
kepada Alloh dan Dia pasti akan menolong mereka, serta melaksakan perintah sekaligus 
menempuh semua cara demi eksistensi dan kelanjutan negara mereka. Lalu bagaimana 
dengan orang-orang yang berburuk sangka kepada Alloh, mereka menghukumi aksi 
serangan ini keliru sebab mereka memprediksi bahwa Alloh akan hinakan hamba- 
hamba-Nya dan kaum Salib akan menang atas mereka?! 

Padahal kaidah syar'i mengatakan, 

( ^jgi jkj v ^uji ) 

"Keraguan tidak membatalkan keyakinan. " 

Keyakinan adalah Alloh pasti menolong hamba-hamba-Nya walau setelah 
melewati waktu yang panjang, keyakinan bahwa Alloh akan meninggikan panji Islam 
serta mengalahkan kekururan. Lantas bagaimana keraguan dan buruk sangka mereka 
kepada Alloh akan membatalkan keyakinan bangsa Afghan kepada Alloh?! 

" sjgj^ji *LXtA\ oj^Ji ia^- " [ 78 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Yang jelas apapun kondisinya, mafsadah yang diperkirakan oleh mereka yang 
mengingkari serangan 11 September akan terjadi gara-gara itu, adalah mafsadah yang 
dahulupun sudah ada dan terjadi. Sedangkan serangan itu tidak memberikan tambahan 
sedikitpun selain menjadikannya semakin vulgar saja setelah sebelumnya diam-diam. 
Dan ini sebenarnya adalah maslahat yang jelas, supaya kaum muslimin semakin 'melek' 
dan mengerti permusuhan orang-orang kafir terhadap mereka. 

Maka maslahat yang mereka klaim itu tidak sah secara syar'i dan merupakan 
maslahat yang terbuang. Siapa yang ingin memastikan hal itu, silahkan menerapkannya 
pada kelima kaidah yang telah disebutkan setelah ia memahami kondisi dunia Islam, 
khususnya Afghanistan. 




\ 






" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 79 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Matsadah Keempat 

Mereka yang mengingkari serangan serangan itu mengatakan, di antara 
mafsadah yang akan ditimbulkan darinya adalah kaum muslimin di barat akan 
mengalami tekanan serta menghadapi berbagai bentuk intimidasi dan permusuhan 
setelah yahudi memanfaatkan berita mengenai kejadian ini melawan mereka. Dan ini 
akan menghilangkan maslahat yang jelas bagi mereka, sebab barat termasuk daerah 
bebas bagi banyak kaum mushmin yang tertindas di negeri mereka. 

Kami katakan: Ini mafsadah ini tidak bersifat kulliyyah (menyeluruh). Dan telah 
kami paparkan sebelumnya, bahwa maslahat yang dianggap sah adalah yang bersifat 
menyeluruh, artinya menyangkut kepentingan kaum muslimin seluruhnya, atau paling 
tidak mayoritas, atau untuk jumlah terbanyak di atas jumlah minimal. Sementara jumlah 
kaum muslimin di Amerika berdasarkan laporan terakhir sensus yang dilakukan 
beberapa Islamic Center yang ada berjumlah delapan juta muslim. Yang sering datang 
ke masjid-masjid dan markas-markas keislaman berjumlah maksimal satu juta dari 
mereka dari mereka sebagaimana laporan sensus. Selanjutnya, orang-orang yang tinggal 
di Amerika karena menjadikannya sebagai tempat hijrah, mereka lari ke sana dari 
kejaran thoghut, orang yang kondisinya seperti ini barangkali tidak mencapai lima ratus 
muslim, setelah diteliti betul. Mereka inilah yang bisa kita katakan bahwa Amerika 
adalah tempat satu-satunya yang aman dari fitnah. Adapun selainnya, kaum muslimin 
sisanya yang pindah ke sana, rata-rata datang untuk mencari hasil penghidupan dan 
dunia. 

Jika demikian, bagaimana mungkin kita menangkan maslahat limaratus, atau 
satu juta atau delapan juta muslim, di atas kemaslahatan lebih dari tiga ratus juta muslim 
minimal, yang mereka ini ditindas oleh Amerika. Bangsa muslim Irak misalnya, 
jumlahnya mencapai duapuluh juta jiwa muslim, diembargo oleh Amerika sejak kurun 
waktu panjang. Sebanyak satu juta dua ratus ribu muslim tewas akibat embargo, rata- 
rata adalah anak kecil. Embargo itu juga menyebarkan wabah mematikan dalam bentuk 
yang membingungkan mereka. 

Kemudian bangsa muslim Afghan yang jumlah penduduknya mencapai tiga 
puluh juta jiwa, mendapat sanksi embargo Amerika sejak kurang lebih dua tahun. 
Selama masa embargo itu, yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu muslim. 
Bermacam wabah penyakit dan kemiskinan menyebar mengenai 95 % kaum muslimin. 

Lagi, bangsa muslim Palestina, diembargo, diusir dan dibantai Amerika sejak 
lima tahun. 

Bangsa Indonesia yang jumlahnya mencapai dua ratus lima puluh juta muslim, 
dicabik-cabik dan dikristenkan Amerika dan terus melakukan memboikotnya dengan 
rencana-rencana untuk memecah belah negaranya dan kaum muslimin. 

Tak jauh beda dengan Philipina, juga negara-negara muslim lainnya. Semua 
permasalahan ini, di mana Amerika menjadi aktor utama di belakang pembantaian- 
pembataian kaum muslimin, tidak ada solusi yang jelas bagi kaum muslimin. Bahkan, 
semuanya diam untuk mencari jalan keluar, bagaimana negara demi negara dijatuhkan, 
bagaimana kehormatan demi kehormatan diperkosa. Maka sikap lamban dan pelan- 



" SjGj^Ji &Xai\ UfS\ uu6- " [ 80 ] 



pelan itu tidaklah terdapat maslahat yang jelas di sana, meskipun hanya maslahat yang 
masih pradugapun tidak ada di sana, tetapi justeru kerusakan di dalamnya lebih jelas. 

Kalau orang-orang yang mengingkari serangan 11 September itu tidak 
mempunyai solusi, lantas mengapa mereka kemudian marah jika salah seorang dari 
mereka bergegas membuat solusi yang bisa jadi itu akan mengantarkan langkah yang 
bertujuan membebaskan bangsa-bangsa muslim tadi dari kedzaliman Amerika? 

Sesungguhnya memelihara kemaslahatan minoritas kaum muslimin yang hidup 
di barat supaya mereka bisa hidup nyaman dengan menyia-nyiakan puluhan juta muslim 
yang kita belum pernah berfikir untuk memperhatikan kemaslahatan dan 
menghilangkan kedzaliman dari mereka, adalah termasuk kedzaliman dan permusuhan 
terbesar kepada bangsa-bangsa muslim. Jika tidak demikian, bagaimana kita bisa 
berpangku tangan dari membela jutaan kaum muslimin. Yang terdekat adalah bangsa 
Palestina dan Irak, mereka lebih tepat mendapatkan bantuan nyata dan berarti. Tetapi 
kemudian, ketika dilakukan akthltas berarti untuk membantu mereka, kita justru 
katakan: Ini bukan tindakan bijak?! Kalau begitu apa sikap bijak yang akan 
menghantarkan kepada bantuan berarti menurut kalian?! 

Kalau saja bangsa Afghan melakukan aksi 'kamikaze' ini sekedar untuk 
membebaskan diri dari embargo atau untuk membalaskan dendam tujuh puluh ribu 
muslim yang terbunuh gara-gara pemberlakuan embargo dan dendam jutaan orang yang 
terusir dari negeri mereka, tentu itu sudah cukup sebagai maslahat yang 
memperbolehkan mereka melakukan aksi serangan ini, walaupun sampai 
membahayakan satu juta kaum muslimin di Amerika, meskipun kami meyakini bahwa 
bahaya itu masih belum jelas kecuali tinjauan yang hampir-hampir tidak bisa disebut. 



" «JjJ^JI ^lUaJl oj*Jl uu6- " [ 81 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Matsadah Kelima 

D/ antara hujjah orang-orang yang mengingkari operasi serangan ini; menurut 
mereka, barat akan berasumsi terhadap orang Islam sebagai sosok pembantai, yang 
jika ada kesempatan ia akan membikin kekacauan pada umat manusia serta 
menghalangi hak-hak mereka. Asumsi seperti ini akan menghalangi barat untuk 
menerima Islam atau minimal mau mempertimbangkannya. Ini juga akan merintangi 
misi Yayasan-yayasan dakwah yang ada di barat sekaligus membuat dinding pemisah 
yang sulit diruntuhkan atau dilewati...dst. 



Menyedihkan sekali perkataan para fuqoha kita, kami kasihan kalau itu sampai 
menjadi mafsadah yang menabrak nash-nash syar'i yang memerintahkan 
untukmenyerang serta mengintai musuh di setiap tempat. Dan kami katakan kepada 
mereka, kalau disebabkan pemberlakuan syari'at hudud di kalangan kaum muslimin 
Barat sudah beranggapan bahwa agama kita adalah agama darah, pembunuhan dan 
merusak, apa masuk akal jika seseorang mengatakan jangan terapkan hukum hudud 
supaya barat tidak menganggap kita dengan sebagai para pembantai ? Sesungguhnya 
melihat hukum-hukum syar'i dengan kaca mata Barat dan mempraktekkannya 
berangkat dari diterima tidaknya oleh gerombolan salibis, tidak akan keluar selain dari 
pribadi gambang mengalah yang melihat ada nilai duniawi di dalam Islam, dan 
beranggapan bahwa Islam adalah agama yang perlu didialogkan agar barat merasa 
takjub lantas mereka masuk Islam. 

Cara pandang seperti ini termasuk kebatilan terparah. Islam adalah berujud nash- 
nash syar'i diiringi sunnah ajaran Muhammad; maka apapun yang terdapat dalam nash- 
nash serta dilakukan oleh Rasululloh H tidak akan terjadi kecuali kebaikan. Siapa yang 
mengatakan kepada barat bahwa Islam tidak terdapat penumpahan darah di dalamnya? 
Sesungguhnya Nabi H berkata kepada kaum Quraisy ketika beliau berthawaf di Ka'bah 
sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad: 

( ^tjJju «_>-"?r wLaJ sJ-j J-«j£- (f*«-ftj cj>-^'5 L«i lJ^j^ j^*** 4 jyu^J ) 

"Kalian dengar wahai segenap bangsa Quraisy, demi Dzat yang jiwa 
Muhammad berada di tangan-Nya, aku datang kepada kalian dengan sembelih. " 

Ingat, di antara nama beliau adalah Adh-Dhohuk Al-Qottal (murah senyum dan 
tak segan membunuh), beliau adalah nabi rahmat sekaligus nabi yang "penyembelih". 
Beliau #t tidak datang selain untuk menyembelih orang-orang kafir dan keras kepala, 
sebagaimana dalam sebuah riwayat Ahmad dari Ibnu Umar 4& : 

,cS-j Us Cj£ <J>jj ,} 3ts *'i ^J dU«i ^ aJj>-« aJ)I wLxj .£>• i_ju^jVs ApL^Jl (_£Jj ijv C--Jt; ) 

( p-^* y& ^y^. v*°" cyi ^y ^aJi^- y ^- jUw2% J jji J**-j 

"Aku diutus menjelang hari kiamat dengan pedang hingga Alloh saja yang 
disembah, tidak ada lagi sekutu bagi-Nya. Dan reiekiku dijadikan di bawah bayangan 
tombakku, serta dijadikan hinda dan rendah orang yang menyelisihi perintahku. 
Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia seperti mereka. " 



" «JjJ^Ji S^LUaJl oj^Jl uu6- " [ 82 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



Silahkan orang-orang kafir mengambil nash-nash ini dan mengatakan tentang 
Nabi kami M bahwa beliau adalah penjagal, bahwa beliau diutus untuk membunuh 
manusia, agamanya adalah agama mercenaries yang tidak mencari harta selain dengan 
perang dan merampas, bahwa ummat Islam menawan kaum wanita dan memperbudak 
anak kecil. Ya, dengan segala kebanggaan, inilah agama kami, meskipun Barat 
menjuluki kami dengan berbagai sifat, kami akan sembehh siapapun yang menentang 
syari'at. Kami akan ambil hartanya, kami tawan wanitanya, dan kami perbudak anak- 
anaknya. Inilah yang dilakukan rasul kami H dan para shahabatnya sepeninggal beliau 
Radhiyallohu Anhum ajma 'in. 

Di saat kita bersemangat ketika barat memberikan gambaran tentang kita bahwa 
kita adalah sosok muslim moderat yang cuci tangan dari apa yang dilakukan nabinya H 
sendiri serta para shahabat sepeninggal beliau, saat itulah Alloh hinakan kita sekaligus 
menjadikan kita sebagai budak mereka, akhirnya merekalah yang membantai kita, 
menawan wanita kita, memperbudak anak-anak kita, kita justeru yang membayar jizyah 
kepada mereka dengan tangan sementara kita dalam keadaan hina. 

Mengapa mereka yang menisbatkan dirinya kepada ilmu itu begitu bersemangat 
ketika barat tidak menganggap mereka sebagai sosok tukang membunuh? Padahal barat 
dan yahudi tidak bersemangat amat ketika blok timur tidak menjuluki mereka dengan 
gelaran tukang jagal? Mereka mengamalkan keyakinan bathil mereka lantas tidak 
menggubris siapapun, sementara kita malah tidak mengamalkan keyakinan kita lantaran 
takut imej tentang kita berubah di sisi mereka!. 

Kami proklamirkan dengan jelas, bahwa kami tidak menghendaki dari Barat 
selain salah satu dari tiga hal. Mereka masuk Islam, lalu apa yang berlaku bagi kami 
juga berlaku bagi mereka, apa yang menimpa kami juga menimpa mereka. Atau mereka 
membayar jizyah kepada kami dengan tangan sementara mereka dalam keadaan hina. 
Jika mereka membangkang yang ini dan yang itu, kami tidak punya pilihan lain selain 
pedang. Jika kami bisa menguasai mereka semua setelah mereka menolak Islam dan 
jizyah, kami akan tumpas para pemuda mereka dan kami bunuh mereka sejak anak-anak 
pertama dari bapak mereka. Inilah agama kami, kami memiliki harga diri, dan mereka 
tidak. Juga, bahwa ketika Nabi Isa SSS! turun, jizyah dihapus dan yang ada tinggal Islam 
atau pedang. Kasihanilah agama kita, kasihanilah agama kita wahai para penyeru 
kepada imej yang baik, jangan kalian perbagus imej kalian di sisi Barat selain dengan 
cara yang dikerjakan Rasululloh H ! ! 

Kemudian, jika kami turuti maksud bathil kalian sebagaimana yang kalian 
inginkan di belakang penghapusan syari'at-syari'at sehingga Barat tidak mengatakan 
bahwa kita ini penjahat, apakah gambaran mengenai kaum muslimin berubah menjadi 
baik di sisi Barat? Adakah dalam benak Barat tentang muslim selain gambaran 
pembunuh, jahat dan kotor? Tidak mungkin, sampai kapanpun mereka tidak memiliki 
imej tentang kaum muslimin selain itu, propaganda-propaganda dan film-film produk 
Holywood menjadi bukti semua itu. Sampai kapanpun mereka tidak memiliki gambaran 
tentang seorang muslim selain itu dan sekali lagi film-film keluaran Holiwood menjadi 
saksi akan hal itu. Termasuk partikel-partikel mustahil Anda temukan dalam film-film 
mereka adanya sosok muslim yang mulia, jujur dan penuh simpati, selama-lamanya 
tidak akan ada. Yang ada dalam memori mereka dan pemikiran semua orang, orang 
Islam itu lebih jelek daripada kerikil yang diinjak-injak. Sampai orang Islam yang 
dibunuh dan diusir di Palestina sekalipun. Mereka mencapnya sebagai teroris meskipun 

" SjGJ^JI &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 83 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



sebenarnya orang-orang barat itu memperlakukan hak mereka secara tidak adil serta 
menindas dia. 

Tidak mungkin gambaran mengenai sosok seorang muslim itu baik menurut 
barat kecuali dengan satu hal yang diterangkan Alloh ta'ala dalam firman-Nya : 

f& ^L> £yj (J>- c^jUaJl Nj ^j^Jl di^P ^>J <jJj- 4 

" Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga 
kamu mengikuti agama mereka... " (Al-Baqarah: 120) 

Mereka akan terus melancarkan makar dan perang kepada kita meskipun kita 
perbaiki sosok pribadi kita serta kita tunduk-tundukkan kepala kita, sebagaimana firman 
Alloh ta'ala : 

4 jjjJl^- I4J ,»-» jLJl ol^i dlJjb ir^^b W 3 -^' <3 (»-AL^f cuk^- dJ-^jti ^IS" ^aj 

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) 
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekajiran), seandainya mereka sanggup. 
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam 

kekajiran, maka mereka itulah yang siasia amalannya di dunia dan di akhirat, dan 

mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. "(QSA1-Baqarah : 217) 

Jika kita ikuti agama mereka, mereka akan ridho, damai dan mencintai kita. Dan 

inilah yang diusahakan banyak orang dengan cara berlepas dari sebagian syari'at Islam 

yang tidak diridhoi barat. Inipun tidak cukup untuk menjadikan barat ridho sampai kita 

berlepas dari agama Islam secara total. 

httpc/flahlaLi *axem 

Maka penolakan mengerjakan perintah syar'i bersama mereka dengan maksud 
agar kita tidak perburuk citra kita di sisi mereka dengan klaim untuk mendakwahi 
mereka, ini adalah perkara yang tidak akan pernah dibenarkan oleh syar'i. Lebih dari 
itu, mengapa dia melihat maslahat dakwah barat serta masuknya mereka ke dalam 
agama Alloh sementara ia tidak melihat maslahat terlindunginya agama dan nyawa 
jutaan kaum muslimin disebabkan permusuhan Amerika terhadap mereka. Mengapa 
pula ia menangkan maslahat yang pertama daripada kedua? 

Kami juga katakan, bahwa orang-orang yang mengingkari aksi 11 September 
memiliki khayalan luas yang mereka adopsi dari mafsadah-mafsadah yang masih samar 
dan sekedar klaim saja, di mana terlalu banyak memakan tempat untuk meneliti serta 
menjawabnya satu persatu. Hanya, kami sudah jelaskan di muka kaidah-kaidah dalam 
mengaplikasikan mashlahat mursalah. Maka setiap kali menampilkan apa yang mereka 
sebut mafsadah atau maslahat, cocokkanlah dengan kelima kaidah tadi, jika memang 
sesuai berarti memang benar. Jika tidak, berarti itu termasuk mashlahat yang tidak 
terpakai. 

Yang penting, kami ingin sampaikan kepada kaum muslimin bahwa umat Islam 
sekarang sedang hidup di zaman paling buruk dalam sejarahnya, berupa kehinaan, 
terkotak-kotak, dan tertindas. Tidak hanya dari sisi pemerintahan, penguasa maupun 
personalnya, tetapi dari semua sisi dan di segala bidang. 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 84 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~^' 



Hari ini kekufuran, kefasikan, kejahatan dan kezaliman sedang naik daun. Dan 
kami kira di sana kami tidak menemukan adanya mashlahat-mashlahat yang 
sesungguhnya dan mendesak, di mana itu memberikan kesempatan kepada kita untuk 
menghapus pengamalan dari sebagian nash-nash syar'I lantaran hal itu. Kemaslahatan 
terbesar yaitu kemaslahatan agama, itupun kami tidak temukan telah dijadikan hukum 
dalam semua bidang kehidupan bangsa Islam manapun dengan sempurna. 

Kami hidup bersama, bahkan kami melihat sendiri, orang yang tidak hafal dalil- 
dalil hukum syar'i serta tidak menguasai fikih dengan baik, ia berani melontarkan 
pendapat bahwa yang ini maslahat dan yang ini mafsadah. Semua itu dibangun di 
atasnya penghapusan perintah Alloh, berupa jihad, amar makruf nahi munkar, terang- 
terangan menyuarakan kebenaran dan memberlakukan hukum syar'i. Semua itu untuk 
memenuhi maslahat yang masih bersifat praduga. 

Ibnu Majah meriwayatkan dari Khobab mengenai firman Alloh ta'ala : 

i JjlOiJ! y Oj&i f» <uy Jl 

"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi 
hari dan petang hari, sedang mereka menghendaki keredhaan-Nya. Kamu tidak 
memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak 
memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu 
(berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al- 
An'am:52) 

Ia berkata, Al-aqro' bin Habis At-Tamimi dan Uyainah bin Hushn Al-Fazari 
datang. Mereka melihat Rasululloh H bersama Shuhaib, Bilal, Ammar dan Khobbab. 
Beliau duduk dalam sekelompok orang-orang mukmin yang lemah. Ketika mereka 
melihat orang-orang lemah itu duduk di sekitar Nabi H, mereka lantas menganggap 
remeh orang-orang lemah itu, lalu mereka datang kepada beliau dan memisahkan diri 
bersama beliau. Mereka mengatakan, "Kami ingin anda membuat majelis untuk kami 
yang bangsa arab akan mengenal dan menghormati kami. Karena utusan-utusan bangsa 
Arab datang kepada Anda, dan kami malu kalau bangsa Arab melihat kami duduk 
bersama para budak itu. Maka jika kami nanti datang kepada anda, suruhlah mereka 
pergi dari hadapan anda. Jika kami sudah selesai, silahkan duduk kembali bersama 
mereka jika anda mau." Beliau menjawab, "Baiklah. " 

Mereka berkata, "Kalau begitu, tulislah untuk kami satu tulisan." Akhirnya 
beliau meminta lembaran dan memanggil Ali untuk menulis. Kala itu kami duduk di 
samping beliau, maka turunlah Jibril SSS dan menyampaikan (firman Alloh): 

"Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi 
hari dan petang hari, sedang mereka menghendaki keredhaan-Nya. Kamu tidak 
memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak 
memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu 



" SJjJ^J! ^lUaj! oj*Jl uu6- " [ 85 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



(berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al- 
An'am:52) 

Perhatikanlah -semoga Alloh merahmati Anda- , jika Nabi H ketika berhasrat 
untuk menyuruh pergi para budak tadi untuk kemaslahtan dakwah saja ditegur Alloh 
ta'ala serta Alloh membantah bahwa itu maslahat. Rasululloh H melihat bahwa 
maslahat duduk bersama para petinggi serta masuk islamnya orang-orang kafir selain 
mereka yang berada di majelisnya lebih besar daripada maslahat duduk bersama para 
budak di sisi beliau. Sebab kalau para pemuka itu beriman, semua penduduk Mekkah 
pasti beriman juga. Artinya, melindungi agama empat orang budak itu lebih besar di sisi 
Alloh daripada masuk Islamnya para pemuka kaum kuffar, sehingga Rasululloh it 
ditegur atas perbuatan itu serta Alloh terangkan bahwa itu bukan mashlahat 
sesungguhnya yang harus ditempuh dan dilaksanakan. 

Alloh Swt. juga menegur rasul-Nya yang mulia M di dalam surat 'Abasa dengan 
firman-Nya: 

4 . . tsj^^ aajL^ ^Sju _jl ^Sy^ 4i*J dLj-b L«j (co-^^l ««-^- o\ J,jvj tr^ ^ 

Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang 
seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya 
(dari dosa). atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi 
manja 'at kepadanya ? " (QS. Abasa: 1-4) 

Di sini, Alloh menegur rasul-Nya karena beliau berpaling dari orang buta yaitu 
Ibnu Ummi Maktum serta menghadapkan diri kepada mendakwahi orang-orang kafir 
Quraisy yang datang kepada beliau. Maka melindungi keislaman dan keimanan orang 
buta itu lebih besar di sisi Alloh daripada masuk islamnya para pemuka Quraisy. 

Hendaknya orang-orang yang tidak memiliki orientasi selain menjaga dunianya 
dan keamanan kehidupannya melihat bagaimana iman seorang lelaki buta lebih utama 
di sisi Alloh daripada masuk Islamnya para pemuka orang-orang kafir. Merekalah 
orang-orang yang menyatakan kemaslahatan tidak adanya prioritas terhadap orang- 
orang kafir di atas kaum muslimin hingga tidak membahayakan sekian puluh kaum 
muslimin dan bahkan mungkin menghilangkan pekerjaan mereka. Dan agar tidak 
sampai memperburuk citra kaum muslimin di sisi orang-orang kafir. Maka kami 
katakan, barangsiapa yang mau, silahkan beriman, dan siapa yang mau, silahkan kufur 
maka tempat yang dijanjikan kepada mereka adalah neraka jika mereka mati di atas 
kekumran itu. 

Maka maslahat terbesar adalah bagaimana supaya agama kaum muslimin tidak 
tertimpa badai cobaan, dan itu dengan memberlakukan undang-undang positif kepada 
mereka. Juga dengan memasukkan orang-orang kafir ke dalam negeri mereka dan 
dengan bersikap loyal kepada mereka. Dengan memberlakukan embargo supaya mereka 
mau tunduk kepada hukum thaghut. 

Maslahat yang harus dilihat adalah maslahat terlindunginya agama kaum 
muslimin yang justeru dijadika sebagai maslahat terakhir yang dilihat -menyedihkan 
memang- oleh mereka yang menyatakan adanya mafsadah dan mashlahat. Kita 
memohon hidayah hanya kepada Alloh. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 86 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jj;*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Mendahulukan maslahat mengamalkan nash syar'i di atas maslahat yang 
nampak oleh akal adalah pemahaman para shahabat Radhiyallohu 'Anhum ajma 'in, 
sebagaimana Imam Muslim meriwayatkan dari Rafi' bin Khudaij 4« kata-kata beliau: 

/»jj oLS U«.U*J .-**«il j»UkJj f->J\j C-iiJU Ujj^S^i |g rtSll Jj-^j jL fr p ls^ l/L)*^' J^^ ^ 

C *-iil ^J-^JJ ^' A^ljlaj UiU UJ jUf^l -s- H aJ)I <}y»j UU* JUis JO>j^P -^ U>rj 

"Kami membajak tanah di zaman Rasululloh M lalu kami menyewakan seperti 
tiga dan seperempat serta makanan tertentu. Lantas datanglah seseorang pada suatu 
hari dari saudara sepamanku, ia berkata: 'Rasululloh M telah melarang kita dari 
perkara yang bermanjaat bagi kita, tetapi ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya itu 
lebih bermanfaat. " 

Akhirnya para shahabat meninggalkan apa yang mereka lihat terdapat mantaat 
yang lebih kuat bagi mereka. Mereka kemudian beranjak untuk mengikuti nash yang 
menghapus dan membuang manfaat-manfaat dzahir tadi. Ini menunjukkan dengan jelas 
bahwa mengikuti nash dan ketaatan kepada Alloh dan rasul-Nya itu lebih bermanfaat, 
hingga walaupun mengakibatkan adanya marabahaya secara dzahir atau membuang 
manfaat-manfaat sementara. 

Dan perlu diketahui, di mana ada nash, di sana ada mashlahat. Sebab maslahat 
itu selalu menyertai nash, itu pasti. Maka jika engkau melihat kepada nash syar'i 
kemudian engkau tidak melihat adanya maslahat yang menyertainya secara dzahir, 
maka celalah akalmu. Bisa jadi, maslahat itu tidak nampak tetapi Alloh mengetahuinya. 
Meskipun begitu, sebuah kepastian bagi kami, bahwa mengamalkan nash itulah 
maslahat terbesar. Oleh sebab itu, ketika indikasi tidak adanya maslahat dalam 
peperangan (jihad) terdapat dalam pemahaman para mukalla/, Alloh tegaskan dan 
tampakkan hal itu di dalam ayat yang memerintahkan berperang. Alloh Swt. berfirman: 

u^ Ij^- Ol ^s-* i*-^ y^~ 5-*3 U;~" I^Ai^j Ol ,^s» r*-^ ip 5^3 JuJDI ,»_>->1p l_uj p 

${ Ov«-Uu j (»-*Jlj (*-U«j a^Ij t*-*^ j** _J-*J 

" Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang 
kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan 
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah 
mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. Al-Baqarah:216) 

Maka jangan langsung terbayang dalam benak seorang mukalla/ bahwa perang itu tak 
lain adalah hilangnya nyawa dan harta. Tetapi hikmah di balik itu Allohlah yang tahu, 
dan maslahat terpenting adalah, jasad boleh hilang tapi din tetap kekal. Sebagian fisik 
(kaum muslimin) boleh mati, tapi yang lebih banyak dari akan tetap eksis di bawah 
naungan Islam yang mulia dan solid. 

Di akhir pasal ini, saya akan coba meringkaskan beberapa maslahat materiil 
yang terhasilkan dari aksi serangan September ini. Dengan catatan, bahwa maslahat 
terbesar yang ia hanya berdiri sendiri itu sudah cukup. Maslahat terbesar itu adalah 
pelaksanaan perintah Alloh Swt. supaya kita memerangi orang-orang kafir serta kita 
intai mereka dari berbagai tempat mengintai. Ini adalah maslahat terbesar yang tercapai 
jika yang melakukan adalah seorang muslim. 



" 5JG-^Jl &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 87 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Beberapa Maslahat Materiil dari Serangan 11 

September 

Serangan Selasa 11 September yang penuh berkah itu menyisakan 
kegembiraan bagi setiap orang yang di dalam hatinya masih ada keimanan. Sebab 
berbahagia lantaran musibah yang menimpa orang-orang kafir adalah disyari'atkan 
dalam agama kita sebagaimana Alloh menggambarkan sifat kaum mukminin ketika 
Persia yang musyrik kalah dari Romawi yang ahli kitab: 

"Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat 
dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi 
Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).Dan di hari (kemenangan 
bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan 
Allah.Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya.Dan Dialah Yang Maha Pengasih 
lagi Maha Penyayang. " (QS. Ar-Rum : 1-5) 

Jadi merasa gembira itu disyari'atkan pada setiap musibah yang menimpa 
orang-orang kafir, meskipun itu melalui tangan orang kafir lainnya. Sementara sedih 
dan kasihan atas hal itu dilarang dan tidak disyari'atkan, berdasarkan firman Alloh 
ta'ala: 

i ^ylSOi ^i Jj> ^h y* ) 

" maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kajir itu. 
(QS. Al-Maidah :68) 

Juga firman Alloh kepada Musa: 

4. uji— liil j»jiil Js- ^b" *>U ^j^l j 0_^A <u^> C%*ij\ r-^ "^j^- ^ J^ ^ 

" Allah berjirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas 
mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar 
kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati 
(memikirkan nasib) orang-orang yangjasik itu. " (QS. Al-Maidah:26) 

Serta dalil-dalil lainnya. Syaikh Ali bin Khudhoir Al-Khudhoir telah 
merincikan hukum ini dalam fatwa beliau yang dikeluarkan sepekan setelah serangan 
1 1 September, silahkan merujuk kembali ke sana. 

Lagi pula, mengapa kita tidak merasa senang di hari ketika kita saksikan 
negara yang paling hebat menyerang Islam dan kaum mushmin menjauh sendirian 
dalam lumuran darahnya, menjadi korban yang diserang, ditimpa ketakutan dahsyat 
yang menyerangnya menyebabkan kepalanya harus lari mencari perlindungan di 
dalam naungan benteng, bangunan-bangunan runtuh di tengah-tengah onggokan besar 
yang kita bersamanya kita berharap Amerika setelah hari ini akan melihat dengan 
seribu kali pikir kepada permasalahan-permasalahan yang dihadapi dunia Islam, ia 
akan segera menghentikan permusuhannya dari mereka, hingga kalaulah Amerika 
akan melakukan balas dendam dengan segera, namun ia pasti akan kembali berfikir 

" SjGJ^JI a^UaJl oj*Jl '&&■ " [ 88 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



dan bagaimana menghargai hak kemanusiaan; sebab tidak mungkin orang melakukan 
aksi seperti ini dengan diri mereka sendiri hanya karena alasan sepele, tetapi alasan itu 
telah menguasai dan memenuhi hati karena saking dengkinya kepada Amerika, kalau 
bukan karena itu, bagaimana mungkin seorang lelaki akan melakukan sendiri dan rela 
mati demi matinya Amerika. Amerika memang harus mengoreksi dirinya kembali, 
untuk menjawab tandatanya-tandatanya seperti ini. 

Sesungguhnya jatuhnya 6333 korban meninggal dan melemahnya mereka 
lantaran korban luka dan yang terkena dampak negatif dari aksi ini tidaklah cukup 
untuk menyembuhkan isi hati kaum muslimin kepada Amerika. Maka kita masih 
butuh kepada seribu serangan seperti ini agar jiwa kaum muslimin lega dan 
terbalaskan dendam mereka. 

Sebagaimana dampak negatif material juga melampaui jumlah yang 
dibayangkan, namun begitu, Amerika memerlukan berlipat-lipat kerugian seperti ini 
untuk bisa sadar dari mabuk dan keangkara murkaannya. Serangan-serangan seperti 
ini memiliki dampak terhapusnya 
perekonomian. Aksi itu secara langsung 
menimbulkan kerugian senilai puluhan 
miliar dollar, dan dalam tempo singkat 
kerugian akan naik hingga bilangan ratusan 
miliar dollar serta mengarah kerugiannya 
sampai satu trilyun dollar; artinya seribu 
milyar dollar lebih, hanya dalam tempo 
sekejap. Bangunan WTC "Alto-M" berisi 
para pemikir dan articulate ekonomi yang 
banyak sekali. Di antaranya ada 2.000 
pegawai yang berkerja di perusahaan 
dagang pada bursa efek yang meninggal 
dunia. 

Demikianlah, ratusan perusahaan 
raksasa kehilangan pemikir dan file-file 
dokumennya. Sedangkan dua bangunan 
menara ini, sekarang senilai lebih dari 23 
Milyar dollar. Namun, berita-berita yang 
ada tidak terfokus kepada kontruksi-kontruksi bangunan yang banyak dan memenuhi 
bangunan-bangunan itu, yang runtuh sedikit demi sedikit sebagai tambahan kerugian 
materi. Seolah kita dihadapkan kepada sebuah serangan nuklir taktis. Radio Suara 
Amerika menyatakan bahwa harga dari bangunan-bangunan yang runtuh termasuk dua 
menara WTC, hingga hari ini mencapai 45 Milyar dollar. 

Asal tahu saja, reruntuhan bangunan ini mencapai setengan juta ton, belum 
rampung pembersihannya kecuali baru sedikit sekali, tidak lebih dari 20.000 ton. 
Gubernur New York mengatakan bahwa mereka memerlukan waktu enam bulan 
untuk menghilangkan reruntuhan dan operasi pembersihan. Dan beban biaya yang 
harus dikeluarkan untuk melakukannya adalah 20 milyar dollar sebagaimana yang 
telah dianggar khusus oleh konggres. Nyala api masih terus menyala meskipun waktu 
sudah berjalan sepekan. Tidak ada seorangpun yang tahu, sampai kapan Manhattan 
akan terkena polusi udara yang mencekik. 




" «.Ajj^Ji SllUaJi <->°jd\ &&~ " 



[89] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Dampak-dampak berikutnya mulai meluas. Perusahaan asuransi mulai 
memperbincangkan tentang musibah ini. Artinya, ketidaksanggupan perusahaan itu 
untuk membayar hak-hak yang semestinya dibayar. Mulai juga pembicaraan seputar 
biaya ganti rugi untuk mereparasinya. Jumlah yang ditaksir harian Daily New York 
hingga saat ini mencapai 25 milyar dolar. Kejadian ini mengakibatkan 108 ribu orang 
kehilangan pekerjaan, tidak termasuk para pegawai usaha penerbangan yang akan 
disebutkan nanti. Dinas Perpajakkan juga mengalami kerugian hingga tiga miliar 
dollar. Sedangkan kerugian usaha perhotelan hingga hari ini mencapai 7 juta dollar 
perhari. Maka pemberlakuan standart keamanan histeriapun mulai diberlakukan di 
seluruh Amerika serikat dengan meningkatkan kadar persiapan hingga maksimal. 

Setelah itu, perusahaan penerbangan mengumumkan kerugian-kerugian yang 
terjadi seketika dan benar-benar mengena. 

Efek dari serangan ini merambat menyeberangi samudera Atlantik mengenai 
perusahaan penerbangan Eropa. Baru berjalan dua pekan, sebanyak lebih dari 68 ribu 
karyawan di non aktifkan, hanya di pabrik pembuatan pesawat di Amerika serikat. 
Sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat, jumlah itu akan mencapai lebih dari 100 
ribu orang. Perusahaan-perusahaan Amerika mengajukan bantuan dana pertama 
kepada pemerintah sebesar 24 milyar dollar, yang mana hari ini 15 milyar dollar di 
antaranya dikhususkan pemerintah sebagai tunjangan pertama untuk membantu 
perusahaan-perusahaan itu. Sebagian besar perusahaan penerbangan Eropa 
mengumumkan bakal terjadinya berbagai kerugian tahun ini dikarenakan ancaman 
bom. Sementara itu, beberapa rencana sangat rahasia telah mengumumkan bahwa 
perusahaan ini mengalami colaps gara-gara serangan-serangan ini. 

Dalam sidangnya di Brussel, para komisaris perusahaan penerbangan juga 
menyatakan turunnya pangsa penjualan pesawat hingga dua milyar dollar, turunnya 
penjualan suku cadang pesawat hingga 6,5 milyar dollar di tahun 2002 dan 6,7 milyar 
dollar di tahun 2003. 

Diperkirakan, produksitifitas dunia secara global mengalami kemunduran 
sebanyak 747 milyar dollar, artinya 2,2 % dari pemasukan dunia tahun 2002 M 
sebagaiman disebutkan dalam laporan yang dipublikasikan Biro Kajian Ekonomi di 
London. Laporan itu mengatakan bahwa kerugian yang dialami Inggris saja mencapai 
20, 16 milyar dollar tahun depan. Presenter dari laporan itu, Douglas Makola Mist, 
mengatakan: "Semua kerugian yang teranalisa ini adalah ketika dalam kondisi tidak 
ada aksi serangan lain atau reaksi berupa perang, kalau itu terjadi, kerugian akan 
semakin berlipat ganda." 

Dampak serangan ini juga berpindah ke Timur Tengah. Negara-negara Timur 
Tengah mengumumkan bahwa pasar transportasi akan mengalami stagnasi, bahkan di 
sebagian negara ada kemungkinan gulung tikar. Amerika dan negara-negara barat 
juga telah menyarankan untuk membatalkan perjanjian dengan beberapa negara Islam 
yang juga mengalamai kemunduran gara-gara hal itu, lantaran hancurnya bidang 
produksi dan teknologi yang kedua-duanya dikendalikan oleh para pakar dari barat. 

Tetapi, memang kerugian ekonomi terbesar dari reaksi ledakan ini adalah yang 
dialami Bursa Efek di New York; di mana pasar transaksi harta Amerika dalam sehari 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 90 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



mengalami kerugian sebesar 500 milyar dollar, berarti setengah trilyun. Kemungkinan 
akan bertambah sepekan kemudian. 

Yang jelas, dinas transportasi akan terkena imbasnya tahun depan. Dan kocek 
Amerika akan memasuki ombak dari sikap kemewahan dalam urusan harta, 
melakukan rekontruksi-rekontruksi serta persiapan-persiapan militer. Padahal 
anggaran pertama kali yang diberikan khusus untuk persiapan-persiapan adalah 40 
milyar dollar. Sementara perekonomian Amerika sebelum terjadinya serangan ini 
sedang menghadapi kemunduran cukup serius. Semua indikasi yang ada 
mengisyaratkan bahwa itu akan terus berlanjut dan semakin dalam saja. Ada beberapa 
peneliti ekonomi yang mulai membandingkan kerugian-kerugian ini dengan kerugian 
krisis ekonomi terbesar dalam tiga dasawarsa selama abad dua puluh. Para pelaku 
usaha ekspor-impor juga merasakan berbagai hambatan melelahkan disebabkan 
menyusutnya perjalanan via pesawat, dari dan menuju Amerika serikat. 

Perekonomian Amerika, dalam satu pilarnya bersandar kepada opini 
keamanan, yang selama ini menganggap Amerika dibentengi dengan berbagai 
pelindung di sekitarnya serta sangat jauh dari serangan-serangan dunia. Tapi lihat 
sekarang, ia seperti sebuah pulau besar yang berada persis di tengah-tengah 
kekacauan ini. Kehilangan unsur keamanan dilihat dari hancurnya wibawa negara 
besar ini, akan terus melahirkan pengaruh-pengaruh ekonomi di atas gelombang yang 
susul menyusul. Perekonomian Amerika mengalami penyusutan-penyusutan 
berkelanjutan selama setengah abad lalu, di mana semula lebih dari 50 % produksi 
dunia, kini mengalami penuranan hingga 25 %. Tidak menutup kemungkinan, 
penyusutan ini akan terus berlanjut selama puluhan tahun ke depan. Dan ini akan 
terus mempengaruhi nilai tukar Dollar. 



Mengkaitkan masalah perekonomian dan pengaruhnya; sesungguhnya pola 
kehidupan orang Amerika benar-benar telah mengalami serangan di saat mereka tuli. 
Amerika hari ini benar-benar menyaksikan kondisi siaga keamanan yang akan 
merubah kehidupan serba mewah orang Amerika menuju neraka yang tak tanggung- 
tanggung. Pemberlakuan pemeriksaan keamanan sedemikian ketat di bandara- 
bandara, tempat-tempat wisata dan kota-kota besar. Amerika tidak akan pernah lagi 
mengecap rasa aman meskipun di tengah-tengah negaranya sendiri. Maka biarlah 
mereka merasakan apa yang dirasakan kaum muslimin selama puluhan tahun. 

Yang lebih penting dari semua itu, dan termasuk hasil terbesar dari serangan 
ini adalah bahwa Undang-undang Globalisasi Amerika yang merupakan proyek 
terbesar untuk menyebarkan kekururan dan kecabulan-kecabulan dalam dunia Islam, 
kini telah pergi dan tidak akan pernah kembali. Atau perkiraan minimal ia kembali 
mundur dua selama dua tahun yang lalu. Semua orang tahu bahwa Perundangan 
Globalisasi dunia adalah tangan panjang Amerika untuk memukul siapa saja yang 
mencoba berkembang melebihi di luar kawanannya. Ia juga merupakan tali yang 
mencekik siapa yang bergerak di luar orbitnya. Kalau dulu Amerika mengeluarkan 
keputusan-keputusan untuk memberlakukan embargo ekonomi terhadap negara ini 
atau itu, maka hari ini kita saksikan Amerika malah memerlukan negara-negara yang 
dulu ia embargo ekonomi untuk membantu dia keluar dari musibah ini. Ia mulai 
mengulurkan tangannya kepada berbagai negara dan rakyatnya agar mereka sudi 
membantunya sebagaimana yang ditegaskan oleh pimpinan yang mengajarkan sihir 
kepada mereka. 

" SjGJ^JI &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 91 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Para pemuka Amerika telah berkubang dalam lumpur dan kini mengetahui 
siapa dirinya sebenarnya. Sehari sebelum serangan, kami membaca di koran bahwa 
CIA memiliki proyek pelihan pasukan pemotong sebagai mata-mata dia. Ia juga 
menyatakan memiliki pesawat-pesawat sebesar lebah sebagai mata-mata. Ternyata 
semua omong kosong ini terungkap dan nampaklah kepalsuannya. Amerika dengan 
semua kekuatan, kekuatan marinir dan semua ocehannya ternyata tidak mampu 
melindungi lokasi departemen pertahanan dan gedung putihnya. Serangan ini telah 
menampakkan wujud asli dari pemerintah Amerika serta keamanan Amerika yang 
sebenarnya. 

Kita turut berbahagia dengan kehancuran bangunan berlumur dosa yang syetan 
menegakkan singgasanya di sana, mengirim pasukannya dari sana untuk membuat 
kerusakan di muka bumi. Bangunan yang kami maksud adalah gedung Dephan 
Amerika, Pentagon. Gedung inilah yang menjadi titik awal berangkatnya kejahatan 
kemanusiaan paling keji dan paling besar. Dari gedung inilah dikeluarkan pelatihan- 
pelatihan. Dan dialah yang dulu menyiapkan peta-peta geografis dari dua kota, yakni 
Hiroshima dan Nagasaki di Jepang yang mana keduanya diluluhlantakkan dengan 
penghancuran total menggunakan eksperimen pertama bom nuklir yang ditembakkan 
kekuatan Amerika kepada Jepang, di mana yang ikut menjadi korban lebih dari dua 
ratus ribu manusia tanpa kesalahan yang mereka lakukan. 

Bangunan ini pulalah yang mengatur jalannya perang Vietnam sejak tahun 
1954 hingga 1975, yang menjadi korban saat itu hampir mencapai empat juta orang. 
Sedangkan di Kamboja dan Laos terbunuh lebih dari dua juta orang. Di Irak, terbunuh 
lebih dari satu juta tujuh ratus ribu muslim sejak tahun 1991 hingga 2001M. 

Di Palestina, yang menjadi korban keganasan teroris zionis, lebih dari tiga 
ratus ribu muslim sejak tahun 1948, lagi-lagi tanpa ada dosa yang mereka lakukan. 
Lebih dari lima juta muslim juga terusir dari tempat tinggal sebagai pemilik yang sah 
ke luar dari lahan miliknya dengan maksud tempat mereka diduduki oleh para 
pengungsi yahudi yang datang dari seluruh penjuru dunia. 

Di Lebanon, yang menghadapi serangan-serangan yang bertitik awal dari 
'bangunan syetan' itu, sebanyak sepuluh ribu rakyat sipil tak bersalah melalui tangan 
pasukan Amerika dan Israel yang disenjatai penuh oleh Amerika, di mana itu 
dijalankan dan didanai transaksi jual belinya oleh LSM-LSM Amerika yang memiliki 
hubungan dengan Dephan -Pentagon- kepada siapa saja yang ia mau dan dia halangi 
dari siapa saja yang dia mau. Dan bagian yang dihantam dari 'bangunan jahat' ini 
adalah Kantor Rahasia Departemen Pertahanan, dan yang lebih penting dari itu adalah 
Markas Marinir Laut Amerika yang dari sanalah Amerika bisa memerangi seluruh 
negara di dunia. 

Semua kasus yang kami sebutkan tadi, aksi penyerangannya dijalankan dan 
direncanakan dari gedung kementerian pertahanan yang salah satu sisi gedung itu 
berhasil diledakkan dengan sempurna pada hari Selasa penuh berkah itu. Kami tidak 
ingin berbicara tentang apa yang terjadi di Nikaragua, Panama, Elsafador dan negara 
Amerika Latin lainnya atau sebagian negara-negara Eropa Timur. Itu adalah perkara 
yang sudah diketahui seluruh dunia. 

" SJGj^JI &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 92 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Yang lebih menambah kegembiraan kita adalah bahwa inilah yang pertama 
kah sejak perang saudara di Amerika terjadi di mana seluruh daerah Amerika 
menyaksikan kehancuran di berbagai daerah, menyaksikan darah dialirkan serta 
mengetahui bahwa di bawah puing-puing reruntuhan itu terdapat sebagian keluarga, 
teman dan kerabat sementara dirinya tidak sampai kepadanya. Dulu, kehancuran dan 
ketakutan seperti ini terletak sangat jauh dari daratan dan udara Amerika. Adapun hari 
ini, semua itu mengenai mereka dengan suara dan bentuknya sekaligus. 

Seandainya mereka terilhami oleh memori film-film yang di tayangkan di 
televisi tentang kejadian di Baghdad, kota damai tahun 1991, ketika saat itu ia luluh 
lantak di tangan kekuatan Amerika dan sekutu-sekutunya dari Eropa. Seandainya 
mereka menyaksikan apa yang dilakukan kekuatan Israel kepada orang-orang 
Palestina setiap harinya, dengan sokongan senjata dan perlindungan dari Amerika. 
Seandainya mereka menyaksikan pesawat-pesawat tempur, tank-tank dan rudal-rudal 
Amerika menghancurkan sarana infra stuktur rakyat Palestina. 



Dampak (positii) yang lain adalah terpilahnya barisan masing-masing dan 
semakin jelasnya kenyataan sebenarnya bagi kaum muslimin. Timbulnya sikap Al- 
Wala wal Barro ' dan realisasi permasalahan itu secara nyata. Kembali bergemanya 
seruan berjihad dan dihidupkan kembali dalam jiwa kaum muslimin serta meninggi 
panjinya. Nampaknya kedengkian kaum sahbis sebenarnya dan taring-taringnya yang 
menyeringai, runtuhnya teori-teori kufur; seperti pluralisme agama, pendekatan 
dialogis kepada barat, demokrasi dan kebebasan ala Amerika. Tersingkap pula 
dongeng tentang kondisi di Amerika yang katanya aman itu dan bahwa klaim bahwa 
dirinya mengetahui sampai rangkakan seekor semut di seluruh penjuru dunia ternyata 
klaim dusta. 

Pecahnya pembatas rasa takut pada diri penduduk dunia seluruhnya; bahwa 
negara terkuat manapun meski sekuat apapun dia, pada dasarnya adalah lemah. 
Mengetahui sunnah-sunnah Alloh di alam semesta ini dan mencocokannya dengan 
realita. Negara-negara kafir semakin vulgar dalam menyatakan permusuhannya 
melawan Islam setelah sebelumnya diam-diam dan semakin jelasnya bendera masing- 
masing fihak. Nampaknya orang-orang munafik dari orang-orang Islam dan 
tersingkapnya borok mereka. Nampaknya ulama yang pejuang dan semakin jelas 
siapa sebenarnya yang menginginkan dunia dari pada akhirat di antara mereka. 
Jelasnya persatuan kaum muslimin dan sikap saling bahu membahu dan persiapan 
mereka untuk meninggalkan dunia demi kemuliaan Islam. 

Dan maslahat yang mulai nampak banyak sekali, tidak mungkin dibahas satu- 
persatu mengingat terbatasnya tempat. Dan Alhamdulillah, setiap hari muncul satu 
maslahat yang menjadikan seorang mukmin bergembira, baik berupa meningkatnya 
kerugian materi Barat, atau dengan terpilahnya barisan kaum muslimin dengan jelas. 

Kita semua berharap serangan ini menjadi titik awal berakhirnya umur 
Amerika. Kita memohon kepada Alloh agar memperlihatkan keruntuhan dan 
kehancuran Amerika segera. Kita juga memohon kepada-Nya agar mencabik-cabik 
kekuasaan mereka, mencerai-beraikan persatuan mereka, menggoncangkan pijakan 
kaki mereka, mengalahkan serta menjadikan mereka sebagai ghanimah baridah (yang 
diperoleh dengan mudah, tanpa harus berperang, penerj.) untuk kaum muslimin. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 93 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Waspadailah Kemurtadan dari Islam Wahai Para 

Fuqoha' 



Kami mendengar dan baca beberapa fatwa kaitannya dengan masalah politik 
yang dicampur adukan sedemikian rupa secara syar'i. di sana kami membaca adanya 
sikap menangisi kaum salibis sekaligus menyatakan belasungkawa kepada mereka, wal 
Hyadzu billah. Mengherankan sekali mereka, di saat mereka mengerti mana mashlahat 
dan mana mafsadah serta mempraktekkanya, kenapa mereka tidak menguatkan 
mafsadah berupa pemanfaatan kaum salibis dari fatwa-fatwa seperti ini untuk 
memusuhi saudara-saudara kita sendiri, di atas kemaslahatan yang memperbaiki citra 
kaum muslimin di benak barat, sehingga mereka tidak mengeluarkan fatwa tersebut? 
Semua fatwa itu, bagi pembaca dan penelaahnya tidak akan melihat selain keinginan 
mencari ridha para penguasa atau Amerika, atau ridho opini kalangan luas masyarakat 
barat yang kafir. 

Kalau mafsadah itu hanya berhenti pada terancamnya beberapa orang dari kaum 
muslimin, tentu urusannya mudah. Tetapi, urusan ini melebar hingga fatwa itu menjadi 
salah satu dari sekian pintu kemurtadan yang itu sangat-sangat jelas dalam agama. 

Keterangan dari perkara besar yang terkesan dilupakan oleh mereka yang 
menisbatkan dirinya kepada ilmu itu ~dan merekalah yang mengajarkannya kepada 
murid-muridnya sejak beberapa tahun yang lalu, tapi ketika ia meletakkan bab yang satu 
ini pada nilai norma standar dan bertabrakan dengan dunia mereka yang akan lenyap 
jua~; mereka telah menginjak-injaknya di bawah telapak kaki mereka dan mereka 
lumurkan makna Al-Wala wal Baro di dalam tanah, di bawah telapak kaki Amerika dan 
antek-anteknya. Semua itu supaya dunia mereka yang menyenangkan namun fana itu 
tetap bertahan dan mereka mengira akan mampu menguasainya. 

Pertama kali, saya nukilkan fatwa Syaikh Ahmad Syakir sebelum memasuki bab 
ini secara rinci: 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 94 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Fatwa Syaikh Ahmad Syakir tentang Hukum Orang yang Membantu 
Inggris 



Di dalam buku beliau Kalimatul Haq hal. 126-137 dalam tema : "Penjelasan 
kepada bangsa Mesir secara khusus, dan kepada bangsa Arab dan Umat Islam 
umumnya.", Syaikh Ahmad Syakir berkata : "Adapun bekerja sama dengan Inggris 
dalam bentuk kerja sama apapun, banyak maupun sedikit, maka itu adalah kemurtadan 
yang membabi buta serta kekufuran yang gamblang, tidak ada satu udzurpun di 
dalamnya . Tidak berguna takwil yang menyertainya, tidak selamat dari hukum ini 
orang-orang bodoh yang lancang, tidak juga perpolitikan yang tidak pada tempatnya 
maupun sikap bermanis muka yang itu adalah kemunafikan; sama saja apakah itu 
dilakukan perorangan, pemerintahan atau para pemimpin. Mereka semua dalam 
kekufuran dan kemurtadan adalah sama. Kecuali orang yang jahil dan keliru, kemudian 
ia mengetahui kesalahannya dan bertaubat serta mengambil jalan orang-orang beriman. 
Maka mereka ini semoga saja diterima taubatnya oleh Alloh, kalau mereka ikhlas 
karena Alloh, bukan tujuan politik atau karena manusia. 

Dan saya kira, saya bisa menerangkan hukum memerangi Inggris serta hukum 
bekerja sama dengan mereka dengan bentuk kerja sama maupun muamalah apapun, 
sehingga setiap muslim yang bisa membaca bahasa arab bisa memahaminya, dari 
manusia kelas apapun, di bumi manapun mereka berada. 

Sayapun mengira, setiap pembaca tidak ragu lagi sekarang, dalam satu perkara 
gamblang yang tidak memerlukan keterangan atau dalil lagi: bahwa keadaan Perancis 
sama dengan Inggris, menurut setiap muslim di muka bumi. Sesungguhnya permusuhan 
Perancis terhadap kaum muslimin serta kelancangan mereka yang membabi buta dalam 
pekerjaan menghapuskan Islam dan memerangi Islam, berlipat ganda daripada 
persekongkolan dan permusuhan Inggris. Bahkan mereka mereka bersikap masa bodoh 
dalam kelancangan dan penganiayaan; mereka membunuh suadara-saudara muslim kita 
di setiap negeri Islam yang mereka memiliki kekuasaan dan pengaruh di sana. Mereka 
melakukan kejahatan dan kekejaman-kekejaman yang menjadikan kejahatan-kejahatan 
dan keganasan Inggris kecil dan menyusut dibandingkan dengan itu. Maka mereka dan 
Inggeris adalah sama. Darah dan harta mereka halal di manapun tempatnya. Dan tidak 
diperbolehkan bagi setiap muslim di jengkal bumi manapun untuk bekerja sama dalam 
bentuk apapun dengan mereka. Bekerja sama dengan mereka hukumnya sama dengan 
bekerja sama dengan Inggris, yiatu : murtad dan keluar dari Islam secara global, 
berbentuk apapun kerjasama bersama mereka itu, macam dan jenis apapun. 

Dan di suatu hari silam, tidaklah saya dungu atau tertipu. Saat itu saya mengira 
bahwa pemerintahan di negeri-negeri Islam akan menyambut hukum Islam, lalu mereka 
memutuskan hubungan dengan Inggris maupun Perancis, baik hubungan politik, 
intelektual, maupun ekonomi. 

Tetapi ternyata saya menyaksikan kaum muslimin berada di atas pijakan kaki 
mereka, dan sikap mereka terhadap perintah Alloh kepada mereka, serta kehinaan di 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 95 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



dunia dan adzab di akhirat yang Alloh sediakan untuk mereka jika mereka memberikan 
pengaturan diri dan akal mereka kepada musuh-musuh Alloh. 

Saya ingin mengenalkan hukum Alloh kepada mereka kaitannya dengan kerja 
sama dengan musuh-musuh mereka, yang menghinakan dan memerangi agama di dalam 
negeri mereka. Saya ingin kenalkan kepada mereka akibat-akibat kemurtadan seperti ini 
yangmana orang yang masih saja melakukan kerja sama dengan musuh berkubang 
dalam lumpurnya. 

Hendaknya setiap muslim mengerti bahwa belahan bumi manapun ketika 
bekerja sama dengan musuh-musuh Islam yang memperbudak kaum muslimin, baik 
Inggris, Perancis, para sekutu dan yang semisal dengan mereka, dengan kerja sama 
berbentuk apapun, atau mengajak mereka berdamai dengan tidak memerangi mereka 
sekuat tenaga, apalagi yang menolong mereka dengan kata-kata dan perbuatan untuk 
mencelakakan saudara seagamanya sendiri; sungguh ketika seseorang melakukan salah 
satu dari perbuatan tadi kemudian ia sholat, maka sholatnya batal, atau bersuci dengan 
wudhu maupun mandi atau tayammum, maka bersucinya batal. Jika ia puasa; yang 
wajib maupun sunnah, maka puasanya batal. Atau naik hajji, maka hajjinya batal. Atau 
membayar zakat wajib, atau mengeluarkan shodagah sunnah, maka zakatnya batal dan 
tertolak. Atau dia melakukan ibadah kepada robbnya dengan bentuk ibadah apapun, 
maka ibadahnya batal tertolak. Dalam semua itu, ia tidak memperoleh pahala 
sedikitpun, bahkan ia mendapatkan dosa dan kesalahan. 

Hendaknya setiap muslim tahu: Bahwa ketika ia melakukan cara yang hina ini, 
amal perbuatannya sia-sia, berupa seluruh ibadah yang ia lakukan terhadap robbnya 
sebelum ia kembali ke dalam lumpur kemurtadan yang ia ridhoi terhadap dirinya sendiri 
ini. Kita berlindung kepada AUoh, jika seorang muslim hakiki yang beriman kepada 
Alloh dan rasul-Nya sampai ridho dengan perbuatan seperti ini . 

Hal ini mengingat bahwa Iman adalah syarat sahnya setiap Ibadah, sekaligus 
syarat diterimanya, sebagaimana itu adalah perkara gamblang yang sudah maklum 
dalam agama secara pasti, tidak ada seorang muslimpun yang menyelisihinya. 

Karena Alloh Swt. berfirman: 

" Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerina hukum-hukum Islam). 
Maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi. (QS. 
Al-Maidah:5). 

Karena Alloh Swt. berfirman: 

y&« C~a->£ 4.LO ■■£■ *->*Sj> jJjj i V'9 j U?.^l q\ Ajjj •■£■ ^St^jj ,g^~ (*-**> y^^A). aJ i}J JJ p 

i jjjJl^ l$J *jh jUl ^J\^J\ dJUjlj lj>H\^ LJjJl j ,J>UpI cJ^ dJU/li yU" 

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) 
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekajiran), seandainya mereka sanggup. 
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam 

kekajiran, maka mereka itulah yang siasia amalannya di dunia dan di akhirat, dan 

mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. "(QS.A1-Baqarah : 217) 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 96 ] 



Karena Alloh ta'ala bertirman: 

4JU *>JO» (tJj-^> J-^j )L /**J s"-Uj' i+"t. J ~ ' *j »*Wb' cSjLs-sJlj ^j-gJl ljJ_> t "J* V L~*l JjJjl LjJl L> J> 
L^2J 01 ^j^ 1 OjJjij *-fe» OjPjL-j jj^y (t-4-Ji <3 ^jjJjJ <-f/** J^LLJl fj^' (-S^-SJ. ^ <^' <J"i ,*-&* 

* l I - . c . c * c c . I f . c »•' 

•jjJjI Jj-^ij <j\->olJ -» g T-g'1 <j ll/*^' ^* / J^" b^»''^» ft o-^ /--* r^ 5' rcliJlj ^b o\ Jm\ ,c^*3 qj\s 

j c . . c . -*- . . . c J, e . . c — 

4 ^jJj^L^- IjJ-w^li -t-ALjpl C. !?;•»- ♦Sjt-L j^l (t-^LCJ J-_J>r JJjL) L*~JI -jjJJl ?.Vi*i L~«l 

" flai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi 
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin 
bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi 
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya 
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka kamu akan 
melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-oang munajik) bersegera 
mendekati mereka (yahudi dan Nasrani), seraya berkata:"Kami takut akan mendapat 
bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul- 
Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal 
terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang 
beriman akan mengatakan:"Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh 
dengan nama Allah, bahwasannya mereka benar-benar beserta kamu" Rusak binasalah 
segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. " (QS. Al-Maidah 
: 51-53) 

Karena Alloh ta'ala bertirman: 

p£\i jJJS *J> .jLlj j»jk Jj~-> Qll?,.tJl (_£jJ>l («J> (j~J L Jj«J -y> (t-Ajlol ^lt- Ij-^Jjl ^jjJlJr l)| |* 

ajjsj^LLI « {?««" ISj ~_jL>i jt-AjL~J +1xj AJllj y>")j\ (j^J (J (tJKj-JaJL-* jjjI Jjj L> LAjS' jjjJJJ jJlS 
•jjjl c_~— ->- (»1 «JL-pl !•»■•»- U 4jIw3j LAjSj aJ.1 Jfl>~~J L IjJtjl (%-J^lj jJJ-> .t-SjLplj , ,_ -H^J jjJ, Jaj 

JjiJl ^jJ- 3 -*_j_j-*y-Jj j^jsL^o ^ijjtli jt-^-TLj^ «.LtJ jJj ^l*J»l jjjI rji4 ^jJ 01 ^j- 4 »4-Ji 3 
l«J-v5j Ij-o ^jjJJl 01 *jjL>I IjJ-J « •jjLajIj «Sju« •jjJj&Ls?! (»Jj»J ^>- -»_xjjLjJj (t-SJL_pl «JUj Aillj 

•jjjl L^jl L> «-iL-pl U ,-».„., j Lt-v-> Jjkll lj , .,*->_ J (_£jjl «J (JA^J L Jjt> /y> Jj**Jl IjSLij Jjl Lv-> /-P 
jUjTjtJ-j IjjL V jjjI J-~-~* --P jJwsj IjyjjT -jjJJl 0} (t_xJL.pl ljilflJ "Vj Jj^jJl IjJtialj jJll Ijj-Jal Ij^T 

^ (t-SCJUpl jtijo ^jjj jtiOw jJiIj OjIpSII *-j'!j (t-LJl Jl LpjJj IjjJ? *>Ls jtJ jjjI jiit> J& 

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) 
sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah 
(berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena 
sesungguhnya mereka (orang-orang munajik) itu berkata kepada orang-orang yang 
benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi):"Kami akan mematuhi 
kamu dalam beberapa urusan" ,sedang Allah mengetahui rahasia mereka. 
Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka 
seraya memukul muka mereka dan pungggung mereka. Yang demikian itu karena 
sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) 
mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus 
(pahala) amal-amal mereka. Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam 

" AJuJ^Jl ^JJjaJl oj>Jl ijup- " [ 97 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Dan kalau 
Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar- 
benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya.Dan kamu benar-benar akan 
mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui 
perbuatan-perbuatan kamu. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu 
agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan 
agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. Sesungguhnya orang-orang kajir 
dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu 
jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun.Dan 
Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka. Hai orang-orang yang 
beriman, ta'atlah kepada Allah dan ta'atlah kepada rasul dan janganlah kamu 
merusakkan (pahala) amal-amalmu. Sesungguhnya orang-orang yang kajir dan 
menghalangi (manusia) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan kafir, 
maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka. Janganlah kamu 
lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah-(pun) beserta kamu 
dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu. (QS. 
Muhammad:25-35) 

Setiap muslim dan muslimat harus tahu bahwa mereka yang keluar dari dinnya 
serta membantu musuh, siapa di antara mereka yang menikah, maka nikahnya adalah 
bathil dengan kebathilan sebenarnya. Tidak bisa diperbaiki. Tidak pula melahirkan 
konsekwensi sebuah pernikahan; mulai dari adanya nasab, waris dan sebagainya. Dan 
bahwa yang menikah di antara mereka, maka nikahnya batil juga. Siapa yang ingin 
bertaubat dan kembali kepada robb serta agamanya, mau memerangi musuh dan 
menolong umatnya, wanita yang ia nikahi ketika ia murtad maupun wanitanya yang 
murtad ketika melangsungkan akad nikah dengannya, bukanlah isterinya. Ia tidak dalam 
lindungannya, dan dia harus memperbaharui akad nikahnya setelah taubat dengan 
melaksanakan akad yang sah secara syar'i dengan wanita tadi, sebagaimana ini 
merupakan perkara yang jelas dan gamblang. 

Hendaknya wanita muslimat benar-benar berhati-hati, di jengkal bumi manapun 
mereka tinggal, mereka harus memastikan sebelum menikah, bahwa orang yang datang 
menikahinya bukan termasuk golongan yang terbuang dan keluar dari agama ini. Ini 
sebagai sikap hati-hati terhadap diri dan kehormatannya, jangan sampai lelaki yang 
menggaulinya itu mereka sangka sebagai suami padahal bukan suami. Sebab pernikahan 
mereka bathil dalam agama Alloh. 

Hendaklah wanita muslimat tahu, mereka yang diuji Alloh dengan suami yang 
berkubang ke dalam lumpur kemurtadan ini, pernikahannya adalah batal, dan ia menjadi 
mahram bagi para lelaki itu yang bukan suami mereka lagi. Hingga mereka mau 
bertaubat sebenar-benarnya kemudian menikahi mereka dengan akad baru yang sah. 

Hendaklah wanita muslimat tahu, siapa di antara mereka yang ridho dengan 
suami dari pria yang seperti ini kondisinya padahal ia tahu, atau ridho untuk tetap 
tinggal bersama suami yang ia tahu dalam dirinya ada riddah (kemurtadan), maka 
hukum dia dan suaminya sama dalam kemurtadan. 

Dan na'udzubillah kalau sampai wanita muslimat ridho bagi diri, kehormatan 
dan nasab anak-anaknya terdapat sesuatu dari kemurtadan ini. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 98 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjjJljl r 1 ^^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Ketahuilah bahwa urusannya serius dan bukan main-main. Tidak ada gunanya 
aturan yang dikeluarkan untuk menghukum orang yang bekerjasama dengan musuh. 
Betapa banyak kilah untuk bisa keluar dari ketentuan-ketentuan undang-undang. Betapa 
banyak cara untuk membebaskan orang-orang jahat, dengan syubhat yang dibuat-buat 
dan dengan kelihaian dalam argumen. 

Tetapi ummat ini bertanggungjawab untuk menegakkan agamanya, berjuang 
untuk membelanya setiap waktu dan masa. Sedangkan masing-masing orang akan 
bertanggungjawab di hadapan Alloh di hari kiamat kelak mengenai apa yang dikerjakan 
kedua tangannya, dan tentang apa yang terbungkus oleh hatinya. 

Maka setiap orang hendaknya melihat dirinya sendiri, hendaknya ia menjadi 
pagar bagi agamanya dari permainan orang yang suka bermain-main dan pengkhianatan 
para pengkhianat. 

Setiap muslim sebenarnya berada di salah satu tapal perbatasan Islam, maka 
hendaknya ia waspada kalau-kalau musuh datang dari arah dia. 

Pertolongan tidak lain adalah dari Alloh, dan Alloh pasti menolong orang yang 
menolong (agama)-Nya." Selesai perkataan beliau -semoga Alloh merahmatinya-. 

Benar, urusannya memang sangat-sangat serius dan menyangkut masalah akidah 
dan membatalkannya. Barangkali ada yang mengatakan, Tetapi perkara ini tidak sampai 
tingkatan sekeras itu, dan masalahnya bukan masalah memberikan bantuan, tapi itu 
sebatas pendapat yang kalaulah keliru, tetap saja itu sebagai pendapat yang marjuh 
(lemah), minimal. 

Namun kami tetap katakan, meski sekedar pendapat, tetapi pendapat itu ketika 
sampai pada tingkatan berdirinya seorang muslim dalam barisan orang-orang kafir 
melawan kaum muslimin, maka itu termasuk salahsatu pembatal keislaman. Dan 
minimal hal itu haram dengan pengharaman yang keras. 

Ibnu Majah meriwayatkan dalam Sunannya dari Abu Hurairah <$> ia berkata, 
Rasululloh H bersabda, 

"Barangsiapa membantu dalam rangka membunuh seorang mukmin dengan separo 
kalimat saja, ia akan menghadap Alloh, tertulis di antara kedua matanya: Aayisun min 
rohmatillah... (orangyang berputus asa dari rahmat Alloh) . " 

Di dalam sanad hadis ini terdapat Yazid bin Ziyad, namun ia dikuatkan dengan 
sebuah hadist Tirmizi, Nasa'i dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amru ra. Bahwasanya 
Nabi'H bersabda, 

( jjLu. Jj*-j J» ^jA i)l Jj> jjJ&l LJjJl ^y ) 

"Sungguh, hilangnya dunia lebih ringan di sisi Alloh daripada terbunuhnya seorang 
muslim. " 

Dalam riwayat Ibnu Majah: " ...lebih ringan di sisi Alloh daripada terbunuhnya 
seorang mukmin tanpa alasan yang benar. " 



" SjGj^Ji &Xai\ oj^Jl uu6- " [ 99 ] 



Al-Hakim meriwayatkan juga di dalam Mustadraknya demikian juga Thabarani 
dari Ibnu Abbas 4* bahwasanya Nabi H bersabda, 

"Barangsiapa membantu orang dialim untuk membela kebatilannya, ia telah terlepas 
dari tanggungan Alloh dan rasul-Nya. " 

Kalimat : «dJsL; J&^-h: maknanya : Membatilkannya, dan maful (obyek 

kalimat) dari kalimat J^-k terhapus, kalimat selengkapnya: membatilkan dengan 
sebenar-benarnya. 

Kemudian, fatwa-fatwa yang dikeluarkan itu, paling tidak memperbanyak 
jumlah kaum salibis, memperkuat pendapat mereka melawan kaum muslimin. Di dalam 
Tarikh-nya, Al-Khatib meriwayatkan dari Anas, beliau memarfu 'kannya: 

Para Ulama berkata: Maknanya adalah, "Barangsiapa memperbanyak jumlah suatu 
kaum dengan cara bergaul dengan mereka, membantu dan tinggal bersama mereka, atau 
bergabung dengan mereka maka hukumnya sama dengan mereka." 

Fatwa kalian ini -wahai para fuqoha~ , dipergunakan untuk membunuh kaum 
muslimin tanpa alasan yang benar. Kalau tidak, lantas apa posisi beberapa mufti tak 
dikenal yang fatwa mereka tidak diketahui oleh penduduk negerinya sendiri, sampai- 
sampai chanel CNN menayangkan fatwa mereka setelah menerjemahkannya ke dalam 
bahasa Inggris lebih dari sekali? 



Apa pula kepentingan mereka terhadap barat hingga saluran berita BBC mengatakan, 
Para ulamaTimur Tengah menuduh mengecam para pelaku dan menolak aksi serangan 
1 1 September dan mengatakan bahwa Islam berlepas diri darinya. 

Lihat, bagaimana fatawa-fatawa para fuqoha itu diperalat!!! Untuk melawan Islam dan 
kaum muslimin. 

Jadi Amerika menjadikan fatwa-fatwa tersebut sebagai pelindung untuk 
membunuh saudara-saudara kita kaum muslimin tanpa alasan yang benar. Terserah, 
para murti itu terima atau tidak. Mereka telah membantu, lebih dari separo kalimat 
untuk membunuh orang mukmin tanpa alasan yang benar. Kalaulah mereka memahami 
maslahat dan mafsadah, tentu mereka tidak akan mudah mengatakan fatwa-fatwa itu di 
mana tidak ada seorangpun yang memaksa untuk mengeluarkan fatwa itu. Kita 
memohon kesejahteraan kepada Alloh. 

Meskipun mereka mencoba melakukan penambalan-penambalan dan 
mengeluarkan fatwa nantinya tentang keharaman membantu Amerika melawan rakyat 
Afghanistan, ini tidak bisa memaafkan mereka dari dampak-dampak fatwa-fatwa pohtik 
tadi. 

Jika mereka jujur, hendaknya berfatwa bahwa setiap muslim yang mampu wajib 
menyusul saudara-saudaranya di Afghanistan serta membela mereka. Dan kaum 
muslimin harus keluar dari setiap penguasa yang membantu orang-orang Amerika 



" «JjJ^Ji SLlLaJI oj^Jl uu6- " [ 100 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



melawan umat Islam. Sebab perbuatan ini adalah riddah (murtad) yang menjadikan 
seorang penguasa harus diturunkan!! Inilah yang dituntut dari para mufti tadi, sebagai 
penghapus dari fatwa-fatwa yang kaum salibis terbang mengendarainya serta 
mengadakan persiapan di bawah lindungannya untuk menyerang dan memusnahkan 
kaum muslimin. 

Kalau tidak demikian, kalau memang benar mereka berfatwa berdasarkan 
tuntutan dalil-dalil yang ada, mengapa mereka tidak berfatwa sesuai kaidah-kaidah 
ushul yang benar, menyuarakan kebenaran terang-terangan, melemparkan dunia dan 
perhiasannya di belakang punggung mereka, dan mereka berfatwa seperti fatwa Syaikh 
Nidzamuddin Syamazi, di mana beliau berkata: 




\ 






" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 101 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Fatwa Syaikh Nizhamuddin Seputar Keiadian 1 1 September 



Syaikh Nizhomu V d-Din Syamizi, mufti Pakistan sekaligus Dekan Fakultas 
hadist di Universitas Ulum Al-Islamiyyah, Karachi, dalam fatwanya tanggal 28 Jumadal 
Akhiroh 1422H, berkata: 

//az orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah 
kamu bersama orang-orang yang benar. " (QS. At-Taubah: 119) 

Tak ada artinya hidup bagi kita kalau kita mau menjadi budak musuh-musuh 
kita. 

Tidak dibenarkan secara syar'i bagi negeri muslim manapun, atau tentara 
muslim, untuk ikut serta di dalam melancarkan permusuhan kepada pemerintahan Islam 
di Afghanistan (baca: Thaliban). Sebagaimana tidak diperbolehkan bagi negeri muslim 
manapun memberikan fasilitas supaya daerah dan batas teritorial udaranya 
dipergunakan oleh negara non muslim. Ini adalah haram mutlak menurut syar'i. 

Sesungguhnya kami yakin bahwa sekarang adalah masa-masa sulit bagi kaum 
muslimin. Dan jika ada orang muslim manapun menyokong orang kafir dalam 
peperangan yang ia lancarkan melawan kaum muslimin serta membunuh orang-orang 
tak berdosa di antara mereka, memberikan fasilitas daerah dan perudaraan, atau dalam 
rangka melenyapkan salah satu negara Islam, maka kewajiban kita dalam kondisi 
seperti ini adalah membantu Afghanistan serta berperang melawan kekufuran. 
Sesungguhnya kita sebagai kaum muslimin, kita harus melaksanakan kewajiban kita. 
Dan jika ada penguasa negeri muslim manapun yang memberikan bantuan kepada 
negara kafir dalam permusuhan dia kepada negara Islam, maka kaum muslimin wajib 
menurunkannya dari kekuasaan, berdasarkan ketentuan syar'i. Juga karena secara syar'i 
ia termasuk pengkhianat terhadap Islam dan kaum muslimin. 

(Hingga beliau mengatakan) "...sesungguhnya kewajiban para ulama adalah 
mempersatukan kaum muslimin di bawah satu kepempinan dan menghinakan rencana- 
rencana Yahudi serta bersatu melawan mereka. Kaum muslimin harus menggunakan 
seluruh kekuatan mereka untuk melenyapkan konspirasi yang ganas ini, dan para ulama 
harus meminta setiap muslim untuk berperan serta dalam perjuangan ini. 

Sesungguhnya saya memproklamirkan bahwa jika ada satu orang yang bangkit 
memusuhi Afghanistan, maka saat itu jihad hukumnya adalah fardhu 'Ain menurut 
syar'i atas setiap muslim di seluruh dunia untuk memerangi orang tadi." Selesai 
perkataan beliau -semoga Alloh merahmatinya-. 

Inilah fatwa Fadhilatus Syaikh, dan fatwa yang menyatakan kebenaran apa 
adanya serta memaklumkan dengan sangat jelas apa yang terkandung di dalam dalil- 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 102 ] 



Sii <u^-j ^g^jOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



dalil syar'i. Jika seseorang mufti memang seorang mufti dan harus berfatwa, hendaknya 
ia berfatwa seperti itu. 




\ 



http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl ^j^!' ^A^ " 



[103] 



Fatwa Syaikh Sulaiman Bin Nashir AI-'Ulwan Mengenai Keiadian 11 
September 



Syaikh Sulaiman bin Nashir Al-'Ulwan berkata pada tanggal 3/7/1422 H, ketika 
menjawab pertanyaan yang datang kepada beliau seputar hukum membantu 
Afghanistan, kata si penanya: Anda mengetahui apa yang terjadi di Amerika. Apakah 
kami orang-orang Saudi harus berdiri di fihak Afghanistan? Apakah itu dianggap jihad? 
Dan apakah orang yang nantinya terbunuh dianggap syahid? 

Jawabannya adalah : 

Saudaraku yang mulia -semoga Alloh menjaganya-, Assalamu 'alaikum wa 

rahmatullahi wa barakatuh 

\ 

Wajib berdiri bersama kaum muslimin dan membantu mereka dengan harta, fisik 
dan ide. Dan tidak diperbolehkan berpangku tangan dari membantu kaum muslimin 
dalam keadaan seperti ini. Sebab negara-negara kafir itu saling menganjurkan untuk 
memerangi Islam dan pemeluknya, ini bukan sesuatu yang mengherankan. Tetapi yang 
aneh justru ketika orang-orang yang nota benenya Islam malah bersekutu dengan 
negara-negara kafir untuk menyerang Afghanistan. Dan ini adalah satu conoth dari 
kemunafikan. Alloh ta'ala beriirman: 

*_&JLp OycJ\ J^jll 0_j^ ry> s-LJ^T -^ylSJl Ojwb^j (_^JUl L_Jl UJlp *J> il)L> (j^aiUll j-io )& 

Kabarkanlah kepada orang-orang munajik bahwa mereka akan mendapat 
siksaan yang pedih. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kajir menjadi 
teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Apakah mereka 
mencari kekuatan di sisi orang kajir itu Maka sesungguhnya semua kekuatan 
kepunyaan Allah. " (QS. An-Nisa : 138-139) 

Alloh ta'ala juga berfirman : 

<_j|Jj«Jl (Jj i ^JLp Aiil J_l>_~* jl i g ■■■ aJl *__■ i__-*w»i L~ ^«_J j?i-" cy~ ^yyi (i i '" \jz^ -£/ r 

4 j«_L_<li ■> $z* \j^S -S^» s-LJJ jt-^jJJ^-l L* aJ| Jiil l_»« /5JI5 J^ Oy*h l&Jli J« c jj-UL? 1 - .*_* 

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang 
yang kajir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk 
diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam 
siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa 
yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang 
musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang- 
orang yangjasik. " (QS. Al-Maidah: 80-81) 

Dan lebih dari satu ulama yang menuturkan adanya ijma ' bahwa membantu orang- 
orang kafir melawan kaum muslimin serta menyokong mereka dengan jiwa, harta dan 
membela dengan senjata maupun argumen, adalah kekururan dan kemurtadan dari 
Islam. Alloh ta'ala beriirman: 



i uJ.L_Jl j»jjJ| iS-Hi *_ <&l o\ »-&j> AJl* *So. ^yi j»j 



" 3jGj_»Ji &Xal\ UfS\ '&&■ " [ 104 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



"Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka 
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak 
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. " 

dan bentuk kesetiaan mana yang lebih besar daripada menolong dan membantu 
musuh-musuh Alloh serta menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk menyerang 
negara-negara Islam serta membunuh para pemimpin yang ikhlas? 

Al-Hafidz Ibnu Jarir Rhm. berkata, "Barangsiapa berwali dan menolong mereka 
untuk memusuhi kaum muslimin, maka ia termasuk pengikut agama dan millah mereka. 
Sebab sesungguhnya tidak ada seseorang yang berwali kepada seorangpun melainkan ia 
ridho terhadap dirinya, agama dan jalannya. Dan jika ia meridhoinya dan agamanya, 
berarti ia memusuhi kebalikannya serta marah kepadanya. Sehingga hukumnya sama 
dengan dia." 



Mengenai pertanyaan Anda : Apakah itu dianggap jihad dan orang yang 
terbunuh termasuk syahid? 

Maka jawabannya adalah: Barangsiapa dari kaum muslimin yang terbunuh ketika 
berjihad melawan kaum kuffar serta melindungi negeri kaum muslimin, membela 
kehormatan dan harga diri serta harta mereka, maka ia syahid. 

Tidak ada dua fihakpun yang saling berselisih dalam hal itu. Nabi H bersabda, 

( -^4-^ _H^ &\ J^" <j ^^ ^yj ' ^&^ J4? &\ J^" j J^ Cf ) 

"Barangsiapa terbunuh dijalan Alloh maka ia syahid, dan barangsiapa mati di 
jalan Alloh, maka ia syahid. " (HR. Muslim dalam Shahih-nya dari hadist Suhail bin 
Abi Shalih dari ayahnya dari Abu Hurairah) 

Disebutkan di dalam Ash-Shahihain dari Hadist Abdullah bin Amru bin Al-'Ash 4& 
dari Nabi i§ beliau bersabda, 

( • A s4- i $& ^ 'j?- 3 J^ cy ) 

"Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. " 

Dan orang yang terbunuh di jalan Alloh, terbunuh dalam rangka membela 
agama, mengalahkan kaum yahudi dan nashrani, menjaga kehormatan kaum muslimin 
dan muslimat, adalah lebih besar kesyahidannya serta lebih banyak pahalanya daripada 
orang yang terbunuh membela hartanya." Selesai perkataan beliau ~hafidzahullah~ 

Saya katakan : Lihat juga fatwa Fadhilatus Syaikh Hamud bin Uqla Asy- 
Syu'aibi serta fatwa Fadhilatus Syaikh Ali bin Khudhair Al-Khudhair -semoga Alloh 
melindungi keduanya- tentang kejadian 1 1 September. Beliau berdua menggabungkan 
pokok permasalahan dengan baik, beliau berdua menyatakan bahwa serangan terhadap 
Amerika seperti ini disyari'atkan kalau saja yang melaksanakan orang-orang Islam. 
Keduanya juga menyebutkan haramnya membantu orang kafir di dalam musibah yang 
menimpa mereka serta menerangkan disyari'atkannya bergembira terhadap apa yang 
menimpa mereka. Juga pendapat yang mengatakan bahwa aksi itu memakan orang- 
orang tak berdosa, adalah pendapat yang keliru menurut syar'i. Beliau berdua juga 
menerangkan bahwa Amerika adalah negara harbiy (yang memerangi kaum mushmin), 
serta menyebutkan kondisi apa saja yang memperbolehkan di sana membunuh wanita, 



" SjGJ^JI &X*1\ oj*Jl ^ijuo- " [ 105 ] 



Sii <u^-j ^g^jOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



anak-anak dan orang tua kaum kuffar. Dan masih banyak yang beliau berdua sebutkan 
selain itu, semoga Alloh menjaga keduanya. Kami menganjurkan untuk merujuk 
perkataan keduanya secara mendetail. 




" «OjJl^Jl ^llUaJl <->°jd\ &&~ " 



[106] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Makna Al-Wala wal Baro yang dilumurkan ke dalam 
Tanah oleh para Fadhilatus Syaikh 6 



Imam Ahmad meriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al-Bajaliy bahwasanya 
Rasululloh M membaiatnya untuk : Setia kepada setiap muslim dan berlepas diri dari 
orang-orang kafir. 

Di dalam Al-Kabir, Thabarani meriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, 
sesungguhnya Rasululloh H bersabda, 

( aUI t) <j^% aJ)I d 4-^b ' ^ 1 J ĕbUil_j *i)l j o*_ , ljll oLc_*)fl l^p Jpjl ) 

'Ta/z /man terkuat adalah setia karena Alloh dan memusuhi karena Alloh, cinta 
karena Alloh dan benci karena Alloh. " 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata di dalam Ar-Rasa 'il Asy- 

Syakhshiyyah: "...tetapi beritahulah mereka bahwa cinta dan benci, setia dan 

memusuhi; tidaklah seseorang memiliki agama kecuali dengannya. (Tanpa itu), tidak 

berguna bagi mereka meninggalkan kemusyrikan, tidak berguna La ilaha illalloh, 

sampai mereka membenci karena Alloh." 

Wy.*\ j 

Mengenai makna muwalah (kesetiaan), Az-Zubaidi berkata di dalam Tajul 
'Urus (X/ 401): "Adalah mencintai orang yang dicintai dengan menutup mata dari 
derajat dan tingkatannya. Maka setiap orang yang engkau cintai dan pertama kali 
engkau beri sesuatu tanpa meminta balas jasa, berarti engkau berwala' dan bermuwalah 
kepadanya. Maknanya yaitu, engkau mendekatkan dirinya kepada dirimu." 



Bisa juga bermakna menolong. Sedangkan kalimat 'Auliya ' maknanya adalah 
teman khusus dengan orang kepercayaan. Makna lain adalah bersatu dan melebur. 

Adapun u At-Tawallf\ di dalam kamus Ash-Shihah (VI/2530), Al-Jauhari 
berkata, "Adalah mempersembahkan kesempurnaan cinta dan pertolongan kepada orang 
yang dia angkat sebagai wali, di mana yang berwali dan yang diangkat sebagai wali 
ibarat naungan dengan satu tubuh." 

Maka At-Tawalli bermakna pengangkatan dan mengikuti secara mutlak. 
Bermakna juga konsentrasi penuh dalam menolong orang yang diikuti, mendekat dan 
memperkuat dia. Kadang bermakna mengikuti dan kadang bermakna menyerahkan. 

Dan setiap tawalli adalah muwalah, namun tidak sebaliknya. Tawalli lebih 
spesifik daripada muwalah. Setiap tawalli adalah kufur, sedangkan muwalah ada yang 
kufur, ada juga yang lebih ringan dari kekufuran, sesuai perbedaan pendapat para ulama 
dalam klasifikasinya. 

Adapun makna Al- Adawah (permusuhan) adalah perasaan yang menancap 
dalam hati untuk bermaksud memberikan marabahaya dan senang membalas. 



6 



maksudnya para ulama yang mengingkari serangan 11 September, penerj. 



" i&^S\ &Xd\ oj*Jl uu6- " [ 107 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Dan kata A/-'^4<iwww (musuh) adalah kebalikan kata Al-Waliy. Bentuk jamak 
(plural)nya adalah A 'daa ', sedang jam'ul jama'nya adalah A 'aadiy. Ia juga lawan dari 
shodiiq (teman). 

Kata Al- Aduww, Al- Adaawah, Al-A 'daa ', dan 'Udwaan, semuanya terdapat 
penggunaannya di dalam Al-Qur'an. Hanya, kata Al-Mu 'aadaat lebih sering dipakai, 
yang dimaksud adalah kebencian, ketidak sukaan serta suka membalas. Ia benar-benar 
kebalikan Al-Muwalah. Dan seringnya, kata Al-Muwalah inilah yang dipergunakan 
untuk makna kecintaan, kasih sayang, mengikuti, menolong dan kedekatan. 

Dengan demikian, Al-Muwaalah dan Al-Mu'aadah berdasarkan makna yang 
sudah kami sebutkan adalah dua lawan kata yang tidak akan mungkin bertemu. 
Keberadaan salah satu dari keduanya berarti meniadakan yang lain secara harus, pada 
satu benda tertentu. 

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata di dalam Majmu 'atut Tauhid hal. 
9: "Ketahuilah -semoga Alloh ta'ala merahmati Anda- , bahwa kewajiban pertama 
yang Alloh wajibkan kepada anak Adam adalah kumr terhadap thoghut dan beriman 
kepada Alloh. Dalilnya adalah firman Alloh ta'ala: 

4 O^Plkil l_^rl_J 4ill I_j-LpI jl Hy^j ~4j>'\ ^ j Ui*J AaJj I» 

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk 
menyerukan):Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu... " (QS. An-Nahl:36) 

Adapun cara kufur kepada thaghut adalah, engkau meyakini bathilnya ibadah 
kepada selain Alloh, engkau meninggalkan dan membencinya serta kufur terhadap 
pengikutnya dan memusuhi mereka." 

http^MShE i tnxotn 

Sedangkan di dalam Ar-Rasa 'il Asy-Syakhshiyyah hal. 232, Syaikh Muhammad 
bin Abdul Wahhab juga berkata, "...sampaikan kepada mereka bahwa bermusuhan 
adalah millah Ibrahim SSS dan kita diperintahkan untuk mengikuti beliau. Alloh ta'ala 
berfirman: 

" Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan 
orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum 
mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah 
selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu 
permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah 
saja... " (QS. Al-Mumtahanah: 4) 

kemudian berkata, "...dan sebutkan kepada mereka, bahwa kewajiban bagi 
seseorang, hendaknya mengajari keluarga dan ahli baitnya akan kecintaan dan 
kebencian karena Alloh, berwali dan memusuhi karena Alloh. Persis seperti ia 
mengajari wudhu dan sholat. Sebab Islam seseorang tidak sah kecuali dengan sahnya 
sholat. Demikian juga, Islamnyapun tidak akan sah kecuali dengan sahnya sikap berwali 
dan memusuhi karena Alloh." Selesai. 

Syaikh Abdullah bin Abdurrohman Aba Biththin ditanya di dalam Ad-Durar As- 
Sunniyyah (11/ 143) dan (IX/ 325) ditanya mengenai makna La ilaha illallah dan makna 
thaghut yang Alloh memerintahkan kita untuk menjauhi dan mengkumrinya. Maka 

" 3%*Jl a^UaJl oj^Jl 'ij^- " [ 108 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



beliau menjawab, "7/a/z artinya yang diibadahi, di mana hati mengagungkan dan 
mencintainya. Dalil shorih (jelas) Al-Qur'an telah menunjukkan akan makna La ilah 
illallah, dan bahwa hanya Dialah yang berhak diibadahi sebagaimana firman Alloh 
ta'ala: 

"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan 
kaumnya:"Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu 
sembah, tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia 
akan memberi hidayah kepadaku. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat 
yang kekalpada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. " (QS. 
Az-Zukhruf : 26-28) 

Para mufassir berkata, "Maksud kalimat di atas adalah kalimat tauhid (Laa 
ilaaha illallaah), pada anak keturunan beliau selalu ada yang beribadah dan 
mentauhidkan Alloh. Makna ayat di atas adalah, Alloh menjadikan sikap berwali karena 
Alloh serta berlepas diri dari semua yang diibadahi selain Alloh sebagai kalimat yang 
senantiasa ada pada keturunan Ibrahim, diwarisi turun temurun oleh para nabi dan 
pengikut mereka, sebagian dari sebagian yang lain. Itulah kalimat Laa ilaaha illallah. 
Sehingga jelaslah bahwa berwali kepada Alloh dengan beribadah kepada-Nya serta 
berlepas diri dari apapun yang diibadahi selain-Nya, adalah makna dari Laa ilaaha 
illallaah. 

Oleh sebab itu, siapa saja yang memperbolahkan kesyirikan, atau berwali 
kepada orang-orang musyrik, membela mereka atau memusuhi orang-orang yang 
bertauhid dan berlepas diri dari mereka, maka ia termasuk orang yang menggugurkan 
nilai kesucian Laa ilaaha illallah, tidak mengagungkan dan melaksanakan haknya, 
meskipun ia mengaku muslim dan termasuk pengikut serta telah melaksanakan kesucian 
La ilaaha illallahr Selesai. 

Dan di dalam sebuah risalah dari Abdurrohman bin Hasan dan Ali bin Husain; 
keduanya adalah putra Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, serta dalam risalah 
Ibrahim bin Saif kepada beberapa ikhwan, masih di dalam Ad-Durar As-Sunniyyah (11/ 
128), di dalamnya mereka mengatakan: 

" Sesungguhnya tauhid adalah mengesakan Alloh dengan ibadah. Hal itu tidak 
akan tercapai selain dengan berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang syirik, lahir 
batin. Sebagaimana disebutkan Alloh tentang Imam orang-orang hanif (Ibrahim) 8S9 
dalam firman-Nya : 

4 /^jj-i}^ 4ju j,J&z iS^>\ ^l ' j_j-*-JtJ \~£ 9-\ji (_jjj 4^jSj ^y c-^^y.l J^ ^b^ 

"Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan 
kaumnya:"Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu 
sembah, tetapi (aku menyembah Rabb) Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia 
akan memberi hidayah kepadaku... " (QS. Az-Zukhruf : 26-27) 

Termasuk dalil semakna dengan ini adalah firman Alloh ta'ala: 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl &&~ " [ 109 ] 



U-j LL^ ^j^b olj^Jl jiai c^JJJ ^j^j ^~&^J t3i ' (JjS^J U: t^rt Q,\ fj* Lj Jli |s 

4 ij_iyiil _y> Ul 

"Jz'a berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu 
persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada (Rabb) yang 
menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku 
bukanlah termasuk orang-orang yang termasuk mempersekutukan-Nya. (QS. Al-An'am 
:78-79) 

Allah ta'ala juga berfirman: 

i _j\iyill ry> jlS"U»_j ULj>- »g*^i 3JL» lo L5 \jJcj£ <_£jLv2J y ^j-* I_jJ_jS"I_jJL»j )> 

"Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau 
Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". katakanlah:"Tidak, melainkan (kami 
mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan 
orang musyrik. " (QS. Al-Baqarah : 135) 

Alloh ta'ala juga beriirman: 

i (jjfyiJ»l -y jUS"U»j UJL^o UL>- jUS" -^SOj LJl^yaJ Nj L^j^j *-*_^l jl5"L« fs 

" brahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi 
dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali 
bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. " (QS. Ali Imran :67) 

Alloh ta'ala juga beriirman: 

i (jjS^iil -y jlS"L»j LL^- (*-t*!^i ^JU l^jtJli aIiI JjJw^ Ji f> 

"Katakanlah: "Benarlah (apa yang dijirmankan) Allah". Maka ikutilah agama 
Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Ali 
Imran:95) 

Alloh ta'ala juga beriirman: 

i u^Ail _y yj& ^j jj-l _y J_}l «JjSl jl 0_y>l _3i J3> 

"Katakanlah:"Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang 
pertama kali menyerah diri (kepada Allah) dan jangan sampai kamu menjadi orang- 
orang yang musyrik. " (Al-An'am: 14) 

Alloh ta'ala juga bertirman: 

i _j_iyill _y> jlS"L»_j ULj>- (i-Al^i SjL» L_i Lp j^Jlis^» isL^ J,i _jj aIjLa _£Ji Ji ^ 

Katakanlah:"Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan 
yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu 
bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Al-An 'am:161) 

Alloh ta'ala juga beriirman: 

i ujS^iil _y dJU ij ULi>- aU Loli «L.I <jIS'*-aI_j.} <jj)t 

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan 
lagi patuh kepada Allah dan hanij. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang 
yang mempersekutukan (Rabb), (QS. An-Nahl :120) 



" SJjIj^JI &Xai\ o>Jl '&&■ " [ 110 ] 



Alloh ta'ala juga beriirman: 

4 j^J-ii! /^ 015' U_j l«Lp>- ?-^j\ ^ <*-^' <J> ^J-^i W^ (*" ^ 

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad):"Ikutilah agama Ibrahim 
seorang yang hanif". dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan 
Rabb. (QS. An-Nahl :123) 

Alloh ta'ala juga bertirman: 

i ujS^ill y J>^ Vj dij Jl folj diJl cJjj! Sl Jl*j iil oL>T jj> dli-L^ "j_j > 

Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari 
(menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan 
serulah mereka ke (jalan) Rabbmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang- 
orang yang mempersekutukan Rabb. (QS. Al-Qashash : 87) 

Alloh ta'alajugaberfirman: | 

% ^jjSijull -y LjaSj ^j ĕ*>L/?ll L*J»I« ajJLiU aJ| (j^~> f 

dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaawalah kepada-Nya serta 
dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan 
Allah, (QS. Ar-Rum:31) 

( \ 

Alloh ta'ala juga bertirman: 

i JjS^iil ja jjSC" ^J LU>- JJ jJJ dL*prj *if Jlj | 

" Jan (a&w ?e/a/z diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama yang tulus 
dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. (QS. Yunus:105) 

Renungkanlah ayat-ayat di atas. Kemudian lihatlah, bagaimana Dzat Yang Maha 
Pencipta Jalla wa 'Alaa menegaskan risalah kepada kaum mukminin sebanyak dua 
belas ayat mengenai sikap berlepas diri (baro 'ah) dari orang-orang musyrik serta pujian 
Alloh terhadap kaum mukminin dengan sifat tersebut. Semua ini tidak diragukan lagi, 
menunjukkan bahwa Alloh mewajibkan kepada kaum mukminin untuk berlepas diri 
dari setiap orang musyrik dan memerintahkan untuk menampakkan permusuhan serta 
kebencian kepada semua orang kafir, terkhusus orang-orang kafir harbiy . Alloh juga 
mengharamkan atas kaum mukminin berwali dan cenderung dengan mereka. 

Sikap baro' dari orang-orang kafir inilah makna La ilaaha illallaah dan 
kandungan yang ditunjukkannya. Bukan sekedar kata-kata dengan lisan tanpa 
menafikan apa yang dinafikan kalimat ini yaitu berhubungan dengan orang-orang 
musyrik, atau tanpa menetapkan apa yang ditetapkannya yaitu berwali kepada robb 
semesta alam." Selesai. 

Syaikhul Islam berkata dalam Majmu ' Fatawa (VII/ 17), "...seperti tirman Alloh 
ta'ala : 

^«.LjI jl -^&s-LjT LjLS jJj ^Jj-^jj aSli ^L>- -y OjSIjj j^-^I ?j^\j <&L; O^Jj L»_jS Jj4 V ^ 

i <u* 5-jjj *-»JjTj OLc^I *£^i <j c-^dUjl +J>jJ^s- «I ^£\yst-\ jl 

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan 
hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan 
Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara- 

" sjgj^ji a^iUaji oj^ji la^- " [ lii ] 



4J.I 



<Ci?-j ^jj;*)! r^!^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



saudara ataupun keluarga mereka.Mereka itulah orang-orang yang Allah telah 
menanamkan keimanan dalam hati mereka dengan pertolongan yang datang daripada- 
Nya. " (QS. Al-Mujadilah:22) 

Alloh ta'ala memberitahukan bahwa engkau tidak akan dapati seorang mukmin 
yang berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Alloh dan rasul-Nya. Sebab 
iman itu sendiri menatikan sikap berkasih sayang kepadanya. Sebagaimana dua hal 
yang bertentangan menafikan satu sama lain. Jika ada keimanan, kebalikannya hilang 
yaitu berwali kepada musuh-musuh Alloh. Jika seseorang berwali kepada musuh-musuh 
Alloh dengan hatinya, itu indikasi bahwa hatinya sudah tidak terisi iman yang wajib 
lagi. Yang semisal adalah tirman Alloh ta'ala di dalam ayat lain : 

<Jj [t-_J-^ Jll J-_>-^~ jl -_g__~_ijl *J> C^>^i U ^j^-J \>)j£> _jj JJl j JjyO p^i* \jjS t£j f 
jaJL~li * &'* bs*^t*^~J ^Wy (*-*}--£ I L 4 --Jl Oj>\ L"« ^ulj JjIj Oy*%i l&jll J« j«-Jl_>- -_& i_-j|JbJI 

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang 
yang kajir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk 
diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam 
siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa 
yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang 
musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang- 
orang yang jasik. (QS. Al-Maidah: 80-81) 

Alloh menyebutkan jumlah syarthiah (kalimat bersyarat) yang mengandung 
konsekwensi; kapan ada syarat, pasti ada yang disyaratkan dengan menggunakan huruf 
"Zaw" yang jika diiringi kalimat syarat menunjukkan hilangnya sesuatu yang 
disyaratkan. Alloh ta'ala bertirman: 

4 s.Ujl (t-*jii£l \j> aJI Jjjf U_j ^gJlj JjIj jy^jj (jiL-TjJj | 

"Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa 
yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang 
musyrikin itu menjadi penolong-penolong ... " (QS. Al-Maidah:81) 

Ini menunjukkan bahwa keimanan yang tertera dalam ayat di atas menafikan dan 
berlawanan dengan sikap mereka mengambil orang-orang kafir sebagai wali. Padahal 
iman dan sikap mengambil mereka sebagai wali tidak akan pernah berkumpul menjadi 
satu dalam hati. Hal itu juga menunjukkan bahwa siapa yang mengambil mereka 
sebagai wali, ia tidak melaksanakan iman yang wajib, yaitu beriman kepada Alloh dan 
nabi-Nya serta apa yang diturunkan kepada beliau. Yang semisal adalah firman Alloh 
ta'ala: 

\ r*-^ ^^ fV->>-°-<> r*-*^' Cyi c/ 2 *^ *■ -j' ( * 4 '' ^'* J . ^y?' (_£jU--Jl_} ->^_Jl !_}-->■--> *_/ f 

"Janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan nashrani sebagai 
pemimpin; sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa yang 
mengambil mereka pemimpin di antara kalian, sesungguhnya ia termasuk mereka... " 

Sesungguhnya dalam ayat-ayat ini, Alloh memberitahukan bahwa orang-orang 
yang berwali kepada mereka bukanlah orang mukmin." 

Syaikhul Islam juga berkata dalam Majmu ' Fatawa (28/ 190): 



" SJuJ^Jl S^C-Jl oj^Jl uu6- " [ 112 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j 7*4«*"' 



"Sesungguhnya kaum mukminin adalah wali-wali Alloh, satu sama lain adalah wali 
(pelindung). Sementara orang-orang kafir adalah musuh-musuh Alloh dan kaum 
mukminin. Dan Alloh telah wajibkan perwalian di antara kaum mukminin serta 
menerangkan bahwa itu merupakan tuntutan iman. Allohpun melarang berwali kepada 
orang-orang kafir serta menerangkan bahwa itu tidak akan terdapat dalam diri kaum 
mukminin." 

Ibnu Katsir berkata di dalam Tafsir Ibnu Katsir (11/ 85) mengenai firman Alloh 
ta'ala: 

i IjyiS^JJl O^yi j^4^> \j& ' <Jj f> 

"Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang 
yang kajir (musyrik). " (QS. Al-Maidah:80) 

Mujahid berkata, "Yang Alloh maksud adalah orang-orang munafik. Sedangkan 
firman Alloh: 

i p4~Ji\ J» c^M L. ^uJ ) 

"Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, 
yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. " (QS. 
Al-Maidah:80) 

Yang dimaksud adalah mereka berwali kepada orang-orang kafir serta 
meninggalkan perwalian kepada kaum mukminin, yang itu mengakibatkan munculnya 
kemunafikan di dalam hati mereka sekaligus membuat Alloh murka kepada mereka 
dengan kemurkaan yang terus menerus hingga hari kiamat pada tempat kembali mereka. 
Oleh karena itu, Alloh berfirman bahwa Dia murka kepada mereka. Dengan demikian 
hal itu menafsirkan celaan Alloh terhadap mereka. Kemudian Alloh mengkhabarkan 
tentang mereka, bahwa mereka akan berada dalam adzab yang kekal, yaitu ketika hari 
kiamat. 

Dan firman Alloh ta'ala : 

i ^Ujl j^jJlj^I L> aJI ,_JjjT L._j _~Jlj <&L jpjj I^IS"j\J_j ) 

"Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa 
yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang 
musyrikin itu menjadi penolong-penolong ... " (QS. Al-Maidah: 81) 

Artinya, kalau memang mereka benar-benar beriman kepada Alloh, rasul dan 
Al-Qur'an, tentu tidak akan melakukan apa yang telah mereka lakukan itu, yaitu berwali 
kepada orang-orang kafir dan memusuhi orang-orang yang beriman kepada Alloh, Nabi 
dan apa yang diturunkan kepada beliau, di dalam bathin mereka. Tetapi kebanyakan 
mereka memang fasik. Artinya, keluar dari ketaatan kepada Alloh dan rasul-Nya, 
menyelisihi ayat-ayat wahyu dan yang Ia turunkan." 

Syaikhul Islam berkata di dalam Majmu' Fatawa (28/ 193): "Alloh ta'ala 
berfirman: 

dlii (. *J> ^lj *J> (Sy* OlkpJl <_£jJ>l JL Jjuj" L. -1*j _y «-»jL:>l ^Js- IjOjjI _jjJJ| jl ) 

i pj*j\j*»l Aju 4ttl> j*)l\ J&JU, (3 j^j^kl^ Aill JjJ L» La,S"/jjJJJ Idli *j\j 



" SJJj^Jl ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 113 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) 
sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah 
(berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena 
sesungguhnya mereka (orang-orang munajik) itu berkata kepada orang-orang yang 
benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi):"Kami akan mematuhi 
kamu dalam beberapa urusan" ,sedang Allah mengetahui rahasia mereka." (QS. 
Muhammad : 25-26) 



Jenis muwalaah seperti inilah yang menjadi sebab murtadnya kaum dalam ayat 



rni. 



Saya katakan: Barangkali yang termasuk "sebagian perkara"(sebagaimana 
terdapat dalam ayat, penerj.) yang mereka tambatkan dalam hati untuk mentaati mereka 
di zaman kita adalah klaim memerangi terorisme atau kecaman kegiatan-kegiatan 

berbau terorisme. 

\ \ 

Ibnu Hazm berkata tentang ayat tadi di dalam Al-Fashl (III/ 262): "Alloh 
menjadikan mereka sebagai orang-orang murtad yang kafir setelah tadinya mereka 
mengetahui kebenaran, dan setelah jelas petunjuk bagi mereka, dengan mengatakan 
kepada orang-orang kafir sekedar kata-kata mereka tersebut, dan Alloh ta'ala 
memberitahukan kepada kita bahwa orang seperti ini, Alloh mengetahui rahasia 
mereka." 

Al-Qasimiy berkata tentang ayat ini di dalam Tafsir Al-Qasimiy (15/56): "Itu 
adalah isyarat kepada orang yang disebutkan kemurtadan mereka, "... biannahum..." 
artinya, dikarenakan, mereka..., "... qaaluu..." (mengatakan), maksudnya orang-orang 
munafik. "...lilladziina karihuu maa nazzalallaahu..." (kepada orang-orang yang 
membenci apa yang Alloh turunkan), maksudnya kepada kaum yahudi yang membenci 
turunnya Al-Qur'an kepada Rasululloh H. "...sanuthWukum fii ba'dhil amri... " (kami 
akan mentaatimu dalam sebagian perkara), maksudnya pada sebagian perkara kalian, 
atau apa yang kalian perintahkan." 

Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdul Wahhab berkata 
mengenai ayat ini di dalam Ad-Dala 'il, fi hukmi Muwalaati Ahlil Isyraak hal. 50-5 1 : 

"Alloh ta'ala mengkhabarkan bahwa sebab kemurtadan yang terjadi dalam diri 
mereka, taswiil dan pemanjangan angan-angan syetan terhadap mereka adalah kata- 
kata yang mereka ucapkan kepada orang-orang yang membenci apa yang Alloh 
turunkan: 'Kami akan mentaati kalian dalam sebagian perkara.' Maka jika orang yang 
berjanji akan taat dalam sebagian perkara kepada kaum musyrikin yang membenci apa 
yang diturunkan Alloh adalah kafir, meskipun ia tidak melaksanakan janjinya kepada 
mereka, lantas bagaimana dengan orang yang menyetujui orang-orang musyrik serta 
menampakkan seolah mereka berada di atas petunjuk?" 

Ibnu Jarir Ath-Thobari berkata di dalam Tafsir-nya (VI/ 160): "Alloh ta'ala 
berfirman : 



j^iUiJl «jjjj| ^J^j V Aill d[ *4^> <oU jvX^> *J>_^ ^yj 



7 Taswiil adalah syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) 



" V&±*S\ &X*1\ o>Jl uu6- " [ 114 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



"Barangsiapa yang mengambil mereka pemimpin di antara kalian, 
sesungguhnya ia termasuk mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk orang- 
orang yang dzalim. " 

Barangsiapa yang berwali dan menolong mereka untuk melawan kaum 
muslimin, berarti ia adalah pengikut agama dan millah mereka. Sebab tidak ada orang 
yang berwali kepada sesuatu melainkan ia ridho terhadap dia, agamanya dan jalan yang 
dia tempuh. Dan jika dia ridho terhadap dia dan agamanya, berarti ia memusuhi dan 
benci kepada apa yang menjadi kebalikan, sehingga hukumnya dia dan orang yang ia 
ambil sebagai wali adalah sama." 

Al-Qurthubi berkata mengenai ayat ini di dalam Tafsir Al-Qurthubi (VI/ 217): 

% +S^> *-*jZ yj f 
Barangsiapa yang mengambil mereka pemimpin di antara kalian. 

maka sesungguhnya dia, yakni yang menolong mereka memusuhi kaum muslimin, 

sesungguhnya ia termasuk mereka. 

Alloh menerangkan bahwa hukum dia adalah seperti hukum mereka. Ini juga 
menghalangi adanya hak waris dari seorang muslim yang murtad. Dan yang berwali 
kepada mereka dalam hal ini adalah Abdullah bin Ubay. Kemudian hukum ini terus 
berlanjut hingga hari kiamat, yaitu memutuskan hubungan perwalian." 

Ibnu Hazm berkata di dalam Al-Muhalla (XIII/ 35) : 
"Benar, bahwa iirman Alloh ta'ala : 

A *-&* *J\* *>^> p-hj^ yj ¥ 

Makna dzahirnya adalah ia termasuk salah satu dari kaum kafir saja (tidak ada makna 
lain). Dan ini tidak diperselisihkan antar dua orang dari kaum muslimin." 

Ibnul Qayyim berkata di dalam Ahkamu Ahlidz Diimmah (1/ 67) : "Bahwasanya 
Alloh menghukumi ~dan tidak ada yang lebih baik hukumnya selain Alloh- 
bahwasanya siapa yang berwali kepada Yahudi dan Nashrani, ia adalah termasuk 
mereka. 

Dan jika wah mereka termasuk mereka berdasarkan nash Al-Qur'an, maka hukum 
mereka sama." 

Al-Qasimi berkata di dalam Tafsir Al-Qasimi (W 240) 

Artinya, termasuk bagian dari mereka dan hukum dia sama dengan mereka, meskipun ia 
merasa berbeda agama dengan mereka. Maka keadaan ia menunjukkan dirinya termasuk 
mereka karena itu menunjukkan kesesuaian yang sempurna." 

Al-Baidhawi berkata -menukil dari Ad-Dala 'il, fii hukmi muwaalaati ahlil 
Isyraak, hal. 56 dan 39): "Alloh ta'ala berfirman: 

i s.^ j Aill y ^j^Ai diii Jj«4! yj u^*3^ ^ £j* ^J* tlM/^' j^-jll J^4> ^ f 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 115 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}^ l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



" Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan 
meninggalkan orang-orang mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia 
dari pertolongan Allah... " (QS. Ali Imran:28) 

dan firman Alloh ta'ala: 

i ^Ui Amii ^ 3 } 
" Barangsiapa berbuat demikian... 

maksudnya, mengambil mereka sebagai wali, 

"ia terlepas dari perlindungan Alloh... 

maksudnya, dari perlindungan-Nya pada setiap hal yang layak disebut perlindungan 
(wilayah). Sebab sesungguhnya perwalian terhadap dua hal yang bermusuhan, tidak 
akan mungkin berkumpul. 

Asy-Syaukani berkata tentang ayat ini di dalam Tafsir Fathul Qadir (1/ 331): 

"Janganlah mengangkat... 

di sini terdapat larangan untuk berwali kepada orang-orang kafir karena suatu 
sebab tertentu. Dan firman Alloh : 




"dengan meninggalkan orang-orang beriman... 

nttpy/)8n[ i h&com 

Posisinya sebagai haal: artinya, meninggalkan kaum mukminin menuju orang-orang 
kafir sendirian atau ikut serta. Sedangkan makna firman Alloh: 

i 9.^ $ h\ tf ^ } 

"niscaya ia terlepas dari perlindungan Alloh... 

artinya, dari perlindungan-Nya dalam segala hal, tetapi ia telah terlepas dari-Nya sama 
sekali." 

Abus Su'ud berkata di dalam Tafsir Abis Su 'uud II 523: "Alloh ta'ala berfirman: 

i •^il5' (t ^jLc| Jjlj *£j2ji t-jliSOI UjjI jSJ-iJl ry Lajy \j*h" d\ \j^\ ^jJLil L$jI L )> 

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang- 
orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi 
orang kafir sesudah kamu beriman. " (QS. Ali Imran:100) 

Pengkaitan berbalik arah dengan ketaatan kepada sebagian dari mereka adalah 
untuk penekanan agar mewaspadai taat kepada mereka sekaligus pewajiban untuk 
menghindari berteman mereka secara total. Sebab ketika di katakan: "...jika kalian 
mentaati sebagian..." itu lebih tegas. Karena kata kerja ini tercantum dengan mutlak, 
lalu Al-Muta 'alliq Al-Ma 'mul di dalamnya untuk menunjukkan keumuman. Jadi ayat 
yang mulia ini mengingatkan agar benar-benar mewaspadai ketaatan kepada Ahli Kitab, 

" 5JG-^Jl *LXtA\ oj*Jl ijup- " [ 116 ] 



lebih lebih kepada kelompok orang-orang kafir selain mereka di dalam semua keadaan 
dan sektor kehidupan." 

Syaikh Sulaiman bin Abdillah bin Muhammad bin Abdul Wahhab berkata di 
dalam Ad-Dala 'ilfi hukmi Muwaalaati Ahlil Isyraak hal. 33: "Alloh ta'ala berfirman: 

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang kajir 
itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang (kepada kekajiran), lalu jadilah 
kamu orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran:149) 

Alloh ta'ala mengkhabarkan bahwa jika kaum mukminin mentaati orang-orang 
kafir, mereka pasti membalikkan mereka ke belakang dari Islam. Sebab sesungguhnya 
mereka tidak mungkin mempercayai mereka tanpa diiringi kekufuran. Alloh 
memberitahukan bahwa mereka jika melakukan hal itu, menjadi orang-orang yang 
merugi di dunia dan akhirat, dan tidak memberi rukhshoh dalam persetujuan serta 
ketaatan yang mereka berikan lantaran rasa takut kepada mereka. Dan inilah yang 
terjadi, sesungguhnya mereka tidak merasa percaya dengan orang yang mereka setujui 
melainkan diiringi persaksian bahwa mereka di atas kebenaran serta diiringi 
permusuhan dan kebencian kepada kaum muslimin." 

Syaikh Muhammad Amin Asy-Syanqiti berkata di dalam Adhwaa'ul Bayaan 
(IV/83): "Alloh ta'ala berfirman : 

j^S^J^UJ (^jUjI Jl Oy^y^ jJ^LdJl jlj j^Jti <ul_j <dp <&l ^l jfl> 1 L* LlS'!; ^j } 

" Dan janganlah kamu mamakan binatang-binatang yang tidak disebut nama 
Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu 
kejasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar 
mereka membantah kamu;dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu 
tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. " (QS. Al-An'am :121) 

Alloh ta'ala menegaskan bahwa mereka termasuk orang-orang musyrik di dalam 
ketaatan mereka terhadap orang-orang kafir itu. Ketika mereka menyetujui dalam 
masalah penghalalan dan pengharaman." 

Syaikh Hamd bin 'Atiq berkata di dalam Hidayatut Thariq hal. 19-77: 

"Adapun memusuhi orang-orang kafir dan musyrik, ketahuilah bahwa Alloh 
Swt. telah mewajibkan itu serta mengkuatkan pewajibannya. Dan mengharamkan 
berwali kepada mereka serta keras sekali dalam hal itu, sampai-sampai tidak ada di 
dalam Kitab Alloh ta'ala satu hukum yang dalilnya lebih banyak dan lebih gamblang 
daripada hukum ini, setelah wajibnya tauhid dan keharaman kebalikannya (syirik)." 

Kemudian beliau berkata, "Ibnu Katsir berkata, Sesungguhnya termasuk 
kerusakan yang terjadi di muka bumi adalah ketika kaum mukminin mengambil orang- 
orang kafir sebagai wali. Sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

4 jS '.iLjj jj^j^yi j ^» ,j^j «jjjtij *y| j^*j s.Ljji *^2*j ijjiTjjjjij f> 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 117 ] 



" Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. 
Jlka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah 
itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. Al- 
Anfal:73) 

Di sini memutuskan perwalian antara orang-orang mukmin dan kafir, 
sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

i V^l . . u^jll j?-> <y« ^Ujl ji/^ IjJ-^" V ^T jjJUI L^jI b ^ 

//az orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir 
menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min... " (An-Nisa :44) 

Kemudian beliau berkata lagi, "(PASAL) di sinilah perkara-perkara yang harus 
diperhatikan serta sangat perlu dicermati, agar pelakunya benar-benar sempurna 
menghindari agama orang-orang musyrik: 

Pertama : Meninggalkan mengikuti hawa nafsu mereka. Alloh ta'ala telah melarang 
untuk mengikutinya. Alloh berfirman: 

C^*-jI <jJ} (JjJk\ j_& alll (JX& 01 Ji *-&L> £s JL>- c^jUaJl ^j i^Jl dl^P ^jj" jJj |f 

^ jjv2J ^J J,J (V <0«l ^y» dJJ L> [»JjJI ry> ii«.br ^JJl JUj ^«.ly&l 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu 
mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk 
(yang sebenarnya) ". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah 
pengetahan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong 
bagimu. (QS. Al-Baqarah: 120) 

Syaikhul Islam berkata, 'Lihat, bagaimana Alloh ta'ala beriirman dalam khobar, 
kata-kata (millatahum). Sedangkan dalam larangan, Alloh ta'ala berfirman dengan kata- 
kata (Ahwaa 'ahum). Sebab, suatu kaum tidak ridho melainkan dengan mengikuti millah 
secara mutlak. Dan larangan di sini terdapat dalam mengikuti hawa nafsu mereka dalam 
perkara yang sedikit maupun banyak. 

Kedua : Menentang perintah mereka. Sebab Alloh ta'ala melarang untuk taat kepada 
orang-orang kafir serta mengkhabarkan bahwa jika kaum muslimin mentaati mereka, 
mereka akan membalik arahkan dari iman kepada kekururan serta kerugian. Alloh ta'ala 
berfirman: 

i jiji^ (^Ul «A*j (i-^j. ^LSJl Ijjj( ^JJl ja LSjji l^»Jgj o[ l_^»T ^jjJJl L^jI L I 

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang- 
orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi 
orang kafir sesudah kamu beriman. " (QS. Ali Imran:100) 

Alloh ta'ala juga berfirman: 

i LWy ijA\ jLSj aly& *-JU UjSi -s- «uii Ldipl -y jJaJ *ij ^ 

dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari 
mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati 
batas. (QS. Al-Kahfi :28) 

Alloh ta'ala juga berfirman: 

" SjGji^Ji S^lUaJi oj^' '"&#* " [ 118 ] 



4 j^TUJ» jt-^Jj ^j^jjJsl jlj .*S^J:>LsU ,»_£JLJjl J,J O^-jJ (jUsL>iJl O^j |s 

Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka 
membantah kamu;dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah 
menjadi orang-orang yang musyrik. " (QS. Al-An'am:121) 

Ketiga : Tidak dekat-dekat kepada orang-orang kafir dan dzalim. Alloh ta'ala melarang 
hal itu dan berfirman: 

i Ojj^ V f «.Ujl y Attl JjO J^ *i0 Uj jUl *£~~*^ Ij^JJi ^jjJJl Jl IjuSy ^j |» 

Z)an janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang 
menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang 
penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. " 
(QS. Hud:113) 

di sini Alloh Swt. melarang dekat-dekat dengan orang-orang dzalim serta mengancam 
perbuatan itu dengan jilatan api neraka serta tidak diberi pertolongan. Dan, kesyirikan 
adalah jenis kezaliman terbesar. Sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

i ^Jip JJiJ iiyuJl ji ) 

"... sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar keialiman yang 
besar. " (QS. Luqman:13) 

Maka siapa yang dekat dengan pengikut kesyirikan, artinya condong kepada mereka 
serta ridho dengan sebagian perbuatan mereka, ia berhak untuk diadzab Alloh dengan 
api neraka, atau Ia hinakan di dunia dan akhirat. 

Alloh ta'ala beriirman: 

jJ, *i f oUil Ji*^j 5LJ-I iJuw» iiLiiSl til . SULi LtJi ^l ^j ooT J_oJ iJLU jl ^jjj ) 

i Ijy^j LUp di! 

" Dan /ta/aw .Kam/ fz'Ja/c memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong 
sedikit kepada mereka. kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan 
kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat 
ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap 
Kami." (QS. Al-Isra :74-75) 

Alloh Swt. mengkabarkan bahwa kalau bukan Ia kuatkan rasul-Nya H tentulah ia akan 
condong kepada orang-orang musyrik sedikit saja. Dan bahwasanya kalau beliau sampai 
condong kepada mereka, Alloh akan timpakan kepada beliau adzab di di dunia dan 
akhirat berlipat ganda. Tetapi Alloh meneguhkan beliau, sehingga tidak condong 
kepada mereka, tetapi memusuhi serta memutus hubungan dengan mereka. Tetapi, jika 
firman Alloh ini untuk Nabi H padahal beliau itu ma 'shum dengan teguran sekeras ini, 
maka selain beliau lebih layak mendapatkan ancaman ini. 

Keempat : Meninggalkan sikap kasih sayang kepada musuh-musuh Alloh. Alloh ta'ala 
berfirman: 



" SJJj^Ji S^CaJl oj^Jl uu6- " [ 119 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



A " f * f 

4 ^jyi-S- _jl ,*j£l_pM jl 

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari 
akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul- 
Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara 
ataupun keluarga mereka... " (QS.Al-Mujadilah :22) 

Syaikhul Islam berkata: "Alloh Swt. bahwa tidak mungkin ada seorang mukmin yang 
berkasih sayang kepada orang yang menentang Alloh dan rasul-Nya, meskipun itu 
bapak-bapak mereka. Dan tidak mungkin ada seorang mukmin yang berkasih sayang 
kepada orang kafir. Maka barangsiapa yang berkasih sayang kepada orang kafir, berarti 
ia bukan seorang mukmin." Saya katakan: Jika Alloh saja telah menafikan iman dari 
orang yang berkasih sayang kepada ayah, saudara dan kerabatnya kalau mereka 
menentang Alloh dan rasul-Nya, maka siapa yang berkasih sayang kepada orang-orang 
kafir yang mereka jauh lebih parah kondisinya, berarti dia lebih pantas untuk tidak 
disebut seorang mukmin. 

Wahai saudaraku...sudahkah engkau renungi -semoga Alloh memeliharamu- 
pernyataan-pernyataan para ulama kaitannya dengan masalah besar ini, yang mana saya 
tidak membawakannya kepadamu kecuali sedikit saja dari apa yang telah mereka tulis 
dalam permasalahan itu? 

Namun saya kira, apa yang telah saya nukil tadi sudah cukup. Maka jelaslah 
bahwa manusia di zaman sekarang telah meremehkan prinsip Al-Wala wal Baro. 
Mereka tidak mau mendongakkan kepalanya serta tidak mengerti bahwa itu adalah 
bagian dari agama. Maka demi Alloh, seandainya hati manusia dipenuhi dengan rasa 
cinta kepada Alloh, mereka tidak akan memberi kesempatan untuk perkara yang 
membatalkan kecintaan kepada Alloh serta kecintaan terhadap apa yang Ia cintai, juga 
kecintaan kepada orang yang Ia cintai. Tetapi hati itu sudah membatu, bahkan lebih 
keras lagi. Makhluk-makhluk besar saja tidak sanggup menanggung perkataan orang- 
orang kafir, apalagi mencintai, berwala, menolong serta berdiri bersama mereka, berbela 
sungkawa dan kasihan terhadap musibah yang menimpa mereka. 

Maka ketika orang-orang kafir mengatakan beberapa patah kata tentang Alloh, 
hampir-hampir makhluk-makhluk besar itu lenyap dan bangkit. Alloh ta'ala beriirman: 

4 tjJj Jb^j jl j-^ji! J^i U_j i TjJj j-^ji! \j&2 Jl <. iJ-a (JLjL-I 

" Dan mereka berkata:"Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". 
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, 
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung 
runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Penurah mempunyai anak. Dan 
tidak layak lagi Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS. Maryam : 
88-92) 

Perhatikan, bagaimana makhluk-makhluk besar ini hampir saja berubah dan 
hilang disebabkan perkataan orang-orang kafir yang buruk kepada Alloh. Mereka 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 120 ] 



4iii <u^-j ^g-jjOi z~S^ 'cy. u^h t^~J' 

memang para pelaku kedustaan-kedustaan dan kekufuran yang nyata. Mereka 
mengatakan: 

i *Upf j^-j jii <U>I jl | 
"Sesungguhnya Alloh itufakir dan kami adalah orang-orang kaya... " 

Dan mengatakan, 

"tangan Alloh terbelenggu... " 

Dan mengatakan, 

i aSsI jjI ^J.1 c£>U-JI cJlij Aiil jjI jj^p :>_^Jl cJlij ^ 

"Kaum yahudi mengatakan, Uzair putra Alloh. Dan kaum nashrani 
mengatakan, Al-Masih putra Alloh ... " 

Dan mengatakan, 

i sj%* oJi; iii ji } 

"Sesungguhnya Alloh itu ketiga dariyang tiga... " 

\m 
Dan mengatakan, 

i f.y, ^jI ^J»l y& ill jl ^ 
"Sesungguhnya Alloh itu adalah Al-Masih putra Maryam... " 

Inilah baru perkataan mereka tentang Alloh saja. Sedangkan kata-kata mereka 
tentang Rasululloh M maka banyak sekali. Perkataan-perkataan mereka tentang para 
nabi Alloh serta shahabat rasul-Nya yang mulia hampir tidak terhitung dan terjumlah. 

Semua kata-kata berat dan buruk mengenai hak Alloh ini, yang mana langit 
hampir terbelah, bumi hampir goncang dan pecah dan gunung-gunung hampir bangkit, 
masih saja orang-orang kafir dari kalangan yahudi dan nashrani serta yang lain 
meyakini dan menggembar-gemborkannya. Lebih parah lagi, mereka menggemborkan 
kata-kata yang lebih dahsyat dan buruk. Itupun, masih Anda temukan kaum muslimin 
yang mencintai dan menolong mereka, bersedih dan berbahagia karena kesedihan dan 
kebahagiaan mereka serta berdiri bersama mereka ketika mereka mengerang kesakitan 
akibat hukuman dari Alloh. Akhirnya hati kaum muslimin tadi lebih keras daripada 
gunung yang tidak bisa mendengar. 

Seandainya hati benar-benar mencintai Alloh, ridho dengan Islam dengan 
sebenarnya, tentu ia tidak sanggup mendengarkan suara orang-orang kafir atau melihat 
mereka. Apalagi berduka cita dan memberikan bantuan kepada mereka dengan darah, 
tidak menghibur dan membantu serta menyokong mereka memusuhi kaum muslimin, 
ataupun berdiri di fihak mereka dalam perang yang mereka lancarkan melawan 
'terorisme' (baca: jihad). Sebab semua perbuatan ini tidak akan keluar kecuali dari hati 
yang berpaling, tidak mencintai Alloh serta tidak memusuhi orang yang memusuhi 
kekasih-Nya, tidak mengerti makna Laa ilaaha illallaah dan tidak mengamalkannya. 
Maka siapapun yang mencela Alloh, menurut mereka adalah sama dengan orang yang 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 121 ] 



Sii <u^-j ^g^jOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



memuji-Nya, yang kafir sama dengan yang beriman. Dan... Laa haula wa laa auwwata 
illaa billaah. 




http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl V>^!' ^A^ " 



[122] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~^' 



Makna Mudhaharah kepada Orang-Orang Kafir yang 
tidak dimengerti para Fadhilatus Syaikh 



Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab di dalam 'Aqiidatul 
Muwahhidiin (hal. 457) ketika menyebutkan pembatal-pembatal keislaman: "Kedelapan 
adalah : Mudiaharah serta membantu orang-orang musyrik dalam memusuhi kaum 
muslimin. Dalilnya adalah firman Alloh ta'ala : 

i JaUkil j»jiJ! {S-Hi ^ <***' 01 *&* ^ tS^ ^yi Cf3 I* 

Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka 
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak 
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. " (QS. Al-Maidah: 5 1 ) 

Di dalam Mukhtaru ^s-Shihah (1/ 171), penulis berkata, u Adz-dzahir maknanya 
Al-Mu Hn (penolong), di antaranya adalah firman Alloh ta'ala : 

"... dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. " (QS. At- 
Tahrim :4) 

Sedangkan Adz-Dzahir adalah lawan dari Al-Bathin. Dan Dzoharos Syai ' artinya 
nampak jelas. Dzaharo 'ala Fulaan artinya mengalahkan si Fulan. Yang sekata dengan 
kedua kata ini adalah Khodho 'a dan Adzharohullohu Alaa 'aduwwihi. Dan Adzharos 
Syai' artinya menjadikan sesuatu terang. Adzharo bermakna juga berjalan di waktu 
dzuhur. Al-Mudzaharah artinya Al-Mu 'awanah (pertolongan), At-Tadzahur berarti At- 
Ta 'aawun (saling menolong), istadzharo bihi maknanya ista 'aana bihi (meminta 
pertolongan kepadanya), sedangkan Adz-Dzihaaroh (dengan dza' kasroh) adalah lawan 
kata Al-Bithonah (yang tersembunyi). 

Penulis kitab At-Ta 'aariif(l/ 183) berkata: "Kalimat At-Ta 'yiid diambil dari kata 
Al-Aid (tangan) yang berarti kekuatan, seolah ia mengambil bersamanya dengan tangan 
pada sesuatu yang ia perkuat seperti mengambil kekuatan. Sedangkan Al-Mudzaharah 
di ambil dari kata Adz-Dzuhr (punggung), sebab punggung adalah tumpuan kekuatan 
sesuatu, sementara tangan adalah tempat kekuatan dengan memberikannya kepada 
orang lain. Inilah pendapat Al-Haraliy." Beliau berkata lagi (IV/ 525): u At-Tadzahur 
adalah memikul pertolongan, yaitu penyandaran kekuatan seolah itu seperti saling 
bersandarnya satu punggung ke punggung lain. 

Syaikh Sulaiman bin Abdullah putra dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab 
-semoga Alloh merahmati mereka semua- di dalam Majmu'atut Tauhid (1/ 302): 
"Ketahuilah -semoga Alloh merahmati Anda- bahwa manusia jika menampakkan 
persetujuan kepada orang-orang musyrik atas agama mereka lantaran takut, serta 
mudarah, mudahanah, untuk menolak kejahatan mereka, maka ia kafir seperti mereka 
meskipun ia membenci tidak suka dan membenci mereka dan agamanya serta mencintai 
Islam dan kaum muslimin. Ini kalau yang terjadi dalam dirinya hanya itu. Maka 
bagaimana jika ia berada di negeri yang membangkang serta memanggil mereka, masuk 

" SJoJ^Jl ^lUaJl oj^Jl la^- " [ 123 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""J' 



ke dalam ketaatan kepada mereka, serta menampakkan persetujuan atas agama mereka 
yang bathil, membantu mereka atas agama itu dengan pertolongan dan harta, berwali 
kepada mereka sembari memutuskan hubungan antara dirinya dengan kaum muslimin, 
menjadi pengikut pasukan pengagung kubah dan kesyirikan serta penganut- 
penganutnya setelah sebelumnya menjadi pengikut pasukan keikhlasan dan tauhid serta 
para penganutnya! Maka sesungguhnya, yang seperti ini, seorang muslim tidak akan 
ragu bahwa ia kafir serta termasuk orang yang paling dahsyat permusuhannya kepada 
Alloh ta'ala dan rasul-Nya jj , tidak ada yang terkecualikan selain orang yang dipaksa, 
yaitu orang yang ditangkap kaum musyrikin lantas mereka mengatakan kepadanya, 
'kafirlah kamu, atau lakukan seperti ini, kalau tidak kami akan bertindak dan 
membunuhmu.' Atau mereka hendak menghukum dan menyiksa dia sampai mau 
mengikuti mereka. Maka dalam kondisi seperti ini, ia boleh menyetujui mereka dengan 
lisan sementara hatinya harus tetap rela dengan keimanan. Para ulama juga telah 
berijma' bahwa siapa saja yang melontarkan kata-kata kufur dengan bergurau, maka ia 
kafir. Lantas bagaimana dengan orang yang menampakkan kekururan terang-terangan 
lantaran khawatir dan ambisi terhadap dunia?! . Saya akan sebutkan beberapa dalil 
mengenai hal itu dengan pertolongan dan dukungan dari Alloh..." 

Selanjutnya, beliau menyebutkan sebanyak dua puluh satu dalil. Dalam dalil ke- 
13, beliau mengatakan, 'Tirman Alloh ta'ala : 

i jj^^J ^ f ^Ujlj ja &\ jp y ^Uj jU! j^iL^ji I^JJj. ji JJl Jl \ySy ^j f> 

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang 
menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang 
penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. " 
(QS.Hud:113) 

Di sini, Alloh menyebutkan bahwa kedekatan kepada orang-orang dzalim dari 
orang-orang kafir dan lalim mengakibatkan terjilatnya api neraka. Alloh tidak 
membedakan antara orang yang takut dan yang lain dari mereka selain orang yang 
dipaksa. Lalu bagaimana dengan orang yang menjadikan kedekatannya kepada mereka 
sebagai sebuah jalan hidup (din) dan ide yang baik serta membantu mereka dengan 
kemampuan harta dan saran, menyukai lenyapnya tauhid dan pengikutnya serta 
berkuasanya pengikut kesyirikan atas mereka?! Sesungguhnya ini adalah kekumran dan 
kedekatan yang paling besar." 

Pada dalil ke-14, beliau berkata: "Firman Alloh ta'ala : 

\jX^s ysxJlj r-ji' y rS^j oU.^b -JuJk* <uJij *jZ\ y V| ^JLcl -^ ry ^^ J& ' ry $ 

lS-Hi V 4)1 <l)fj "ij^\ ^J-P LJjJl sLJ-I \j*s*Z*\ *J\j diii C (^JiP i_jUp ^kj 4)1 y c_~s^P ^Aj^ 

i ^isCji r yji 

" Barangsiapa yang kajir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat 
kemurkaan Allah), kecuali orangyang dipaksa kajir padahal hatinya tetap tenang dalam 
beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk 
kekajiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. Yang 
demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia lebih 
dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kajir. 
(QS. 16:106-107) 



" 3%*Jl &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 124 ] 



Alloh ta'ala memberikan hukum yang tidak bisa digugat, bahwa siapa yang 
membelot dari agamanya kepada kekumran, maka ia kafir. Sama saja, apakah ia 
mempunyai udzur lantaran takut atas nyawa, harta atau keluarga, atau tidak punya 
udzur. Tidak ada bedanya, ia kufur dengan batin atau dzahir saja dan batinnya tidak. 
Sama saja, kufur dengan perbuatan atau kata-katanya, atau dengan salah satunya. Dan 
sama saja, ia berambisi kepada dunia yang akan ia peroleh atau tidak, dia adalah kafir 
dalam keadaan apapun, kecuali kalau dipaksa. Dan terpaksa dalam bahasa kita adalah : 
orang yang dirampas. Maka jika seseorang dipaksa untuk kafir dan dikatakan 
kepadanya: Kafirlah, kalau tidak, kami akan membunuh dan memukulmu. Atau 
ditangkap orang musyrik lalu mereka menyiksanya serta tidak mungkin bisa terlepas 
selain mengiyakan mereka, maka ia boleh sepakat dengan mereka secara dzahir. 
Dengan syarat, hatinya tetap rela dengan keimanan, artinya teguh di atasnya dan 
meyakininya. Adapun kalau sampai menyetujui mereka dengan hati, maka ia kafir 
meskipun dalam kondisi dipaksa. 

Hanya, dzahir dari perkataan Imam Ahmad Rhm. menunjukkan bahwa 
seseorang dalam kondisi pertama -yakni ketika orang-orang musyrik berkata, 'kaiirlah, 
kalau tidak, akan kami bunuh dan pukul kamu.'~ , tetap tidak disebut dipaksa sampai 
orang-orang musyrik benar-benar menyiksanya. Sebab ketika Imam Ahmad ditemui 
Yahya bin Ma'in ketika sakit, ia mengucapkan salam kepada beliau dan beliau tidak 
menjawabnya. Yahya bin Ma'in terus menyampaikan udzur serta membawakan hadist 
'Ammar dan firman Alloh ta'ala : 

kecuali orangyang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman 
(dia tidak berdosa) 

tapi Imam Ahmad memalingkan wajahnya ke lain arah. Akhirnya Yahya 
berkata: "Beliau tidak menerima orang-orang berudzur." 

Ketika Yahya keluar, Imam Ahmad berkata berhujjah dengan hadis Ammar, 
"Dan hadis Ammar, aku melewati mereka dan mereka mencela engkau, lalu akupun 
melarang mereka lantas mereka memukuliku. Sementara kalian baru dikatakan: Saya 
akan memukulmu saja." 

MakaYahya berkata, "Demi Alloh, tidak pernah kulihat di kolong langit, orang 
yang lebih faham mengenai agama Alloh ta'ala melebihi beliau." 

Kemudian Alloh ta'ala memberitahukan bahwa orang-orang murtad yang hati 
mereka lega dengan kekafiran itu, meskipun mereka memastikan diri berada di atas 
kebenaran sembari mengatakan: Kami tidak melakukannya kecuali karena takut; 
mereka tetap mendapatkan murka dari Alloh serta bagi mereka adzab yang pedih. 

Lalu Alloh juga memberitahukan bahwa sebab kekumran dan adzab ini bukan 
disebabkan meyakini kemusyrikan, atau bodoh tentang tauhid, atau membenci agama 
maupun mencintai kekufuran, tetapi sebabnya tidak lain adalah bagian dari harta benda 
duniawi, lalu ia mengutamakannya daripada agama dan keridhoan robb semesta alam. 
Alloh ta'ala beriirman: 

i jtj^ ^\ iS-Hi V <&l Otj ljs^\ ,Js> UoJl 5LJ-I \j*>^\ +Jii diSi |» 



" «JlJj^Jl CX*l\ o>Jl uu6- " [ 125 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai 
kehidupan dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk 
kepada kaum yang kajir. (QS. An-Nahl:107) 

Alloh ta'ala mengkaiirkan mereka dan mengkhabarkan bahwa Dia tidak 
memberi mereka petunjuk kepada mereka beserta dengan udzur mereka dengan 
kecintaan dunia. Kemudian, Alloh ta'ala memberitahukan bahwa orang-orang yang 
telah murtad karena mencintai dunia daripada akhirat itu, mereka itulah yang dikunci 
mati hati, pendengaran dan penglihatan mereka, dan bahwa mereka adalah orang-orang 
yang lalai. Selanjutnya disusul pengkhabaran pasti dan akan terjadi, bahwa mereka di 
akhirat adalah orang-orang merugi." 

Syaikh Hamd bin 'Atiq berkata di dalam Majmu 'atut Tauhid (1/ 324) setelah 
menyebutkan keadaan umat di zamannya serta beruntunya badai fitnah dan masuknya 
kaum musyrikin ke dalam negeri kaum muslimin, beliau berkata: Fitnah-fitnah yang ia 
sebutkan, kami melihat yang serupa dengan itu, bahkan lebih besar lagi di zaman kita 
sekarang. Demikian juga, manusia terbagi menjadi beberapa kelompok : 

Pertama : Pembela agama Islam, dan berusaha melakukan itu dengan segala 
upaya. Mereka ini sedikit jumlahnya, tetapi paling besar pahalanya di sisi Alloh. 

Kedua : Pelemah semangat kaum muslimin serta tidak mau membantu mereka. 

Ketiga : Yang keluar dari syari'at Islam dengan menolong kelompok orang- 
orang musyrik serta memberikan nasehat kepada mereka. Ath-Thabarani meriwayatkan 
dari Ibnu Abbas 4& dari Nabi M beliau bersabda, 

"Barangsiapa yang membantu pelaku kebatilan untuk membela kebatilannya 
sehingga nampak benar, maka ia terlepas dari perlindungan Alloh dan nabi-Nya. " 

Maka, lihatlah wahai hamba Alloh, di kelompok yang mana engkau berada? 

Beliau -rahimahulloh- juga berkata di dalam Majmu 'atut Tauhid (1/ 364) : 
"Adapun masalah ketiga adalah hal yang menjadi udzur bagi seseorang ketika harus 
mengiyakan orang-orang musyrik dan menampakan ketaatan kepada mereka. Maka 
ketahuilah bahwa menampakan sikap setuju kepada orang musyrik ada tiga kondisi: 

Kondisi pertama : Seseorang menyetujui mereka lahir bathin, lalu ia tunduk 
kepadanya secara dzahir dan condong serta mencintai mereka dalam hati. Yang seperti 
ini adalah kafir dan keluar dari Islam. Sama saja, apakah ia dipaksa atau tidak dalam 
melakukannya. Dan ia termasuk orang yang Alloh firmankan: 

Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekajiran, maka 
kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. " (QS. 16:106) 

Kondisi kedua : Sepakat dan condong kepada mereka di dalam hati, namun 
lahirnya menentang. Yang ini juga kafir. Tetapi kalau ia mengamalkan Islam secara 
dzahir, harta dan darahnya terlindungi dan dia adalah orang munafik. 

Kondisi ketiga : Menyetujui mereka secara lahir, namun hatinya menentang 
mereka. Yang ini terbagi menjadi dua: 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 126 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7" L* lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Pertama : Ia melakukan itu karena dia berada dalam kekuasaan mereka dan 
mereka memukul dan membelenggu dia serta mengancam akan membunuhnya. Mereka 
mengatakan kepadanya: 'Kamu menyetujui kami dan menampakkan ketundukan 
kepada kami, jika tidak, kami akan membunuhmu.' Maka dia dalam kondisi seperti ini 
boleh menyetujui mereka secara lahir dengan hatinya tetap rela dengan keimanan. 
Sebagaimana yang terjadi pada Ammar bin Yasir ketika Alloh ta'ala menurunkan : 

i JU.Vb jUks <dJj a_f\ _y VI } 

Juga sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

i i\H p#A \y£ jf VI } 

kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. 

Kedua ayat ini menunjukkan satu hukum sebagaimana disampaikan oleh Ibnu 
Katsir dalam tafsir surat Ali Imran. 

Kedua : Menyetujuinya secara lahir namun hatinya menentang mereka, dan dia 
tidak di dalam kekuasaan mereka. Yang mendorongnya melakukan hal itu adalah, bisa 
karena ambisi kepada kepemimpinan, harta, ingin ikut memberi minyak suci terhadap 
orang-orang Kristen dengan tinggal dan menjadi keluarganya, atau karena takut kepada 
akibat yang bakal terjadi. Dalam kondisi seperti ini, ia berubah menjadi murtad, dan 
kebencian dalam hatinya tidak bermanfaat. Ia termasuk orang yang difirmankan Alloh : 

i jij\&\ c_^Jl iS-Hi V &\ otj 8^-Vl _J* UaJ! SLJ-I Ij^i^! +Jl dJJS } 

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai 
kehidupan dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk 
kepada kaum yang kajir. (QS. An-Nahl:107) 

Di sini, Alloh memberitahukan bahwa yang membawa mereka kepada 
kekufuran bukanlah ketidak tahuan atau kebencian, bukan juga karena mencintai 
kebatilan. Tetapi tidak lain adalah mereka memiliki bagian duniawi, lalu mereka lebih 
mendahulukannya daripada kepentingan agama. 

Inilah makna perkataan Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab 
-Semoga Alloh ta'ala merahmati dan memaafkan beliau-. 

Adapun yang diyakini kebanyakan manusia sebagai sebuah udzur, sebenarnya 
itu hanya permainan dan taswiil syetan. Yaitu bahwa sebagian mereka ketika ditakut- 
takuti dengan satu yang nampaknya menakutkan oleh syetan, padahal tidak, lantas ia 
mengira bahwa ia boleh menampakkan persetujuan kepada orang-orang musyrik dan 
tunduk kepada mereka. Selain mereka, ketika syetan menjadikan indah keinginan 
kepada dunia kepadanya, ia membayangkan bahwa ia boleh bersepakat dengan orang- 
orang musyrik untuk tujuan itu. Lantas mengkaburkan dalam pandangan orang-orang 
jahil bahwa ia dalam kondisi dipaksa, padahal para ulama telah sebutkan ciri 
keterpaksaan. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rhm. berkata: "Saya meneliti berbagai madzhab 
lalu kudapati bahwa keterpaksaan itu berbeda-beda tergantung kondisi orang yang 
dipaksa. Maka sesuatu yang berlaku dalam kata-kata kufur seperti keterpaksaan yang 
berlaku di dalam pemberian atau yang semisal. Sesungguhnya Ahmad menetapkan tidak 

" SjGj^Ji *LXpS\ oj^Jl iUuto- " [ 127 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



hanya dalam satu tempat bahwa keterpaksaan untuk melakukan kekururan tidak ada 
selain ketika disiksa baik dicambuk atau dirantai. Kata-kata saja tidak disebut sebagai 
keterpaksaan. Beliau juga menetapkan bahwa seorang wanita seandainya ia 
memberikan kembali maharnya kepada suaminya lantaran kemiskinan, maka ia boleh 
kembali menarik pernyataan bahwa ia telah memberikannya, kecuali ketika ia takut 
suaminya akan menceraikan atau berbuat jahat kepada keluarganya. Di sini beliau 
menjadikan takut dicerai dan perlakuan buruk kepada keluarga sebagai bentuk 
keterpaksaan. Di lain tempat, kata-kata beliau adalah : karena suami itu menjadikannya 
terpaksa. Nah, yang seperti ini tidak berlaku dalam keterpaksaan dalam kekumran; 
sesungguhnya seorang tawanan ketika takut orang-orang kafir tidak menikahkannya, 
atau menghalangi dirinya dari isterinya, ia tidak boleh mengatakan kata-kata kufur." 
Selesai. 

Maksud beliau, bahwa keterpaksaan mengatakan kalimat kekumran tidak ada 
kecuali dengan disiksa, baik dipukul atau dibelenggu. Dan bahwa kata-kata saja tidak 
menjadi sebuah keterpaksaan. Demikian juga ketika takut orang-orang kafir akan 
menghalangi antara dirinya dengan isterinya, maka itu tidak disebut terpaksa. 

Jika Anda sudah mengerti permasalahan ini, Anda semakin tahu apa yang terjadi 
pada mayoritas manusia, dan semakin jelaslah bagi Anda sabda Nabi H : 

"Islam diawali dalam keadaan asing, dan ia akan kembali asing sebagaimana 
pertama datang. " 

Dan benar, kini ia kembali asing dan orang yang mengetahuinya benar-benar 
menjadi orang asing. Hanya dengan Allohlah taufik." Selesai perkataan beliau Rhm. 

Syiakhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam Majmu ' Fatawa (28/ 539): "Jika para 
salaf saja menyebut orang-orang yang enggan membayar zakat sebagai orang murtad, 
padahal mereka masih puasa dan shalat serta tidak memerangi jama'ah kaum muslimin, 
maka bagaimana dengan orang yang ikut bersama musuh-musuh Alloh dan rasul-Nya 
memerangi kaum muslimin?" 

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata di dalam Ar-Rasa Hl Asy- 
Syakhshiyyah (hal. 272) : "Sesungguhnya dalil yang menyatakan kaiirnya seorang 
muslim ketika ia menyekutukan Alloh atau bersama dalam kelompok orang musyrik 
melawan kaum muslimin -meskipun tidak berbuat syirik-, adalah terlalu banyak untuk 
dibatasi, dari firman Alloh dan sabda rasul-Nya serta perkataan para ulama terpercaya." 

Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab berkata di 
dalam Majmu 'atut Tauhid (hal. 236) ketika menyebutkan dalil-dalil kafirnya orang yang 
berwali kepada orang-orang musyrik: "Dalil keenam, Firman Alloh ta'ala : 

ll UlS <. ^j^l (J (jyU-^U^ LS^IjJli pz£~ A-i LOlS . <j .^ijl ,J»Ui A>JMil ,»_»lijy -^jJUl <1)J ^ 

\ \jy^A OfL»a * ;$->r »_»LL> ^iltljl [^S \»J>r\^~^ 4j_^L Aill jJsmI /p^ 

Sesungguhnya orang-orang yang diwajatkan malaikat dalam keadaan 
menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:"Dalam keadaan 
bagaimana kamu ini". Mereka menjawab:' 'Adalah kami orang-orang yang tertindas di 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 128 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



negeri (Mekah) ". Para malaikat berkata :Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu 

dapat berhijrah dibumi itu. " Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan 
Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, (QS. An-Nisa ':97) 

Artinya, di dalam kelompok mana kalian, kelompok kaum muslimin ataupun 
kelompok orang-orang musyrik? 

Maka mereka mengakui bahwa mereka tidak berada di kelompok kaum 
muslimin lantaran lemah, namun para malaikat tidak menerima udzur mereka dan 
mengatakan kepada mereka: 

Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah dibumi itu. " 
Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya 
tempat kembali. " (QS. An-Nisa ':97) 

Dan seorang yang berakal tidak akan ragu bahwa negara-negara yang keluar dari 
barisan kaum muslimin dan bergabung dengan orang-orang musyrik, berada di 
golongan dan kelompok mereka -padahal ayat ini turun mengenai beberapa orang 
penduduk Mekkah yang sudah Islam dan tidak mau berhijrah. Ketika kaum musyrikin 
keluar ke medan Badar, mereka paksa orang-orang tadi, akhirnya mereka mau keluar 
lantaran takut, sehingga kaum muslimin membunuh mereka ketika perang Badr. Ketika 
mengetahui terbunuhnya orang-orang tadi, mereka merasa iba dan mengatakan, "Kita 
telah membunuh saudara-saudara kita sendiri." Maka Alloh menurunkan ayat ini.~ , 
maka bagaimana dengan penduduk negara-negara yang tadinya berada di atas 
keislaman, lalu mereka lepas simpul Islam dari leher mereka, menampakkan persetejuan 
kepada orang-orang musyrik atas agama yang mereka anut, masuk ke dalam ketaatan 
kepada mereka, menyediakan tempat dan menolong mereka serta menghinakan para 
pemegang tauhid, mengikuti selain jalan mereka, menyalahkan mereka, mencela 
mereka terang-terangan, mencaci, menjelekkan serta memperolok mereka, menganggap 
pikiran mereka bodoh ketika mereka teguh serta bersabar di atas tauhid dan berjihad 
dengannya; membantu orang-orang musyrik memusuhi ahli tauhid, baik secara sukarela 
maupun terpaksa, pilihan sendiri ataupun darurat; mereka lebih layak memperoleh titel 
kekafiran dan neraka daripada orang-orang yang meninggalkan hijrah, karena merasa 
sayang dengan tanah air serta takut kepada orang-orang kafir dan yang turut keluar 
bersama pasukan mereka dalam keadaan takut. 

Di dalam Ad-Duror As-Sunniyah (IX/ 291) disebutkan : Para ulama Nejed 
mengkatagorikan tiga perkara yang siapa menyandangnya, jihad melawannya harus 
dilakukan. Di antaranya: " Perkara yang ketiga : yang mengharuskan jihad kepada orang 
yang membantu orang-orang musyrik dan menolong mereka memusuhi kaum muslimin, 
dengan tangan, hati maupun harta. Maka ini adalah kekufuran yang mengeluarkan dari 
Islam. Oleh sebab itu siapapun yang membantu orang-orang musyrik memusuhi kaum 
muslimin, serta menyokong mereka dengan hartanya yang mereka minta bantuan 
dengannya untuk memerangi kaum muslimin dengan sukarela, maka ia telah kafir." 

Syaikh Abdul Latif bin Abdurrohman berkata di dalam Ad-Duror As-Sunniyah 
(VIII/ 455), "Rasululloh #t bersabda, 

( <ui* 4Jli 4jt* jS^u «I iJ-JLM AJ>l2r -y \ 

" sjgj^ji a^UaJi oj^Ji la^- " [ 129 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jj;*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



"Barangsiapa berkumpul dengan orang musyrik atau tinggal bersamanya, ia 
sama dengannya. " 

Tidak dikatakan: Itu hanya semata-mata berkumpul dan tinggal saja, ia telah 
menjadi kafir. Tetapi maksudnya : Bahwa siapa yang tidak mampu keluar dari kalangan 
orang-orang musyrik, lalu mereka memaksa dia keluar (berperang), maka hukumnya 
sama dengan hukum mereka; dalam kebolehan dibunuh dan diambil hartanya, bukan 
hukumnya dia menjadi kafir. Lain ketika dia keluar bersama mereka untuk berperang 
melawan kaum muslimin secara sukarela dan atas pilihan sendiri, atau membantu 
mereka dengan fisik dan hartanya, maka tidak diragukan lagi bahwa hukum dia dengan 
orang-orang musyrik di dalam kekaiiran adalah sama." 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rhm. berkata di dalam Fatawa Islamiyyah (IV/ 
486): "Boleh berbuat baik kepada orang-orang kafir non harbiy, tanpa disertai rasa cinta 
kepada mereka." Kemudian beliau mengatakan, "Adapun orang-orang kafir harbiy, 
tidak boleh membantu mereka dengan bentuk apapun. Bahkan, membantu mereka untuk 
memusuhi kaum muslimin termasuk pembatal keislaman. Berdasarkan firman Alloh 
ta'ala : 

% *-&* 4JLi J>j^ t-bjk yj ¥ 

"...Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka 
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka... " (QS. Al-Maidah:51) 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rhm. juga berkata di dalam Fatawa Ibni Baaz (1/ 
274): "Para ulama ber-ijma ' bahwa siapa yang menolong orang kafir melawan kaum 
muslimin serta membantu mereka dengan bantuan berupa apapun, maka ia kafir seperti 
mereka. Sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah 
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka 
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka... " (QS. 
Al-Maidah:51) 

Di antara dalil yang dijadikan hujjah oleh orang-orang yang menolong orang 
kafir serta mereka jadikan dalil bahwa menolong orang kafir bukan kufur yang 
mengeluarkan dari millah adalah kisah Hatib di dalam Shahih Bukhari Muslim ketika ia 
mengirim surat kepada orang-orang musyrik Makkah, memberitahukan kedatangan 
Rasululloh H menyerang mereka. Ketika surat itu berhasil diambil ke tangan Rasululloh 
H beliau bersabda kepadanya: "Hai Hatib, apa-apaan ini?" ia menjawab, "Wahai 
Rasululloh, jangan tergesa-gesa menuduhku bahwa aku adalah orang yang mengikuti 
kaum quraisy." Ia melanjutkan, "Aku dulu adalah sekutu kaum Qurasy namun aku 
bukan termasuk mereka, sedangkan orang-orang yang menyertai Anda ada sebagian 
mereka yang memiliki kerabat sehingga bisa menjaga keluarga dan harta mereka. Maka 
saya suka ketika saya tidak memiliki kerabat di antara mereka untuk meminta bantuan 
mereka menjaga kerabatku. Dan aku tidak melakukannya lantaran murtad dari agamaku 
ataupun karena ridho dengan kekufuran setelah Islam. 



" 5JG-^Jl &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 130 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Mendengar itu, Rasululloh H bersabda, "fa fe/a/z berbuat jujur kepada kalian. " 
Maka Umar berkata, "Wahai Rasululloh, biar kupenggal leher orang munaiik ini." 
Beliau bersabda, "Sesungguhnya ia mengikuti perang Badar, dan engkau tidak tahu 
barangkali Alloh melihat hati orang yang ikut dalam perang Badar lalu berfirman: 
'Lakukan sesuka kalian, aku telah mengampuni kalian. ' " Maka Alloh menurunkan 
surat: 

4 J^Jl slj- Jv» Ais | aJjS Jl ^ jJ-l ^ 

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan 
musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita- 
berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah 
ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan 
(mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu. Jika kamu benar-benar 
keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu 

berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita -berita Muhammad) 

kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu 
sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang 
melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al- 
Mumtahanah: 1 ) 

Kisah ini, yang merupakan hujjah terkuat mereka, tidak terdapat di dalamnya 
satu dalilpun yang menunjukkan tidak kufurnya membantu orang kafir. Para ulama 
dakwah Najed panjang lebar menjawab hal itu, dan saya tidak merasa dalam posisi yang 
pas untuk memaparkan perkataan mereka. Hanyasaja saya katakan, 

Pertama : Kisah ini adalah dalil tidak kuturnya orang yang mentakwil; sebab Hatib 
mentakwil bahwa hal itu boleh lalu dia lakukan. Sedangkan Rasululloh H bersabda 
sebagaimana sabda beliau tadi, yang menunjukkan bahwa perang Badar itu telah 
menghapuskan dari Hatib kekuturan yang ia lakukan lantaran (keliru) mentakwil. Dan 
perlu diketahui bahwa takwil (yang keliru) termasuk Maani' (penghalang) seseorang 
untuk dikafirkan menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dan, orang yang mengatakan 
bahwa perang Badar menghapuskan kekururan yang dilakukan pelakunya. Tetapi, itu 
hanya menghapus takwil yang rusak (tidak benar) yang dilakukan Hatib 4«. 

Kedua : Kalaulah menurut bersama mereka , maka sesungguhnya dari sekian 
pendapat para ulama, yang paling masyhur dalam kaitannya kisah seperti ini adalah 
mereka mengatakan, Sesungguhnya sabda Rasululloh H : "Sesungguhnya Alloh telah 
melihat hati pengikut Badar...dst" menunjukkan keistimewaan pasukan Badar dengan 
sifat itu, dan tidak berlaku bagi seorangpun setelah mereka. 

Asy-Syaukani berkata di dalam Nailul Author (VIII/ 154): "Sabda Rasululloh #t 
: "Engkau tidak tahu, barangkali Alloh ...dst" Ini adalah kabar gembira besar bagi 
pengikut perang Badar -ridhwanullahi 'alaihim- dan tidak berlaku bagi selain mereka. 

Ada yang mengatakan, Shighoh Amr (kata perintah) dalam sabda beliau: (Alloh 
berjirman) : "Lakukanlah (sesukamu)..." adalah untuk penghormatan dan pemuliaan. 



" SjGJ^JI ^lUaJl oj^Jl ^ijuo- " [ 131 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Maksudnya, tidak ada hukuman dari apa yang mereka (pengikut Badar) lakukan setelah 
itu. Dan bahwa mereka memiliki kekhususan dengan itu dikarenakan kondisi dahsyat 
yang mereka alami yang menjadikan wajar jika dosa-dosa mereka yang lampau 
diampuni, serta layak jika Alloh mengampuni dosa mereka yang akan datang jika 
terjadi. Artinya, semua yang kalian (pengikut Badar) lakukan setelah kejadian ini 
berupa pekerjaan apapun, maka itu diampuni." 

Ketiga : Para ulama mengatakan, udzur Hatib dalam ketidak kafiran dia lantaran 
membantu orang kafir adalah berdasarkan wahyu dari Alloh. Sebab Nabi H , ketika 
Hatib 4« meminta udzur, beliau bersabda, "Sesungguhnya, ia telah berbuat jujur kepada 
kalian. " Di sini, Rasululloh H mengetahui udzurnya dengan wahyu, dan itu tidak 
berlaku bagi seorangpun sepeninggal Rasululloh |f. 

Keempat : Para ulama berkata, sesungguhnya juga, udzur Hatib sehingga ia tidak 
dikafirkan, nampak jelas dalam surat ia kirim kepada kaum musyrikin. Surat itu mirip 
dengan sebuah seruan terhadap kaum musyrikin dan menakuti-nakuti mereka akan 
(kedatangan) Rasululloh H serta menganggap jinak kekuatan yang mereka miliki. 
Yahya bin Salam di dalam Tafsir-nya menyebutkan bahwa lafadz dari surat Hatib 
kepada kaum musyrikin adalah kata-katanya berikut ini: "Amma ba'du... wahai 
sekalian kaum Quraisy, sesungguhnya Rasululloh M datang kepada kalian dengan 
sepasukan seperti malam hari, yang berjalan seperti aliran air. Maka demi Alloh, jika 
beliau datang sendirian, Alloh pasti menolong beliau dan menepati janji-Nya kepada 
beliau. Maka, lihat kembali diri kalian. Wassalam. " 

Maka, berhujjah dengan kisah Hatib mengenai kebolehan membantu orang kafir 
adalah batil dan dosa besar. Membantu orang kafir adalah kufur yang gamblang dan 
jelas, tidak ada perselisihan dalam hal itu. Lantas, bagaimana engkau bantah nash-nash 
yang jelas dan qath 'i dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan kisah itu, di mana para 
ulama belum berijmak dan bersepakat mengenai dalil yang ditunjukkannya?! Maka 
kembali kepada sesuatu yang jelas dan gamblang dari firman Alloh dan sabda rasul-Nya 
adalah lebih wajib. 

Setelah engkau tahu -wahai saudaraku, semoga Alloh memelihara 
dirimu-makna Mudiaharoh serta makna Al-Wala wal Baro', lantas apakah engkau akan 
berdiri bersamaku di atas fatwa Syaikhul Azhar: Muhammad Sayyid Thonthowi, yang 
dikeluarkan tanggal 1 Rajab 1422 H, serta engkau bandingkan dengan pembahasan 
yang sudah kau baca tadi? Ia ditanya mengenai peran Al-Azhar dalam menolong orang 
yang didzalimi di samping orang-orang fakir yang dianiaya, ia menjawab, 
"Sesungguhnya menganiaya orang yang dalam keadaan aman, sebagaimana yang terjadi 
di WTC New York adalah tindakan terorisme dan kedzaliman serta pengkhianatan janji 
itu sendiri." 

Ia juga ditanya mengenai serangan yang dilancarkan kepada Afghanistan, 
katanya: "Adalah hak setiap negara untuk membalas fihak yang menganiaya dirinya. 
Dan sesungguhnya Islam bersama fihak yang dianiaya serta berdiri melawan tindak 
aniaya, kedzaliman dan terorisme. Jika terjadi penganiayaan terhadap sebuah negara 
manapun, kita, kaum muslimin, berdiri di fihak yang dianiaya, tanpa harus melihat 
apakah itu Amerika atau yang lainnya." Lebih tegas lagi ia mengatakan bahwa, "Pelaku 
perbuatan teror dan pembunuhan harus mengevaluasi diri setelah jelas kejahatannya 
berdasarkan bukti yang pasti." 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 132 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Ini bukan satu-satunya yang menampakan sikap memalukan ini, tapi yang 
semisal dengannya banyak, dari kalangan pemakai surban syaikh yang penuh 
kepalsuan itu. 

Coba Anda simak fatwa lainnya berisi sikap toleransi palsu yang mencapai 
klimaksnya, yaitu fatwa dari ketua Majlis Al-Qadha' Al-A'la (Majelis Pengadilan 
tertinggi) Arab Saudi; Syaikh Sholih Al-Luhaidan, tertanggal 1/7/1422H, beliau 
mengatakan, "Berbuat baik kepada orang lain -maksudnya adalah orang-orang 
Amerika- serta membantu orang yang dizalimi -lagi-lagi maksudnya Amerika- dan 
melawan orang dzalim -maksudnya Afghanistan~ dengan cara yang benar, bukan 
dengan kezaliman, adalah sarana terbesar meminimalizir kejahatan." 

Beliau juga mengatakan, "Sesungguhnya mengulurkan tangan membantu orang- 
orang yang tertimpa musibah dalam ledakan itu semata-mata mencari wajah Alloh Jalla 
wa 'Alaa adalah termasuk kebaikan kepada anak manusia. Dan itu juga merupakan 
sarana dakwah kepada Alloh sekaligus menjelaskan luhurnya akhlak Islam." 

Dan ketika beliau ditanya mengenai keabsahan menolong orang-orang yang 
tertimpa musibah dalam kejadian seperti ini dengan berupa sumbangan darah serta 
mengeluarkan bantuan-bantuan harta dan sebagainya, beliau menjawab, setelah 
menyebutkan hadist: 

"Dalam setiap rongga kurma basah ada pahalanya. " 
Dan menyebutkan firman Alloh 

^ \jy^\» Lo~»X)« LuS^«^ <U>- -Lp ?\jus}\ Oy±Ju2J» p 

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, 
anak yatim dan orang yang ditawan. " (QS. Al-Insan:8) 

Bahwa yang tertawan di sini adalah orang kafir sekalipun. Beliau mengatakan, 
"Maka membantu mencegah kematian orang kafir semata-mata mencari wajah Alloh 
Azza wa Jalla termasuk kebaikan kepada sesama manusia. Itu juga termasuk sarana 
dakwah ilalloh dan menerangkan akan keluhuran akhlak Islami serta bagaimana 
ketinggian pekerti seorang muslim yang menjalankan agama Alloh sebagai agama yang 
benar. Maka tidak mengapa dan tidak berdosa, bahkan pahala akan melimpah dengan 
izin Alloh, bagi orang yang menolong orang yang terdzalimi meskipun ia kafir." 

Mengapa kebaikan tidak terpuji selain untuk orang-orang Amerika saja, wahai 
Fadhilatus Syaikhl Mana kebaikan kepada orang-orang Irak ketika kalian turut 
mengembargo mereka selama puluhan tahun, dan rakyat Irak yang tak bersalah tidak 
diserang melainkan dari negara Anda wahai Syaikh yang mulia? Apa pendapat Anda 
tentang orang yang hendak berbuat baik kepada orang-orang yahudi yang tak bersalah 
yang mereka terbunuh karena operasi-operasi mati syahid? Lantas apa bedanya antara 
orang-orang tak bersalah dari yahudi dan Amerika? Jika menolong orang Amerika 
adalah kebaikan, maka membantu orang yahudi juga kebaikan, begitukah? Jika 
membunuh orang Amerika adalah teror, berarti membunuh orang yahudi juga 
terorisme? Amerika adalah negara harbi, sedangkan yahudi sudah disepakati sebagai 
orang-orang kafir harbi, lantas mengapa keduanya dibedakan ? silahkan, Anda boleh 

" «OjJ^Jl «illUaJl >-r>°j*fi '&&■ " [ 133 ] 



mengatakan yahudi tidak bersalah, dan ini sesat. Atau mengatakan kejahatan Amerika, 
dan yang ini Anda tidak mengatakannya. 

Kepada pembaca budiman, saya bawakan fatwa lain dari Syaikh yang lain pula, 
yaitu Syaikh Yusuf Qardhawi yang menfatwakan jahatnya serangan seperti ini dan itu 
haram dalam syari'at Islam, setelah itu ia mengatakan, "Kami menghimbau seluruh 
kaum muslimin untuk memberikan bantuan berupa donor darah kepada orang-orang tak 
bersalah di Amerika yang jatuh sebagai korban serangan ini." 

Fatwa lain adalah dari Rabithah Alam Islami yang semula kami kira akan 
menyatakan sikap baro ' nya dari orang-orang kafir serta akan membela kaum muslimin. 
Ternyata fatwanya semakin menampakkan bahwa ia adalah ikatan (rabithah) bagi 
kegelisahan yang menimpa kaum salibis. DR. Abdul Muhsin At-Turki mengatakan, 
pada tanggal 29/6/1422H setelah beliau menjelekan serangan-serangan tersebut dan 
mengecamnya serta menyatakan hukumnya bahwa Islam berlepas diri darinya dan dari 
pelakunya, beliau juga melakukan bujukan sedemikian panjang. Katanya, 
"Sesungguhnya negara-negara muslim berpijak untuk mengecam kejahatan terorisme 
yang terjadi di Amerika serta yang terjadi di negara-negara lain, berpijak kepada dasar 
Islam yang dibangun di atas kaidah syar'i yang mengharamkan setiap muslim untuk 
menjadi pembunuh, atau menjadi perantara dari sebuah pembunuhan maupun teror 
terhadap manusia atau menyakiti mereka. Sebab semua itu masuk ke dalam katagori 
kedzaliman yang diharamkan." 

Saya katakan: Lalu apa yang kita lakukan dengan jihad wahai fadhilatus Syaikh, 

dengan apa engkau akan mensifatinya? 

"'-■-... 

Beliau menambahkan dengan kata-katanya: "Sesungguhnya kedamaian dunia 
dan jaminan keamanan serta keselamatannya menuntut untuk segera memberlakukan 
aturan tiap negara mengenai larangan semua bentuk tindakan aniaya." 

Fatwa terakhir dari rentetan impulsi yang luar biasa besar itu dan yang 
mengingkari serta mengecam, kami akhiri dengan fatwa Mufti kerajaan Saudi selaku 
ketua Hai'ah Kibaril Ulama dan Idarotul Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta', Samahatus 
Syaikh Abdul Aziz Alu Saikh, beliau berkata: 

"Sesungguhnya peledakan yang terjadi di Amerika dan yang semisal berupa 
pembajakan pesawat, atau menteror orang-orang yang dalam kondisi aman, atau 
membunuh jiwa tanpa alasan yang benar, semua itu tidak lain adalah satu kedialiman, 
kejajatan dan tindak aniaya. Perbuatan-perbuatan seperti ini hukumnya haram dan 
termasuk dosa besar. " 

Lebih tegas lagi beliau mengatakan, "Bahwa kejadian di New York dan 
Washingthon adalah kasus berbahaya yang menyebabkan terbunuhnya ribuan nyawa, 
termasuk perbuatan yang tidak dibenarkan syari 'at Islam dan bukan dari ajaran din, 
serta tidak sejalan dengan kaidah-kaidah prinsipnya yang syar 7. " 

Ini adalah sebagian kecil dari fatwa lemah yang menggulingkan makna Al-wala 
wal Bara ke dalam lumpur demi Amerika. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 134 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Lantas mereka diam dari mengecam kejahatan Rusia di Cechnya. Diam dari 
mengecam kejahatan India di Kashmir. Diam dari kejahatan Amerika di Irak, Indonesia, 
Kosova dan Bosnia. Diam dari kejahatan China di Turkistan Timur. Diam dari 
kejahatan Iran melawan saudara-saudara kita ahlus sunnah di Iran. Diam dari kejahatan 
zionis melawan saudara-saudara kita di Palestina. Diam dari kejahatan Eritrea melawan 
kaum muslimin di sana. Diam dari...dari...dan dari.... Mereka tidak bersuara selain 
mengecam aksi terorisme melawan Amerika, tidak pernah berbicara selain membantu 
orang-orang tak bersalah di Amerika!! ! Seolah tidak ada orang-orang tak bersalah selain 
'bule' Amerika. Hebat betul ilmu mereka! 

Tetapi, kami katakan kepada mereka, 'Setelah hari ini, kalian adalah orang 
terakhir yang berhak berbicara tentang akidah dan tauhid. Dan sesungguhnya dakwah 
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berlepas diri dari kalian sebagaimana darah 
serigala berlepas diri dari darah Nabi Yusuf St9. Kalian telah tunjukkan sendiri, bahwa 
ternyata kalian tidak memahami makna Akidah dan makna Al-Wala wal Baro ', kalian 
tidak pandai selain yang diperintahkan kepada kalian, bahkan mungkin kalian tidak 
pandai selain pada hal-hal yang memperbaiki dunia kalian. 

Demi Alloh celaka kalian, wahai para fuqoha, tidak tahukah kalian hukum 
membantu orang kafir harbiyl Apalagi orang-orang Amerika. 

Sesungguhnya dalil-dalil umum yang dijadikan hujjah para fuqoha tadi adalah 
bathil, tujuannya untuk menjadi pelindung bagi mereka supaya kaum salibis ridho 
kepada mereka, padahal merubah hukum tidak akan memberi manfaat apa-apa. 

Semoga Alloh merahmati Syaikh Abdullah Al-Ahdal ketika beliau ditanya di 
dalam bukunya As-Saiful Battar 'ala Man Yuwaalil Kuffaar (hal. 28), pertanyaannya 
seputar membawa barang atau makanan ke negeri orang Nashrani. Beliua menjawab, 
"Adapun jika negeri itu adalah negeri Islam sebelumnya, kemudian dikuasai orang 
kafir, kita wajib membela dan menyelamatkannya dari tangan mereka. Maka orang yang 
membawa barang dan peralatan ke negeri mereka berarti telah bermaksiat kepada Alloh 
dan rasul-Nya serta menjadi pelaku dosa besar. Dia harus dilarang melakukannya, kalau 
masih belum jera juga, penguasa atau yang memiliki kekuasanan dari kaum muslimin 
hendaknya menta zz'r-nya meskipun harus memenjarakannya, melarangnya bepergian 
ke negeri itu. Kalau tidak mau berhenti juga, boleh mengambil paksa barang bawaannya 
di tengah untuk memboikot orang-orang kafir namun barang itu tetap menjadi hak 
pemiliknya. Dan tidak boleh membunuhnya, tetapi menghalanginya dengan cara sebaik 
mungkin yang tidak sampai menyakiti. Sedangkan orang yang membantunya, ia 
sebanding dosanya dengannya. Sama saja apakah bantuan itu berupa perkataan atau 
perbuatan, berdasarkan sebuah hadist: "Barangsiapa membantu orang dzalim, Alloh 
tundukkan ia kepada orang dzalim itu. " Dikeluarkan oleh Ibnu 'Asakir dari Ibnu 
Mas'ud. Juga sebuah hadist, "Barang siapa membantu orang dzalim untuk mematahkan 
kebenaran dengan kebatilannya, berarti telah terlepas dari tanggungan Alloh dan 
rasul-Nya. " Dikeluarkan Al-Hakim dari Ibnu Umar -Radhiyallohu 'anhuma-T 

Saya katakan: "Kalau seperti ini hukum orang yang sekedar membawa barang 
dagangan ke negeri yang dikuasai orang kafir sementara penduduknya adalah kaum 
muslimmin, lantas bagaimana dengan orang yang ingin memberikan sumbangan, baik 
darah, harta dan bantuan berbentuk apapun ke negara kafir harbiyl 



" «OjJ^Jl «illUaJl >-r>j*fi l &jr " [ 135 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Sesungguhnya 7//a/z (Sebab) diharamkannya membawa barang dagangan ke 
dalam negeri yang dikuasai orang-orang kafir adalah karena akan memperkuat mereka. 
Padahal yang wajib adalah memboikot mereka serta menyelamatkan negeri Islam dari 
mereka. Dan Illah ini -yakni memperkuat orang kafir~ terdapat pada diri Amerika. 
Oleh karena itu, para fuqoha tersebut ingin membantu Amerika dengan memberikan 
sumbangan kepadanya berupa darah dan harta, padahal Amerika adalah negara kafir 
harbiy. Mereka ingin memperkuat dan bergabung bersama mereka untuk lebih 
meningkatkan peperangan terhadap Islam dan kaum muslimin. Terlebih lagi, mereka 
telah memaklumatkan akan melaksanakan perang salib melawan Islam dan 
pemeluknya. Maka, bantuan-bantuan ini tentu lebih layak disebut menguatkan mereka 
dalam peperangan yang akan mereka gulirkan. Syaikh (Abdullah Al-Ahdal) 
mengharamkan membantu mereka berkesimpulan dari dalil yang mengharamkan 
membantu orang dzalim, lalu bagaimana hukum mereka yang membantu orang yang 
memerangi Alloh dan pemeluk agama-Nya?. 

Sedangkan bekerja sama dan menguatkan orang kafir harbiy adalah haram 
berdasarkan ijma '. An-Nawawi berkata di dalam Al-Majmu ' (IX/ 335): "Adapun 
menjual senjata kepada orang kafir harbiy, hukumnya adalah haram berdasarkan ijma ', 
kalau ia tetap menjualnya kepada mereka, akadnya tidak sah menurut pendapat yang 
benar. Dengan pendapat inilah jumhur pengikut kami memutuskannya dengan tegas 
dalam dua pendapat yang ada." 

Syaikhul Islam mengambil 'illah diharamkan menjual senjata kepada mereka 
dengan 'Illah memberi bantuan dan memperkuat mereka. Dan ini terdapat dalam 
bantuan yang oleh para fuqoha tadi dihimbau untuk mengeluarkannya kepada orang- 
orang kafir harbiy Amerika. 




Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di dalam Al-Fatawa (22/ 141) ketika 
ditanya tentang seorang penjahit yang menjahitkan sabuk sutera milik orang nashrani, di 
sana ada gambar salib emas. Apakah ia berdosa karena menjahit itu? Dan apakah upah 
yang ia terima halal atau tidak?. 

Beliau menjawab, "Ya, jika seseorang membantu orang dalam rangka 
bermaksiat kepada Alloh, ia juga ikut berdosa. Sebab ia membantu dalam hal dosa dan 
perbuatan permusuhan. Oleh sebab itu, Nabi H melaknat khamer, pemerasnya, dan yang 
minta diperaskan, pembawanya serta yang minta dibawakan kepadanya, penjual dan 
pembelinya, penuang dan peminumnya serta yang memakan hasil harganya. 
Kebanyakan dari mereka -seperti pemeras, pembawa dan penuangnya- mereka turut 
membantu untuk meminumnya. Oleh karena itulah, tidak diperbolehkan menjual senjata 
kepada orang yang akan menggunakannya melakukan perang yang haram, seperti 
memerangi kaum muslimin dan perang ketika zaman fitnah. Kalau ini dalam hal 
membantu orang yang berbuat maksiat, maka bagaimana dengan membantu terhadap 
kekufuran dan syi'ar-syi'ar kekururan?. 

Saya katakan: Allohul Musta 'aan, Hanya Allohlah tempat minta pertolongan. 
Apakah para fuqoha penyayang dan lembut itu sadar bahwa mereka membantu Amerika 
untuk berperang. Meski bantuan tidak berupa materi, namun bantuan moral. Mereka 
telah menyatakan belasungkawa dan menajamkan spirit mereka serta mengecam musuh 
mereka. 



" «OjJ^Jl ^llUaJl >-r>°j*fi '&-*?■ " [ 136 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Saya membaca sebuah jawaban dari seorang jahil yang menganggap dirinya 
faham fikih, atas pertanyaan yang ditanyakan seseorang; apakah boleh bertakziah 
kepada orang-orang kafir karena musibah yang menimpa mereka? -maksud penanya 
adalah Amerika, pertanyaan ini muncul sehari setelah serangan 1 1 September- 

Jawab dia, "Ya, diperbolehkan bertakziah dan menjenguk mereka ketika mereka 
sakit, sebab Rasululloh i§ pernah mengunjungi seorang pemuda yahudi ketika ia sakit, 
padahal ia kafir. . .dst. 

Saya katakan: "Orang fakih bodoh ini tidak tahu perbedaan yahudi mu 'ahad 
yang berada di bawah kekuasaan Rasululloh H dan yahudi atau nashrani yang harbiy. Ia 
mendudukan nash bukan pada tempatnya serta tidak menerapkan tahqiqul manath pada 
posisi fatwa yang tepat sebelum menempatkan nash di dalamnya. Tetapi memang, orang 
ini dan yang semisal, merekalah yang seperti disabdakan Rasululloh M setelah para 
ulama diwafatkan dan ilmu dicabut, beliau bersabda, "...maka manusia mengangkat 
pemimpin-pemimpin yang bodoh, lalu mereka berjatwa tanpa dasar ilmu. Maka mereka 
sesat dan menyesatkan. " Dan semua fatwa yang keluar sampai kepada kita seputar 
kejadian 1 1 September masuk dalam katagori fatwa ini bahkan lebih parah; sang mufti 
tidak mengerti perbedaan antara kafir mu'ahad, dzimmi, mu'taman dan muharib. 
Sehingga mereka menempatkan nash-nash yang ini pada yang itu, dan nash yang itu ke 
yang ini. Ia mencampur aduk antara pemburu dan pemanah, ia menyangka bahwa 
semua yang putih itu lemak, sedangkan setiap yang hitam adalah arang. Kalaulah 
mereka bisa mengetahui perbedaan antar sifat-sifat ini dengan mudah, mereka tidak 
mengetahui realita (waqi ') yang akan dia lihat tahqiqul manathnya untuk selanjutnya ia 
terapkan dalil pada tempat yang sesuai. Kita memohon kesejahteraan dan hidayah 
kepada Alloh. 




" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 137 ] 



Sll <U^-j ^j^jjOI T~}~P l/. cA»»'Ij 7V~-J' 



4JJI 



Himbauan Kepada Kaum Muslimin 
yang Masih Tinggal di Negeri Kafir 



Dalam kesempatan ini, saya tidak lupa menasehatkan kepada kaum muslimin 
yang tinggal di tengah-tengah orang-orang musyrik, entah itu memiliki udzur maupun 
tidak; agar mereka tidak lupa bahwa merekalah yang menjadi makna pertama dari dua 
makna dalam Al-Wala wal Baro serta membantu musuh. Maka jangan sampai mereka 
tertipu dengan kehidupan dunia, dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, 
memperdayakan kalian tentang Allah. Perkara terpenting yang harus dijaga seorang 
hamba adalah agama dan akidahnya, meskipun ia harus hidup melarat dan mati bersama 
anak-anaknya dalam keadaan lapar; itu lebih baik baginya daripada hidup mewah dan 
mati bersama anak-anaknya di atas agama selain Islam. Dunia ini fana, sedangkan 
akhirat itulah kehidupan sebenarnya seandainya mereka tahu. 

Saya bawakan untuk saudara-saudaraku sebuah fatwa Syaikh Abdullah bin 
Abdul Bari Al-Ahdal dari buku As-Saiful Battar 'Alaa Man Yuwaalil Kujfaar, beliau 
berkata pada halaman 21: 

"Penanya berkata: 'Demikian juga dengan orang-orang muslim yang tinggal di 
negeri Islam, sebagian mereka ada yang mengaku-aku sebagai rakyat kaum nashrani 
serta puas dan bangga dengan hal itu. Apa pendapat Anda tentang keimanan mereka? 
Termasuk mereka memasang semacam banner pada kapal-kapal mereka, yaitu bendera 
yang mirip dengan bendera-bendera orang-orang kristen, sebagai simbol bahwa mereka 
adalah rakyat nashrani. ' 

Jawabannya adalah: "Hanya Allohlah tempat kita meminta agar senantiasa 
menjaga keberlangsungan agama Islam kita. Orang-orang itu telah tertancam dalam diri 
mereka rasa cinta kepada orang-orang nashrani serta menganggap besar kerajaan 
mereka, mereka mengamati melimpahnya dunia ada di tangan orang-orang salib itu 
serta mengira itulah yang akan menjadi bagian dia di dunia dan di akhirat. Pandangan 
mereka terbatas kepada dunia dan bagaimana mengumpulkannya saja. Mereka 
beranggapan, kaum nashrani lebih profesional menjaga dan memeliharanya. Jika orang- 
orang islam seperti ini tadi bodoh tapi masih meyakini mulianya agama Islam serta 
keunggulannya di atas semua agama, hukum-hukumnya adalah yang terbaik, dan di 
hatinya tidak ada rasa sedikitpun untuk mengagungkan orang kekumran dan para 
pemeluknya, maka ia masih berada di dalam hukum Islam. Tetapi mereka fasik serta 
telah melakukan perkara besar, mereka harus dihukum ta 'ziir lantaran perbuatan itu. 
Harus diberi pelajaran dan dibuat bagaimana supaya jera, meskipun mereka adalah para 
ulama yang mengerti hukum-hukum Islam tapi masih keluar dari diri mereka perkara- 
perkara besar tadi. Maka mereka harus disuruh bertaubat kalau memang mau kembali 
dan bertaubat kepada Alloh ta'ala. Kalau tidak, berarti ia telah terlepas dari Islam. Jika 
mereka meyakini terhormatnya perbuatan kufur, berarti mereka murtad dan berlaku 
dalam diri mereka hukum-hukum orang murtad. Dzahir dari ayat serta hadist-hadist 
yang ada, menunjukkan hilangnya keimanan orang-orang yang telah disebutkan. Alloh 
ta'ala berfirman: 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 138 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



**y*J£i o^pUaJl -_&jUjf l^iS' jj JUlj j^Jl Jl oUilaJl ^ *4^jj4 1^1* ^JJl Jj 4&I 

4 Vsfl . . oLJLkll Jl jyJl ^y 

"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari 
kegelapan (kekajiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kajir, pelindung- 
pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan 
(kekajiran)... " (QS. Al-Baqarah:257) 

Ayat ini, mengandung makna bahwa manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang 
beriman dan wali mereka adalah Alloh ta'ala, artinya bukan yang lain; mereka tidak 
memiliki wali selain Alloh dan rasul-Nya. Allohlah wali kami dan kalian (wahai orang- 
orang kafir) tidak memiliki pelindung. Dan orang-orang kafir, wali mereka adalah 
thaghut. Tidak ada kelompok yang berada di tengah-tengah. Siapa yang mengangkat 
thaghut sebagai wali selain Alloh, ia telah merugi rugi yang nyata, telah melakukan 
perkara besar. Tidak ada selain wali Alloh, atau wali thaghut. Tidak ada kompromi dari 
segi apapun, sebagaimana ditunjukkan ayat ini. Alloh ta'ala juga beriirman: 

%| LwoJ»^*u la^>J^vj a 

" Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka 
menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka 
tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan 
mereka menerima dengan sepenuhnya . " (QS. An-Nisa ':65) 

Alloh ta'ala telah putuskan hukum agar kita tidak berwali kepada orang-orang 
kafir dengan apapun. Maka siapa yang menyelisihi hukum-Nya, tidak mungkin ia 
memiliki keimanan sementara Alloh telah nafikan keimanannya. Penafian ini lebih 
ditegaskan lagi dengan cara dan jenis paling keras. Oleh karenanya, hendaklah anda 
mengambil pelajaran dari sana. Abu Dawud mengeluarkan dari Ibnu Umar Ra. juga 
Thabarani dalam Al-Aushat dari Hudzaifah <s$> : "Barang siapa menyerupai suatu kaum, 
ia termasuk golongan mereka. " Hadist ini mengecam untuk tidak menyerupai orang 
kafir, baik memasang bendera atau bentuk tasyabbuh lainnya, seperti penampilan baju 
dan gaya berjalan, gerakan dan diam. Nabi #1 sendiri menyelisi sikap kaum yahudi serta 
memerintahkan untuk menyelisihi semua perilaku mereka. Demikian juga dengan 
Majusi dan Nashrani dalam syi'ar, pakaian, hari raya serta puasa yang mereka kerjakan 
dan dalam semua keadaan mereka, dalam rangka tampil beda dan membuat mereka 
marah. Berdasarkan sabda Nabi H : "Janganlah kalian menggunakan penerangan dari 
api orang-orang musyrik. " Ada sebuah riwayat dari Sayyidina Umar bin Al-Khothob &> 
menyebutkan larangan tinggal bersama mereka, belajar tulisan mereka dan turut masuk 
bersama mereka dalam hari raya-hari raya dan majelis-majelis mereka, maupun 
mempelajari logat berbicara mereka dan lain sebagainya. Maka barangsiapa menyerupai 
mereka lantaran cinta dan ridho dengan kekumran mereka, ia telah kafir. Sedangkan 
orang yang melakukan tapi tidak peduli dengan maksud seperti ini, berarti ia 
menyerupai mereka dalam perkara-perkara jahiliyyah mereka, maka di dalam dirinya 



" «JL^Jl ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 139 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jj;*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



terdapat salah satu ciri mereka. Ia harus bertaubat dengan segala persyaratannya. Ibnu 
Taimiyah berkata: "Hadist yang berbunyi: "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka 
ia termasuk golongan mereka. " keadaan teringannya adalah haramnya menyerupai 
mereka, meskipun secara dzahir menunjukkan kafirnya orang yang menyerupai mereka, 
sebagaimana firman Alloh ta'ala : 

"... Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka 
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka... " (Al-Maidah:51) 

Persis dengan perkataan Ibnu Umar Ra.: "Barangsiapa yang membangun rumah 
di tanah kaum musyrikin, turut melakukan nairuz dan pesta mereka, atau menyerupai 
mereka hingga meninggal dunia, ia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama 
mereka. " Ini dibawa kepada makna tasyabuh yang mutlak, yang itu mengandung 
konsekwensi kekumran, serta haramnya sebagian hal itu. Ada juga yang membawanya 
kepada makna sebatas mana keikut sertaan dia terhadap orang yang ia tiru. Jika yang ia 
tiru perbuatan kufur, atau maksiat atau simbol, maka seperti itulah hukumnya." Sampai 
di sini perkataan beliau Rhm. 

Syaikh Abdullah bin Abdul Bari Al-Ahdal di dalam kitab beliau As-Saiful Battar 
'Alaa Man Yuwaalil Kuffaar halaman 24 ditanya: "Apa pendapat Anda terhadap orang 
yang memuji mereka -yakni orang nashrani- dengan mengatakan bahwa mereka 
adalah orang-orang adil dan mencintai keadilan. Ia sering menyebut-nyebutnya di 
dalam berbagai majelis dan merendahkan kisah para penguasa kaum muslimin dengan 
menyebut-nyebut keadilan serta anti kedialiman bagi orang-orang kafir? " 

Beliau menjawab: "Adapun orang yang memuji mereka, sesungguhnya ia fasik, 
berbuat maksiat dan dosa besar. Ia harus bertaubat dan menyesalinya. Ini kalau pujian 
itu kepada pribadi orang-orang kafir tadi tanpa memperhatikan kepada sifat kekururan 
yang ada dalam diri mereka. Jika ia memuji sifat kekururan yang ada dalam diri mereka, 
maka ia kafir. Karena seolah memuji kekafiran yang dicela oleh semua syari'at. Padahal 
Nabi H saja mengingatkan dari memuji seorang muslim dengan sesuatu yang tidak 
diketahuinya. Beliau H bersabda setelah mendengar satu kaum yang memuji seseorang: 
"Kalian telah memotong kepala seseorang. " Maksudnya, kalian telah 
membinasakannya. Adapun memuji sifat adil (seorang muslim) yang di dalamnya 
terdapat pengakuan akan kebaikan dia serta melaporkan keadaannya di hadapan seorang 
penguasa adalah boleh, terkadang bisa wajib. Sedangkan memuji seorang muslim yang 
fasik adalah maksiat, berdasarkan hadist: "Jika seorang muslim dipuji, Alloh Azza wa 
Jalla marah. " Jika ini pada kedzaliman kecil, bagaimana dengan kedzaliman yang 
besar. Di dalam sebuah hadist yang dikeluarkan Abu Ya'la dari An dan Ibnu 'Adiy dari 
Buraidah: "Jika seorang fasik dipuji, robb marah dan Arsy bergetar karenanya. " 
Alhasil, bahwa memuji orang-orang kafir karena kekafiran mereka adalah perbuatan 
murtad dari Islam. Sedangkan memuji mereka tanpa maksud seperti ini adalah dosa 
besar, pelakunya harus di ta 'zir dengan hukuman yang bisa membuat dia jera. 

Adapun orang yang mengatakan mereka sebagai orang-orang adil, jika yang dia 
maksud adalah perkara-perkara kufur yang di antaranya adalah hukum-hukum 
perundangan mereka, maka ia kafir dan Alloh ta'ala mencela serta menjelekkannya dan 



Nama hari raya orang persi (Majusi), penerj. 



" a&A*S\ &X*l\ oj^Jl uu6- " [ 140 ] 



menyebutnya sebagai tindakan keras kepala, ngeyel, melampaui batas, kedustaan dan 
dosa yang nyata, kerugian nyata serta omong kosong. Keadilan tak lain adalah syari'at 
Alloh yang terkandung dalam kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Sesungguhnya Alloh 
memerintahkan keadilan. Kalau hukum orang-orang nashrani itu adil, tentu akan 
diperintahkan dan mengakibatkan adanya pertentangan dan kontradiksi dalam 
membantah orang nashrani. Alloh ta'ala berfirman: 

"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang 
lebih daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin? (QS. Al-Maidah:50) 

Jadi, hukum Alloh 'Azza wa Jalla itulah yang adil, lain tidak. Maka bagaimana 
mungkin ada keadilan dalam hukum-hukum orang nashrani, sebab setiap keadilan 
adalah murni kebaikan. Dan batal sudah dakwaan orang-orang yang disebutkan di atas. 

Alloh ta'ala beriirman: 

<f 4j IjjiSy 01 tjj-»! Jij O^pUaJt J,l ty^b^j jt dj-^jt fl 

"...Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah 
mengingkari thaghut itu... " (QS. An-Nisa ':60) 

Mereka menganggap hukum yang Alloh perintahkan untuk mengkururinya 
sebagai perbuatan adil. Mereka menang dalam kesesatan mereka dan syetan memang 
hendak menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. 

Tapi kalau yang dimaksudkan adalah keadilan abstrak berupa memeriahkan 
dunia dengan cara meninggalkan kedzaliman bisa membuat rusaknya dunia, maka tidak 
sampai kepada tingkatan kufur. Meskipun demikian, ia tetap diperingatkan dengan 
peringatan keras. 

Adapun sabda sebuah riwayat dari Nabi bahwa beliau pernah bersabda: "Aku 
dilahirkan dalam negara yang adil; Anu Syarwan. "di sini maksudnya adalah keadilan 
majazi. Terlebih bahwa raja yang beliau sebutkan adalah di masa jatrah (vakum dari 
diutusnya rasul, penerj.) sebagai sudah maklum. Lagi pula, hadist di atas tidak memiliki 
dasar sebagaimana disebutkan Ibnu Hajar dalam An-Ni'mah Al-Kubra, beliau berkata: 
"Penggunaan kata adil terhadap penguasa dalam hadist meninjau sebab wurud-nya 
adalah untuk mengenalkan nama yang biasa ia dipanggil, bukan untuk memberikan 
kesaksia bahwa ia adil. Sebab ia tidak menggunakan hukum Alloh. 

Mengenai hadis ini, As-Sakhawi mengatakan maudhu ', kalaulah shohih, 
pensifatannya dengan adil tidak memberikan nilai apapun. Ia hanya tidak berbuat jahat 
dan dzalim kepada rakyatnya dalam hak-hak duniawi. Maka keadilan dia ditinjau dari 
hal itu, tidak menghapuskan kekufuran dan kedzaliman dia terhadap dirinya sendiri 
lantaran kebodohannya. Wallahu A 'lam. Selesai." Sampai di sini perkataan beliau Rhm. 

Oleh karena itu, kaum muslimin yang ada di barat hendaknya waspada kalau 
sampai agamanya lenyap. Hal itu dengan mereka memuji orang-orang kafir yang kata 
mereka bahwa pasukan perang salib mereka melawan Islam adalah "keadilan mutlak" 

"Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak 
mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS. Al-Kahfi:5) 



" «OjJ^Jl ^lUaJl oj^Jl uuo- " [ 141 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Tidak ada keadilan mutlak selain milik Alloh saja. Adapun syetan manusia dari 
kalangan salibis dan antek-anteknya, tidak ada dalam diri mereka selain kedzaliman 
besar, tidak ada dalam diri mereka selain kejahatan dan makar besar, semoga Alloh 
binasakan mereka. 

Yang aneh bahwa para muti itu mengecam dan mengingkari serangan itu dalam 
rangka meringankan saudara-saudara kita di barat supaya dunia mereka tidak terganggu. 
Tapi tatkala mereka berwali kepada orang-orang kafir dan agama saudara-saudara kita 
terancam bahaya lantaran sikap loyal mereka, mereka tidak memfatwakan dalam 
syari'at agung ini untuk membela agama mereka. 

Kami menyaksikan sendiri bagaimana para da'i dan banyak sekali kaum 
muslimin yang pergi untuk berbela sungkawa dan melakukan upacara misa di Katredal 
dan gereja Amerika maupun Inggris. Bagaimana mereka bisa melontarkan kalimat 
belasungkawa dan kasihan. Bagaimana dengan lantang mereka katakan bahwa dirinya 
dan orang kristen adalah satu dan mereka juga penduduk Amerika yang sama-sama 
merasakan serangan 11 September itu serta berbagi kesedihan dengan mereka, dan 
bahwa mereka benar-benar bersama mereka dalam kejadian ini? 

Apa tanggapan para fuqoha mengenai perkataan dan perbuatan seperti ini? 
Apakah mereka dalam kondisi terpaksa melakukannya? Telah kami bahas, kapan 
kondisi terpaksa melakukan perbuatan kufur; kalau begitu, bukankah ini bahaya yang 
mengancam din dan akidah? Kenapa perhatian mereka hanya mengarah kepada bahaya 
yang mengancam dunia mereka dan tidak memberikan perhatian untuk menolak bahaya 
dari akidah mereka? Subhanalloh ! ini perkara yang sangat-sangat aneh! 

Qadhi Tyaadh berkata di dalam Asy-Syifaa ' (11/ 1072-1073): "Kami juga 
mengkafirkan setiap orang yang melakukan perbuatan yang kaum muslimin sepakat 
bahwa itu hanya dilakukan orang kafir, meskipun pelakunya mengaku Islam dengan 
melakukannya. Seperti berjalan menuju gereja-gereja, berjual beli dengan orang yang 
ada di sana menggunakan seragam yang mereka kenakan, berupa zananir -ikat 
pinggang orang kafir dzimmi~, dan memangkas rambut bagian bagian tengah dan 
membiarkan pinggirnya. Kaum muslimin ber ijmak bahwa perbuatan ini tidak 
ditemukan selain pada diri orang kafir." 

Ibnu Taimiyah berkata di dalam Mukhtashor Al-Fatawaa Al-Mishriyyah (hal. 
514) : 

Apabila ada orang kafir dzimmi yang mengunjungi gereja di Baitul Maqdis, 
apakah bisa kita panggil dengan : 'Hai Hajji...' misalnya? 

Beliau menjawab: "Tidak selayaknya hal itu dikatakan untuk menyamakan 
dengan orang yang mengunjungi Baiutul Haram (Ka'bah). Dan siapa yang meyakini 
bahwa mengunjungi mereka adalah taqarrub (kepada Alloh), maka ia kafir. Jika ia 
muslim, berarti telah murtad, ia harus diminta bertaubat jika mau, kalau tidak maka 
dibunuh. Jika ia tidak mengerti bahwa perbuatan itu haram, ia harus diberi tahu. Jika 
masih juga melakukannya, ia telah kafir dan menjadi orang murtad." 



Beliau juga berkata dalam Majmu' Fatawa (27/ 14): "Adapun mengunjungi 
tempat-tempat ibadah orang kafir, seperti tempat yang disebut "Al-Qammamah", atau 

" iti^S\ *LXtA\ oj*Jl '&&■ " [ 142 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



"Baitu Lahm" atau "Shohyun" (Zion) atau yang lainnya, seperti gereja orang kristen, 
maka hal itu dilarang. Siapa yang mengunjungi salah satu dari tempat-tempat ini dengan 
meyakini bahwa mengunjunginya adalah sunnah, dan beribadah di dalamnya lebih baik 
daripada beribadah di dalam rumah, maka ia telah sesat dan keluar dari syari'at Islam. 
Ia harus diminta taubat jika mau. Kalau tidak, dibunuh." 

Al-Khurosi berkata dalam Mukhtashor Kholil (VII/ 63) : "Demikian juga, ia 
menjadi murtad ketika mengenakan zinar (semacam sabuk) di bagian tengah perut, 
karena perbuatan itu mengandung kekuturan. Yang semisal adalah seperti mengerjakan 
sesuatu yang menjadi ciri khas kostum orang kafir. Yang mesti dimasukkan dalam 
katagori ini adalah berjalan ke gereja dan semisalnya. Ini terikat ketika ia melakukannya 
dinegerilslam." 

Ibnu Najim berkata dalam Al-Bahrur Rooyiq (V/ 133): "Seseorang menjadi kafir 
ketika memakai topi orang majusi di atas kepalanya menurut pendapat yang benar, 
kecuali dalam keadaan terpaksa untuk melindungi diri dari terik panas atau hawa dingin. 
Juga ketika mengenakan zinar di perutnya, kecuali kalau ia melakukan hal itu untuk 
memperdayai orang kafir dalam peperangan." 

Di dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Da'imah lil Ifta' disebutkan (11/78) tentang 
hukum mengenakan salib: "Jika ia sudah mengerti hukum memakai salib dan tahu 
bahwa itu adalah simbol orang kristen, serta merupakan indikasi bahwa pemakainya 
ridho menjadi bagian dari mereka sekaligus ridho dengan jalan mereka, tapi ia terus 
tidak mau menghentikan perbuatan itu, maka ia dihukumi kafir. Berdasarkan firman 
Alloh 'Azza wa Jalla: 




J^lUiJl j.jJL!| (_£wl$j ^ a&l j| ^u» <bU »Sj* *-»jZj ^yj 



"Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka 
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak 
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. " (QS. Al-Maidah :51) 

Sedangkan kata dzalim bila digunakan secara mutlak, maksudnya adalah Syirik 
Akbar. Daan di dalamnya terdapat penampakan sikap sejalan dengan keyakinan orang- 
orang kristen bahwa nabi Isa 8S3 dibunuh (disahb). Padahal Alloh menolak hal itu 
dalam firman-Nya: 

"Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi 
(yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. " (An- 
Nisa' : 157) 

Syamsyul Haq Al-'Adzim Abaadi berkata di dalam Al-Aunul Ma'buud (VII/ 
337): "Dari Samuroh bin Jundub ia berkata, Rasululloh H bersabda: 

( 4jj_- i^3 4jt^ -3^i» ij_jJJ x_*lj>r -y> ) 

"Barangsiapa berkumpul dan tinggal di tengah orang musyrik, maka ia sama 
dengannya. " 



" SjGj^Ji &Xai\ oj^Jl uu6- " [ 143 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



Para pakar bahasa mengatakan, kata-kata Jaamaahu 'alaa kadzaa... artinya 
berkumpul bersama dan menyetujuinya. Selesai. 

Sedangkan orang musyrik kepada Alloh di sini maksudnya orang-orang kafir. 
Digunakan kata-kata musyrik karena orang musyriklah yang banyak saat itu. Jadi 
maknanya: "Barangsiapa berkumpul bersama orang musyrik, menyetujui dan 
menemaninya, berjalan dan tinggal bersamanya (yaitu di negeri kafir), maka ia sama 
dengannya. Artinya, sama dari sebagian sisi; sebab menerima dan bersikap loyal 
terhadap musuh Alloh, menyebabkan dirinya pasti berpaling dari Alloh. Dan siapa 
berpaling dari Alloh, syetan menguasainya dan memindahkannya kepada kekufuran. 
Az-Zamakhsyari berkata: "Ini suatu hal yang masuk akal. Sebab bersikap loyal kepada 
seorang yang teman setia dan berwali kepada musuh adalah dua hal yang saling 
bertentangan. Di dalamnya terdapat ikatan dan keharusan dalam hati untuk menghindar 
serta menjauh dari musuh-musuh Alloh serta menjaga diri jangan sampai berbaur dan 
bergaul dengan mereka. 



?f J^j^i OjJ /y> s-LJjl -jjylSOI jy^ll Jjj^j "V |s 



"Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kajir menjadi wali 
dengan meninggalkan orang-orang mu'min... " (QS. Ali Imran:28) 

Seorang mukmin lebih layak untuk berwali kepada orang mukmin juga. Kalau 
dia berwali kepada orang kafir, itu akan menyeretnya kepada kegoncangan lemah iman 
dia. Oleh sebab itulah, syari'at melarang berbaur dengannya dengan larangan yang 
sedemikian keras ini untuk memangkas materi yang berpotensi merusak. 

" Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menta'ati orang-orang yang kajir 
itu, niscaya mereka mengembalikan kamu kebelakang (kepada kekajiran), lalu jadilah 
kamu orang-orang yang rugi. " (QS. Ali Imran:149) 

Di dalam Az-Zuhd milik Imam Ahmad disebutkan dari Ibnu Dinar: "Alloh 
mewahyukan kepada salah seorang nabi: 'Katakan kepada kaummu untuk tidak masuk 
ke tempat-tempat yang biasa dimasuki musuh-musuh-Ku dan jangan mengenakan 
pakaian yang dikenakan musuh-musuh-Ku, jangan mengendarai kendaraan yang 
dipakai musuh-musuh-Ku supaya kalian tidak menjadi musuh-musuh-Ku sebagaimana 
mereka. " Demikian disebutkan juga dalam Fathul Qadir milik Al-Manawiy. 

Al-' Alqomi berkata di dalam Al-Kaukab Al-Munir Syarhul Jaami ' Ash-Shoghir. 
"Hadits Samuroh ini isnad-nya hason. Di antara isinya adalah kewajiban berhijrah bagi 
yang mampu melakukannya serta tidak bisa menyatakan din dengan terang-terangan 
(idtharud Din), baik dia seorang tawanan atau harbiy. Sebab seorang muslim dalam hal 
ini tertindas dan hina di hadapan mereka. Kalaulah mereka tidak melakukan hal itu 
kepadanya, tidak bisa dijamin bahwa mereka akan menyakiti dan mengganggu 
agamanya. Padahal hak seorang muslim adalah tinggal bebas di antara sesama pemeluk 
Islam. Di dalam hadits Thabarani disebutkan: "Aku (Rasululloh M ) berlepas diri dari 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 144 ] 



setiap muslim yang tinggal bersama orang musyrik. " Ada beberapa hadits semakna." 
Selesai sampai di sini perkataan beliau. 

Ibnul Qayyim berkata di dalam Al-Huda An-Nabawiy: "Rasululloh M melarang 
seorang mushm tinggal di tengah-tengah kaum musyrikin jika ia mampu untuk 
berhijrah dari mereka. Beliau bersabda: "Aku berlepas diri dari setiap muslim yang 
tinggal bersama orang-orang musyrik. " Beliau juga bersabda: "Jangan sampai saling 
melihat api masing-masing. " Dan bersabda: "Barangsiapa berkumpul dan tinggal 
bersama orang musyrik, maka ia sama dengannya. " Beliau juga bersabda: "Hijrah 
tidak akan terputus sampai terputusnya taubat. Dan taubat tidak akan terputus hingga 
matahari terbit dari barat. " Beliau juga bersabda: "Akan terus berlangsung hijrah demi 
hijrah. Maka penduduk bumi terbaik adalah yang paling dekat dengan tempat-tempat 
hijrah Nabi Ibrahim dan tidak tersisa lagi di muka bumi selain makhluk terburuk, bumi 
yang mereka pijak menolak dan Dzat Alloh merasa jijik dengan mereka,, Alloh akan 
kumpulkan mereka bersama monyet dan babi. " 

Kita memohon kepada Alloh untuk diri kita dan saudara-saudara kita agar kita 
dimatikan di atas Islam. Amiin Yaa Rabbal Alamiin. 

Apa yang akan kalian katakan wahai para fuqoha tentang kaum muslimin yang 
melakukan perbuatan dan kata-kata kufur seperti ini. 

Kaum muslimin di barat melakukan dosa besar bahkan pembatal keislaman 
padahal jumlah mereka ribuan, namun begitu kami belum mendengar ada fatwa dari 
kalian yang mengecam dan mengingkarinya sebagaimana kalian mengecam dan 
mengingkari orang yang menghinakan dan menteror bule Amerika. 

Kenapa kalian tidak mengecam dan mencela perbuatan kufur dan murtad? 
Ataukah amalan kufur dan murtad yang diridhoi Amerika itu kalian marah ketika itu 
diingkari? 

Letakkanlah segala sesuatu pada tempatnya. Apa yang menjadi perkara prinsip, 
fokuskan dan berilah haknya. Sedangkan perkara cabang, jangan kalian kedepankan 
daripada yang prinsip serta kalian besar-besarkan dengan tujuan agar barat ridho 
terhadap kalian. 

Atau barangkali yang prinsip adalah yang disukai Amerika dan antek-anteknya, 
sedangkan yang cabang adalah yang diingkari Amerika dan anteknya? Wa laa haula wa 
laa auwwata illaa billaah... 



" «JjJ^Ji ^lUaJl oj*Jl uu6- " [ 145 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7"^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Hai Kuda Alloh, Melajulah! Perang Salib Telah 

Dimulai... 



Sesungguhnya, meskipun orang-orang kafir mengkaburkan perbuatan mereka 
dan menyebutkan di hadapan kaum muslimin dengan istilah yang sama sekali berbeda 
dengan apa yang sebenarnya mereka yakini, namun berubahnya nama tidak mengubah 
hakikatnya sedikitpun. Dan merekalah orang yang Alloh ta'ala beritakan bahwa: 

4, jjjJL^- L$J *j> jLJl <_jbwf kiWj^ ir^j UaJl (j ^L^pt cJ-^>- dU_jLi yLTjj^j 

"... Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) 
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekajiran), seandainya mereka sanggup. 
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam 

kekajiran, maka mereka itulah yang siasia amalannya di dunia dan di akhirat, dan 

mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. " (QS. Al-Baqarah:217) 

Meskipun demikian, Alloh tetap tampakkan keyakinan orang-orang kristen serta 
mengeluarkan isi hati mereka di hadapan kaum muslimin dan apa sebenarnya perang 
yang mereka lancarkan kepada Islam. 



Bahwa istilah perang terhadap teroris dan keadilan mutlak atau perang terhadap 
musuh kebebasan, penjahat dan musuh peradaban, semua itu tak lain hanyalah tabir 
penutup kedengkian terselubung kaum salib yang sudah memenuhi hati mereka. 

Barangkali kedengkian kian membuncah dalam hati mereka dan keinginan 
mereka satu-satunya adalah merealisasikan apa yang menjadi keyakinan mereka, 
sebagaimana dikhabarkan Alloh. Akhirnya, habis sudah kesabaran presiden Amerika, 
Bush, ia tak sanggup lagi menyembunyikan keyakinannya. Dengan terang-terangan, 
dalam jumpa pers yang ia langsungkan hari Ahad, 16 September 2001atau 28/6/1422 H, 
ia menyatakan: 



"This crusade, this war on terrorism, is going to take a long time. " Kata-kata 
dia ini -semoga Alloh membinasakannya- adalah: "Ini adalah perang salib. Ini adalah 
perang melawan terorisme yang akan memakan waktu lama." Kemudian ia mengatakan: 
"Orang-orang Amerika harus bersabar." 

Meskipun Bush berusaha memutar balikan dan minta maaf dari kata-kata itu, 
sesungguhnya kunjungannya ke Islamic Center di Amerika tidaklah bisa menghapus 
apa yang telah ia proklamirkan, yaitu perang salib. Sesungguhnya genderang perang 
salib senantiasa ditabuh setiap detik dalam informasi Amerika. 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 146 ] 



Di antara contohnya adalah -yang lain masih banyak- yang dimuat dalam 
majalah National Review berjudul: "Ini adalah perang, mari kita serbu mereka di 
negerinya.", di sana dinyatakan: "Sekarang bukan waktunya kebingungan mencari 
sarang-sarang yang dicugai terlibat aksi terorisme. Orang-orang yang bertanggung 
jawab di belakang aksi-aksi ini adalah mereka yang terbersit senyum di wajahnya ketika 
mendengar serangan-serangan di New York dan Washingthon...kita tidak perlu 
identifikasi panjang atau bukti-bukti kriminal ataupun bersatunya negara-negara. 
Kelompok ekstrimis dan jahat itu telah menimpakan musibah kepada kita dengan 
perang yang ia lancarkan. Maka kita juga harus memerangi mereka di negeri mereka 
serta membunuh para pemimpinnya dan menyuruh mereka menjadi orang kristen 
dengan paksa." 

Berjaga-jaga, agar jangan sampai ada yang mengatakan, Anda membawa kata- 
kata tidak pada tempatnya sebagaimana yang dikatakan beberapa wartawan pro 
Amerika, seorang tokoh politik Amerika menyalahkan presiden yang menggunakan 
ungkapan seperti ini. Ini disiarkan dalam sebuah acara cukup terkenal "NIGHTLINE" 
yang disuguhkan reporter radio Amerika, Teddy Cobells, dalam chanel ABC, ia 
mengatakan: "President Bush keliru dalam penggunaan ungkapan ini disebabkan 
beberapa faktor: 

Pertama : Dalam faktanya, pasukan salib sudah kalah dalam perang-perang salib itu di 
tangan Sholahuddin Al-Ayyubi. Sehingga tidak pas jika menyebutkan kekalahan di saat 
kita sangat butuh kemenangan. 

Kedua : Istilah "Perang Salib" ini akan mengundang reaksi besar dari negara-negara 
muslim yang menjadi sekutu kita, yang mana kita sedang sangat membutuhkan mereka 
dalam melangsungkan perang mendatang yang kita lancarkan melawan terorisme." 

Syaikh Safar Al-Hawaliy di dalam bukunya Kasyful Ghummah 'an 'Ulamaa 'il 
Ummah menyebutkan program-program orang-orang salib untuk menguasai kawasan 
Teluk serta ladang-ladang minyak. Di antara yang beliau bawakan juga adalah ambisi 
barat memerangi Islam serta mengangganya sebagai bahaya terbesar dalam dunia 
ketiga. Saya bawakan di sini beberapa petikan yang beliau nukil dari orang-orang 
kristen berkarakter agresif itu, di halaman 32, beliau mengatakan: 'Taktanya, inti 
permasalahan dalam persekongkolan ini, baik dulu maupun sekarang, adalah satu; yaitu 
bahwa kepentingan barat akan memaksa mereka untuk melupakan persengketaan 
internal mereka serta bersatu untuk melawan bahaya luar yang Islam menjadi moncong 
senjatanya. Negara-negara penjagal dari Eropa telah bersekutu melawan Daulah 
Utsmaniyah dalam persekongkolan yang disebut "Kerjasama Suci" (Al-Halful 
Muqoddas). Sebagaimana Turki yang masih saja berada di luar kesepakatan negara- 
negara Eropa -meskipun secara geografis, Turki masuk wilayah Eropa- dalam waktu 
dekat, sebabnya hanya satu; karena Turki negeri muslim. Sejak beberapa pekan 
sebelumnya, presiden Turki, Ozal, ditanya sebab tidak diterimanya Turki sebagai salah 
satu anggota negara Uni Eropa meskipun Turki adalah anggota NATO. Ia menjawab, 
sebabnya adalah, barat masih menganggap Turki sebagai negara Islam! !" 

Perang dunia pertama sudah berakhir sebagaimana dimaklumi bersama, dengan 
empat belas butir pernyataan dari presiden Amerika, Wilson. Yang selanjutnya ini 
menjadi dasar dari Liga Bangsa-bangsa. Konsekwensi selanjutnya, barat sepakat untuk 
meletakkan dunia Islam di bawah kontrol negara; artinya berada di bawah kendali barat. 



" «JjJ^Ji ^lUaJI oj*Jl uu6- " [ 147 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Padahal bagian negara-negara penting sebelumnya telah diletakkan di bawah kendali 
barat dengan dalih "penjagaan". Di antaranya adalah 'Adn, Kuwait dan negara-negara 
Sheikhdom teluk. 

Dan dengan meletusnya perang dunia kedua, Liga Bangsa ambruk sebagaimana 
ambruknya sistem penjajahan klasik. Lalu muncullah dua kekuatan baru, yaitu Amerika 
dan Rusia. Kemudian kesepakatan para pemenang di dalamnya adalah yang tertuang 
dalam konferensi "Yal-ta" dan berkuasanya lembaga antar negara yang baru yaitu PBB. 
Ketika itu, para gembong thoghut melindungi darinya dengan "hak Veto"nya di Dewan 
Keamanan sebagai istilah dia! !" 

Di halaman 35, beliau mengatakan: "Dalam edisi lain, tanggal 21/12/1410 H, 
penulis lainnya yaitu Direktur Al-Markaz Al-'Arabiy yang membahas seputar kemajuan 
dan masa depan Mesir mensikapi tantangan Eropa, mengatakan: "Keresahan di Eropa 
barat semakin meningkat dalam bentuk khusus. Demikian juga dengan Eropa Selatan 
dan Prancis, karena terbatasi dengan kemajuan yang dilepaskan oleh tersebar luasnya 
Islam serta kemajuan lain yang mereka sebut sebagai "perubahan demografi". Dan dua 
kemajuan ini lahir di bagian utara Afrika." 

Di halaman 37, beliau berkata, "Masih satu baris dengan pembahasan ini, 
Majalah Al-Balagh Al-Islamiyyah Kuwait, tanggal 16 Dzulhijjah 1410 H, yakni sekitar 
25 hari sebelum terjadi serangan WTC, memberitakan sebuah artikel mengesankan 
berjudul: "Sudah berakhirkah perang Salib?" 

Majalah itu mengatakan, "Hari ini, berita datang secara beruntun yang 
mempedaya pendengaran bahwa berita-berita ini tidak lain hanya pernyataan militer 
yang padahal dibelakangnya sedang disulut api peperangan cukup sengit secara diam- 
diam yang fantastis." 

Majalah ini juga mengekspos opini yang sedang marak diangkat di Barat yang 
disebarluaskan oleh Financial Times, yaitu : Pembangunan Pusat Pertahanan Eropa 
melawan dunia Islam! 

Bahkan salahsatu koran harian Amerika menyatakan bahwa negara-negara 
Balkan, seperti Yunani dan Bulgaria, kini menjadi negara target tersebarnya teroris 
Islam di benua Eropa. 

Harian Amerika juga mengingatkan agar Amerika waspada terhadap negara 
nuklir yang menjadi musuh Amerika, yaitu Uni Soviet; mengenai kemungkinan 
terdapatnya senjata-senjata atom di republik-republik Islam eks negara Soviet pada 
tangan eksitrimis muslim. Dan itu termasuk ancaman tersendiri bagi manusia serta 
dunia kebebasan. 

Majalah ini juga mengatakan: "ekstrimis itu muncul dari padang pasir, atau para 
kreator yang datang dari hutan-hutan. Tetapi bisa jadi dialah portal pemisah terbesar 
antaran bangsa timur dan barat." 

Seorang advokad Amerika memberikan catatan yang menyebutkan data-data 
seperti ini, bertajuk: "Pernyataan Amerika dan bahaya orang-orang Islam."mengatakan: 
"Membeberkan bahaya orang-orang Islam, bukan hanya kepada negara-negara barat 

" SJGj^JI ^lUaJI oj*Jl ijup- " [ 148 ] 



saja. Bahkan negara Uni Soviet sekalipun, ia melihat tipisnya jarak antara kepentingan 
musuh mereka dahulu yang bersatu dalam perang dingin. Ada kemungkinan 
permasalahan baru akan terulang yaitu mengenai bahaya Islam mengancam dunia 
kebebasan, bertambah banyak dan semakin bertambah banyak di masa mendatang." 

Syaikh Safar juga menukil di halaman 37: "Dalam waktu yang sama, muncul 
pernyataan juga mengenai tugas baru Intelejen Amerika di bawah rekonsiliasi (tugas ini 
sudah lama sebenarnya). Kantor berita Inggris menyiarkan dalam acara "Alam 
pedalaman" di akhir-akhir bulan Dzulqo'dah tahun lalu, di antara isinya kurang lebih: 

"Usaha paling utama bagi fihak Intelegen Amerika yang dulu ditugasi 
memantau Imperium kejahatan -maksudnya adalah Uni Soviet~ , pasti akan 
menghadapi masalah utama untuk mengawasi kelompok-kelompok mndamentalis di 
dunia Islam serta bagaimana menyingkirkan gangguan dan hambatan-hambatan di 
depannya." 

Kantor berita ini juga mempublikasikan catatan terhadap harian Financyal 
Times, di sana di katakan: 

"Kalau Amerikalah yang mengarahkan jalannya proses demokrasi di Eropa 
timur serta negara-negara dunia ketiga, maka ia tidak boleh memaksakan pengarahan- 
pengarahan itu di dunia Islam. Karena hal itu -tanpa ia sadari- akan mendorong orang- 
orang mndamentalis menerima tampuk kekuasaan di dunia tersebut! ! !" 

Di saat promosi-promosi dan syi'ar-syi'ar tentang dekatnya perdamaian dunia 
yang terlihat manis serta kebebasan bangsa-bangsa, kemerdekaan dan demokrasi...dst, 
presiden Prancir, Mitterrand, justru meledakkan bom salib mengerikan, ketika ia 
mengatakan: "Jika kaum mndamentalis berhasil berkuasa di AUazair, saya akan 
melakukan intervensi militer sebagaimana Bush melakukannya di Panama.! !" 

Pada kenyataannya, perangsan kekalutan itu bukan sekedar ancaman untuk 
melakukan intervensi, sebab Prancis memang sudah benar-benar melakukan campur 
tangan di banyak negara, di antaranya: Zaire, Afrika tengah, Pantai Gading, Chad dan 
Gabon. Tetapi ia berani mengumumkan sebagian rencana rahasia barat serta 
mengkampanyekan perang salib yang semakin menyulut api kebangkitan Islam. Dari 
sinilah, Mitterrand menarik kata-katanya yang tajam itu ke tempat semula, hanya itu 
tidak bisa mencegahnya untuk berterus terang mengatakan bahwa gerakan Intifadhah 
Palestina merupakan satu bahaya yang mengancam semua negara dengan wabah 
ekstrimis. 

Bersamaan dengan derasnya pernyataan dan keterusterangan yang dilontarkan 
secara berlebihan oleh media informasi barat di bulan-bulan terakhir, ada kata-kata dari 
raja Hassan, penguasaYordan, yang terungkap oleh harian NewTork Times, di sana ia 
mengatakan: "Sebaiknya memang diadakan perundingan-perundingan antar kaum 
moderat Arab dan orang-orang Israel. Sebab bahaya yang sebenarnya terselubung dalam 
perkembangan orang-orang ekstrimis." Ia juga mengatakan, "Sesungguhnya musuh 
sebenarnya adalah berkembangnya orang-orang fundamentalis dan ekstrimis. Di satu 
sisi adalah ekstrimis yahudi, dan kebangkitan Islam yang terpengaruh oleh suasan 
politik yang merembet dari Afghanistan, Libanon dan Afrika Utara." Ia berkata lagi, 



" «JjJ^JI ^lUaJl oj*Jl uu6- " [ 149 ] 



"Spirit orang-orang ekstrimis itu semakin meningkat dalam gerakan Intifadhah Palestina 
di daerah tepi barat dan jalur Gazza." 

Berbicara tentang Israel dan kebangkitan dunia Islam, Nikson berkata di dalam 
bukunya: Menang tanpa harus berperang: "Kami menyaksikan di Timur Tengah 
adanya permusuhan antara bangsa Arab melawanYahudi, yang ini berkembang kepada 
persengketaan antara mndamentalis Islam di satu sisi, dan Israel serta negara-negara 
barat mederat di sisi lain. Lantas mengapa bangsa-bangsa kita tidak mengalahkan dulu 
perselisihan-perselisihannya serta menyadari bahwa kini mereka sedang menghadapi 
ancaman cukup serius...(halaman 284). Maksudnya persis dengan yang dikatakan 
pemimpin Yordan tadi. 

Syaikh Safar juga menukil dari buku karya Nikson, Menang tanpa harus 
berperang, di halaman 42, kata-kata dia: "Di dunia Islam sejak dari Maroko hingga 
Indonesia, ajaran Islam garis keras telah menggantikan posisi sistem komunis dalam 
penggunaannya sebagai perangkat utama melakukan reolusi. . ." (hal. 307) 

Nikson juga berkata: "Sesungguhnya para revolusioner komunis maupun Islam 
adalah musuh dari semua ideologi, mereka membangun prinsip yang sama yaitu ambisi 
memperoleh kekuasaan dengan berbagai cara paksa dan lalim yang memberlakukan 
kekuasaan diktator dibangun di atas cara-cara militerisme yang tidak mungkin sanggup 
dipikul. Kedua revolusi ini tidak akan mungkin bisa merealisasikan kehidupan yang 
lebih baik bagi bangsa-bangsa dunia ketiga. Bahkan akan membuat kondisi lebih buruk. 
Tetapi salah satu dari keduanya akan menjadi pemimpin selama barat tidak meletakan 
politik pemersatu untuk menghadapi kemerosotan ekonomi dan moral dengan cara yang 
sama dalam menghadapi pertarungan yang kini sedang berlangsung di dunia ketiga. 

Sesungguhnya hembusan angin perubahan di dunia ketiga akan menimbulkan 
badai yang dahsyat. Sedangkan kita tidak mungkin bisa menghentikannya, kita hanya 
bisa membelokan ke arah yang lain..." (Halaman 307) 

Syaikh menukil di halaman 77, perkataan salah seorang pengamat politik yang 
ia sampaikan dalam interview bersama chanel CNN, mengomentari seruan jiha Saddam 
Hussein. Katanya, "Kami tidak takut menghadapi pasukan Saddam. Yang kami 
takutkan adalah orang-orang islam garis keras di Jazirah Arab, Aljazair dan Mesir." 

Sampai di sini perkataan Syaikh Safar ~hafidzahullah~ . 

Saya juga akan bawakan beberapa perkataan para tokoh barat serta pemuka 
agamanya, baik dulu maupun sekarang, yang semua itu menunjukkan bahwa Barat 
beserta semua tujuannya telah menyiapkan kekuatan untuk melangsungkan Perang Salib 
-kata mereka- yang disiapkan melawan Islam. Jadi ide perang salib -atau yang sering 
mereka sebut "Perang antara kebaikan melawan kejahatan" antara kekuatan "Kegelapan 
dan cahaya" atau antara "keadilan dan kedzaliman", semua nama ini sudah dipakai 
orang-orang Amerika serta para pemimpin negara sekutu melawan Islam-, bukanlah 
ungkapan baru. Namun itu istilah prinsip klasik bagi mereka yang disarikan dari kitab- 
kitab dan ramalan-ramalan takhayyul mereka dan menancap kuat dalam pemikiran 
orang-orang barat bergaris keras. Perang ini sekarang sedang dipimpin oleh militer 
Inggris dan ekstrimis Protestan. 



" «JjJ^JI ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 150 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Seorang pengawal Solana, Sekjen NATO, dalam pertemuan negara sekutu tahun 
1412 H pasca runtuhnya Uni Soviet: "Setelah perang dingin usai dan jatuhnya beruang 
merah, Negara-negara Atlantik utara dan negara-negara Eropa seluruhnya harus 
melupakan perselisihan antar mereka serta mengalihkan pandangan kepada yang berada 
di depannya, hendaknya mereka melihat ke depan agar bisa menyaksikan sesosok 
musuh yang sedang mengintainya. Mereka harus bersatu menghadapinya. Musuh itu 
adalah gerakan Islam fundamental. 

Gladistone, kepala staf kementerian sebelumnya, memberikan himbauan agar 
menjauhkan manusia dari agama mereka sebagai langkah awal memulai perang salib, 
katanya: "Selama Al-Qur'an ini masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak 
akan bisa menguasai Timur." 

Albar Masyador mengatakan, "Siapa tahu, barangkali hari ini akan kembali 
terjadi apa yang pernah menimpa negeri Barat yang diancam kaum muslimin, mereka 
turun dari langit ke sana untuk memerangi dunia kali kedua dan di saat yang tepat." 

Qash Laurent Brown berkata, menghimbau agar memecah belah umat Islam: 
"Jika kaum muslimin bersatu dalam imperium Arab, itu akan menjadi laknat dan bahaya 
bagi dunia, tapi bisa juga menjadi sebuah nikmat. Namun kalau mereka masih terus 
berpecah belah, maka saat itu mereka tetap tidak memiliki nilai dan pengaruh apapun." 

Arnold Toynbee berkata: "Persatuan Islam sedang terlelap. Tetapi harus selalu 
kita hadirkan dalam benak kita bahwa yang tidur terkadang akan bangun." 

Tokoh komunis Amerika, Wak Smith, seorang pakar pengamat Pakistan 
mengatakan, "Jika kaum muslimin diberi kebebasan di dunia Islam, dan mereka 
dibiarkan hidup di bawah iklim demokrasi, bisa saja Islam menang di negeri tersebut. 
Dengan sistem diktator sajalah bangsa muslim dan agamanya bisa dipisahkan." 

Lacos, menteri bagian penjajahan Perancis tahun 1926: "Apa yang akan saya 
perbuat kalau Al-Qur'an ini ternyata lebih kuat daripada Perancis?" 

Ha no To, menteri Luar Negeri Prancis sebelumnya, mengingatkan bahaya Islam 
serta mengajak untuk memeranginya, ia berkata: "Tidak ada satu tempatpun di muka 
bumi kecuali pasti Islam telah merambah dan tersebar di sana. Islam adalah satu- 
satunya agama yang manusia sangat cenderung sekali untuk memeluknya mengalahkan 
agama-agama lain." 

Salazar berkata, "Sesungguhnya bahaya yang sebenarnya mengancam peradaban 
kita adalah kemungkinan yang bisa dilakukan kaum muslimin ketika mereka mampu 
mengubah peraturan dunia." 

Ia juga berkata, "Sesungguhnya bahaya sebenarnya yang mengancam kita secara 
langsung dan keras adalah bahaya Islam. Orang-orang Islam berada bebas sama sekali 
dari dunia barat kita. Mereka memiliki kekayaan moral khusus dimiliki mereka saja. 
Mereka juga merasa bangga dengan peradaban sejarah mereka yang solid, sehingga 
mereka memang layak untuk menegakkan dasar-dasar peraturan dunia baru tanpa perlu 
melunturkan peradaban mereka secara pribadi maupun moral ke dalam peradaban 
barat." 

" SjGJ^JI &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 151 ] 



Presiden Rusia beraliran Ortodoks, Putin, begitu bersemangat untuk 
menggerakkan tekad kaum salibis melawan Islam di penghujung pertemuan dia di 
hadapan negara-negara komunis tahun 1421 H, "Sesungguhnya gerakan Islam garis 
keras adalah satu-satunya bahaya yang mengancam dunia peradaban hari ini. Dia juga 
satu-satunya bahaya yang mengancam perundang-undangan keamanan dan perdamaian 
dunia. Para rundamentalis itu memiliki pengaruh dan berjuang untuk menegakkan satu 
negara yang terbentang sejak dari Filiphina sampai Kosovo. Mereka bertitik awal dari 
Afghanistan yang merupakan pangkalan utama seluruh gerakan mereka. Maka jika 
seluruh dunia tidak bangkit untuk melawannya, ia akan merealisasikan tujuan- 
tujuannya. Dan Rusia membutuhan bantuan dari seluruh dunia untuk membasmi para 
ekstrimis di selatan Kaukasus." 

Genderang perang salib telah bertabuh berkali-kali sejak lama. Bahkan, pasukan 
salib telah bergerak dan bersatu padu sejak waktu lama untuk terjun langsung ke dalam 
peperangan ini. Dan sekaranglah waktu yang tepat -sebagaimana kata Bush- untuk 
mengarahkan serangan mematikan terhadap terorisme. 

Dikarenakan barat sekarang telah menganggap ini adalah perang salib, maka 
Paus Vatikan -semoga Alloh membinasakannya- tergerak untuk melakukan kunjungan 
ke negara-negara tetangga Afghanistan untuk menggalang dukungan untuk perang salib 
ini. Ia mengunjungi Kazakhstan tanggal 6/ II 1422 H, yang mana presidennya, 
Nazarbiyev, menyatakan dan berjanji kepada Paus bahwa dirinya siap sepenuhnya 
untuk turut serta bersama Amerika Serikat dalam semua hal yang ia perlukan. Dalam 
pernyataannya, ia mengatakan: "Sesungguhnya kata-kata saja tidak cukup untuk 
membantu Amerika serikat dalam rangka memerangi terorisme. Tapi kami akan 
buktikan dengan tindakan nyata dan kami siap sepenuhnya melakukan apa saja yang 
diinginkan Amerika serikat." Ini setelah meyakinkan Paus akan keikutsertaannya. 
Setelah itu, Paus hendak mengunjungi Armenia, atau barangkali beberapa negara di 
daerah itu untuk menggalang konsolidasi orang-orang kristen dalam perang ini. Ini 
semua dalam rangka memobilisasi para pembantu salib untuk melaksanakan perang ini 
yang menurut mereka adalah pasukan perang salib terbesar melawan Islam. 

Lantas, di mana para ulama kaum muslimin? Mereka belum pernah 
mengunjungi Afghanistan, belum pernah mengunjungi Pakistan untuk memobilisasi 
ummat agar berjihad. Mereka tidak memegang kuat tangan para mujahidin. Tidak 
pernah masuk ke dalam satu paritpun bersama mujahidin. Bahkan, minimal yang kami 
minta dari mereka; mana fatwa-fatwa yang menyebutkan bahwa inilah perang salib? Di 
manakah fatwa-fatwa yang menyerukan bahwa jihad adalah fardhu 'ain atas setiap 
muslim yang mampu untuk turut andil di dalamnya melawan syetan dan tentaranya? 
Mana orang-orang yang lantang ketika mereka menghembuskan persatuan dan sikap 
individual dalam rangka membela patung budha serta mengunjungi Afghanistan untuk 
menjadi penengah dalam rangka menghalangi pemerintah Islam Thaliban dari 
menghancurkan patung-patung itu? Wahai kalian yang membela patung-patung itu, 
belum tibakah saatnya bagi kalian sekarang untuk membela ahli tauhid? Belum tibakah 
saatnya sekarang akidah kalian tergerak di dalamnya makna Al-Wala wal Baro"? 
ataukah patung-patung itu lebih penting bagi kalian dari pada tauhid dan pengikutnya? 
Yaa hasrotan 'alal Ibaad... merugi sekali para hamba, para pemimpin mereka membela 
patung serta membelot untuk membela din dan pemeluknya! Kami tidak menuntut 
kahan untuk menjadi mujahid atau memanggul senjata. Kami hanya ingin kalian seperti 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 152 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Paus Vatikan kristen itu; kalian menggalang kaum muslimin untuk melakukan perang 
menentukan ini. 

i OjvJL*j V ^Ul jiSl ^SOj ayl JlP ^JU illj % 

" Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak 
mengetahuinya. (QS. Yusuf :21) 

Jika pasukan kafir telah menggalang batalyonnya serta mempersiapkan kekuatan 
dan pasukan sekutu sudah bergabung untuk memerangi Islam dan kaum muslimin di 
bawah tabir perang Salib itu telah tersingkap dan jelas tandanya, selanjutnya manusia 
terbagi ke dalam dua kamp. Kamp keimanan yang tidak ada tempat bagi kemunafikan 
di dalamnya, dan kamp kemunafikan yang tidak ada tempat bagi keimanan di dalamnya. 
Bagi seorang muslim tidak ada pilihan ketiga di sana; ia bersama batalyon kafir dan 
sekutunya, atau bersama tangan Islam yang menyerang untuk menghentikan tindakan 
kedzaliman dan meninggikan kalimat Alloh. 

Sesungguhnya serangan militer apapun yang dilancarkan dan segera 
melakukannya secepat mungkin, adalah sesuatu yang hari ini berada dalam benak para 
pemimpin perang salib. Dan Afghanistan termasuk target yang siap serang dan mudah 
dari segi ekonomisnya menyerang mereka dengan serangan udara dan rudal-rudal. Oleh 
karena itulah, Amerika segera melakukan serangan melawan Usamah bin Ladin, 
Afghanistan dan pemerintahan Thaliban. 

Bush sendiri mengatakan dalam jumpa pers yang ia adakan dua hari setelah 
serangan 1 1 September, ketika ia ditanya tentang cara membalas para pelaku serangan 
itu, ia mengatakan: "Saya tidak bisa mengatakan selain bahwa negara yang melindungi 
para teroris selain akan kami hapus ia dari peta dunia." Ini maksudkan kepada 
pemerintahan Islam Thaliban di Afghanistan sebelum mereka menemukan bukti apapun 
terhadap mereka. 

Komandan pasukan salib, Bush, mengatakan dengan penuh kedengkian terhadap 
Islam dan kaum muslimin, sebuah kalimat yang tidak dimengerti oleh semua media 
informasi ketika ia mengancam Afghanistan: "We will smoke them" (Akan kami asapi 
mereka). Maksudnya adalah mengasapi mereka dengan cara keji Amerika yang buruk 
persisi seperti yang ia lakukan di Vietnam dan menewaskan ribuan warga sipil dengan 
mengasapi desa-desa menggunakan gas-gas beracun. 

Kaum muslimin tidak begitu perhatian dengan kata-kata ini. Dan tidak 
memberikan pengaruh apa-apa kepada seseorangpun ketika chanel Al-Jazeera 
mengatakan, 'Barangkali yang ia maksud adalah penggunaan gas-gas beracun.' 

Hanya memang, kahmat ini memiliki makna luas, sebab itu adalah bukti yang 
menunjukkan keinginan kuat mereka melakukan perang dan pembantaian masal dengan 
semua cakupan maknanya. Prancis sudah menggunakan cara seperti ini terhadap kaum 
muslimin di Aljazair. Orang-orang Prancis mengusir orang-orang Aljazair yang berada 
di pelosok lembah-lembah pegunungan dengan peluru. Merekapun lari di depannya dan 
berlindung ke gua-gua. Maka berdirilah seorang pria berkulit putih yang 'santun, yang 
bukan teroris seperti orang Islam', lalu ia menyalakan api di depan mulut-mulut goa itu, 
akhirnya matilah orang-orang yang berlindung di dalamnya karena menghirup asap. Ini 
adalah cara yang sama yang terkandung dalam kalimat yang diucapkan Bush: u We will 
smoke them " 



" «OjJ^Ji S^UCaJl >-r>j*fi '&&■ " [ 153 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Kami katakan, serangan terhadap Bin Ladin dan Afghanistan tampak seperti 
kambing yang akan segera menjadi korban. Dan sebagaimana kami isyaratkan 
sebelumnya dalam pernyataan Menteri Luar negeri Pakistan, bahwa serangan ke 
Afghanistan telah disiapkan Amerika sebelumnya sebelum terjadi serangan hari Selasa 
penuh berkah. Dus, Pemerintah Amerika menjadikan keberadaan Bin Ladin di daerah 
Pemerintahan Islam Thaliban sebagai alat untuk menyerang negeri tersebut. Padahal 
sebenarnya, Amerika tidak ingin menyerang Bin Ladin sebagai tujuan utama. Tetapi ia 
ingin menyerang pemerintahan Islam dan menjatuhkan undang-undangnya yang keras 
menurut mereka. Menteri Luar negeri Amerika, Collin Powel, terang-terangan 
mengatakan: "Dengan diserahkannya Usamah bin Ladin oleh Thaliban tidaklah cukup 
untuk menghentikan armada militer untuk menyerangnya." Ia juga mengatakan pada 
hari Senin tanggal 6/7/1422 H, menjawab persoalan; jika di sana ada perundangan yang 
melarang Amerika serikat membabat Bin Ladin, kata dia: "Pemerintah Amerika sudah 
mempelajari perundangan yang berlaku supaya dia bisa leluasa melakukan gerakan 
yang ia perlukan sebebas-bebasnya. Iapun beranggapan bahwa jaringan Bin Ladin yang 
ingin dihancurkan Amerika serikat itu, beranggotakan ribuan personel tersebar di 
seluruh dunia. Powel menambahkan bahwa prioritas yang ingin sekali dicapai Amerika 
segera adalah Usamah bin Ladin jaringan Al-Qaeeda yang ia pimpin serta organisasi 
Thaliban yang memberikan perlindungan kepadanya di Afghanistan." 

Powelpun menerangkan bahwa meski Bin Ladin kepada Amerika serikat, ini 
bukan akhir dari semuanya. Ia mengatakan, "Harus diadakan pembersihan jaringan itu 
sampai akar-akarnya." Seorang menteri Amerika menguatkan bahwa Amerika serikat 
memutuskan untuk memberikan dana sebesar 25 juta dollar untuk satu informasi yang 
bisa memungkinkan ditangkapnya Usamah bin Ladin. 

Dulu mereka juga mengembargo Sudan dengan alasan keberadaan Usamah di 
sana. Usamahpun keluar dari Sudan, tapi embargo terus berlangsung dan Amerika terus 
berdiri di belakang orang-orang kristen di Sudan selatan untuk menjatuhkan 
pemerintahan Basyir. Bahkan ketika serangan udara menghantam Afghanistan, Sudan 
sudah menerima serangan-serangan itu. Jadi, perang salib ini tidak mentarget 
perorangan dan personal tertentu, tetapi target serangannya adalah Islam secara 
keseluruhan. 

Oleh karena itu, tidak ada guna memenuhi permintaan mereka untuk 
mengeluarkan Usamah bin Ladin sebagaimana dikatakan Amirul Mukminin Mulla 
Muhammad Umar dalamkhutbah yang beliau sampaikan setahun yang lalu: 

"Sesungguhnya mengeluarkan para mujahidin Arab dari Afghanistan untuk 
memenuhi permintaan Dewan Keamanan yang memberlakukan embargo kepada kita, 
tidak akan menghentikan permusuhan kita dengan mereka. Mereka tidak mentarget 
perorangan sebagaimana mereka kira. Tetapi mereka mentarget perundang-undangan 
Islam yang dipegang pemerintahan Islam Thaliban. Kalau kita kabulkan permintaan 
mereka dan kita keluarkan apa yang menjadi keinginan mereka, sesungguhnya 
permintaan mereka tidaklah menghentikan sampai di sini saja, tetapi mereka akan 
meminta kita untuk merubah aturan kita yang syar'i terhadap wanita dan orang-orang 
yang menentangnya. Lantas mereka ingin kita membentuk pemerintahan yang longgar 
dan tidak berhukum dengan syari'at Islam. Lihatlah Sudan, ketika ia penuhi permintaan 
mereka dan ia keluarkan para mujahidin, serangan yang ia terima tidak berhenti hingga 
sekarang." 

" SjGJ^JI &Xd\ oj*Jl &&- " [ 154 ] 



Pemerintah Amerika mengumumkan perangnya terhadap Islam di setiap tempat. 
Yaitu yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pasukan salibnya membatasi ada enam 
puluh target. Amerika menyebutkan terang-terangan nama dua puluh tujuh yang 
menjadi target. disampaikan pada hari Selasa, II II 1422 H. Kedua puluh tujuh inilah 
yang akan dijadikan presiden Amerika Goerge Bush sebagai target dalam perang 
melawan terorisme (baca: perang melawan Islam) yang digelar Amerika serikat. 
Mencakup 11 organisasi, 12 orang dan 4 LSM. 

Organisasi-organisasi itu adalah: Al-Qaeeda di Afghanistan, kelompok Abu 
Sayyaf di Filiphina, Jama'ah Islamiyah di Aljazair, Harakatul Mujahidin di Kashmir, 
Jama'ah Jihad Mesir, Harakah Islamiyah di Uzbekistan, 'Ashobatul Anshar di Lebanon, 
Jama'ah Salafiyyah lid dakwah wal qital di Aljazair, Jama'ah Islamiyah di Libya, Al- 
Ittihad Al-Islami di Somalia dan terakhir pasukan Adn Abyan Al-Islamiy di Yaman. 

Sedangkan kedua belas orang itu adalah: Usamah bin Ladin, Muhammad Athef, 
Saif 'Adl, Syaikh Sa'id, Abu Hafs Al-Mauritani, Ibnu Syaikh Al-Libbyi, Abu Zubaidah, 
Abdul Hadi Al-'Iraqiy, Aiman Adz-Dzawahiri, Tsarwat Sholah Syahatah, Thoriq 
Anwar Sayyid dan Muhammad Sholah. 



Sedangkan LSM: Maktab Al-Khidmad/ Al-Kifah, Lembaga Wafa'ul Insaniyah, 
Ar-Rasyid Tarsit, dan Ma'mun Darkaz Anali. 

Serangan pertama dari target Amerika terhadap keenam puluh ini adalah 
memproklamirkan dengan terang-terangan bahwa perang ini adalah perang salib 
melawan Islam. Mereka tidak mempublikasikan selain kelompok atau lembaga selain 
Islam yang sunni (berajaran Ahlus Sunnah), bahkan selain kelompok jihad. Jadi tahap 
pertama dari perang mereka ini adalah menyerang organisasi dan gerakan-gerakan jihad 
serta membasmi orang-orang tadi yang dianggap sebagai pimpinan para mujahidin. 
Barangkah setelah kedua puluh tujuh ini, mereka akan umumkan sisanya dan 
mengurutkannya sejak dari para ulama, perusahaan-perusahaan tertentu dan lembaga- 
lembaga bantuan lainnya. Dan jadwal masih panjang serta tidak akan habis sampai 
mereka mencabut Islam sampai ke akar-akarnya. Mereka menjauh, sedangkan Alloh 
pasti menang dalam urusan-Nya. 

Maka siapa yang mengatakan bahwa penyerahan Usamah bin Ladin akan 
menghindarkan ummat dari peperangan ini, berarti ia tidak sadar dan tidak memahami 
tabiat perang. Tujuannya bukan Usamah bin Ladin saja, tujuannya lebih luas dan 
universal daripada itu. Targetnya adalah Islam dan jihad secara khusus. Keenam puluh 
target itu sudah disiapkan sejak bertahun-tahun dan mereka bekerja siang malam untuk 
membasminya. Hanya saja pekerjaan itu dilakukan diam-diam. Kemudian Alloh 
memberi rezeki mereka berupa serangan-serangan 1 1 September itu yang menjadikan 
mereka kehilangan akal dan menyeringaikan taring mereka karenanya. Ya, mereka 
menyatakan sendiri target mereka. Orang yang tak sadar adalah yan mengira bahwa 
keenam puluh target ini bisa jadi akan berubah menjadi dua ratus. Orang yang tak sadar 
adalah yang mengira keenam puluh target itu ditentukan Amerika langsung setelah 
terjadinya serangan. Pengumuman enam puluh target itu disampaikan menteri 
pertahanan Amerika pada hari kedua setelah serangan, dan satu hal yang mustahil dalam 
waktu satu hari atau setengah hari mereka bisa menentukan keenam puluh target 
tersebut. Jadi target-target itu sudah ada rencana menyerangnya sebelum sebelum itu. 
Tetapi, Alhamdulillah, Alloh bongkar makar mereka. Lalu, apakah orang-orang yang 

" «OjJ^Jl ^llUaJI >-r>°j*fi l &3o~ " [ 155 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



masih lalai itu tersadar akan betapa besarnya peperangan ini dan bangun untuk 
mempersembahkan darah-darah mereka demi agama ini?! Kami berharap hal itu 
sebentar lagi. 

Sesungguhnya dinyatakannya perang salib terhadap Islam dan kaum muslimin 
bukan keluar dari salah ucap oleh George Bush jr. Lidahnya 'keceplosan'mengatakan 
isi hatinya dan isi hati pemerintahan Amerika. Dan ini adalah doktrin protestan, serta 
merupakan persiapan untuk menyambut perang "Armagedon" dengan perang seluruh 
dunia yang akan menewaskan sepertiga manusia sebagaimana yang mereka yakini. Juga 
sebagaimana dikatakan DR. Burhan Gholyum, bahwa menteri Pertahanan Amerika 
telah mengajukan hasil thesis kepada Departemen pertahanan sebelum ia diangkat 
sebagai menteri, yang berisi skenario peperangan antara kekuatan kebaikan dan 
kekuatan kejahatan yang mana hal berujung kepada terjadinya perang Armageddon. 
Jadi, perang salib baru benar-benar telah dimulai dengan bantuan mutlak kepada Israel 
dan bersekutu dengannya sejak beberapa dasawarsa. Lalu dilanjutkan dengan 
pengiriman pasukan militer ke Teluk dan Irak, lalu embargo Libiya dan Sudan...dan 
agresi-agresi mihter yang dilancarkan ke daerah Teluk dan Irak, di mana sudah mulai 
digelar sejak 11 tahun lamanya di bawah kedok 'Pembebasan Kuwait', sebenarnya 
adalah gelombang militer utama yang memutuskan untuk mencabutnya terhadap dunia 
Islam. 

/| 

Maka sampai kapanpun, Amerika tidak akan berkompromi dengan supremasi 
hukum yang diatur dengan perundang-undangan Islam. Sehingga berarti, jargon Perang 
Salib yang diproklamirkan Bush mencerminkan betapa detailnya arah yang menguasai 
jalan pikiran serta keyakinan orang Amerika. Dan bahwa serangan rudal ke gunung- 
gunung di Afghanistan akan meluas -tanpa diragukan lagi- hingga mengenai semua 
target yang lebih banyak yang sebelumnya ia telah mengumumkan enam puluh di 
antaranya dan mengkhususkan duapuluh tujuah lainnya. Semua itu dilakukan untuk 
menundukkan ummat Islam. Sungguh, hari ini perang suci melawan salibis telah 
dimulai. 

Mungkin saja perang yang akan datang akan semakin memperjelas kengeriannya 
serta semakin nyata bahwa ini benar-benar perang salib yang dikendalikan dari gereja. 
Dan hampir saja kaum salibis menyerbukan pasukan militernya melawan Islam dan 
kaum muslimin. Oleh sebab itu, setiap muslim harus tahu bahwa siapa saja orangnya 
yang berdiri di barisan kaum salibis, ia telah murtad dan keluar dari Islam. Tidak ada 
bedanya, apakah personal, kelompok, penguasa, militer maupun sipil. Perlu diingat juga 
bahwa kaum muslimin wajib memperlakukan orang seperti ini sebagaimana 
memperlakukan orang murtad; yaitu diminta taubat jika ia mau, kalau tidak ia harus 
dibunuh. Dan setiap penguasa yang membantu orang-orang salibis dalam rangka 
memusuhi kaum muslimin, sesungguhnya ia telah murtad serta harus diturunkan oleh 
kaum muslimin. Bantuan yang berdampak kepada kemurtadan, bisa bersifat militer; 
berupa senjata dan amunisi, atau bantuan berupa area bumi kaum muslimin untuk 
pasukan salib ini. Bisa berupa bantuan materi dan moral berupa dukungan dan berita 
atau tekanan terhadap kaum muslimin dalam rangka melaksanakan permintaan kaum 
sahb dan kaum muslimin kalah dalam perang ini. Di sini, kami ingatkan para anggota 
militer yang hendak ditugaskan oleh armada kekuatan Amerika dalam perang salib ini 
sebagaimana ketika mereka ditugaskan dalam perang Teluk. Sama saja, apakah untuk 
menyimpan pesawat-pesawat, menjaga logistik atau pemantauan dengan pesawat. 
Sesungguhnya bantuan terhadap mereka, baik kecil maupun besar seperti 



" «OjJ^Ji S^UCaJl >-r>j*fi '&&■ " [ 156 ] 



membersihkan peralatan-peralatan atau mengadakan suplai untuk mereka, atau 
pemantauan dari udara bersama mereka, atau memberikan fasilitas keamanan untuk 
mereka dengan menguntit para mujahidin, memonitor gerakan-gerakan mereka dan 
memberikan berita tentang mereka di negara manapun, semua ini termasuk perbuatan 
murtad yang mengeluarkan dari Islam. Maka setiap anggota militer muslim di negara 
manapun harus waspada yang penguasanya ridho dengan perbuatan murtad serta 
berkeinginan untuk bergabung bersama Amerika dan mengatakan: 

" ...kami akan mentaati kalian dalam sebagian urusan... " 

Hendaklah ia waspada dari kemurtadan dan seorang muslim jangan sampai 
tertipu dengan mereka. Mereka telah ridho diri mereka murtad, dan urusan ini sangat 
riskan sekali. 

Negara-negara yang tergabung dalam Konferensi Kerjasama Negara-Negara 
Teluk menegaskan dalam pertemuan yang diadakan hari Ahad 5/ II 1422 H bahwa 
mereka akan memberikan bantuan dan bekerjasama dengan selengkap-lengkapnya 
bersama Amerika Serikat dalam membatasi ruang gerak para pelaku tindak kejahatan 
yang terjadi di New York dan Washingthon. Dewan majelis mengatakan dalam 
keterangan yang dikeluarkan setelah pertemuan khusus bagi menteri-menteri luar negeri 
ke enam negara di Jeddah, Saudi Arabia, bahwasanya majelis menegaskan adanya 
bantuan negara-negara yang menjadi anggota serta kerjasama mereka yang sempurna 
beserta sikap serius negara-negara yang dijadikan sasaran untuk mempersempit ruang 
gerak pelaku aksi-aksi terorisme serta menyeret mereka ke meja hijau. 

Atas dasar inilah, marinir angkatan kelima menduduki perairan Manamah, dan 
Kuwait mengizinkan untuk membuka pangkalan-pangkalan angkatan udara untuk 
pesawat-pesawat Amerika. 

Setiap mushm haru tahu, bahwa membela Islam dan kaum muslimin dalam 
perang ini melawan pasukan salibis, hukumnya adalahfardhu 'Ain bagi setiap muslim 
dengan semua kemampuan yang ia miliki. Rasululloh H bersabda -sebagaimana dalam 
riwayat Abu Dawud dan yang lain dari Anas bin Malik 4& ~: "Berjihadlah melawan 
kaum musyrikin dengan harta, nyawa dan lisan kalian. " 

Maka setiap muslim yang mampu untuk berjihad, harus berjihad dengan salah 
satu cara atau semua cara dalam hadits ini. Tidak ada alasan untuk melakukan yang 
lebih ringan padahal ia mampu melakukan yang lebih tinggi. 

Dan bahwa jihad hukumnya menjadi Fardhu Ain sejak jatuhnya negara Islam 
pertama ke tangan orang-orang kafir, yaitu Andalusia. Hanya saja, fardhu ain ini 
semakin kuat hari ini, sebab peperangan terhadap Islam telah mengglobal di setiap 
tempat serta melawan kaum muslimin di manapun mereka berada. Jika kaum muslimin 
hari ini tidak bangkit untuk membela agama mereka dan memastikan di hadapan Alloh 
bahwa mereka akan tebus agama ini dengan nyawa-nyawanya, maka saya kira jihad 
tidak akan wajib lagi setelah hari ini. Dan jika jihad tidak fardhu 'ain dalam kondisi 
seperti ini, maka saya kira tidak ada kondisi yang lebih dahsyat melebihi kondisi yang 
sekarang jihad menjadi fardhu ain! !. 



" «JlJj^Jl &X*l\ o>Jl uu6- " [ 157 ] 



Maka, wahai kuda Alloh, melajulah dan bergeraklah wahai kaum muslimin 
seluruhnya, untuk membela dan melindungi agama kalian. Dan ketahuilah bahwa Islam 
tidak akan menang dan unggul kecuali bila ia berkonrrontasi dengan kebatilan serta 
terjun bersama mereka di kancah peperangan. Maka siapa yang mengira bahwa Islam 
bisa menang hanya dengan melalui kaset, buku, dakwah, parlemen dan kertas-kertas 
pemilu, sesungguhnya ia jahil dan lalai serta tidak mengerti bagaimana agama ini 
dahulu tegak. Sesungguhnya agama ini tegak dengan tengkorak-tengkorak dan 
potongan-potongan daging para shahabat serta anak-anak mereka. Dan harus kita 
pasang target akhir, baik cepat atau lambat, untuk kita hadapi kekuturan di medan 
peperangan supaya Alloh menangkan agama ini. Sesungguhnya sunnatullah di bumi 
selalu menunjukkan bahwa akan selalu ada perseteruan antara yang hak dan yang bathil, 
perseteruan peradaban, pertarungan harga diri dan akhlak, dan yang terpenting adalah 
perang fisik di medan pertempuran. Kalau bukan karena pertarungan di medan tempur 
(yaitu jihad) adalah hal yang paling penting serta menjadi poros semua pertarungan 
antara yang hak dan yang batil, tentu Alloh Swt. tidak mengkhususkannya dalam 
masalah keutamaan dan hukum-hukumnya. Secara mutlak, tidak ada ibadah yang 
hukum asalnya fardhu kifayah lebih utama daripada jihad. Bahkan, dalam kondisi 
tertentu, keutamaan dan pahala ibadah ini lebih baik daripada kewajiban-kewajiban 
yang bersifat fardhu 'ain yang tidak sah kecuali dengan melaksanakannya. Dan ini 
memberikan dalil cukup jelas bahwa umat ini tidak akan memiliki harga diri selain 
medan pertempuran seperti ini. Tidak ada kemuliaan baginya selain dengan ibadah yang 
satu ini, dan tidak mungkin ia akan menang kecuali dengan memerangi kekururan 
berikut pemeluknya. 



V 



Demikianlah, kalau kita mau menengok nash-nash yang ada, akan kita temukan 
bahwa jihad merupakan pokok dari tersebar dan berkuasanya agama ini. Dan ketika kita 
menghapuskannya, umat-umat lain mengeroyok kita dengan rakus. Dan di saat kaum 
salibis merasa bahwa ibadah jihad ini mulai hidup dalam jiwa kaum muslimin, mereka 
panggil pasukan syetan dan mereka kumpulkan batalyon mereka untuk mematikan 
ibadah ini di dalam tempat tidur, lalu mereka menggunakan istilah "Terorisme", dan 
tidak mungkin mereka bisa melakukannya. 

Semoga Alloh mentakdirkan kebaikan untuk kita dari arah yang tidak kita duga, 
agar menjadikan perlawanan ini dimulai sekarang dan tidak tertunda lagi. Sebab umat 
setiap hari berada dalam kemunduran dan perpecahan. Dan kita tidak tahu, bagaimana 
keadaannya setelah hari ini. Perang ini datang di waktu kita memiliki sedikit rasa 
simpati dan solidaritas. Maka kebaikan adalah dalam hal yang ditetapkan Alloh. Kalau 
perang ini tertunda lagi dari sekarang, kita tidak menemukan lagi bagi kaum muslimin 
posisi seperti ini, meskipun itu bukan penyakit. Dan ummat sedang dalam kondisi tidur 
begitu nyenyak serta memerlukan benturan kuat agar ia bisa kembali bergerak penuh 
semangat dan keluar dari kehinaan yang ia alami selama berabad-abad ini. Barangkali 
telah tiba masanya ummat ini siuman dari tidurnya. 

Yang penting dari semua ini, dengan tidak memperdulikan; apakah serangan 1 1 
September melawan Amerika ini boleh atau tidak secara syar'i, apakah mafsadahnya 
lebih banyak daripada mashlahatnya, yang penting bagi kita adalah genderang perang 
salib telah ditabuh dan akan segera dimulai dalam waktu dekat jika Alloh 
mentakdirkannya. Dan yang akan menjadi korban dari perang ini tak lain adalah kaum 
muslimin serta orang-orang tak berdosa di bumi Afghanistan, dan mungkin seluruh 



" «JjJ^JI ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 158 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



wilayah Asia tengah. Oleh sebab itu, apa sikap kaum muslimin terhadap semua 
pengeroyokan itu? 




\ 



http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl ^j^!' &&~ " 



[159] 



\.. > , , i >>'. t, , t ' >■>'>>. 



4JJI 



<ci?-j ^jj;*)! r— ^ tiH *-^"'3M r 1 ?**"' 



Hukum Berjihad Bagi Kaum Musliman Hari Ini 



Para ulama menyatakan ijma ' bahwa apabila orang-orang kafir memasuki negeri 
Islam, maka hukum jihad menjadi /ardhu 'ain, tidak boleh absen darinya, setelah 
sebelumnya jihad ini hukumnya fardhu kifayah. Ijma ' ini dinukil semua fuqoha pada 
tiap-tiap madzhab. Dan, musuh sudah masuk ke negeri Islam sejak berabad-abad 
lamanya, hanya saja kita semakin kuatkan hukum ini pada hari ini karena perang salib 
masa mendatang ini akan menjadi sebuah peperangan yang sengit memerlukan 
keterlibat ummat secara keseluruhan. 

Adapun dari madzhab Hanafi: Al-Kisani berkata di dalam Bada'i'us Shona'i' 
(VII/ 97): "Adapun ketika perang meluas, yaitu musuh menyerang sebuah negeri, maka 
jihad adalah fardhu 'ain yang diwajibkan kepada setiap personal dari kaum muslimin 
yang mampu. Berdasarkan firman Alloh Swt. : 

i S/Uij tili*- \jyu\ } 

" Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, " (QS. 
At-Taubah:41 ) 

Ada yang mengatakan, Ayat ini turun tentang perang. 

Juga firman Alloh Swt. 

,«{... ith \y&j. X? <&l dj-^J J^ ^J^*^- ^ s->l/^l y *-hj>- yj 4i>Jii.l Jj^ jlS" L> |s 

"Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badwi yang 
berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan 
tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri 
Rasul... "(QS. At-Taubah: 120) 

Dikarenakan pula, kewajiban terhadap masing-masing orang sudah ada sebelum 
perang meluas, sebab gugurnya kewajiban dari yang lain adalah dengan dilakukannya 
oleh sebagian yang lain. Ketika perang sudah meluas, maka tidak akan mungkin bisa 
terlaksana selain dengan berperangnya setiap orang. Sehingga hukumnya terus menjadi 
fardhu ain seperti kedudukan puasa dan sholat; seorang budak harus keluar tanpa 
terlebih dahulu izin kepada majikannya, seorang wanita tanpa izin suaminya. Karena 
manfaat budak dan wanita dalam ibadah-ibadah fardhu ain menjadi pengecualian 
baginya dari si majikan dan suami berdasarkan syar'i sebagaimana dalam puasa dan 
sholat. Demikian juga seorang anak, ia boleh keluar tanpa izin kedua orang tuanya, 
sebab hak kedua orang tua tidak muncul dalam perkara-perkara yang bersifat fardhu ain, 
seperti puasa dan sholat. Wallahu subhanahu wa ta 'ala A 'lamT 

Adapun dari madzhab Maliki: Ibnu Abdil Barr berkata dalam kitabnya Al-Kafi 
(1/ 205): "(Jihad) adalah fardhu ain mencakup bagi siapa saja yang mampu melawan, 
berperang dan memanggul senjata dari kalangan orang-orang yang sudah baligh dan 
merdeka. Hal itu ketika musuh menduduki negeri Islam untuk memerangi mereka. 
Ketika kondisi seperti ini, semua penduduk negeri itu wajib keluar dan berperang baik 

" sjgj^ji a^iUaJi oj^Ji la^- " [ 160 ] 



dalam kondisi ringan maupun berat, pemuda maupun orang tua. Dan tidak boleh absen 
seorangpun yang mampu keluar, sedikit maupun banyak. Kalau penduduk negeri itu 
masih tidak mampu menundukkan musuhnya, maka orang yang berdekatan dan 
bertetangga dengan mereka harus keluar -sedikit atau banyak- sesuai kebutuhan 
penduduk negeri tersebut, sehingga diketahui pada diri mereka ada kekuatan untuk 
menundukkan dan melawan musuhnya. Demikian juga dengan setiap orang yang 
mengerti akan kelemahan mereka menghadapi musuh serta dia tahu dirinya bisa 
menyusul dan memberikan bantuan kepada mereka, ia juga harus keluar. Jadi setiap 
muslim adalah penolong bagi yang lain. Hingga apabila penduduk satu daerah sudah 
mampu untuk menaklukan musuh yang menduduki dan menjajahnya, kewajiban ini 
gugur dari yang lain. Kalau musuh mendekati negeri Islam meskipun tidak masuk, 
kaum muslimin juga harus keluar." 

Masih dari madzhab Maliki: Al-Qurthubi berkata dalam Tafsir-nya (VIII/ 151): 
"Jika jihad menjadi fardhu ain dengan menguasainya musuh terhadap salah satu negeri 
atau mendatangi suatu kota, jika seperti ini keadaannya, maka bagi semua penduduk 
negeri itu wajib untuk perang dan keluar melawannya baik dalam keadaan ringan 
maupun berat, muda atau tua, semuanya sesuai kemampuan yang ia miliki, baik yang 
mempunyai bapak -tanpa harus izin~ ataupun yang tidak memiliki bapak, tidak boleh 
seorangpun yang mampu berperang untuk absen, baik sedikit atau banyak. Jika 
penduduk negeri itu tidak mampu menundukan musuh mereka, bagi orang yang dekat 
dan bertetangga dengan mereka harus keluar sesuai kebutuhan penduduk negeri tersebut 
sampai diketahui bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk menundukkan 
dan melawan musuhnya. Demikian juga dengan orang yang mengerti bahwa mereka 
lemah untuk menghadapi musuh serta tahu dirinya bisa menyusul dan membantu 
mereka, ia juga harus keluar. Jadi kaum muslimin semuanya adalah penolong bagi yang 
lain. Hingga apabila penduduk suatu daerah telah berhasil mengusir musuh yang 
menduduki dan menjajahnya, kewajiban ini gugur dari yang lain. Dan jika musuh 
mendekati negeri Islam meski tidak sampai memasukinya, mereka tetap harus keluar 
melawannya sehingga agama Alloh menang, daerah terlindungi, kekuasaan terjaga, dan 
musuh menjadi hina. Dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini." 

Kemudian dari madzhab Syafi'i : An-Nawawi berkata di dalam Syarah Shahih 
Muslim-nya (VIII/ 63): "Para pengikut madzhab kami mengatakan, Jihad hari ini adalah 
fardhu kifayah, kecuali ketika orang-orang kafir menduduki satu negeri kaum muslimin, 
maka saat itu jihad bagi mereka adalah fardhu ain. Jika penduduk negeri tersebut belum 
mencukupi, orang yang terdekat dengan mereka wajib menyempurnakan sampai 
cukup." 

Dan dari kalangan Madzhab Hanbali: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata di 
dalam Al-Fcitawa Al-Kubra (Al-Ikhtiyarot) (IV/ 520): "Adapun perang defensif, maka 
termasuk jenis perang membela diri dari serangan terhadap kehirmatan dan agama yang 
paling kuat kedudukannya. Hal itu wajib hukumnya berdasarkan ijma '. Jika ada musuh 
menyerang yang merusak agama dan dunia, tidak ada sesuatu yang lebih wajib setelah 
iman selain menolaknya. Tidak disyaratkan di sana satu syaratpun, tetapi ia harus 
melawan sebisa yang dia lakukan. Hal ini ditetapkan oleh para ulama pengikut madzhab 
kami serta yang lainnya." Beliau juga berkata: "Dan apabila musuh masuk ke negeri 
Islam, tidak diragukan lagi akan kewajiban mengusirnya oleh orang yang terdekat 
kemudian yang terdekat. Karena negeri-negeri muslim itu seperti satu negeri, dan 
bahwasanya wajib keluar berperang melawan musuh tanpa harus izin kepada bapak 



" «JjJ^JI ^UaJl oj*Jl uu6- " [ 161 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



ataupun orang yang memberi hutang. Nash-nash Imam Ahmad sangat tegas menyatakan 
hal ini." 

Saya katakan: Musuh telah masuk ke negeri-negeri kita sejak berabad-abad 
lamanya. Dan...La haula walaa quwwata illaa billaah. 

Hukum ini adalah berdasarkan ijma ', siapa yang ingin mencari keterangan 
tambahan silahkan merujuk kepada : Hasyiyah Ad-Dasuqi 'Alas Syarhil Kabir (11/174), 
Mughniyul Muhtaj Hasyiyah Ibnu Abidin (III/ 337), Mughniyul Muhtaj karya Asy- 
Syarbiniy (IV/ 209), Al-Umm karya Asy-Syafi'i (IV/ 170), Asy-Syarhul Kabir milik Ad- 
Durdair (11/ 174), Al-Mughni milik Ibnu Qudamah (X/ 389) dan (IX/ 147), Masyariul 
Asywaaq Ilaa Mashoori'il 'Usysyaaq milik Ibnu Nuhas (1/101), At-Taaj wal Akiil (IV/ 
539), Nihayatul Muhtaaj (VIII/ 58) serta semua kitab fiqih dan hadist menyebutkan 
hukum ini, dan tidak ada perbedaan pendapat dalam hal itu. 

Semoga Alloh merahmati Syaikh Ahmad Syakir, beliau menulis sebuah 
penjelasan kepada kaum muslimin di masa beliau hidup yang menghimbau mereka 
untuk berjihad melawan Inggris dan Prancis. Kita merasa perlu untuk menyimak 
penjelasan beliau itu. Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam bukunya Kalimatul Haq 
halaman 126 berjudul, Penjelasan kepada bangsa Mesir khususnya dan bangsa Arab dan 
Islam secara umum: "Sungguh telah jelas perkara antara kita dengan musuh-musuh kita 
dari Inggris dan para sekutunya. Telah jelas dalam diri anggota musuh kita yang 
menetek kepada air susu mereka serta kepada budak dari musuh-musuh kita, yang 
menyerahkan akal dan pengaturan dirinya kepada mereka. Kita yang tumbuh di atas 
fithrah Islam yang benar ini tidaklah merasa ragu dengan kejadian yang sudah lewat 
serta lebih dahsyatnya apa yang akan terjadi! 

Sungguh telah jelas perkaranya, sungguh rakyat Mesir telah mengutarakan 
pendapat dan keinginannya, Al-Azhar telah menyatakan pendapatnya yang benar dalam 
masalah memperlakukan dan membantu musuh : 

Maka sesungguhnya yang adalah, kaum muslimin harus mengetahui kaidah- 
kaidah yang benar dalam syari'at Alloh; dalam hukum-hukum perang serta yang terkait 
dengannya, masing-masing mengetahui dengan jelas: mana yang kira-kira musuh dan 
yang bukan, mengetahui hal yang diperbolehkan dalam perang serta yang tidak boleh, 
apa yang wajib dan yang haram, sehingga amalan seorang muslim dalam jihad menjadi 
sebuah amal yang benar dan selamat, ikhlas karena mencari wajah Alloh saja, jika ia 
menang, ia menang sebagai seorang muslim; baginya pahala mujahid di dunia dan 
akhirat, dan jika terbunuh, ia terbunuh sebagai syahid. 

Sesungguhnya Inggeris telah menyatakan perang yang sedang berjalan dan 
bergerak menuju kaum muslimin di Mesir, perang kezaliman dan kepongahan, mereka 
menyatakannya kepada kaum muslimin di Sudan sebagai perang yang seolah sah dan 
terselubung dengan kedok kemaslahatan Sudan dan rakyatnya. 

Perang yang dihiasi dengan aksesoris hak otonomi yang ia gunakan untuk 
menipu Mesir sebelumnya. Kami melihat sendiri bagaimana Inggris di daerah Terusan 
Zues dan daerah sekitarnya, berupa pembunuhan terhadap rakyat sipil yang sedang 
dalam kondisi aman, pengkhianatan terhadap wanita dan anak-anak. Kekejaman 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 162 ] 



terhadap para pegawai keamanan dan kehakiman, sampai-sampai tidak ada yang 
selamat dari kekejaman mereka, baik anak kecil maupun dewasa. 

Maka mereka telah nyatakan dengan terus terang dan gamblang akan sikap 
permusuhan mereka. Tidak ada kesamaran, pura-pura dan sikap lembut di dalamnya. 
Sehingga dengan begitu, darah dan harta mereka adalah halal bagi kaum mushmin, 
setiap muslim yang berada di salah satu jengkal tanah di bumi manapun harus 
memerangi dan melawan mereka di manapun berada -baik sipil maupun militer-, 
mereka semua adalah musuh, semuanya adalah anggota perang dan pasukan, mereka 
begitu menikmati pengkhianatan dan permusuhan. Sampai-sampai wanita dan pemuda 
mereka melepaskan api dari jendela-jendela dan balkon-balkon, di Ismailiyah, Suez, 
Bur Sa'id terhadap kaum muslimin yang sedang berjalan, tanpa sungkan dan malu 
padahal mereka adalah kaum yang pengecut; mereka akan lari setiap kali mendapati ada 
kekuatan yang menyerang, mereka bersikap menantang setiap kali menemukan 
kelemahan melonggar. Maka setiap muslim tidak boleh merasa lemah di hadapan 
mereka atau memperlihatkan kepada mereka kesan lembut dan pemaaf, 

" Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka 
dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah); " (Al-Baqarah : 191) 

Rasululloh H sendiri telah melarang kita membunuh wanita dalam peperangan, 
dan itu adalah larangan yang memiliki sebab berupa 'illah yang jelas dan tegas: ia tidak 
ikut sebagai anggota perang. Sebab Rasululloh M pernah melewati mayat seorang 
wanita dalam sebagian perang beliau, kemudian bersabda, "Tidak selayaknya wanita ini 
berperang. " Kemudian beliau melarang untuk membunuh wanita. 

Adapun hari ini, wanita mereka adalah tentara, mereka berperang bersama laki- 
laki dari satu sisi ke sisi lain, sedangkan yang bukan tentara dari mereka yang 
berkelakuan seperti kaum lelaki, mereka lesakkan api ke arah kaum muslimin tanpa ada 
yang melarang dan menghalangi. Maka sesungguhnya membunuh para wanita itu 
adalah halal, bahkan wajib dalam rangka membela agama, nyawa dan negeri, kecuali 
kalau wanita yang lemah serta tidak mampu berbuat apapun. 

Demikian juga kondisi terhadap anak kecil yang belum baligh serta orang-orang 
tua yang akan mati dan lemah: Siapa di antara mereka yang ikut berperang atau 
melakukan permusuhan, ia harus dibunuh. Sedangkan yang tidak melakukan hal itu, 
siapapun tidak diperbolehkan memberikan perlakuan buruk kepada mereka, kecuali 
mengambil mereka sebagi tawanan. Dan akan kami sebutkan hukum tentang tawanan, 
Insya Alloh. 

Kami katakan, ((setiap muslim di jengkal bumi manapun wajib hukumnya 
membunuh mereka di manapun mereka temui; baik sipil atau militer)). Kami memiliki 
arti tersendiri dalam setiap kata dari kalimat ini. Maka di manapun seorang muslim 
berada, dari suku dan bangsa apapun ia, ia mendapatkan kewajiban seperti yang 
terbebankan kepada kami di Mesir dan Sudan. Jika mereka tidak mampu, mereka harus 
berhijrah dari negeri musuh menuju negeri yang di sana ia bisa memerangi musuh 
sesuai perintah Alloh. 

Karena Islam adalah satu kebangsaan -dengan ungkapan hari ini~ dan ini 
membuang semua perbedaan kebangsaan dan suku antar para anggotanya, sebagaimana 

" «OjJ^JI ^llUaJI >-r>j*fi l &36- " [ 163 ] 



firman Alloh ta'ala : 

4 aJj^lj 2L«f *_xiJ a_U jl | 

"Sesungguhnya ini adalah ummatmu yang satu... " (Al-Anbiya' :92) 

Dalil-dalil tentang hal ini cukup banyak dan saling menguatkan serta merupakan 
perkara yang sudah maklum secara pasti dalam agama, tidak ada seorang muslimpun 
yang meragukannya. Bahkan, Eropa harus mengetahuinya dengan yakin, tidak ada yang 
meragukannya selain orang-orang didikan Eropa dari kita serta mengadakan untuk diri 
mereka sendiri perang terhadap agama mereka dan ummatnya dari arah yang tidak 
mereka sadari, sekali lagi dari arah yang tidak mereka sadari. 

l ^ji^ <J3 (j^w2^^> LS" : LJlS ? f »ju5' j»_i : UlS , ^.~J6\ .J»-!» aSjMII *-aL»jj Cf-^ ^i ^ 
ijruL»v?".»J»l VI » (ji-sa* OfLt .. ;^->r «_»I«L« _U_J«li ? I^j) l«j>rl_gj_> 5jt_vU _jj\ (Jajl ilr^ r ' ■ Lr^ 

^ *>L~^ jj-*^4j Vj 3L>- u^*J__~-j V jl__j!lj s-L_uJU JUr^Jl •_« 

Sesungguhnya orang-orang yang diwajatkan malaikat dalam keadaan 
menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya:"Dalam keadaan 
bagaimana kamu ini". Mereka menjawab:' 'Adalah kami orang-orang yang tertindas di 

negeri (Mekah) ". Para malaikat berkata :Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu 

dapat berhijrah dibumi itu". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan 
Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik 
laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak 
mengetahui jalan (untuk hijrah). " (QS.An-Nisa :97-98) 

Di sini Alloh tidak mengecualikan seorangpun dalam kewajiban untuk berhijrah 
dari negeri musuh-musuh Alloh selain orang-orang lemah yang betul-betul lemah, tidak 
tahu mau berbuat apa, dan tidak mengerti urusan dirinya sendiri sedikitpun." Selesai 
sampai di sini perkataan Syaikh Ahmad Syakir. 

Oleh karena itu, kami mengingatkan ummat secara keseluruhan, baik pemuda, 
kecil maupun besar, sedikit maupun banyak di antara mereka; untuk memperkokoh 
kecintaan mereka terhadap agaman ini serta tidak berhenti seperti berhentinya satu 
orang dalam melawan perang Salib ini yang jika mereka kalah, maka semua jengkal 
tanah kaum muslimin akan mereka kuasai. Kita senantiasa berharap kepada Alloh agar 
menolong kita menundukkan mereka serta terjadi sabda Rasululloh H mengenai mereka 
yang beliau sabdakan setelah perang Ahzab, di hari ketika beliau bersabda: "Hari ini 
kita perangi mereka dan mereka tidak boleh memerangi kita. " Maka ketika Alloh 
mengalahkan pasukan Ahzab, persenjataan mereka kocar-kacir. Inilah yang kita 
harapkan dari Alloh; semoga persenjataan mereka kocar-kacir dalam perang ini, dan 
mereka tidak akan pernah mengumpulkan pasukan yang lebih banyak melebihi 
sekarang. Maka jika Alloh mencerai beraikan perkumpulan mereka, mereka tidak lagi 
berkumpul untuk melawan kaum muslimin dengan izin Alloh ta'ala. Tetapi semua ini 
kembali kepada kejujuran ummat ini terhadap Alloh dan tergantung tawakkal mereka 
kepada-Nya. Oleh sebab itu, mari berjihad dan jangan menjadi orang-orang yang tidak 
ikut serta (Khowalij). 

Saya ajak Anda, sekali lagi saya ajak Anda, wahai saudaraku yang mulia, untuk 
melihat kejadian-kejadian hari ini dengan berangkat dari ayat-ayat Al-Qur'an, silahkan 
baca, kemudian difikirkan dan ditadabburi. Semua kita adalah obyek dan sasaran yang 

" l&l*S\ ^-ILaJl o>Jl '"&jr " [ l 64 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



diajak untuk melakukan tadabbur dan interospeksi, dan harus ada koreksi ulang 
terhadap sikap berangkat dari ayat-ayat seperti itu dan yang semisal. 




\ 



http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl ^llUaJl ^j^!' ^A^ " 



[165] 



Seruan Mengevaluasi Manhaj 



Oleh sebab itu, lihatlah kembali manhaj yang engkau gunakan. Jika ayat-ayat di 
atas dan yang semisal terpraktekkan dalam dirimu, bertaubatlah kepada Alloh dan pintu 
taubat masih terus terbuka hingga nyawa berada di tenggorokan. Namun jika engkau 
selamat dan tidak termasuk orang-orang yang disebutkan di dalam ayat-ayat itu, 
ucapkanlah alhamdulillah atas keselamatan ini. Dan senantiasa memohonlah kepada 
Alloh agar selalu konsisten serta bisa menyambung estafet dari jalan menuju 
kemenangan agama Alloh ta'ala. 

Alloh ta'ala beriirman dalam surat Ali Imran: 

^LjlJ^ ^Li Jl*j jJ IjJli lj*iil jl aJ)I J^ j IjiJlS IjJbJ Jt> JJj \yiV> jjJJI U*Jj I* 

<f jj^Sy Lc JLol aJIIj ,*4jli <J -J L> ,»__j&ljiL OjJjij jLc^U + ^;* s-^l J-^jj jjjSnJJ .»_* 

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munajik. Kepada 
mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu) ". 
Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami 
mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekajiran dari pada 
keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam 
hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. Ali 
Imran:167) 

dan berfirman dalam surat An-Nisa: 

t l~Ug->i *4** r$"\ )• il (JLc <*&! j*-«Jl -A* Jli «L**a* (^SoLy^l jU /J^J /J» ,*->J« Olj f* 

4 L»-JaP Ijji jjJLJ (t-»JJ«j* C-o <ĕ-J ^! a-j-* <*_Ljj (t-^ii tlr^ r ^^ilrJ^ ilr* , j ■/ , * rt-SyL^I /Jj 

" Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang-orang yang sangat berlambat- 
lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia 
berkata: "Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya 
tidak ikut berperang bersama mereka". (QS. An-Nisa ':72) 

masih dalam surat An-Nisa: 

c_~-^_J jjiLxJJ jl_r jlj *£ju> jiCj il IjJli Aill ja ?__j j»isJ jlS" jli jtiC Jj^-j/u jjJJI |s 

^Lo -^j ilisJJ -Jtll Jjv£ -Jj 4-«L_Jl ,»jj ♦iC-o 1*-^= ^^ u^j^ <>* c-^**^? r-N^ *J>^~»J )• I IjJL* 
<J-Jl j_j«.Li JL~_T Ij^li «*>Ly_Jl J| lj*li lijj - <j p^L^- jAj aJJI Jjp:>I_4 (jy_»l_!»l j| <. *>L^ u^-*jJ»l 
*>L__ <J J_4 ^Ji -_l JJ-s-y <_yj «.^j* Jl *__« s.*_j* Jl *_ dJJi oH anJ-jJL" » *>Ui VI *J>I OjjSJL X? 

i 

"(yaitu) orang-orang yang menunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu 
(hai orang-orang mu'min). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka 
berkata:"Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu" Dan jika orang-orang kajir 
mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata:"Bukankah kami (turut 
berperang) bersama kamu" Dan jika orang-orang kajir mendapat keberuntungan 
(kemenangan) mereka berkata:"Bukankah kami turut memenangkan kamu, dan 
membela kamu dari orang-orang mu'min". Maka Allah akan memberi keputusan di 

" SjJLa^' ^r^' >-r>j*fi '&&■ " [ 166 ] 



antara kamu di hari dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang- 
orang kajir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. " (QS. An-Nisa :141) 

dan di dalam surat Al-Maidah: 

4JU ^t-S^L* A-hyi ry* it^S t*-?^ f> 4 *^ 3J H «-yy L$J ./?;ilj ^jgjl IjJ^i* "V Li*l /riJJl L^jI L> f 

L^^aj d)i ^j^ 1 <JjJj^! (*-fri* ^J^J^ (j^y r»-4jJi <j Ji^ (Sj^ <■ Ui-^Jl fj^' L>-L$J ^ ^' <-*} (♦-&•>-* 

. . c . c . cc .t c . c i 

% (j^oL) < g .■■ aJl (_j |?/** , l L* , JLp IjJt <.,,?.» s-UP /y w«! «I 5"tlalu ^L> (1)1 aJ)1 ,,**. JtS aJL 

//az orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah 
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka 
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. 
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang talim. (QS. Al- 

Maidah:51) 

\ \ 

dan berfirman dalam surat At-Taubah: 

jj jJtlb jjjii>t^« SJLiJl . ^,\s- ojju /k^j iijjtJ"j! iJ-y^li LiLtij Li L>.p uLS jJ f 

(j^»X) ^j>- {+£> C-Jil i ^jLp jjjI 1_ap c jjjilSJ *j^| rt^S! ^J ,1 g ■■• ^'1 jjSsJLijj j^S^jt^ L>rJ>- 1 >U-,-| 
♦jkL*L> ljJ_»L£ (1)1 j^^l j*J^b ^^ <Jj-^ji /ji"^' dJLiSL-o *j| c (j^;iLxJl (Jl*jj IjS-W? ^jjJLJl dJJ 
(j «_gi ^jJS ojLTjU j>-"VI fjJlj 4i)Li <1)ji*Jj *y (ji-J-'' ,_v_oL^o Li| c (j^iLLL) *Jjp auIj ,■> j <~Jj\* 
%j> IjJjtsl LSj i g U ^* i g"l» : 'l aMI ep /P^Jj *-*-£- ~ Ij-*-p"j/ /7« i>-l J-^U _>lj ' J. - > - > jV r» «j :„j 
jjjIj *J> jjpLC (T^ij 2_XaJ| j^SsjjjL) -JO^Lj^- Ijjwsj^j "j/L^ *j!J ri-^J^Ij I- 4 (t-^-i jj^j^ J^ ' jJ-lpLaJl 

(. jjjSjLT-_~j jjjI y>l j^iij (jJ-l s-L>- jj>- jv«Vl dJ-J Ij-Jij AjS /y 3__iJl Lisjl jjjj <, (jJ.LliJL) -_Jp 

4 (jJjilSoL) 4J_U>^ /»-_pr jjj IjWg,* 4UIftJl j Vl ^j^J* X? J, OJil JjAJ J» (l-tJ-^J 

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah 
diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi 
tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan 
(nama) Allah:" Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu". 
Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya 
mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Semoga Allah mema'afkanmu. 
Mangapa kamu memberi ijin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum 
jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui 
orang-orang yang berdusta, Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari 
kemudian, tidak akan meminta ijin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta 
dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertaawa. Sesungguhnya 
yang meminta ijin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah 
dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang 
dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka 
menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai 
keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan 
kepada mereka:"Tinggallah kamu bersama orang-oang yang tinggal itu" Jika mereka 
berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari 
kerusakan belaka, dan tentu mereka bergega-gegas maju ke muka di celah-celah 

" SjGjl^Ji a^UaJl o}>Jl &&- " [ 167 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjjiul 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~^' 



barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada 
yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang 
yang zalim. Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan 
mereka mengatur pelbagai tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah 
kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak 
menyukainya. Di antara mereka ada yang berkata: "Berilah saya keijinan (tidak pergi 
berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam jitnah". 
Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus dalam jitnah. Dan sesungguhnya 
Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kajir. (QS. At-Taubah: 42-49) 

Dan berfirman dalam surat Al-Ahzab: 

(jajaja y*-LJ-i t-jiiiii c-JtLj jLv2j*yi c-pij iu f»->-^ , j-*-^ cy3 r»-™^ cy t*^^^ M ? 

L» ^y>y> (*4Ji (J ,v-iilj jjJwLdl JjyL ijj . iJUwLi *_!ljj IjJJjj j^jll ^kjl dliLu* c jjJiil <0)L 
,■>_•<* (Jj/j jiLi^j» IjjtsrjLs j^So j»IJL> *_f ui J^IL (< $'<* 4iiUs cJti iU ' bjL^' ^i ^J-^J? *^' UJipj 

n bv* * ^J^ji ^ ?J5*i c* ^*9 ^5^" i^5ci ^ ^V5-*i i5*i' 

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan 
ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai 
ketenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam 
purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan 
goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munajik dan orang-orang 
yang berpenyakit dalam hatinya berkata:'Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan 
kepada kami melainkan tipu daya" Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka 
berkata: "Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah 
kamu" .Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) 
dengan berkata:"Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)' '.Dan 
rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari. 
(QS. Al-Ahzab: 10-13) 

dan berfirman dalam surat Al-Ankabut: 

j^2J «.br -J^j 4ttl t_->lwUS" -uLil 4J^i Jjtj>r <jjj| _j <_£Sjl ISL» AttL L«T J^JL -y> ^Ljl -y>j f> 

4, aJ»L*il j_jJw <j Lc JLpL aJ)I ^j-Jjt fS^u> LTUl ^yd <lX>j _y 

"Dan diantara manusia ada yang berkata:"Kami beriman kepada Allah", maka 
apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menggaanggap jitnah manusia 
sebagai azab Allah.Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabbmu, mereka pasti 
akan berkata:"Sesungguhnya kami adalah besertamu" .Bukankah Allah lebih 
mengetahui apa yang ada dalam dada manusia? " (QS. Al-Ankabut :10) 

Dan banyak sekali ayat-ayat yang menghinakan methode dan cara orang-orang 
munafik. Tetapi perlu diketahui, bukan merupakan syarat kalau seluruh ayat-ayat ini 
dan yang semisal terpraktekkan dalam dirinya, mungkin saja ada salah satu dari ayat- 
ayat tadi yang terdapat dalam diri Anda. Kita memohon afiat dan keselamatan kepada 
Alloh untuk kami pribadi dan Anda sekalian. Maka berusahalah dengan sungguh- 
sungguh agar jangan sampai dalam dirimu ada sifat-sifat di atas, baik sedikit maupun 
banyak. 



" 5%*Jl &X*l\ Oj>Jl '&&■ " [ 168 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Inilah perang yang masing-masing barisan memiliki ciri khusus dan jelas sifat- 
sifatnya. Saya tidak melihat sifat untuk manusia yang berkecimpung di dalamnya, lebih 
indah dari pada ungkapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rhm. dalam mensifati 
manusia pada fitnah bangsa Tartar, ketika beliau mengatakan dalam Al-Fatawa (28/ 
416): "Fitnah ini telah membagi manusia ke dalam tiga kelompok: Thaifah Manshurah, 
mereka adalah para mujahidin melawan kaum perusak itu. Thaifah Mukhalifah, mereka 
adalah orang-orang Islam yang tidak berrungsi akalnya. Dan Thaifah Mukhadzilah, 
mereka adalah orang yang berpangku tangan (Qa 'iduri) dari berjihad melawan mereka, 
meskipun keislaman mereka benar. 

Maka silahkan masing-masing melihat; apakah ia termasuk Thaifah Manshurah, 
Mukhadiilah ataukah Mukhalifahl Tidak ada lagi kelompok keempat." 



Semoga Alloh merahmati Syaikhul Islam, seolah beliau berbicara tentang zaman 
kita sekarang. Maha Benar Alloh yang Mahaagung, seolah ayat-ayat yang telah kami 
sebutkan turun mensifati keadaan kita hari ini serta pada sebagian orang di antara kita. 
Kita memohon hidayah dan kelurusan hanya kepada Alloh. 




" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 169 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i py*" I 



Jalan Jihad bagi Seluruh Ummat Islam 



Setiap muslim bisa turut ambil bagian dalam perang salib ini, caranya dengan 
melakukan hal-hal berikut ini -hanya sebagai contoh, tidak membatasi-: 

Pertama : Mendoakan kaum muslimin di Afghanistan dalam sholat, dengan 
memanjatkan qunut, dalam sujud, di waktu sahur dan di setiap waktu doa dikabulkan; 
supaya Alloh melindungi mereka dari setiap keburukan serta menyelamatkan mereka 
dari setiap kejahatan, berbuat lembut kepada mereka, menjaga nyawa dan menutup 
aurat mereka, dan menjadikan skenario orang kafir sebagai kehancuran bagi mereka 
sendiri. 

\ V 

Kedua : Mengeluarkan fatwa dari ulama ummat seluruhnya berisi peringatan 
terhadap Amerika dan negara-negara sekutu supaya mereka tidak mengulangi kembali 
sikap bodohnya terhadap kaum muslimin yang terisolir di Afghanistan. Dan itu dengan 
cara menyerang atau mengacaukan keamanan mereka. 

Ketiga : Mengeluarkan fatwa dari ulama ummat seluruhnya terhadap kaum 
muslimin mengenai kewajiban berperang dalam rangka membela bangsa muslim 
Afghan ketika tengah dalam kondisi menghadapi serangan-serangan yang dzalim. 

Keempat : Mengeluarkan fatwa dari ulama ummat seluruhnya terhadap kaum 
muslimin khususnya di Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, Iran, India serta negara-negara 
tetangga, bahwa mereka adalah fihak yang pertama kali wajib mengangkat senjata serta 
membela kaum muslimin di Afghanistan. 

Kelima : Menyampaikan kepada Amerika Serikat dan negara-negara sekutu 
melalui media demonstrasi yang secara bergelombang setiap negeri Islam seluruh dunia 
serta dengan cara diplomasi lainnya, bahwasanya memusuhi seorang muslim 
Afghanistan sama dengan memusuhi seluruh kaum muslimin di manapun posisi mereka. 

Keenam : Mengadakan usaha untuk mengganggu kepentingan-kepentingan 
barat di negeri-negeri Islam. Caranya dengan melakukan pemboikotan sektor ekonomi 
secara total sehingga mereka menghentikan serangannya kepada kaum muslimin. 

Ketujuh : Wajib menggerakkan semua Lembaga bantuan Islam segera menuju 
Pakistan supaya dekat dengan tempat kejadian dalam rangka meringankan dari 
malapetaka tidak direstui Alloh yang kemungkinan terjadi mendera kaum muslimin. 

Kedelapan : Wajib mengumpulkan sumbangan materi dan barang-barang 
pokok, mulai dari makanan, pakaian dan obat-obatan untuk ikhwan-ikhwan kita kaum 
muslimin Afghanistan. Mengamalkan hal itu berangkat dari fatwa Syaikhul Islam Ibnu 
Taimiyah sebagaimana tercantum dalam Al-Fatawa Al-Kubra (IV/ 519) beliau 
mengatakan: "Oleh sebab itu saya katakan, seandainya harta sempit (tidak cukup) untuk 
memberi makan orang-orang yang kelaparan serta jihad sekaligus yang kalau jihad itu 
kita tinggalkan akan berbahaya, maka kita dahulukan jihad, meskipun orang yang 
kelaparan tadi harus mati sebagaimana dalam masalah tatarrus bahkan lebih dari itu; 

" SjGJ^JI a^UaJl oj*Jl '&&■ " [ 170 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



sebab di dalam tatarrus kita bunuh mereka dengan perbuatan kita sendiri, sementara 
dalam hal ini orang yang mati kelaparan tadi meninggal karena perbuatan Alloh." 

Kesembilan : Setiap muslim harus menyumbangkan hartanya dalam rangka 
'memodali' peperangan ini. Hal itu dengan memotong sebagian pemasukannya secara 
kontinyu sampai Alloh menangkan Islam dan kaum muslimin. Juga sebagaimana kata 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Al-Fatawa Al-Kubra (IV/ 519) : "Siapa yang 
tidak mampu berjihad dengan fisiknya dan mampu berjihad dengan hartanya, maka ia 
wajib berjihad dengan hartanya. Inilah yang ditetapkan oleh Imam Ahmad." Kemudian 
beliau bersabda : "Maka bagi orang-orang yang dimudahkan (rezekinya) oleh Alloh, ia 
wajib berinfak di jalan Alloh. Atas dasar ini pula, kaum wanita wajib berjihad dengan 
harta mereka jika di sana ada kelebihan. Sama halnya dengan harta anak-anak kecil 
ketika itu memang dibutuhkan sebagaimana nafkah dan zakat juga wajib." Dan beliau 
berkata : "Adapun jika musuh menyerang, tidak ada lagi perbedaan pendapat dari satu 
sisipun -yaitu perbedaan dalam mashorifuz Zakat (penyaluran zakat)~ , sebab 
sesungguhnya membela agama, jiwa dan kehormatan adalah wajib berdasarkan Ijmakr 

Kesepuluh : Wajib menyiapkan tenaga medis baik yang resmi maupun tidak. 
Hal ini dengan menjalin konsolidasi dengan rumah sakit-rumah sakit di Pakistan atau 
Lembaga-lembaga bantuan agar mereka mau turun langsung ke medan segera di saat 
mereka butuh. 

Kesebelas : Harus turut berperang orang-orang yang sudah berpengalaman dan 
mengerti dari kalangan kader-kader militer maupun lembaga administrasi, serta para 
ulama, para penuntut ilmu dan pemuda untuk mengatur jalannya peperangan. Sebab kita 
ditolong lantarang orang-orng sholeh. 

Kedua belas : Harus ditanamkan semacam pembebanan kepada umat 
seluruhnya melalui buku, kaset, khutbah-khutbah dan majelis-majelis serta jaringan- 
jaringan elektronik bahwa umat Islam hampir memasuki peperangan melawan pasukan 
salib paling ganas yang menjadikan kaum muslimin sebagai sasaran. Oleh sebab itu, 
ummat harus melempar bebannya untuk bisa mengikuti peperangan. 

Ketiga belas : Menasehati siapa saja yang turut menangisi kematian orang-orang 
salibis serta berdiri bersama mereka. Sama saja apakah dia seorang fakih, penguasa, 
militer maupun sipil. Sebab membantu kaum salibis dengan bentuk bantuan apapun 
baik berupa materi, dukungan moral maupun kata-kata melawan kaum muslimin 
termasuk bantuan yang membatalkan kelslaman serta tidak sesuai dengan keimanan. 

Inilah beberapa solusi yang kami wasiatkan serta kalungkan di leher para ulama, 
da'i serta para pemuda umat ini dan para pengusahanya. Dan ketahuilah bahwa 
bergabung bersama kaum muslimin di mana saja bukanlah kepentingan pribadi tanpa 
yang lain terkait, tetapi itu adalah kepentingan setiap muslim yang mampu untuk 
menolong kaum muslimin. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 171 ] 



3ii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Pesan Memohon Bantuan Dari 
Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar 



Pesan Memohon Bantuan Dari Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar, Sang 
Mujahid -Semoga Alloh Melindunginya-, Kepada Kaum Muslimin Dan Para Ulama Di 
Manapun Mereka Berada (Tanggal 16/7/1422 H) 

Bismillahirrohmanirrohiim 

Segala puji hanya milik Alloh yang berfirman dalam Mahkam Kitab-Nya: 

^jj^JjJ aJ^S' OJ *>J y^ dlta <Ull J~*" (j ,*>_^ijlj ~£}\y>l> IjJLaUrj ^Ujj lili^- WiyLil fl 

" Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan 
dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah 
lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. " (QS. At-Taubah:41) 

Dan yang berfirman: 

SLJ-L ^>) J>ji\ Jl ^lil iil J^ j \ 3j &\ p£l JJ ISI p£> b- Ij^-T jjJJI Lgjl Lj 

L.jS JwL^-j_j Ljl LIJlp j^jJl>s; IjyU *yi . JJi Nl ĕ^-Nl j LJjJl sLJ-I f-b. Ui a^^l j» LJjJl 

" Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada 
kamu :"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu meresa berat dan 
ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti 
kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan 
kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. " (QS. At-Taubah:38) 

Semoga sholawat dan salam tercurah kepada pemimpin para mujahidin, 
komandan Al-Ghurrul Muhajjalin; Nabi kita Muhammad yang bersabda: "Aku diutus 
menjelang hari kiamat dengan pedang hingga Alloh sajalah yang diibadahi, tidak ada 
lagi sekutu bagi-Nya. Dan reiekiku dijadikan di bawah bayangan tombakku, dan 
dijadikan hina dan kecil, orang yang menyelisihi urusanku, barangsiapa menyerupai 
suatu kaum, ia termasuk mereka. " (HR. Ahmad dan Abu Dawud) 

Amma Ba'd... 

Wahai umat Islam, wahai sebaik-baik ummat yang dilahirkan kepada manusia, 
yang beramar makruf nahi munkar serta beriman kepada Alloh 

Wahai kaum muslimin di belahan bumi timur dan barat... 

Wahai kalian yang beriman kepada Alloh sebagai rabb, Islam sebagai agama 
dan Muhammad M sebagai nabi dan rasul. 

" sjgj^ji *LXtA\ oj^ji ia^- " [ 172 ] 



Wahai seluruh kaum muslimin: Tidak diragukan lagi, kalian semua sedang 
mengikuti dengan penuh perhatian terhadap perang salib yang sedang berjalan yang 
dikomandoi oleh Amerika Serikat dengan bantuan dari Inggris dan negara-negara 
Kristen Eropa serta Negara-negara NATO, Rusia dan negara-negara komunis terdahulu 
serta agama-agama kafir orang-orang murtad dan kaum muslimin yang tidak normal 
fikirannya yang bergabung bersama mereka. Mereka telah menyiapkan pasukan dan 
membentuk persekutuan melawan Pemerintahan Islam di Afghanistan dalam rangka 
mewujudkan tujuan-tujuan yang telah mereka umumkan, yang pertama adalah 
menjatuhkan pemerintahan Islam di Afghanistan serta memberangus apa yang mereka 
sebut sebagai "Basis-basis Terorisme" 

Tak diragukan pula bahwa kalianpun mengerti sebab yang kata mereka 
melatarbelakangi perang salib ini tidak lain hanya sekedar sarana untuk mencapai 
tujuan-tujuan dari persekongkolan mereka. Alloh ta'ala mengkhabarkan kepada kita 
tentang hal itu dalam firman-Nya: 

ys>« c~«~»£ 4_lo -s- p->*^j* JJ.J /j-^j ci4Pu2X^I oi jt-S^-^o ■s- *S*2jj x>- (V _xj&]jUij Oyhj j«. p 

i jj^ULl ,»-ft dJi^ «r^b LJjJl j ^UpI cJa^- dJLt!_jti yLT 

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) 
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekajiran), seandainya mereka sanggup. 
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam 
kekajiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan 
mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah:217) 

Sungguh mereka ingin menghabisi negara Islam ini, sebab ini negara Islam. 
Kalau bukan, aturan dan undang-undang mana yang memperbolehkan menghukum 
seseorang hanya lantaran tuduhan tak terbukti, apalagi menghukum satu bangsa gara- 
gara satu orang yang tertuduh itu?! 

Sesungguhnya sudah merupakan kesepakatan dalam aturan langit maupun 
aturan produk manusia, bahwa pihak tertuduh tidaklah bersalah sampai ada bukti 
keterlibatannya. Tetapi mereka memerangi kami lantaran kami menegakkan hukum 
Islam secara independent. Dan ini sebenarnya lebih berat bagi mereka ketimbang 
serangan-serangan yang terjadi di New York dan Washingthon. 

Wahai kaum muslimin di seluruh dunia: 

Sesungguhnya yang menjadi permasalahan sekarang bukanlah seputar apakah 
serangan yang telah terjadi melawan Amerika itu benar atau salah. Yang lalu biarlah 
berlalu. Di dukung oleh yang mendukung dan tidak disetujui oleh orang yang 
menentangnya. 

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: Apa kewajiban umat Islam dalam 
menghadapi perang salib modern di Afghanistan?! ! 

Apa hukum orang yang berwali kepada orang-orang salib serta berdiri di fihak 
mereka dengan memberikan bantuan dan pertolongan berbentuk apapun? 

Sesungguhnya perkara yang sudah menjadi ijma ' umat Islam dan kesepakatan 
para A 'immah bahwa keadaan yang kita alami sekarang ini menjadikan jihad melawan 

" «JjJ^Ji ^UaJl oj*Jl ijup- " [ 173 ] 



para penyerang itu fardhu ain atas setiap muslim. Tidak ada izin bagi ayah terhadap 
anaknya. Majikan terhadap budaknya. Suami kepada isterinya. Pemberi hutang kepada 
orang yang dihutangi. Dan ini tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama. 

Ini tentang hukum jihad melawan para penyerang itu, dan kewajiban kaum 
muslimin di dalamnya. 

Adapun hukum orang yang bekerjasama dengan mereka, Alloh ta'ala telah 
terangkan dengan selengkap-lengkapnya. 

Alloh ta'ala beriirman di dalam mahkam kitab-Nya: 

JL . c . , c . c c . t f . c i 

4 (jryoli ■, i ■■■ aJI (_j ti>_u»l U» JLp |ji--^' sJ-lp /j-^j- 4 ^ 3^ T" 5 -"^^ t3^ ^ *^ ls^*^ ' "M'- 1 ^ ';;■/'" 

//az orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah 
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka 
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. 
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Maka 
kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-oang 
munajik) bersegera mendekati mereka (yahudi dan Nasrani), seraya berkata:"Kami 
takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan 
kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena 
itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri 
mereka. (QS. Al-Maidah:51-52) 

Alloh ta'ala telah jelaskan dalam ayat-ayat ini beberapa perkara, di antaranya: 

1. Larangan berwali kepada orang-orang yahudi dan nashrani serta membantu 
maupun menolong mereka. 

2. Bahwa orang yang berwali, membantu serta menolong mereka, hukumnya 
sama dengan mereka. 

3. Bahwa sikap loyal kepada mereka termasuk sifat dan perilaku orang-orang 
munafik. 

Alloh ta'ala telah jelaskan bahwa berwali kepada orang-orang musyrik itu 
menghapuskan keimanan kepada Alloh dan rasul-Nya. Alloh ta'ala 
berfirman: 

i s.Uj( j^JkjJLsil L. <lJ} JjjI L.j ^gJlj AilU Oj^ji \y\£" J_j . jjjJl^- «Jh ^IJjJl 

" Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang 
yang kajir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk 
diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam 
siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa 
yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang 
musyrikin itu menjadi penolong-penolong ... "(QS. Al-Maidah: 80-81) 



" «JjJ^Ji S^CaJl oj*Jl uu6- " [ 174 ] 



Dari ayat ini dan yang lainnya, para ulama mengambil kesimpulan bahwa 
menolong orang-orang musyrik untuk melawan kaum muslimin adalah pembatal 
keislaman, pelakunya dihukumi murtad dan keluar dari millah. 

Wahai para ulama Islam yang mulia dan para da'i kepada Alloh di setiap tempat: 

Sesungguhnya kewajiban kalian adalah menjelaskan apa adanya kenyataan ini. 
Tidak takut -karena Alloh- dari celaan orang yang mencela. Itulah isi dari perjanjian 
yang diambil Alloh ta'ala atas para ulama, Alloh ta'ala berfirman: 

^aJj^J "y_j ^li] 4^jJ t_jl_xJl IjJjl ji JJl <Jli>» Aill J_>M i\j f> 

" Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah 
diberi kitab (yaitu):"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan 
jangan kamu menyembunyikannya... " (QS. Ali Imran:187) 

Mereka harus menerangkan kepada manusia agama mereka serta membakar 
semangat mereka untuk berjihad di jalan-Nya, Alloh ta'ala bertirman : 

<Jl_Lll Js> j^jil J»j>. ^Jl 1^1 \i } 

" Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu'min itu untuk berperang..." (Al- 
Anfal:65) 

Wahai para peniaga dan mereka yang memiliki harta: 

Sesungguhnya kewajiban kalian pertama adalah berintak di jalan Alloh ta'ala, 
Alloh ta'ala bertirman: 

" Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta 
mereka dengan memberikan surga untuk mereka. " (QS. At-Taubah :111) 

Dan bertirman: 

<U>- 4j_» 4jL_^i 15 (_j /H^*— * A^" C~X»jl 4^>- Lto aU| L*~" _? <*-*'$■*' — '«-AA^; /"ji - "I J L * / ' r 

%*-^S- /—wU aJjL ?.Lio /J. i_apU_lj 4ill; 

Perumpamaan (najkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang 
menajkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang 
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan 
(ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi 
Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah:261) 

Wahai para pemuda pemuda Islam: 

Sesungguhnya kewajiban pertama kalian adalah berjihad dan beri'dad serta 
memencet senapan. Alloh ta'ala beriirman: 

\ X^>y> J-5 ^_i, ljjj_>lj ^»_S>^___lj j^»jj_^j ^jijjsrj t_~J>- ^jSjSM \jhi\if 

"... maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, 
dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian... " (At- 
Taubah :5) 

" SJGJuiJl 4^lU_Jl oj*Jl '&&■ " [ 175 ] 



Wahai kaum muslimin di manapun kalian berada: 
Sesungguhnya Rasululloh H bersabda: 

(apLJI j»Li Jl *^iiUi j^ ^j 

"Akan selalu ada segolongan dari umatku yang menang di atas kebenaran 
(dalam lafadz lain: berperang di atas kebenaran), tidak membahayakan mereka orang 
yang melemahkan semangat dan menyelisihi mereka hingga menjelang datangnya hari 
kiamat. " (HR. Muslim) 

Hadist ini membagi manusia ke dalam tiga kelompok: 

1. Tha'ifah Manshurah (kelompok yang senantiasa ditolong): mereka adalah 
orang-orang Islam yang melaksanakan ajarannya dan berperang 
membelanya. 

2. Tha'ifah Mukhalifah (kelompok yang menyelisihi): mereka adalah Yahudi 
dan Nashrani serta orang-orang kafir dan murtad sekaligus orang-orang 
Islam yang tidak bermngsi fikirannya dengan normal. 

3. Tha'ifah Mukhadzilah (kelompok pelemah semangat): mereka adalah orang 
yang berpangku tangan dari menolong kelompok muslim serta 
mengkaburkan hal itu di hadapan manusia. 

Tidak ada kelompok lagi selain ini. Maka setiap muslim hendaknya melihat, 
termasuk kelompok yang mana dia. 

Di dalam hadist ini juga menunjukkan bahwa Thoifah manshurah tidaklah 
terpengaruh oleh yang menyelisihnya dari kalangan orang-orang musyrik maupun 
orang-orang yang melemahkannya dari kalangan orang yang mengaku dirinya muslim. 
Dan kelompok ini pasti ditolong, tidak mungkin tidak. 

Dan kami yakin dengan pertolongan yang telah Alloh janjikan kepada kami ini 
di dalam kitab-Nya dan melalui lisan rasul-Nya •$£. Namun pertolongan yang dijanjikan 
kepada kita itu bersyaratkan kitapun harus menolong agama Alloh serta ikhlas di 
dalamnya. Alloh ta'ala berfirman: 

"... seungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. 
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. " (QS. Al-Hajj :40) 
Juga berfirman: 

«LSOlJil c~£>j Sj^, aJJI \jj^ jl | 

" jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan 
meneguhkan kedudukanmu. " (QS. Muhammad :7) 

Dan ketika Alloh menolong kita, Amerika dan sekutu serta pembantunya tidak 
akan sanggup menghadapi kita. Alloh ta'ala berfirman: 

iSii cJIp *>\i alll Sj^_ jl } 

Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan 
kamu; " (QS. Ali Imran:160) 



" SJljJ&Ji S^CaJl oj*Jl uu6- " [ 176 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Sesungguhnya Amerika, sebesar apapun kekuatan yang diberikan mereka, tidak 
ada apa-apanya dibandingkan kekuatan Dzat Yang Mahakuat dan Mahapemaksa. Alloh 
ta'ala beriirman: 

\ fljj> -y> , -»U-,^I La .^J>|jjjp|j c j«p>tj«j V ,^j£| IjJL^j UyJiT •jjjl j}-^; ^j f$ 

"Danjanganlah orang-orang yang kajir itu mengira, bahwa mereka akan dapat 
lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah). 
(QS. Al-Anfal :59) 

dan berfirman: 

i \Ljuj> oLS" Olk-iJl ~LS"o! Olk-iJl ^LJjl ljL"li3 |» 

"... sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu 
daya syaitan itu adalah lemah. " (QS. An-Nisa :76) 

Sungguh pasukan Amerika itu tidak menggentarkan kami, persenjataan maupun 
jumlahnya. Sebab kami adalah bagian dari tentara Alloh yang berfirman: 

^L-iSC- t^JP 4&I jl53 j^J^lj Olj-w Jl JjiSr 4>JJ | 

" Z)an kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi.Dan adalah Allah Maha 
Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (QS. Al-Fath:7) 

Besarnya kekuatan ekonomi Amerika tidaklah menciutkan nyali kami, Alloh 
ta'ala berfirman: 

i jj^-aij "V ijjiiUJ.1 ^SOj- <j>j^Ij ojj*~Jl jj'1)^ aJ)j ) 

"Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang- 
orang munajik itu tidak memahami. " (QS. Al-Munafikun :7) 

Strategi pertahan mereka tidak menjadikan kami takut, Alloh berfirman: 

ĕ %j~*>- , %\s- jjSsJ tr Lijii-^-i i&l .L^ /)-^ I5-W2J *-b\y°\ jjii^; Ijji^' /rfJJl ^i ^ 

4 jjJ-*j 

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk 
menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian 
menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka 
Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan. " (QS. Al-Anfal:36) 

Aturan Pertahanan Amerika yang maju itu tidak akan memperkeruh kekuatan 
kami. Alloh Swt. berfirman: 

^--pJl *j£.y\s (J t3Jij Ij^-^ i C-~- ry> <&! j^alJli jjjI ry> *Jbyj2s>- , %"*j\j> *-&\ IjjJaj ^ 

^jLv2j*yi (Jjl L jja-jpU j^jll <_£OjIj j^^jJjLi n-£y> Ojj/4 

"...dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat 
mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada 
mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.Dan Allah 
mencampakkan ketakutan kedalam hati mereka dengan tangan mereka sendiri dan 
tangan orang-orang beriman.Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, 
hai orang-orang yang mempunyai pandangan. (QS. Al-Hasyr:2) 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 177 ] 



juga berfirman: 

OjiiSj LLy l_~pJI ^jJi <j _3JSj «j^\^> y» __jL_xJI Jj-I ^ ^jysslli jjJJI JjJlj^ 

4ji-li s-^j-i J> Jj^ Aill jlSj cL»jj__j i Ubjlj «__>lj*lj «_»jLpj , l - ^ jl (*-^j_}l_} ' ^*i/ jjj^ljj 

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang 
membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia 
memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka.Sebahagian mereka kamu bunuh dan 
sebahagian yang lain kamu tawan. (QS. Al-Ahzab: 26) 

Oleh kerana itu, wahai kaum muslimin: yakinlah dengan pertolongan Alloh 
ta'ala yang Ia janjikan kepada kalian..sesungguhnya Alloh tidak mengingkari janji-janji, 

alSjJl IjjTj a%^i\ \y\i\ (j>jVl <j ,»-~L_0 0[ <jJ-Jl JJjP <Jj-~J -5)1 j[ »j*a±i j* aJjI Jj-s--J} |> 

^jj**-! 3J» Lp aMj ^S-dl -^P Ijij _3jy-LL> Ijj^ 

"...Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. 
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu)orang-orang 
yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan 
shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari 
perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (QS. 22:40-41) 

Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh 



Pelayan Islam dan kaum muslimin 
Amirul Mukminin 
Mulla Muhammad Umar (sang Mujahid) 



" fX>J*S\ ^lUaJi o}>Ji i_4ftS- " [ 178 ] 



4JJ! 



<ci?-j ^jj;*)! r^!^ tiH *-^"'3M r 1 ?**"' 



Pesan Lain Dari Amirul Mukminin ~Hafidzahulloh- 
Kepada Ummat Islam Dan Bangsa Afghan 



Bismillahirrohmanirrohim 

Kami memuji Alloh dan bershalawat kepada rasul-Nya yang mulia, Amma ba 'd... 
A 'uudzu billaahi minasy Syaithaanir Rajiim, Bismillahirrahmanirrahim: 



i <jy*y (t-s-^oi OjJlp^i *^ij 



Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu 
orang-orang yang beriman. " (QS. Ali Imran :139) 

Kepada umat Islam dan bangsa Afghan yang ber ghirah tinggi... 

Inilah dia Imperium ketiga yang menyerang kita, kalian semua mengetahui 
bahwa Inggris menyerang Afghanistan, lantas atas dasar apa mereka menyerang 
Afghanistan? Apakah karena di sana ada Usamah? Demikian juga, Rusia menyerang 
Afghanistan, apakah karena di sana ada Usamah? Inilah imperium ketiga yang 
menyerang kita. Dan kalian semua tahu bahwa permasalahannya bukan terletak di 
Usamah, tetapi permasalahan Islam, mereka memusuhi Islam dan kaum muslimin. 

Benar di sana terjadi peledakan-peladakan di Amerika dengan pesawat-pesawat. 
Tetapi siapapun tahu bahwa satu orang, apalagi jika ia seorang muhajir (berhijrah) dan 
seorang diri, tidak akan mungkin bermain sendirian di belakang peledakan-peledakan 
besar dan serapi itu. Ini tidak akan mungkin terjadi sampai kapanpun. 

Aktor-aktor di belakang peledakan-peledakan ini diketahui oleh Amerika. 
Namun ia tidak menuduh mereka. Sebagai gantinya, mereka mengarahkan semua 
tuduhan kepada Afghanistan dan pemerintahan Islam Thaliban, sebab mereka tahu 
bahwa di Afghanistan ada undang-undang Islam secara nyata dan hakiki. Ini mereka 
anggap sebagai bahaya besar mengancam mereka, dan mereka sadar dengan bahaya ini. 

Ketahuilah bahwa solusi dari musibah ini adalah bersandar dan bertawakal 
kepada Alloh serta bersabar dan tetap teguh. Inilah jalan satu-satunya, kalau Amerika 
menyerang kita dengan rudal "Cruise" atau yang lainnya, maka itu harus dilawan dan 
dihadapi. 

Jika memang Alloh menghendaki hal ini, pasti akan terjadi juga. Dan jalan 
keluarnya adalah bertawakkal kepada Alloh dan melawan keangkaramurkaan. Maka 
semua kaum muslimin harus berfikir dan melihat kepada Islam dan kepada kebanggaan 
mereka sebagai muslim. Janganlah mereka takut dan sedih. Masalah ini pasti kita 
hadapi. Sedangkan orang yang mati demi agamanya dan demi Islam, ini adalah 
kenikmatan dan kebahagiaan yang melebihi semua kenikmatan di dunia. Sebab tidak 

" sjgj^ji *LXtA\ oj^ji la^- " [ 179 ] 



ada tempat lari dari kematian. Maka jika kematian itu karena Islam, itulah kemenangan 
besar. Oleh karena itu, kaum muslimin harus tetap teguh dan sabar serta bertawakkal 
kepada Alloh. Alloh Tabaraka wa ta 'aala berfirman: 



i c^y jvS^<1)1 OjJlp^I *^fj $ 

"... padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu 
orang-orang yang beriman. " (QS. Ali Imran :139) 



Apakah kita akan percaya kepada firman Alloh Tabaraka wa ta 'aala, ataukah 
kepada kata-kata Amerika?! 

Jika masalah itu mesti terjadi, biarlah terjadi. Siapa orang yang tidak pernah 
dirundung masalah?! 

Inggris dan Rusia telah membunuh jutaan rakyat kami, tetapi Alloh binasakan 
mereka dikarenakan pengorbanan kami. Jika kalian tidak mau berkorban dan 
menyerang membela agama kalian, lihatlah kepada negara-negara di dunia ini; iman 
mereka dirampas, dan segala sesuatu mereka dijarah. Kenapa kita takut, padahal dua 
imperium; Inggris dan Rusia kalah di tangan bangsa kami dan mereka hancur tercerai 
berai?! 

Afghanistan hari masih Afghanistan yang dulu, semangat mereka adalah 
semangat yang dulu, agama mereka juga agama yang dulu, iman mereka juga masih 
iman yang dulu, kalau begitu di mana letak permasalahannya?! 

Sungguh tidak banyak kematian manusia, biarlah mereka mati tetapi dengan 
tetap membawa iman dan Islam. Seperti ini bukanlah kemunduran. Justeru musibah 
terbesar adalah ketika Islam dan iman terampas dari mereka kemudian mereka mati 
tanpa membawa Islam dan Iman. Maka jangan ada seorangpun yang takut. Semuanya 
harus melakukan persiapan untuk berjihad. Masing-masing kita harus menampakkan 
adanya persiapan dalam rangka melakukan amalan apa saja yang dibebankan ketika itu 
diperlukan, serta menampakan pengorbanan apapun untuk iman dan agamanya serta 
untuk Laa ilaaha illallaah Muhammad Rasulullah. Masing-masing mesti menancapkan 
niat dan memantabkannya. Alloh akan menolong kalian serta membasmi semua fitnah 
dan bencana. 

Jika kalian bernyali kecil dan tidak mau berperang demi agama kalian, lihatlah 
sejarah kakek-kakek kalian yang mulia itu. Lihat pula kepada orang-orang cacat yang 
tubuh mereka terpotong-potong dalam jihad melawan Rusia. Bagaimana mereka 
berperang demi agamanya, bagaimana mereka menjadikan imperium Rusia rata dengan 
tanah, sementara kalian melihat para mujahidin masih hidup. 

Semua yang terjadi ini adalah pengaturan dan kehendak Alloh Tabaroka wa 
Ta 'ala, maka janganlah kalian takut dan sedih, jangan kalian cela Thaliban dan 
Usamah. Saya bersumpah dengan keesaan Alloh, jika kami menyerahkan Usamah, 
permasalahan tidak akan selesai. Setelah itu mereka masih akan mengatakan, 'Kenapa 
kahan lakukan ini dan itu? Lakukanlah ini dan itu sebagaimana yang kami katakan dan 

" «JlJJ^Jl ^lUaJl oj*Jl ijup- " [ 180 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



perintahkan kepada kalian.' Lantas, di mana iman dan agama kami ketika begitu 
keadaannya?! 

Ini saja, dan hanya ini Imperium ketiga yang menganggap dirinya Imperium 
kepada dunia, ia memerangi mereka dengannya dan dihias-hiasi oleh kaum sekuler serta 
orang-orang lemah iman yang berdiri di fihaknya. Bahkan orang yang menganggap dia 
musuhpun berdiri di fihak dia. Semua telah bangkit melawan kalian. 

Maka bagi setiap muslim hendaknya mengingat iman dan agamanya serta tetap 
teguh dalam keadaan apapun. Kalau tidak, dia akan berada dalam kegelisahan dan 
kegoncangan, hal itu juga tidak akan menyelamatkan dirinya dari kematian, sebab 
kematian pasti tiba. 

Pertama kali, wajib bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia untuk 
berperang demi agamanya dan demi membelanya serta membela Afghanistan. Mereka 
harus menyiapkan segala pengorbanan untuk Islam. Kalau mereka tidak mau, maka 
bangsa Afghan harus tetap konsisten di atas keimanan dan semangat serta keberanian 
mereka sekaligus memperbaharui sejarah mereka yang mulia. 

Ketika Inggris menyerang Afghanistan, dan ketika Rusia menyerang, saya dan 
Usamah belum ada. Dan bangsa Afghan telah menghadapinya dengan penuh keberanian 
tanpa ada perintah dari saya maupun dari Usamah. Tetapi bangsa Afghan memang 
berperang dan berkorban demi agama dan iman mereka. Dan sekarang ini adalah satu 
lingkaran dari matarantai dari perlawanan itu. Maka setiap muslim harus tetap teguh 
meskipun harus mengancam kehidupannya, ini adalah jalan kemenangan. Tidak 
diragukan lagi hal ini. Setiap muslim hendaknya bersandar kepada rabbnya serta yakin 
dengan firman Alloh tabaroka wa ta 'ala : 

"... padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu 
orang-orang yang beriman. " (QS. Ali Imran:139) 

Sesungguhnya keimanan bukan sekedar pengakuan dengan lisan saja (dengan 
mengatakan "Saya Muslim.") tanpa diiringi rasa ikhlas dan jujur di dalamnya. Harus 
ada iman yang nyata. Jika iman yang nyata ini sudah ada, kemenangan akan 
menyertaimu. Dan ini adalah janji Alloh tabaraka wa ta 'ala, sedangkan Alloh tidak 
pernah menyelisihi janji-janji. 

Sungguh, saya tidak takut dan berkompromi dengan musuh-musuh Islam dan 
kaum muslimin. Kepemimpinan dan kekuasaan serta jabatanku sebagai kepala negara 
sampai hidupku sendiri memang sedang dalam bahaya. Dan saya siap dengan segala 
bentuk pengorbanan, Insyaalloh. 

Kalau saya takut dan bermudahanah (toleransi) serta bermesraan dengan orang- 
orang kafir dengan kemudian menyelisihi Islam, mereka akan mempercayakan 
pemerintahan dan kekuasaan kepadaku serta memberikan bantuan harta kepadaku. Atau 
paling tidak saya berada dalam keleluasaan dan kemudahan sebagaimana sikap para 
pemimpin negara. Tetapi saya korbankan, meskipun itu nyawa saya sendiri, dan saya 
akan berperang demi agamaku, Islam, dan di atas negeri yang penuh berkah ini. Lantas 
mengapa orang-orang yang moderat (biasa-biasa saja) yang tidak ada satupun yang 
mereka takutkan itu tidak mau berperang demi agamanya dan tanah kelahirannya serta 

" SjGj^Ji &Xd\ oj*Jl '&&■ " [ 181 ] 



4JJI 



<Ci?-j ^jj;*)! r— ^ tlH *— ^ "'j-i ? *y*" I 



ketakutan sendiri? Kenapa ia tidak mau mendatangi jihad serta lari ke luar negeri? Ada 
apa dengan mereka, tidak ada yang mesti mereka takuti, mengherankan sekali ini?! 

Sesungguhnya kekuasaan, kepemimpinan dan kehidupanku, semuanya dalam 
bahaya. Meskipun demikian, saya tetap berperang di atas agamaku dan untuk 
membelanya. Lantas kenapa Anda tidak berperang demi agama anda dan malah 
ketakutan? Di sana ada kelemahan dan kerendahan dalam iman Anda. Jika memang 
engkau mukmin sejati, iman itu menjadi hal yang mulia dan besar dalam dirimu, 
sehingga engkau harus berkorban di jalannya. 

Saya telah bersiap untuk semua pengorbanan ini, Insya Alloh, tapi saya heran 
kepada Anda, mengapa tidak siap?!! Jika kalian memiliki iman dan ghirah 
(kecemburuan), hendaknya anda tetap teguh. Jika tidak, saya tidak peduli dengan Anda 
dan tidak akan mendengarkan Anda, buat apa saya mendengarkanmu sementara anda 
tidak lagi memiliki keimanan dan ghirahl Anda mengisyaratkan agar saya melakukan 
ini dan meninggalkan itu, jika anda masih memiliki iman, janganlah mundur dari agama 
dan imanmu, dan tidak usah menerima sesuatu akan membahayakan iman dan Islam 
serta kemerdekaan negara. Jika anda mundur dalam segala hal dan menerima segalanya, 
maka jelas ada kelemahan iman dalam diri Anda, Anda harus memperkuat iman Anda 
serta engkau koreksi lagi manhaj yang engkau pakai. Sebab orang yang memiliki 
keimanan kuat serta ingin menjaga imannya, tidak akan menerima satu perkara yang 
membahayakan keimanan dan keislaman. 

Maka setiap muslim harus berfikir dalam-dalam dan berperang demi Islam Al- 
Qur'an. Alloh adalah Mahalembut dan Pengasih, Ia akan memuliakan kita dengan 
kemenangan. Dan kemenangan terbesar adalah kematian di atas keimanan tanpa ada 
keragu-raguan. Dan inilah jalan untuk terangkatnya panji Islam; tidak ada keterangkatan 
bagi panji Islam dan kalimat laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullah selain dengan 
jalan ini. Selain jalan ini adalah kehancuran bagi Islam, sebab hancurnya Islam adalah 
dengan menerima apasaja yang dikatakan dan diperintahkan orang-orang kafir 
kepadamu. Inilah jalan kehancuran Islam, dengan perbuatanmu seperti ini, berarti telah 
engkau ratakan Islam dan nilainya dengan tanah. 

Panji Islam tidak akan jatuh dengan kematian dan pengorbanan. Ia hanya akan 
jatuh ketika engkau menerima sesuatu yang menyelisihi Islam dan hal yang berisi 
bahaya terhadap Islam. Ketika di sana ada perintah untuk keluar berjihad, maka setiap 
orang harus siap. 

Saya tidak mengatakan hal ini kepada anda untuk tujuan terlindunginya 
kepemimpinan dan kekuasaan. Maka fikirkanlah baik-baik. Seandainya saya hanya 
menginginkan kelanggenganku dalam kekuasaan, itu bisa saya lakukan dengan ber 
mudahanah (toleransi) dalam agama dan mundur dari Islam ~itu tidak dikehendaki 
Alloh-. Kalau saya mau melakukan hal itu, mereka akan melindungi dan memberikan 
bantuan kepadaku berupa harta, sampai dengan kekuatan militer. Padahal, cara agar 
seseorang langgeng di atas kekuasaannya bukan dengan bersiap untuk berkorban. Dan 
kalian tahu bahwa saya tidak berperang demi pemerintahan dan kekuasaan serta tidak 
saya anjurkan kalian untuk itu. Tetapi itu tidak lain adalah perintah Al-Qur'anul Karim. 
Maka setiap muslim harus sadar dalam berbagai urusan dan jangan merasa takut. Jangan 
pula kalian tertipu oleh media-media informasi sehingga iman kalian akan melemah. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 182 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Semoga Alloh memberikan taufik kepada semuanya agar tetap teguh di atas iman dan 
Islam. Dan hanya dari Allohlah taufik itu datang. 



Wassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. 



Pelayan Islam, 

Amirul Mukminin 

Mulla Muhammad Umar Mujahid 




\ 






Surat Dari Syaikh Usamah Bin Ladin Kepada Rakyat 

Pakistan 



Selanjutnya, inilah surat dari syaikh usamah bin ladin kepada rakyat pakistan, setelah 
terjadi gelombang demonstrasi pada hari jum'at 3/7/1422h, yang di sana sempat 
terbunuh beberapa partisan demo akibat perlakukan militer pakistan. 

Beliau berkata: "Alloh ta'ala berfirman: 

"... dan para syuhada' di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya 
mereka. " (Al-Hadid : 19) 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 183 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-ji 



4JJI 



Kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Pakistan; Assalamu'alaikum 
wa rahmatullohi wa barakatuh 

Telah sampai berita kepada saya yang menambah rasa belas kasihan, berita 
tewasnya beberapa ikhwan kita sesama muslim di Karachi, mereka mengungkapkan 
penolakan serangan armada salib Amerika dan sekutunya terhadap tanah-tanah kaum 
muslimin, di Pakistan dan Atghanistan. Kita memohon kepada Alloh agar menerima 
mereka dalam jajaran para syuhada serta mempertemukan dengan para nabi, shiddkpn, 
syuhada dan sholihin, dan merekalah sebaik-baik teman. Dan semoga memberikan 
kesabaran dan menghibur keluarga mereka, memberikan berkah kepada anak dan harta 
mereka serta memberikan ganjaran atas sumbangan mereka terhadap Islam dengan 
sebaik-baik ganjaran. 

Siapa di antara mereka yang meninggalkan anak, maka mereka adalah anak- 
anak saya juga dan saya akan menjadi pengasuh mereka dengan izin Alloh ta'ala. 

Bukan hal yang aneh ketika kaum muslimin di Pakistan bergerak dalam rangka 
membela keislaman mereka. Karena itu termasuk langkah awal untuk membela Islam di 
negeri tersebut, sebagaimana Afghanistan dulu, itulah langkah pertama membela dirinya 
dan Pakistan di hadapan serangan Rusia lebih dari duapuluh tahun sebelumnya. 

Kami benar-benar berharap, semoga saudara-saudara kita itu termasuk syuhada 
pertama dalam perang Islam di zaman ini melawan pasukan salib; Yahudi gaya baru, 
yang dipimpin oleh pembesar salibis, Bush, di bawah bendera salib. Ini adalah perang 
yang merupakan salah satu dari perang-perang Islam yang abadi. 

Kami menghasung ikhwan-ikhwan di Pakistan untuk mengusir semua yang 
dimiliki dan mampui kekuatan salib Amerika dari Pakistan dan Atghanistan. Sebab 
Nabi M bersabda: 



( «ULJLi! j»jj LS APjlij aUi ajL^I jj£-, <0Lal <J LjjLp ^JdJ^ «l LjiP y^ •! y>u 1 -y ) 

"Barangsiapa belum pernah berperang atau memfasilitasi orang yang 
berperang pada keluarganya dengan kebaikan, Alloh akan menimpakan kegoncangan 
sebelum datangnya hari kiamat. " (HR. Abu Dawud) 

Saya sampaikan kabar gembira kepada kalian, saudara-saudara, bahwa kami 
masih tetap teguh di atas jalan jihad fi sabilillah, mengambil taulada Rasululloh it , 
bersama bangsa Afghan yang beriman dan pahlawan serta di bawah komando pemimpin 
kami, sang mujahid, yang mulia dengan agamanya: Amirul Mukminin, Mulla 
Muhammad Umar. 

Kita memohon kepada Alloh agar menolong beliau menghadapi kekuatan kufur 
dan angkara murka, serta menghancurkan pasukan salibis-yahudi baru di bumi Pakistan 
dan Atghanistan, 



Oa-i^aJ»i 



" fX>J±S\ &Xd\ o}>Jl uuo- " [ 184 ] 



Sii <u^-j ^j^jjOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



/j&a Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan 
kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah 
gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu Karena itu 
hendaknya kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal." (QS. Ali Imran 
:160) 

Saudaramu seislam/ Usamah bin Muhammad bin Ladin. 




\ 



http^/Jahi»itaXom 



" «OjJl^Jl «illUaJi ^y^ &jif~ " 



[185] 



3ii <u^-j ^g^jOi z~S^ 'cy. ca»»'Ij tv~-j' 



4JJI 



Syair tentang Amerika 



^ljlC CJj JLJ Jlip t-JliT^ 
4i*>L>- jJ j-tf*)i iJU OjjliJ 

<Uu» j^s&u j*a*Jl I JJ6 OjjJ 

«Aij LpUi U~jjj C.t».»'j 

UpUJU» j^> jpJl j_brl OPjgi 
*^-° j-° ^J U <Jj^«j Ojj— ^si 

Igjlj j~cU!j jt-J.. V 

Jij^lj 5jUvJU j^^J >_i >a3l3 

SiL* j^ j^-jJl 019 ^jl 

IJUJJI Jak U Oj^wJl CUjPOj 

j-jl Ij^- Jw^Jl t— jL-i Iju^- 

«Uj^kA >U£ t-L* J-^sJ Pj-S' 

JS jj IjU jjJa^- UiUu» 

4-s3 t-ijli ■Jjv°J^ 1 ^^u* 



■ 



Pi$ 



|ahizi 



UnJj^I ,eSAP UUL 0?t£J 

1^j*aI Ajl L>5 i-up 

l£jy>l 4Jjj~sr ^ JaAJlj 

l^J-al L)j*Ji> J5 j*»|j J-s 

l£jy>l jfi ilaj^l LJ o^w? 

UnJj^I L» : jSwJj-a /^a C«JtQ-t*>3 

l£jyl ^j Lujjj «Jl CU 
lisjy»l Uj^lj (^aM oLil 
iSoy»! <Ul9 rUrjJl j-A?- 

Unj-»i ** j*~Ul Ujj i£yx2 
< &iy>\ ^i?j j^jj 01 J-3*J'j 

l£oy>l *£) OjS' lil t^jAl 

UNjy»i o^o lii oypj *i ui 

lSo/>l jP JpUjI *iJ ^r^PH 
\£jy\ J Ayjt Jl IjjU 



D? dalam Kab David, kehormatanku direnggut 

Dan terampas sisa-sisa kesucianku, oleh Amerika 

Fir'aunjaman ini, pengaku tuhan 

Berhala besar, itulah Amerika 

Qorun jaman ini dalam kesombongannya 

Dan kata-kata dalam keangkaramurkaannya, Amerika 

Biarkan mereka menyaksikan zaman ini menjaga perhiasan 

Dari kegananasa terhadap bangsa-bangsa kita, itulah Amerika 

Kudengar Rusia memanggil kita dan ia telah... 

Menjamin akan menyelamatkan kita dari Amerika 

Akupun bergegas menerangkan kebenaran dari tempat suaranya 

Tiba-tiba kudengar dari Moskow: Di sini Amerika! 



" «OjJL^Jl jllUall Ojkil ~iJU&- " 



[186] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Akhirnya aku berlari menuju kalian menahan kepedihan wahai kaumku, 

ke arah kalian, tidak ke Rusia, tidakjuga ke Amerika 

tidak ke kiri ataupun ke kanan, sesungguhnya ... 

taring ular itu, kepalanya adalah Amerika 

maka serang dan hancurkan dengan bebatuan dan bakarlah 

benteng kaca, sebab itu Amerika 

rajamlah, sebab merajam termasuk ibadah terbaik 

dengannya kau hinakan Iblis bersama Amerika 

mereka anggap kau gila, wahai anak tebusan 

sedangkan kewarasan adalah engkau meminta keridhoan Amerika 

gila sajalah kalian wahai pemuda masa depan, gilalah! Sesungguhnya aku. 

akan terbang jika tersundut oleh kalian, si Amerika 

betapa mulia generasi yang berteriak menyerangnya 

aku tidak selamat, kalau masih selamat si Amerika 

tempat yang kitajanjikan adalah Hiththiin Yarabu, agar... 

Si Arnath menceritakan kepada kalian tentang Amerika 

tempat bertemu kita adalah Yarmuk, maka tunggulah pemuda 

balaslah, supaya kalian dilempar ke Amerika 



X. 




\ 



v_ _. 

http^/Iahi»itaXom 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 187 ] 



4JJI 



<Ci?"J ^jjj*)! 7—^ lIH *— ^ "'j-j 7 t ~""j' 



Penutup 



Sebagai penutup, saya tidak menemukan kata yang layak saya tujukan kepada 
para 'provokator' yang melemahkan semangat dari pengikut ummat ini, selain apa yang 
dikatakan Ibnul Jauzi kepada kaum muslimin ketika perang Salib seri II melanda negeri 
kaum muslimin dan kaum salibis memasuki berbagai penjuru negeri kaum muslimin. 
Maka beliau berkhutbah di hadapan manusia dengan kata-kata tajam di mana kita hari 
ini lebih memerlukan untuk menyimak khutbah itu, sengaja saya menukilnya karena ada 
kesamaan dengan realita yang kita hadapi hari ini. 

Ibnul Jauzi Rhm. berkhutbah di hari meletusnya perang salib melawan negeri- 
negeri kaum muslimin, beliau berkhutbah di Masjid Jami' Al-Umawiy Damaskus, 
beliau berkata: 

"Wahai manusia, mengapa kalian melupakan agama kalian, meninggalkan harga 
diri serta berpangku tangan dari menolong agama Alloh, sehingga Diapun tidak 
menolong kalian. Kalian kira, 'izzah (harga diri) milik orang musyrik, padahal Alloh 
telah menjadikan 'izzah itu milik Alloh, rasul-Nya dan kaum mukminin. Celakalah 
kahan, tidak merasa pedih dan tidak menjadi resahkah jiwa kalian menyaksikan musuh 
Alloh dan musuh kalian menyerang negeri yang bapak-bapak kalian telah 
menyiraminya dengan darah. Musuh menghinakan serta memperbudak kalian padahal 
sebelumnya kalian para pemimpin dunia. Tidak bergetarkah hati kalian, tidak 
terpompakah semangat kalian, menyaksikan saudara-saudara kahan dikepung musuh 
serta menimpakan berbagai kehinaan. Akan makan dan minumkah serta berfoya-foya 
sajakah kalian dengan kelezatan duniawi sementara saudara-saudaramu di sana 
memakai baju dari nyala api, bergulat dengan api serta tidur di atas bara?! ! 

Wahai manusia, sungguh perang telah dimulai, penyeru jihad sudah memanggil 
dan pintu-pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak termasuk para penunggang kuda 
dalam perang, maka bukalah jalan untuk kaum wanita agar mereka melakukannya, lalu 
pergi saja kalian dan ambilah tungku masak serta celak mata, wahai 'wanita' yang 
bersurban dan berjenggot. 

Jika tidak, 

Inilah kuda-kuda itu, lihatlah pengekang dan pengikatnya 

Wahai manusia, tahukah kalian, dari apa belenggu dan pengikat itu dibuat? 

Kaum wanita telah membuatnya dari rambut-rambut mereka, sebab mereka 
tidak memiliki apa-apa selain itu. Demi Alloh ini adalah gelungan-gelungan kematian 
yang belumpernah dilihat di siang bolong, sebagai perisai dan benteng. 

Mereka memotongnya karena zaman kecintaan sudah selesai, dan kini dimulai babak 
perang suci; perang di jalan Alloh kemudian dalam rangka membela negeri dan 
kehormatan. 



" SjGj^Ji &Xai\ oj*Jl uu6- " [ 188 ] 



Jika kalian tidak mampu sekedar mengekang kuda, maka jadikanlah kuda-kuda 
itu sebagai gelung dan kuncung-kuncung rambut kalian, itulah perasaan wanita. Sudah 
hilangkah perasaan dalam diri kalian?" 

Kemudian beliau melempar tah kekang itu dari atas mimbar di atas kepala 
orang-orang seraya berteriak lantang: "Hai tiang masjid, bergeraklah, lepaslah wahai 
batu-batu nisan dan terbakarlah wahai hati lantaran sakit dan sedih; sungguh para lelaki 
telah membuang kejantanan mereka." 

Semoga Alloh merahmati Anda, inilah perkataan Anda kepada orang yang 
kekuasaannya mencapai Spanyol dan tanah para syuhada. Lalu apa yang akan Anda 
katakan kepada kami (hari ini)? Dengan apa Anda akan menggelari kami seandainya 
Anda lihat kondisi kami hari ini? 

Semoga sholawat dan salam tercurah selalu kepada Rasululloh, kepada keluarga serta 
seluruh shahabat beliau. 



Yusuf bin Shalih Al-'Uyairy ~ rahimahullah ~ 

\ 




V_ jS 



" SjGj^Ji &Xai\ o>Jl uu6- " [ 189 ]